
Sesampai nya di atas puncak, Alex, Rossiana, dan Firance mentap ngeri pada larva di bawah nya ini.
"Mari masuk." Tutur Lucia seperti membuka kan pintu neraka untuk mereka.
Glek...!!
"Apakah kau yakin, pintu masuk nya lewat sini Cia..." Ucap Alex ragu, pasalnya pintu masuk nya itu adalah harus menembus larva yang berada di bawah kakinya.
"Hm..." Balas Lucia cuek.
Rossiana dan Firance masih menatap tak percaya kepada ratu es nya itu.
"Mau masuk atau tidak.?" Tanya Lucia dingin nan cuek.
"Eh...tentu...tentu." Balas mereka yang sempat gugup.
"Pegangan." Perintah Lucia.
Mereka bertiga yang mendengar perintah Lucia pun berpegangan tangan dengan erat.
Perlahan elemen kegelapan dari tubuh Lucia menyelimuti mereka.
"Melompat!." Ujar Lucia cuek.
Sontak mereka bertiga mengikuti perkataan Lucia.
Byur....
———
Dibawah perlindungan elemen hitam Lucia, Rossiana, Alex dan Firance pun berkeringat dingin saking takutnya. Beda hal nya dengan Lucia yang tenang dan cuek.
Setelah beberapa saat kemudian, Lucia dan yang lain nya sudah tiba di tempat berwarna Black Light yang di penuhi oleh larva yang berevolusi semakin mematikan.
Glek...
Ketiga orang itu pun meneguk silva mereka melihat tempat yang begitu mengerikan.
"C...– cia...a...aku takut ge-gelap." Ucap Rossiana dan dengan menutup kedua matanya menggunakan tangan nya sendiri.
Lucia merasa sedikit iba melihat Rossiana yang begitu ketakutan pun memegang tangan nya dengan erat.
"Tenanglah. Pegangan yang erat bila kau takut." Ucap Lucia dengan tenang, Rossiana yang mendengar itu pun seketika menjadi tenang karena perkataan Lucia dan memeluk tangan Lucia sambil menutup matanya.
Sedangkan Alex dan Firance? Kedua orang itu hanya sibuk dengan tempat yang tak begitu asing baginya.
"Ran...aku merasa bahwa, aku pernah kesini ya..." Bisik Alex dengan pelan tetapi masih saja tertangkap oleh pendengaran Lucia yang sangat tajam.
__ADS_1
"Entahlah...aku pun juga merasa seperti itu." Balas Firance dengan tenang.
Lucia yang bisa mendengar percakapan antara mereka pun hanya diam dan berjalan tenang menyusuri tempat yang sangat gelap ini.
Mereka pun berjalan hingga akhirnya, mereka pun menemukan sebuah portal keunguan yang aneh di dekat perairan larva yang sedang berevolusi.
"Ci...- Cia...i- itu...b-bukan portal alien seperti yang aku lihat di tv kan." Ucap Rossiana yang sudah wanti - wanti duluan.
"..." Lucia yang memang tidak tahu hanya diam dan berjalan portal tersebut diikuti dengan Alex dan Firance yang seperti nya sedari tadi sedang sibuk melihat - lihat tempat ini.
Rossiana sebenarnya enggan untuk ikut pergi ke portal itu bersama yang lain nya, akan tetapi mau tidak mau pun ia harus mengikuti Lucia supaya ia tidak ditinggalkan ditempat yang gelap ini sendirian.
Semakin dekat dengan portal itu, semakin terserap pula Lucia kedalam nya dengan yang lain nya.
Serapan portal itu lama - kelamaan semakin kuat sehingga Lucia pasrah untuk di bawa kedalam nya.
Toh lagi pula, selama ia menyusuri tempat ini, ia tak melihat keberadaan kotak artefak ke - 3 yang berbentuk burung api phoenik.
Cahaya putih pun menutupi pandangan Lucia, Firance, Alex, dan Rossiana ketika memasuki portal itu.
