
Saat ini Li Cia sudah kamar yang disiapkan untuknya, sedang duduk dijendela.
Memandang rembulan yang menyinarinya dimalam hari adalah hal yang menenangkan baginya.
Ia rindu sekali dengan adiknya dan juga kakeknya...
Apalagi selama ini ia sudah mencari - cari jejak ibunya...
Ayah? Jangan ditanya ia tak pernah melihat apalagi mengenal sosok ayahnya sekali pun sejak masih kecil.
Hidupnya hampa? Ya ia ingin sekali mencari keberadaan ibunya dan ingin mengajaknya pulang untuk menemaninya dan Yuta.
"Ibu...Ayah?" Ucap Li Cia lirih.
—————————————————
Di luar istana para warga pun menyambut dan memeberi jalan seseorang...
"Selamat datang kembalinya calon Raja Iblis..." Ucap seorang kasim iblis da diikuti oleh warga serempak.
"Hidup pangeran pertama! Penerus Pemimpi Ras Iblis kami.!" Ucap semua warga iblis dengan hormat.
Ia pun hanya terus melangkah maju bersama kudanya tanpa memperdulikan orang² sekitarnya yang memberi hormat.
Ia pun sudah sampai di depan gerbang istana, penjaga gerbang istana pun membukakan pintu dan menunduk lalu memberi salam hormat.
"Hormat kami ada penerus Raja Iblis!." Ucap para penjaga gerbang.
Orang itupun langsung terus melangkah masuk menuju ruang kerja Kaisar Iblis, tanpa memperdulikan para penjaga gerbang istana.
Diruang Kerjaan Kaisar Iblis....
Para mata - mata kaisar juga kembali untuk melapor tentang keributan yang terjadi diluar istana iblis.
"Lapor yang mulia Kaisar Iblis, pangeran pertama telah kembali dari
"Hum...apakah ia..." Ucap Kaisar Iblis yang terpotong akibat dobrakan pintu diruang kerja Kaisar Iblis.
Yang mendobrak pintu yang tak lain dan tak bukan adlah pangeran pertama.
Ia berjalan dengan angkuh nya didepan Kaisar Iblis, menghiraukan semua orang disana dan tatapannya hanya mengarah ke Kaisar Iblis.
"Apa kabar tua bangka...?" Ucap pangeran pertama dengan tatapan kebencian yang mendalam kepada Kaisar Iblis.
–—–————
Tok...Tok...Tok...
( Suara ketukan pintu )
"Masuk!" Ucap Li Cia.
Seseorang yang mengetuk pintu pun masuk, yang tak lain adalah dua pelayan kekaisaran iblis.
"Permisi nona, ini ada gaun yang disiapkan oleh kaisar iblis untuk nona pergi ke perjamuan kemenangan para pangeran dari dunia atas dan ini juga adalah hari pemyelesaian rintangan pangeran pertama dalam menyelesaikan penyucian api neraka terakhir. Dan ini juga adalah air air mandinya sudah siap nona." Ucap pelayan itu dengan sopan karena ia tahu bahwa Li Cia adalah tamu penting diistana iblis.
"Hm...letakan saja disana." Ucap Lucia yang tak mengalihkan pandangannya dan menunjuk asal - asalan tak peduli dengan berita itu.
"Baik." Ucap pelayan itu meletakan gaun berwarna merah simpel nan indah dan segera pergi dari kamar Ĺucia untuk melaporkan kekaisar iblis, bahwa gaunnya sudah sampai kepadanya.
Li Cia masih saja memandang bulan malam dijendelanya enggan untuk meninggalkan kamarnya itu.
--------
Setelah selesai mandi dan memakai gaunnya, Li Cia pun hanya mengiasi rambutnya dengan jepitan kesayangan nya yang diberikan Kakeknya saat ia berulang tahun yang kesepuluh tahun.
__ADS_1
Setelah selesai menata rambutnya dengan menggunakan satu hisan rambut itu iapun mulai berinisiatif mengajak Alex dan Firance untuk keluar dari ruang dimensi.
Alex, bagaimana kabarmu?' Tanya Li Cia khawatir.
'Huft...disini sangat membosankan Cia. Bolehkah aku ingin keluar bersama si Firance.?" Tanya Alex dengan nada bosannya.
'Baiklah, kalau begitu kau berubah menjadi rubah biasa seperti waktu itu dan Firenece...apakah ia bisa berubah bentuk?' Tanya Li Cia.
