Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 2 : ( Adikku & Ruang Dimensi )


__ADS_3

YUTA POV.


Setelah menerima telepon dari kakakku, aku segera bergegas kembali kemarkas untuk menemui kakakku dan melapor atas misiku kali ini.


Setelah menempuh lama perjalanan dengan mobil sport berwarna putih akhirnya aku sudah sampai digerbang markas RoseBlue.


Para mafia yang menjaga pintu gerbang pun yang sudah tau itu aku dan segera membukakan gerbang markas RoseBlue.


Akupun mermarkirkan mobil sport putihku di tempat parkiran yang ada didalam markas RoseBlue.


Akupun berjalan melewati lorong yang terdapat para mafia² RoseBlue yang menyapaku dan akupun segera menuju keruangan kakak.


Sesampainya disana aku melihat Sandy yang sedang berbicara kepada salah satu mafia yang juga ditugaskan kakakku untuk menjaga depan ruangannya.


"Selamat datang ketua kedua." Sapa Sandy dan mafia yang tadi berbicara kepada Sandy.


"Apa kakak sudah menunggu lama didalam?." Tanya Yuta.


"Sudah lumayan lama ketua kedua." Ucap Sandy dengan hormat.


"Baiklah, aku akan segera masuk kedalam." Ucap Yuta segera bergegas membuka pintu ruangan Lucia.


Stelah membuka pintu terlihat seorang gadis cantik yang sedang duduk dibangku kebesarannya.


Ya, gadis itu adalah yang tak lain dan tak bukan adalah Lucia yang sedang mengamati berkas² nya.


YUTA POV END.


Author POV.


Tok...tok...tok...


(Suara ketukan pintu.)


Stelah Yuta membuka pintu dan mendapati Lucia yang sedang menandatangani berkas² yang, entahlah Yuta pun tak tahu berkas apa itu.


Lucia yang sebenarnya sudah menyadari keberadaan Yuta sedari tadi hanya diam saja.


"Yuta, kemarilah ada yang ingin bicarakan kepadamu." Ucap Lucia tanpa basa basi langsung menepuk kursi disebelahnya agar adiknya itu duduk.


"Baiklah, apa yang ingin kakak bicarakan kepadaku." Ucap Yuta yang sangat penasaran.


"Begini, kakak ingin kamu untuk menjadi pemimpin perusahaan kakak dan anggota kelompok kita." Ucap Lucia dengan serios.


"Kenapa?. Bukannya kakak saja yang memimpin , kenapa aku?" Ucap Yuta bingung apa mau kakaknya itu.


"Hm...tak apa nanti kau juga akan tau, kakak merasakan firasat yang tak enak...kau tak perlu khawatir. Maafkan kakak kau harus menanggung beban ini sendiri karena sebntar lagi kakak akan melakukan misi kemilliteran." Ucap Lucia yang seperti mengetahui apa yang akan terjadi.


"Baiklah, kakak tak perlu khawatir aku akan slalu menjaga kakak. Jadi kakak tak perlu merasa bersalah." Ucap Yuta dengan lembut.


"Hm... sekarang yang perlu kau lakukan adalah tanda tangani ini, karena tak ada yang kupercaya selain kau dan kakek." Ucap Lucia dengan tegas.


"Kakak...kenapa bukan kakek saja? Bukannya kakek lebih berpengalaman daripada aku yah." Ucap Yuta bingung kenapa harus ia.


"Kakek sudah tua Yuta, khasian kakek akan menanggung semua ini apalagi umur kakek 70 tahun. Jadi ini itung² untuk pengalaman mu memimpin yah adikku." Ucap Lucia dengan senyuman lembut.

__ADS_1


Yuta yang mendengar itu hanya pasrah dengan apa yang dikatakan kakaknya itu, entah kenapa ia merasakan firasat yang tak enak dan merasa akan ada sesuatu yang menimpa kakaknya.


"Baiklah." Jawab Yuta.


"Hm...itulah adikku kemarilah dan tanda tangan disebelah sini." Ucap Lucia.


Yuta yang mendengar perintah kakaknya pun langsung menandatangani berkas tersebut tanpa membacanya karena mempercayai kakak perempuannya itu.


Stelah selesai menandatangani surat itu Lucia pamit pergi dan meninggalkan Yuta yang masih dimarkas bersama para mafianya.


Setelah pergi dari markas ia pun pulang kemansion kakeknya.


Sesampainya ia dimanison, ia pun bergegas ingin kekamarnya. Tapi sesampainya ia diruang keluarga ia bertemu dengan kakeknya.


"Lucia, kemarilah." Ucap kakeknya yang sedang duduk disofa ruang keluarga.


"Ada apa kek?." Tanya Lucia langsung keintinya karena tak mau berlama² dan ingin cepat beristirahat.


"Kemarilah." Ucap kakek sambil menepuk² sofa disebelahnya untuk Lucia duduk.


Lucia pun langsung duduk disamping kakeknya.


Sesudahnya Lucia duduk, iapun mengeluarkan kotak yang berisi gelang giok permata biru dan kalung pertama merah.


"Ini adalah perhiasan yang ibumu titipkan kepada kakek, ia ingin kakek memberikan kepadamu saat kau berumur 18tahun. Dan kakek pikir ini sudah saatnya." Ucap kakek sembari memberikan gelang dan kalung itu.


"Hm...baiklah ini kuterima, terima kasih kakek." Ucap Lucia dan langsung menuju kamarnya.


Selepas ditingga Lucia dikamarnya, kakek Lucia pun langsung berkata...


