
Lucia terbangun pada senja hari, Ia pun melihat Alex dan Firance yang masih memeluknya dengan erat.
Perlahan - lahan Lucia merasakan perasaanya menghangat melihat orang yang slalu menemaninya kini berada disampingnya sambil memeluknya.
Tanpa sadar Lucia pun tersenyum hangat melihat itu, dan secara tak sadar tanganya bergerak mengusap kepala Alex dan Firance lalu membawanya kedalam pelukannya.
Alex dan Firance yang ternyata sedari tadi sudah bangun, tetapi malas membuka mata dan berpindah posisi nyamannya pun akhirnya enggan dan masih tetap memejamkan matanya.
Ia juga sudah tahu kalau Lucia sudah bangun saat ini, tapi ia tak menyangka dan betapa terkejutnya ketika Lucia ( Ratu esnya itu ) mengelus kepala mereka dengan lembut nan hangat.
Alex dan Firance yang berpikir hanya dielus saja kepalanya pun tak menyangka bahwa Lucia membawa mereka kedekapannya yang hangat itu dengan perlahan agar tak membangunkan mereka.?
Akhirnya mereka memilih melihat Lucia yang juga sedang menatap mereka dengan lembut.
Sakin syoknya mereka tanpa sadar hanya memberikan Lucia tatapan terkejutnya itu.
"Apa.?" Ucap Lucia yang tiba² berubah menjadi dingin kembali dan buru² melepas pelukannya dari Alex dan Firance.
Sial. Tahu begitu mereka tidak akan membuka matanya sementara dahulu agar bisa berlamaan bermanja - manja dipelukan Lucia yang sangat langkah.
"Cia, kau tadi memeluk kami kah?." Ucal Alex senang dan berpikiran ide jahil untuk mengerjai Lucia.
"Eh...si..- apa yang memeluk kalian." Ucap Lucia gugup, jujur ini pertama kalinya ia gugup kepada mereka berdua selain ortunya yang sangat ia sayangi itu dan keluarga kecilnya dimasa depan.
"Eeh...sudahlah Cia, akui saja bahwa kau memang menyayangi kami." Ucap Alex dengan percaya diri.
"Pergi!." Ucap Lucia yang sekarang menjadi kembali dingin dan cuek seperti sebelumnya.
Alex dan Firance yang melihat perubahan Lucia yang sangat cepat pun takut Lucia marah.
"Maaf." Ucap mereka berdua.
"Hmm..." Ucap Lucia dingin dan mengeluarkan buku dari ruang dimensi gelangnya dan mulia membaca bukunya tanpa melihat Alex dan Firance.
Mereka berdua yang dihiraukan oleh Lucia pun akhirnya mencari kesempatan untuk mengganggu Lucia untuk mencari perhatiannya.
Mereka yang anak kecil jadi mudah untuk menyelip dan duduk dipangkuan Lucia yang sedang membaca buku bersama nya.
Lucia yang memperhatikan gerak - gerik kedua anak kecil itu hanya bisa tersenyum samar melihatnya.
————
Dikerajaan Iblis...
Seminggu kepergian Lucia pun berlalu...
Semua orang kembali kepada aktivitasnya seperti biasa setelah kepergian Lucia pada hari itu.
Pangeran Ruki kini sedang menatap salah satu giok berbentuk naga sekaligus berharga yang Lucia miliki.
Anak kecil itu menatap lekat giok indah yang ada ditanganya.
'Huft...jiejie kapan kamu kembali...?' Batin Pangeran Ruki sedih.
'Baiklah...Ruki kau tak boleh sedih, mari giat berlatih agar bisa melindungi jiejie dan keluarga mu...' Batin Pangeran Ruki menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya ia pun mencari gege keempatnya yang masih bebas, kalau gege ketiganya, hm...kalian pasti tau rutinitasnya semenjak kedatangan Weiwei.
Iapun akhirnya berjalan mencari gegenya dikamarnya.
Saat sampai dikamar gegenya, iapun mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
Tok...
Tok...
Tok...
"Gege!!." Teriak Pangeran Ruki dari luar kamar Pangeran Edward.
Pamgeran Edward yang memang berada didalam sedang mengerjakan tugas² kerajaan iblis.
Saat sedang memikirkan solusi perang, ia pun mendengar teriakan Pangeran Ruki dari luar ruangan.
Iapun segera membukakan pintu untuk adik kecilnya itu masuk kedalam kamarnya.
"Ada apa Ruki.?" Tanya Pangeran Adward setelah membuka pintu.
Ia yang melihat giok itupun bingung. Karena sebelum nya Ruki tak pernah memakai aksesoris² apalagi membawa giok identitasnya sendiri, tapi kenapa ini ia malah memakai sebuah giok yang entah dari mana itu.