————
Lain halnya di istana putih, tempat dimana keberadaan dewa dewi di dunia atas.
Seorang raja dengan cahaya keemasan, tengah duduk disinggahsana nya dengan seorang wanita cantik di pangkuan nya, sedang menyuapkan sebuah anggur ungu dengan penuh kasih sayang.
Pria disinggahsana itu hanya tersenyum lembut nan penuh cinta menatap nya.
Wanita yang dipangkuan nya yang tak lain dan tak bukan adalah Dewi Bintang yang tengah bermesraan dengan pria yang disinggahsana, yaitu Dewa Kegelapan yang masih terkena sihir tingkat tinggi boneka.
Karena merasa hasrat nya sudah tidak tertahankan lagi, Dewi Bulan akhirnya merangkul leher Dewa kegelapan dengan tatapan penuh hasrat nan menggoda layaknya jalang perfesional.
"Sayang....~" Ucapnya seraya mendekatkan bibir mereka berdua.
Hingga akhirnya kedua nya pun berciuman, Dewi Bulan ******* serta memperdalam ciuman diantara mereka.
Sedangkan Dewa kegelapan merasa tindakan ini tidak benar, aka tetapi ia takut mengecewakan yang katanya pujaan hatinya dulu, dan memilih untuk melanjutkan ciuman yang sebentar lagi berubah menjadi adegan panas mereka berdua.
Dewa Kegelapan yang hasrat laki - laki nya sudah bangkit pun menerkam Dewi Bintang dan mengecup tenguk nya.
"Ah...~ ayo sayang..." Ucap Dewi Bulan.
Mendengar itu pun Dewa kegelapan akhirnya membuka pakaian atasnya, yang memperlihat kan bentuk dada bidang yang berotot dan yang membuat siapa saja wanita tergiur.
Saat ingin melepaskan bagian bawahnya, sebuah bayangan pun melesat kearah nya.
"Yang Mulia!!! Gawat! Dewi Bulan!!...." Uca bayangan itu tertahan.
__ADS_1
"Ada apa ?" Ucap Dewa Kegelapan yang sedikit kesal.
"Gawat Yang Mulia...De-...dewi bulan melarikan diri dari penjara bawah tanah." Seru penjaga itu panik.
"Apa!!" Kaget Dewa Kegelapan dan Dewi Bintang
Dewa Kegelapan yang mendengar berita tersebut dari penjaga pribadi ny pun marah + tidak senang, bercampur aduk dengan perasaan gelisah dan takut.
("Lah...kok baru ketahuan bangbang.? Kemarin - marin kemana aja?" Author🙄)
("Ckckck...kenapa bapake ku ngeselin kayak gini?" Lucia yang muncul tiba - tiba muncul entah darimana.)
("Lah mana kutahu...syukuri apa yang ada, hidup itu adalah anugrah." [ Kayak lirik lagu tuh.!! ] Author 😁😄😃)
("..."Lucia)
Abaikan...👆
Sedangkan Dewi Bintang ikut gelisah, ia tahu bahwa pasti yang menculik nya adalah si Lucifer itu.
"Cepat cari sampai ketemu sekrang juga!! Bila tidak hukuman gantung akan kau dapatkan." Suara khawatir Deaa Kegelapan kembali terdengar.
"Ba...- Baik yang mulia." Ucap Pengawal bayangan itu meski ragu akan ketemu orang nya.
"Tu..-tunggu sayang, biarkan saja...asal ia sudah tidak ada disini dan mengganggu ku ya..." Pinta Dewi Bintang yang terkejut dengan keputusan Dewa Kegelapan.
"..."
Bukan nya malah mendapatkan jawaban tetapi suasananya menjadi hening seketika.
Dewa Kegelapan pun masih berpikir untuk mencari kembali wanita yang entah kenap bisa membuat ia khwatir saat ini.
———
Bersambung....
Lanjut Ya...
Maaf author cuman bisa triple up, lain kali bakal banyak kok.
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya...
Thanks You...●●
€
See You Later ....♡♡
__ADS_1