"Mungkin sudah saatnya menghadapi kenyataan, hufttt...maafkan kakek Lucia." Gumam kakek.


Setelah aku diberi kalung dan gelang oleh kakek, akupun langsung bergegas kekamar untuk membersihkan diri dan beristirahat.


Setelah mandi Lucia pun lansung kemeja rias dan mengambil sisir dan menyisir rambut emasnya yang panjang.


Setelah menyisir Lucia tak sengaja memecahkan vas bunga yang ada dimeja. Lucia ingin membersihkannya tapi saat mengenyentuh pecahan bas bunga itu pergelangan tangan Lucia yang terdapat gelang itu tergores oleh serpihannya dan mengeluarkan darah yang tepat mengenai gelang giok permata itu.


Gelang permata itupun bersinar dan Lucia pun menutup matanya dan perlahan cahaya itu mulai memudar dan Lucia pun membuka matanya perlahan², saat ia membuka mata ia pun mebelalakan matanya saat melihat ini bukan kamarnya.


'Dimana ini ?' Batin Lucia.


Saat sedang kebingungan, datanglah seorang anak kecil laki² yang imut dan diperkirakan umurnya sekitar adalah 7 tahun.


"Selamat datang tuan." Ucap anak kecil itu dengan sopan.


"Hmm...siapa kau?, dan Dimana ini?" Tanya Lucia yang sedaritadi kebingungan ia berada dimana dan anak kecil laki² yang entah berada darimana.


"Saya tak mempunyai nama tuan, tuan bisa menamai saya tuan. Dan untuk anda berada dimana? Sekarang ini anda sedang berada diruang dimensi gelang yang berada ditangan anda tuan." Ucapnya sopan.


Mendengar apa yang dikatakan anak kecil laki² itu membuat Lucia tak mengerti 'apa itu ruang dimensi' Batin Lucia dan segera bertanya kepada anak kecil itu.


"Apa itu ruang dimensi?" Tanya Lucia.


"Ruang dimensi adlah tempat dimana anda bisa menyimpan benda² berharga anda tuan, misalnya mansion anda tuan , atau benda² yang lainnnya pun anda bisa masukan kedalam sini dan tak akan hilang malah sebaliknya akan terus terisi ulang tuan." Jelasnya dengan sopan.

__ADS_1


"Hm...kalau begitu kau ini apa dan kenapa kau bisa berada disini?." Tanya Lucia.


"Saya adalah roh penjaga ruang dimensi gelang anda tuan dan saya sudah berada disini sejak beribu tahun tuan. Karena darah tuan lah saya jadi teraktifkan berasama dengan ruang dimensi ini tuan." Jelasnya lagi.


"Baiklah, apakah kau ingin aku namai?" Tanya Lucia.


"Mau tuan." Ucap nya dengan mata yang berbinar.


"Hm...baiklah sekarang namamu adalah Alexander, bagaimana?" Tanya Lucia yang minta pendapat tentang nama yang ia berikan kepada anak laki².


"Terima kasih tuan." Ucapnya senang karena mempunyai nama semenjak 1000tahun lalu.


"Baiklah bisakah kau jelaskan disini, ada apa saja ? "Tanya Lucia.


"Disini hanya terdapat menara pagoda, mata air suci, dan tanman herbal seperti rumput² ini." Ucap Alex


"Baiklah, sekarang kau kasih tau aku bagaimana caranya memasukan barang² dari luar kedalam sini." Ucap Lucia.


"Itu gampang tuan, tuan tinggal sodorkan saja tangan tuan yang terdapat gelang dimensi dan otomatis akan terserap kedalam sini." Ucap Alex.


"Dan bagaimana cara agar aku bisa keluar darisini." Ucap Lucia.


"Tuan tinggal menyentuh gelang dimensi dan pejamkan mata anda setelah itu anda sudah keluar tuan." Ucap Alex.


"Baiklah." Ucap Lucia dan langsung mengikuti saran yang Alex berikan.


Setelah keluar dari gelang dimensi, Lucia langsung membereskan serpihan yang belum ia bersihkan dengan hati².


Setelah membersihkan semuanya Lucia berbaring dikasurnya dan memejamkan matanya.


Tok...tok...tok...


( Suara ketukan pintu )


"Permisi nona." Ucap yang mengetuk pintu ternyata adalah pelayan dimanison nya.


"Masuk." Ucap Lucia yang masih tiduran sambil memjamkan matanya.


Pelayan itu pun membuka pintu dan dia mendapari Lucia yang sedang berbaring dikasur kingzise nya.


"Nona, anda dipanggil oleh kakek nona untuk makan malam." Ucap pelayan tersebut.


"Hm...baiklah saya akan segera kesana." Ucap Lucia.


Setelah mendengar jawaban Lucia pelayan itupun pergi dari kamar Lucia, sedangkan Lucia saat ini sedang bersiap² turun kebawah.


Sebelum turun Lucia pun teringat ucapan Alex yang mengajarinya untuk memasukan barang kegelang dimensi nya dan Lucia pun mencobanya.


Lucia pun memasukan benda yang ada didalam kamarnya seperti percobaan pertamanya adalah lemari pakaian nya.


Ternyata yang diucapkan Alex benar adanya dan Lucia pun melakukan percobaan keduanya dengan memasukan senjata²nya kedalam gelang dimensi dan ternyata bisa.


Lucia yang melihat itupun tersenyum puas dan berencana membeli sebuah manison untuk diruang dimensinya setelah selesai makan malam.


Setelah melakukan beberapa percobaannya Lucia pun turun kebawah untuk makan malam bersama kakek dan adiknya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like, Comment, dan Vote.


__ADS_2