"Eh...aku baru melihatmu memakai hiasan giok indah itu." Ucap Pangeran Edward menyernyit bingung.
"Owh...ini, ini adalah pemberian jiejie untukku. Baguskan.?" Tanya Pangeran Ruki dengan nada sombongnya.
"Pastinya.!! Ah, aku juga dikasih kado sebelum Lucia pergi lewat kakak pertama." Ucap Pangeran Edward yang tak kalah sombongnya.
__ADS_1
"Eeh...ini itu jiejie kasih aku secara langsung + aku dikasih juga lewat kakak pertama. Jadi bisa dibilang aku ini istimewa untuk jiejie." Ucap Pangeran Ruki sombong.
Pangeran Edward pun tak bisa berkata - kata.
'Kenapa Lucia tak adil begini...hiks...' Batin Pangeran Edward sedih dan kecewa.
"Sudalah kak, aku ingin berlatih pedang sekarang juga.!!" Ucap Pangeran Ruki dengan semangat 45.
Pangeran Edward yang mendengar itupun jadi bingung. Bukankah selama ini adik kecilnya slalu kabur saat diajak latihan, entah berbagai alasan yang ia lontarkan bila ditegur oleh ayahnya.
"Tak biasanya kau ingin berlatih pedang?. Ada apa denganmu.?" Tanya Pangeran Edward penasaran dengan adiknya. Apakah ia kerasukan mantra pemanggil hewan iblis karena gagal membuat segel.
"Tidak apa hanya ingin saja." Ucap Pangeran Ruki singkat karena tak ingin memberitahu Pangeran Edward yang penasaran.
"Yasudahlah bila begitu, ayo kehalaman belakang istana. Kita akan berlatih disana bersama para prajurit." Jelas Pangeran Edward yang diangguki oleh Pangeran Ruki.
Mereka pun berjalan dan memang jalurnya itu melewati taman bunga. Alangkah terkejutnya mereka berdua melihat hal senonoh yang dilakukan pangeran ketiga kepada Weiwei.
Berani - beraninya...Mereka...
Berciuman!!!!.
Astagah. Apa ini?. ( <_^ ).
Dengan cepat Pangeran Edward menutup mata Pangeran Ruki yang masih suci agar tak melihat kejadian tak senonoh itu.
"Wow! Apakah itu cara orang dewasa menunjukan cintanya.?!." Tanya Pangeran Ruki dengan polos.
Karena suara Pangeran Ruki, kedua orang yang sedang berciuman itupun menghentikan aksi mereka dan segera mengalihkan pandangan ke sisi lainnya.
'Ckck, sial anak kecil inimengganggu waktu ku dengan Weiwei saja." Batin Pangeran Villiam menggerutu dalam hati tak senang.
"Ada apa?" Tanya Pangeran Villiam dengan nada kesalnya karena baru saja ia merasakan bibir manis nan lembut WeiWei.
"Eh...tak apa² kak, lanjutkan saja kami hanya orang lewat." Ucap Pangeran Edward dengan nada bodohnya.
Sedangkan Weiwei wajahnya sudah memerah malu karena ketangkap basah.
Flashback...
Tak terasa, Lucia yang sudah pergi satu minggu lamanya membuat Weiwei rindu dengannya.
Selama kepergian Lucia, Weiwei pun semakin akrab dengan yang lainnya.
Weiwei P.O.V
Weiwei yang sedang berjongkok sambil memandang bunga sendirian pun menatap bunga itu dengan tatapan kosong dan campur aduk.
Lalu tiba² saja ada tangan kekar dari belakang mencabut bunga yang sedang ia tatap itu.
Ia pun langsung membulatkan matanya dan melihat siapa yang mencabutnya.
Ternyata...
Yang mencabutnya adalah...
Pangeran Villiam.!!
Weiwei sangat terkejut dengan kehadiran nya Pangeran Villiam. Iapun dengan cepat berbalik.
Wajah nya dengan Pangeran Villiam pun hanya berjarak beberapa senti saja. Sontak ia langsung memundurkan kepalanya dan berdiri.
"Pa..-pangeran Villiam ada apa?" Tanya Weiwei yang malu² kucing.
"Wei'er , bukankah sudah kubilang panggil aku Villiam saja." Ucap Pangeran Villiam dengan nada tak senang.
"Eh bukan begitu... Huft..baiklah maafkan aku Villiam." Ucap Weiwei pasrah.
"Bagus. Mari jalan² aku akan membawa mu kesuatu tempat. Ayo ikuti aku." Ucap Pangeran Villiam yang langsung menarik tangan Weiwei tanpa menunggu balasan dari Weiwei.
Sedangkan Weiwei hanya mengikuti, tanpa bertanya.
