Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 11 : ( Membangkitkan Kekuatan Kegelapan )


__ADS_3

Saat Lucia masuk kedalam ruang dimensi gelangnya ia pun disambut oleh dua anak kecil yang sangat imut.


"Ada apa Cia datang kesini?." Tanya Alex.


"Hm...aku ingin membangkitkan kekuatan kegelepan yang berada dikalung peninggalan ibuku dan ayahku." Ucap Lucia


"Karena setelah pengangkatan itu aku merasakan aura gelap yang pekat dan kalung ku itu bereaksi. Jadi apa salahnya jika dicoba dulu?" Lanjut menjelaskan Lucia yang didengar seksama oleh Alex dan Firance.


Alex yang mengerti itu langsung menyuruh Lucia untuk berkonsetrasi dan menguatkan kekuatan mentalnya.


Karena kalau ia gagal resikonya roh kegelapan akan mengusai tubuhnya selamanya dan jiwa aslinya akan terkurung dialam bawah sadarnya.


Lucia pun pergi meninggalkan Alex menuju tempat biasa kultivasinya, yaitu air danau surgawi.


Iapun mengikuti saran² yang diberikan dewi ruang dan waktu untuk meneteskan darahnya kekalung itu.


Luciapun menggores jarinya menggunakan katananya ketelapak tanganya, kelapak tangannya pun mengeluarkan setetes demi tetes darah.


Ia mengarahkan telapak tangan yang sudah berdarah itu kerah kalung yang ia letakan diatas batu sebelahnya.


Stelah itu ia pun mulai menutup matanya dan kesadarannya mulai terserap masuk jedalam kalung permata merah yang mengeluarkan asap hitam bercampur biru itu.


----------


Disisi pangeran Leomord sedang memikirkan tentang permintaan Lucia.


Ia berpikir apakah akan menerima dan mengakui gadis aneh itu menjadi meimeinya?


Huh...entahlah, saat ini ia pun sedang memikirkannya dikamarnya sehingga tak keluar darisana beberapa hari ini.


Iapun berniat mencari pelayan yang melayani Lucia untuk mengorek informasi dari pelayan tersebut tentang Lucia, apa kebiasaan hariannya?, dan apa tujuannya datang kekerajaan iblis ini?.


Iapun pergi mencari keberadaan pelayan yang biasanya melayani Lucia.


Sesudahnya mencari dan bertanya - tanya dimana pelayan sekerang berada?.


Akhirnya iapun menemuka keberadaan pelayan Lucia yang ternyata sedang berada didapur.


Iapun segera pergi kedapur istana, sesampainya ia disana ia pun langsung menanyakan pelayan yang bernama Luo Li.


Dan salah satu dari mereka pun mengangkat tangan yang tak lain dan tak bukan yang mengangkat tangannya adalah Luo Li pelayan yang dikirim oleh kaisar untuk melayani Lucia.


"Apakah kau adalah pelayan nya Lucia yabg diutus oleh Lucia?" Tanya pangeran Leomord kepada Luo Li.


"Ya yang mulia." Ucap Luo Li dengan penuh rasa hormat.


"Ikut aku." Ucap pangeran Leomord dingin.


Tanpa bertanya lagi pelayan Luo Li langsung mengikuti pangeran Leomord.


Pangeran pun membawa pelayan itu keruang tamu dan menanyakan kepada pelayan itu temtang Lucia.


Setelah menjawab semua pèrtanyaan pangeran Leomord paleyang itupun pamit kembali kedapur dengan hormat yang tak pernah hilang kepada pangeran Leomord.


'Hm...siapa sebenarnya dirimu Lucia?'Batin pangeran Leomord bertanya - tanya.


--------------


Diruang Dimensi gelang....


Sudah selama 3 jam Lucia belum keluar dari tempat air danau surgawi.


Alex dan Firance pun merasa cemas dengan keadaan Lucia saat ini, ingin segera masuk tapi takut menghalangi proses yang terjadi.


Sedangkan Lucia saat ini sedang berada dialam bawah sadarnya dan melihat dirinya yang lain dengan gaun berwarna hitam sedangkan hanfu yang ia kenakan saat ini adalah hanfu warna putih.


"Siapa kau?" Tanya Lucia.


"Aku adalah pemilik tubuh ini jadi sekarang sudah waktunya giliran ku menempati tubuh ini." Ucap aku yang memakai hanfu berwarna hitam.


"Heh... dalam mimpi mu." Ucap Lucia dingin dan menembak kearahnya dengan bola api tingkat terkahirnya yang sangat panas.


Lucia sebenarnya sudah tahu bahwa ini adalah salah satu rintangan yang harus ia lewati.


Setelah arwah yang menyerupai Lucia itu kembali kebentuk asli nya yaitu seorang iblis hitam yang hanya kelihatan muka seramnya setengah badannya pun sudah terbakar oleh api Lucia.