'Aku akan menyakan kepadanya duhulu.' Ucap Alex dan lagsung bergegas mencari Firance.
Ternyata Firance sedang menonton televisi diruang tamu pavilliun
Dengan terpaksa Lucia pun bergegas mandi dan memakai pakaian yang sudah yang disiapkan untuknya dan mengurai rambutnya dengan satu manik jepitan rambut yang menghiasi rambutnya.
'Alex, bagaimana kabarmu?' Tanya Li Cia khawatir.
'Huft...disini sangat membosankan Cia. Bolehkah aku ingin keluar bersama si Firance.?" Tanya Alex dengan nada bosannya.
'Baiklah, kalau begitu kau berubah menjadi rubah biasa seperti waktu itu dan Firenece...apakah ia bisa berubah bentuk?' Tanya Li Cia.
'Aku akan menyakan kepadanya duhulu.' Ucap Alex dan lagsung bergegas mencari Firance.
Ternyata Firance sedang menonton televisi diruang tamu pavilliun...
"Fi, mau ikut Cia keperjamuan instana iblis tidak.?" Tanya Alex.
"Mau..." Ucap Firance semangat 45.
"Baiklah, kau bisa berubah jadi apa gitu tidak?" Tanya Alex.
"Aku...? Aku bisa berubah jadi menjadi gelang tangan kok." Ucap Alex antusias.
"Baiklah...tunggu sebentar." Ucap Alex.
'Cia...? Cia..." Ucap Alex.
' Jadi nona, saya bisa berubah menjadi gelang tangan kok nona tenang saja." Kali ini bukan Alex yang menjwab melainkan si Firance yang menghubungi langsung Li Cia.
'Hm...baiklah kalau begitu, keluarlah sekarang juga karena perjamuannya sudah mau dimulai.' Ucap Li Cia.
Dan kedua pemuda itupun mengecilkan tubuhnya menjadi anak kecil, karena Firance sudah diberitahu oleh Alex bahwa Li Cia tak suka para pemuda.
"Salam tuan..." Ucap Firance sedangkan Alex langsung berubah menjadi rubah dan melompat kedekapan Li Cia.
"Hm...kau bisa memanggilku Cia." Ucap Li Cia yang sedikit lunak kepada ular yang tadinya menyebalkan itu tapi sekarang berbeda karena mereka akan menjalani perjalanan yang sangat panjang bersama.
"Baik...Cia." Ucap Firance merasa senang karena tuannya tak lagi cuek kepadanya.
"Hm...baiklah sekarang berubahlah menjadi gelang dan bersembunyi dibalik lengan bajuku." Ucap Li Cia dengan tenang sambil mendekatkan tangannya ke Firance.
"Baik..." Ucap Firance patuh, entah kenapa berada dipergelangan tangan Li Cia terasa sangat nyaman sekali untuknya.
Li Cia pun keluar dari kamarnya dan menuju aula istana dengan berlari seperti bayangan yang melesat begitu saja dengan Alex digendongannya.
------------‐----------------
Dalam beberapa menit Li Cia pun sudah sampai di aula istana dan langsung ingin masuk begitu saja.
Penjaga aula iblis yang melihat gadis bercadar merah itu, langsung menghadangnya untuk memasuki aula istana iblis.
"Maaf nona, bisa anda tunjukan kartu identitas anda bahwa anda adalah orang yang diundang dikekaisar untuk perjamuan?" Ucap perajurit penjaga aula itu.
"Hm..." Li Cia pun mengeluarkan token yang diberi Kaisar Iblis beberapa saat lalu untuknya, dan menunjukannya kepada prajutrit tersebut.
Prajurit penjaga aula istana iblis itupun terkejut saat melihat plakat token tersebut.
__ADS_1
"Maafkan hamba putri karena tak mebgenali anda, karena belum pernah melihat putri?" Ucap prajurit tersebut.
'Putri?? Apa maksudnya.?? Sudahlah abaikan saja. Tak penting!!' Fikir Li Cia.
"Hm... " Ucap Li Cia yang berlalu pergi begitu saja dari depan aula istana iblis.
Li Cia pun bejalan untuk menemukan kursinya untuk duduk.
Tiba² saja pangeran kelima datang bersama pangeran ketiga.