Iapun memasuki tempat yang seprti rumah kaca. Didalamnya terdapat bunga² yang berbeda dan lebih enak dipandang daei pada yang ada ditaman bunga.
"Woah...cantik sekali." Ucap Weiwei kagum dengan taman itu.
"Bagaimana apakah kau suka?. Ini aku dan adik² ku itu yang menanamnya sewaktu kami masih kecil." Jelas Pangeran Villiam.
"Tentu saja suka." Ucap Weiwei yang sudah langsung berlari masuk melihat bunganya dari dekat.
Pangeran Villiam hanya tersnyum senang melihat tingkah laku Weiwei yang begitu imut dan lucu menurutnya.
("Hiks...sedih banget, kayaknya berpacaran itu menyenangkan. Ya ga Wei'er?" Tanya Author mendramatisir ☹☹.)
("Apaan sih thor jangan panggil² gue Wei'er ga tau apa itu kan panggilan kesayangan pangeran buat gue. Dan pertanyaan lu tadi makanya pacaran jangan jomblo terus, kayak akqu🥴🥴." Jawab Weiwei dengan muka bodohnya.)
__ADS_1
( "..." Author. )
Abaikan...👆.
Sesudah mereka mengunjungi rumah kaca itu, mereka berdua pun keluar dengan raut wajah yang nampak bahagia.
Saat mereka sedang main kejar - kejaran Weiweipun tersandung oleh batu.
Sedangkan Pangeran Villiam ingin membantunya, karena kehilangan keseimbangan mereka pun akhirnya terjatuh bersama.
Cup..
Alangkah terkejutnya mereka saat mengetahui bibir mereka masing² telah menyatu
Weiwei yang sadar akan hal itu duluan pun mendorong Pangeran Villiam, sedangan Pangeran Villiam diam dan terus menyesapi bibir Weiwei.
Manis.!
Rasanya ingin melumutnya berkali - kali dan tak mau dilepaskan olehnya.
Pangeran Villiam pun memperdalam 'kiss' mereka berbeda dengan Weiwei yang meronta - ronta tetapi ia kalah tenaga oleh Pangeran Villiam.
Akhirnya karena Weiwei yang sudah kehabisan nafas, pangeran Villiam pun melepaskan ciuman itu dan berkata...
"Weiwei, ayo kita menikah.?" Ucap Pangeran Villiam dengan wajah yang memerah malu.
Jujur saja, ia sangat menyukai dan sudah menyadari kalau hatinya sudah direbut oleh gadis manis itu.
Jadi tanpa menunggu lama², ia pun langsung berencana menjadikan Weiwei istri satu² nya yang sangat ia cintai.
Weiwei yang mendengar itupun sontak terkejut dengan lamaran Pangeran Villiam yang mendadak.
"Em...aku tidak menolaknya, hanya saja bisakah kita menjadi kekasih terlebih dahulu. Ah...ini terlalu cepat dan mendadak." Ucap Weiwei memerah malu dan menutup wajanya menggunakan kedua tangannya.
Pangeran Villiam hanya tersenyum memakhlumi Weiwei.
"Baiklah. Sekarang kau adalah gadisku." Ucal Pangeran Villiam yang tiba menarik Weiwei kedalam pelukannya dan menciumnya lagi.
Kali ini Weiwei tak mendorongnya karena sudah menjadi sepasang kekasih.
Disaat sedang asyik ciuman, mereka pun dikaget kan oleh suara Pangeran Ruki yang melihat adegan itu
......
————
Weiwei yang saking malunyapun berlari meninggalkan Pangeran Villiam dengan kedua adiknya yang membawa sial baginya.
Belun sempat Pangeran Villiam menahan Weiwei, Weiwei pun sudah terbirit - birit duluan sehingga ia tak dapat menggapai tangan Weiwei.
Sial.
Pangeran Villiam semakin kesal karena kedua orang itu yang katanya ' cuma orang lewat ' kenapa dari tadi nggak pergi dari taman dan malah asyik menonton dia dan Weiwei.
Sedangkan kedua tersangka yang melihat wajah kesal Pangeran Villiam pun langsung memberi kode satu sama lain untuk melarikan diri dari banteng yang sedang mengamuk itu.
1...
2...
3...
Kabur...😜🤪
Mereka pun juga terlari terbirit - birit kekamarnya masing - masing takut dengan kemarahan kakak ketiganya mereka itu.
Akhirnya latihan berpedang Pangaran Rukipun ditunda terlebih dahulu.😡👿
Sedangkan Pangeran Villiam yang melihat itu diam sembari menahan kesalnya.
Ckckck...
————
Bersambung...
HAI....HAI...
Hari ini author crazy up, karena kemarin g up... (<...>)
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote nya ya~.~
( °○° )
( — )
__ADS_1