"Akh...panas nya sialan! Kau dasar roh palsu...akh..." Ucap iblis hati itu dan sebelum semua tubuhnya terbakar habis oleh api nya Lucia.


Akhirnya tubuh iblis hati itu terbakar sepenuhnya menjadi abu yang berterbangan.


Sedangakan Lucia hanya menunjukan senyum smirk andalannya.


Sudah lama ia tak membunuh orang dan kali ini ia merasa sangat senang sekali bisa membunuh orang dengan tangannya sendiri walaupun tak dikasih pelajaran tambahan seperti biasanya.


Tiba² saja datang seorang laki² yang tak kutehui siapa dia dan mendekatiku lalu menyentuh keningku.

__ADS_1


Seketika mataku menjadi gelap dan tibalah aku diatas gunung yang berisikan lava panas yang membara dari atas sini.


"Apa Kau Siap, nak?" Tanya suara yang tiba² memasuki telinga Lucia begitu saja.


"Ya..." Ucap Lucia pelan dan tiba² saja ada yang mendorongnya untuk jatuh kelava panas itu.


Rasa panas yang begitu panas pun membakar daging beserta tulang²nya.


Sakit dan Panas Itu yang Lucia rasakan saat ini tak berhenti - hentinya ia menggigit bibir bawahnya mencoba mempertahankan kesadarannya agar tak menutup matanya.


Setelah sekian lamanya pun ia terus mempertahankan kesadarannya, Lucia kini masih tetap berjuang walau kesadarnnya sudah melemah.


"Selamat kamu sudah melewati tantangan kedua." Ucap suara misterius itu lagi.


Lucia yang samar² mendengar suara itu pun mulai merasakan kehangatan yang menyelimutinya saat ini.


Tubuhnya pun menjadi lebih ringan dari yang tadinya dan mempunyai mata yang bisa melihat walaupun malam atau gelap.


"Tantangan terakhir adalah sambaran petir sembilan petir syurga." Suara muncul lagi entah darimana itu.


Lucia yang mendengar itupun mukai berdiri dan naik keatas menunggu serangan selanjutnya.


Petir hitam pun tiba² datang angin sepoi² pun ikut menghadiri nya.


JDAAR...


Sambaran petir pertama pun tepat


mengenai tubuh Lucia.


Sedangkan Lucia masih berdiri dengan nafas yang terengah - engah karena disambar satu petir surgawi.


Petir kedua pun lebih sedikit hitam dari sebelumnya.


JDAR...


JDAR...


JDAR...


Smabaran petir secara berurutan sudha Lucia lalui dengan baik, sekarang keadaanya yang mengenasakan karena tersambar petir syurgawi.


Sekarang adalah petir terakhir syurgawi yang harus Lucia lewati, dengan beraninya ia menentang petir itu...


Sperti petir mendengarnya kalau ia sedang diejek pun mulai menyerang Lucia secara bertubi - tubi.


Sedangakan, Lucia pun masih berusaha berdiri dengan satu kakinya yang menopangnya untuk terus berdiri.


Iapun mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


"Selamat anda berhasil melewatinya..." Ucap suara itu lagi.


Tiba² tubuhnya Lucia dilapisi oleh aura hitam yang sangat kuat dan juga ia mendapatkan beberapa jurus baru.


Iapun mulai mendapatkan kesadaran nya kembali dan kembali ketubuhnya.


Saat ia memuka matanya, ia melihat dua anak yang tengah memeperhatinnya dengan cemas.


"Cia!!" Ucap Alex dan Firance serempak dan spontan langsung memeluk Lucia.


Lucia yang dippeluk oleh keduannya hanya diam dan membiarkan mereka memeluknya sesuka hati.


"Apa kau tidak apa? Bagaimana dengan hasil rintangannya?.." Tanya Firance dan Alex antusias.


"Hm...tak apa², aku berhasil." Ucap Lucia singkat.


"Wah hebatnya... bisa kau tunjukkan apa saja yang telah kamu dapat setelah menyelesaikan rintangan itu?" Tanya Alex dan diangguki oleh Firance.


Lucia pun memperhatikan raut wajah bahagia mereka berdua dan menghela napasnya.


"Hm...baiklah, tutup mata kalian dan jangan dibuka sebelum aku menyuruhnya..." Ucap Lucia memejamkan matanya dan bola matanya berubah menjadi merah semerah darah dan keadaannya juga sangat mencekam apalagi melihat mata merah Lucia begitupun rambutnya yang tadinya silver itu.


Orang² yang melihat mata Bloddy nya bisa merasakan sensasi disiksanya didalam sebuah tempat yang bisa membuat mental seseorang menjadi tidak waras ketika tersadar


Untungnya Alex dan Firance mengikuti perintah Lucia dan hanya merasakan sensasi seperti jiwanya ditarik keluar oleh aura yang Lucia keluarkan.


Lucia yang tahu bahwa Alex dan Firance tak kuat pun langsung menariknya kembali.


Keadaan menyeramkan itu membuat Alex dan Firance sesak napas dan terengah - engah ketika Lucia menarik aurnya kembali.


