
...Happy Reading...
.
.
.
.
.
Cup.
Deg...
Deg ..
Deg.....
Deg....
Degupan jantung keduanya semakin hening, hanya suara obor dan debaran hati saja yang terdengar.
Liu Han yang tadinya hanya mengecup, kini semakin menjadi.
Dilumatnya bibir merah ranum milik Lucia dengan lembut.
Lucia yang tak mengerti apa yang baru saja terjadi ( Ngelag ) pun hanya bisa diam mematung.
Liu Han yang merasa tidak ada balasan untuknya pun merasa kesal dan menggigit bibir bawah Lucia agar terbuka dan mudah baginya untuk menyusuri kemanisan dalam bibir itu.
Lucia yang digigit pun tidak merasakan apa - apa dan hanya diam saja. Begitu tersadar ia pun langsung mendorong Liu Han dan dengan cepat ia membanting Liu Han dengan ilmu bela dirinya yang tinggi itu dan memutar balik keadaan.
Kini Lucia berada di atas Liu Han. Sedangkan Liu Han hanya pasrah.
Detak jantung Liu Han semakin menjadi saat melihat Lucia membawa katana tajam nan dingin itu ke leher Liu Han.
__ADS_1
Bukannya takut ia malah merasa semakin lucu dengan Lucia yang kini kian semakin cantik nan imut bila dipandang dari dekat.
Ia pun mengalihkan pandangan nya agar tak melihat jubah yang dikenakan Lucia sudah basah dan lekukan tubuh indah itu terlihat jelas dimata nya.
Lucia yang merasa orang di bawahnya sudah takut pun mulai mengintrogasinya.
"Dengarlah Han'an. Aku tak punya waktu untuk bermain seperti dulu." Tegas Lucia.
Hati nya yang sedingin es itu tak tega melihat Liu Han yang terlihat tak berdaya di kekungannya.
Liu Han yang merasa ada celah pun, dengan gerakan cepat membalik Lucia menjadi di bawahnya dan memeluknya erat tanpa memperdulikan hujan yang kini semakin deras, seolah melarang kebersamaan mereka.
"Lulu, aku masih ingin bersama mu!" Ucap Liu Han lalu kembali memeluk Lucia dan menyembunyikan wajah tampan nya di ceruk leher putih Lucia.
Lucia yang entah kenapa tak tega melukai Liu Han pun hanya bisa pasrah dan membirkan bayi besar lamanya itu untuk tertidur memeluknya seperti dulu.
Haih...
'Ck. ada apa dengan diriku?' Batin Lucia merasa kesal karena tak bisa berbuat apa - apa saat laki - laki yang ada di pelukannya ini mengeluarkan ekspresi mautnya.
Siapapun tolong sadarkan dia! Jangan sampai jatuh cinta pada iblis yang terlihat tidak berdaya di pelukannya ini seperti anak kecil.
___________
Di lain tempat
Lucifer sang ayah kandung yang melihat perkembangan pesat Lucia pun terkejut.
Ada apa dengan putrinya itu?!
Dilihat dari bolam kaca pemantauannya, Liu Han dan Lucia yang masih berpelukan.
Lucifer yang marah hanya bisa diam memandang marah kearah iblis licik seperti Liu Han yang terlihat bersenyum kemenangan di balik pelukan Lucia.
Lucifer yang melihat senyuman kemenangan itu hanya merasa kesal dan diam.
Cklek.
__ADS_1
Dewi bulan datang dengan membawa segudang berkas - berkas menyebalkan yang harus ia kerjakan.
Setibanya di depan Lucifer yang terlihat cengo dan ingin mengadu kepadanya, Dewi bulan hanya menatapnya datar.
Seusai menaruh tumpukan yang lumayan berat itu, ia pun menjewer telinga Lucifer, yang membuat Lucifer memekik kaget seperti seorang anak kecil.
"CK. Lihatlah ulahmu Lucifer! Sekarang banyak para dewa lain meminta kerja sama kepada kerajaan iblis, dikarena kan pemberitahuan kau sudah bangkit!" Ucap Dewi bulan dengan wajah kesal.
Pasalnya sedari ia ditaman tadi, banyak yang memohon kepada nya agar memaksa suami nya itu untuk bekerja sama kepada kerajaan hitam lainnya.
Lucifer hanya menatap Dewi bulan yang marah dengan mata lucu yang ingin segera mengeluarkan air mata.
Hiks..
"Aze...hiks kenapa kau membentak ku?" Ucap nya sambil menangis sesunggukan.
Dwi bulan yang melihat itu pun tergagap dan langsung memeluknya untuk menenangkan nya.
"Aih. maafkan aku bayi besarku..." Dewi Bulan menenangkan Lucifer yang sedang menangis itu dengan cara dipeluknya.
Akan tetapi...
Yang namanya seorang iblis...
Pasti mempunyai rencana terselubung di balik wajah polos nan kasihan itu kan.
Hehehehe...
__________
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote ya...
Sebisa mungkin author double up hari ini guys.
Thank you buat yang udh suport author!
__ADS_1