"Kakak cantik, ayo duduk disebelahku saja." Ucap pangeran Ruki.
Li Cia pun bingung bukankah itu untuk putri kekaisaran iblis?? Kenapa sekarang menjadi tempat duduknya??
Wah, ada yang tak beres nih...
"Bukankah itu untuk putri Kaisar Iblis...?" Ucap Li Cia bingung.
"Iya kakak cantik, karena sebentar lagi ayahanda akan mengangkatmu sebagai jiejie ku. Ia kan kakak ketiga?" Tànya pangeran Ruki kepada pangeran Velliam. dan dibalas angguka oleh pangeran Viliam.
"Ya benar nona Cia, sebentar lagi kau akan menjadi meimei pangeran yang tampan ini." Ucapnya bangga kepada dirinya sendiri.
Li Cia yang mendengar itupun hanya duduk dàn mendengarkannya tanpa niatan menjawabnya.
Tak lama kemudian Kaisar Iblis pun datang bersama seorang pemuda tampan disampingnya dan memandang sekitarnya dengan tatapan tajam
Semua iblis yang hadir pun ketakutan tak berani menatapnya
Li Cia yang melihat itupun tetap duduk tenang tenang sambil menyuapi Alex dengan buah darah segar.
Sebenarnya Alex tak suka itu tapi karena Li Cia yang menyuapinya makan ia tentu saja mau. Kesempatan emas tak datang dua kali bukan? ( Kapan Lagi ya tidak babang Alex ). Untuk bermanja - manja dengan ratu esnya itu sulit sekali.
Firance yang melihat itu iri dengan Alex yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Segera menggeliat ditangan Li Cia meminta untuk disupi juga.
Li Cia yang adil pun ikut menaruh buah darah di lengan bajunya diam² dan menyuapi Firance didalamnya.
Perbuatan itupun tak luput dari pengelihatan pangeran pertama yang sangat tajam.
'Siapa dia? Kenapa ia duduk dikursi putri kekaisaran iblis? ' Tanya pangeran pertama dalam batinnya, yang setahunya Kaisar Iblis dan permaisurinya tak mempunyai puteri.
Kaisar Iblis yang melihat putra pertamanya itu menatap Lucia dengan bingung hanya menunggu nanti untuk memberitahunya.
"Baiklah, Saya Kaisar Iblis berterima kasih untuk para hadirin.
Selain perjamuan kemenangan para pangeran dan calon Raja Iblis baru, saya juga ingin mengumumkan pengangkatan puteri pertama keajaan iblis, Yaitu Lucia sebagai puteri pertama kekaisaran iblis." Ucap Kaisar Iblis dengan lantang.
Bisik - bisik para bangsawan iblis pun terjadi... Dan para warga pun betanya - tanya dalam benak mereka masing² Siapa Lucia??.
Permaisuri yang meihat Lucia tenang² saja pun hanya tersenyum hangat karena ia sebentar lagi bisa memiliki seorang puteri walaupun bukan puteri dari rahimnya sendiri.
Li Cia pun tak mempersalahkannya. Mau bagaimana lagi kalau ia tolak keluarga kerajaan iblis akan menanggung malu karenanya, toh menjadi seorang puteri dari kerajaan iblis tak buruk malahan ia bisa membangkitkan elemen kegelapannya dengan cepat.
"Cia, apa kau tidak apa² menjadi puteri keluarga kerajaan iblis." Bisik Alex yang sepertinya masih tak suka dengan kaum iblis.
"Hm... tak apa toh aku juga bisa sekalian membangkitkan elemen kegelapanku dengan menjadi anak angkatnya." Ucap Li Cia dengan ringan nan dingin.
"Acara pengangkatan puteri Lucia akan diadakan esok pagi harap para ras iblis kami bisa datang di tempat penyucian kuil iblis. Sekarang saya akan mengumumkan calon Kaisar kerajaan iblis yang baru, yaitu putra pertama saya yang sudah melewati rintangan api neraka terakhir dan penobatannya akan dilakukan sebulan lagi tepat saat bulan purnama" Ucap Kaisar.
Stelah pengumuman itu pesta meriah pun terus berlanjut, sedangkan Li Cia hanya memakan buah darah dengan Alex dan Firance tanpa memperdulikan tatapan sekitar yang menilainya untuk menjadi puteri sang kaisar dan permaisuri iblis.
----------
Bersambung...
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote Ya...