"Uhuk...uhuk..." Alex dan Firance pun terbatuk - batuk setelahnya.


"Apa itu tadi? Sangat menyeramkan sekali Lucia, auranya saja sudah mematikan. Entah apa yang terjadi kalau kita membuka mata dan tak mengikuti perintah Cia. Sungguh berbahaya." Ucap Alex yang diangguki oleh Firance.


"Hm...itu adalah aura kematian yang baru kudapat dan Eyes Bloody yang bisa membuat seseorang seperti kosong tak berjiwa dan mengikuti perintah yang mempunyai Eyes Bloody tersebut." Jelas Lucia.

__ADS_1


"Eh...- begitukah, sungguh menyeramkan. Apakah ada orang lain selain dirimu yang mempunyai Eyes Blood?." Tanya Firance yang sangat khawatir kalau orang lain menyalah gunakannya.


"Hm setahuku hanya keluarga ayahku yang mempunyai mata yang sama seprtiku, sedangakan warna mata ibuku berwarna silver saljut sama sepertiku..." Jelas Lucia.


Alex dan Firance yang mendengar itu hanya mengangguk - anggukan kepalanya naik turun.


"Hen...baguslah jika begitu Cia, ternyata mata mu sangat² sepecial ya..." Ucap Alex kagum.


"Yah. Menurutku, mata kau sangat indah nan cantik seprti orang dan sifatnya yang cantik luar dan dalam." Puji Firance secara tidak sadar dan menatapku intens.


"Hm..." Ucap Lucia dingin kembali.


Alex puji juga kesal dengan si ular bodoh yang satu ini bisa²nya dia berulang kali menggoda Lucia orang yang merupakan ....


"Baiklah...kekuatan kegelapan ku juga sudah bangkit, saatnya aku pergi dulu." Pamit Lucia yang diangguki oleh kedua anak kecil itu.


---------


Saat keluar dari ruang dimensi pelayan yang disuruh kaisar untuk makan malam pun datang memberitahu Lucia kalau ia diundang malam ini.


Lucia pun hanya menjawab dengan deheman saja.


Iapun pergi keruang makan keluarga diistana iblis.


Sesampainya ia disana ia pun disambut oleh ibunda barunya, gege, didi, dan ayahandanya.


"Jiejie Cia mari makan." Ucap pangeran Ruki.


"Hm..." Ucap Lucia dan duduk disebelah pangeran Villiam.


Kami pun makan dengan hening, tak ada yang memulai pembicaraan hanya ada detingan sendok dan garpu.


Pangeran Leomord pun hanya diam dan sesekali mengamati Lucia yang tak memakai cadarnya. Cantik.


Lucia yang diperhatikan hanya cuek dan tak peduli hanya memakan makanannya dengan anggun.


Beberapa saat kemudian...


Lucia pun sudah selesai dengan makannya dan langsung berlalu pergi entah kemana ia akan pergi.


Sedangkan para keluarganya hanya diam menatap kepergian Lucia yang sudah menyelesaikan acara makannya.


Pangeran Leomord juga sudah menyelesaikan makannya dan segera pergi juga.


--------


Lucia P.O.V


Setelah selesai makan, akupun langsung kembali kekamar karena risih dipandangi oleh keluarga baruku itu.


Aku pun memilih untuk mengelilingi istana ini ditemani Alex dan Firance yang tadi ia panggil untuk menemaninya mengelilingi istana.


Sesudahnya mengelilingi istana sambil menghapal jalannya dan kini sampailah aku ditaman istana iblis.


Sesampainya aku disana, akupun duduk dibangku yang ada ditaman ditemani Alex dan Firance.


"Cia, ini sudah dua hari berlalu. Apakah kau tak khawatir dengan keadaan Weiwei?." Tanya Alex.


"Hm...tenanglah sebelum pergi akupun sudah memasang sihir pelindung untuknya dan bebrapa pesediaan makan didapur." Jawab Lucia.


"Owh begitukah. Huft...syukurlah." Ucpa Alex.


Firance yang mendengarkan nya itupun bingung siapa Weiwei?.


Tapi ia memilih untuk tak bertanya kepada Lucia, nanti seiring waktu ia juga akan mengetahuinya.


---------------


Lucia pun yang saat ini sedang duduk pun merasakan aura keberadaan seseorang yamg sedang mengamatinya disekitar sini.


Tanpa basa - basi Lucia pun melemparkarkan kunainya kearah batang pohon yang tinggi.


"Keluar.!!" Ucap Lucia dingin.


Orang yang dipohon pun keluar dengan luka tusukan kunai dilengan kirinya karena kunainya Lucia tepat mengenai lengan kiri pria itu


Dan menampakkan seorang lelaki yang sangat tampan tapi ketampanannya tak cukup membuat hati Lucia bergetar.


"Hai..." Ucapnya dengan percaya diri.


--------------------


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote Ya...

__ADS_1


__ADS_2