Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 29 : ( Pelajaran Tak Berfaedah )


__ADS_3

Para murid bersorak ria melihat kedatangan Lucia.


Bagaimana tidak, cadar tipis nya hampir memperlihatkan kecantikan agungnya sampai² hampir semua lelaki pingsan atau mimisan melihat kecantikannya Lucia.


Venos yang melihat tatapan kagum dari para laki - laki pun kesal dan antara marah melihatnya.


Bahkan si lelaki yang mendapati julukan es berjalan di Sekte nya pun terlihat kagum dengan kecantikan Lucia yang tiadatara yang Lucia miliki itu.


Lucia yang memakai kekuatannya untuk menyembunyikan kecantikan aslinya yang hanya menunjukan sedikit 10% dari kecatikan aslinta saja, apalagi tidak menutupinya dengan kekuatan nya Lucia.


Bisa pingsan kalian semua!!...


Hahahhahahah....


Kecantikan yang bisa mnģguncang dunia ini, begitupun dunia sebelumnya. Lucia mengiklani banyak sekali produk kecantikan, mulai dari masker, bodylusion, dan bedak.


Padahal mah, sebenarnya Lucia memang udah cantik dari lahirnya. ( Kayak Aurhor😎😆😆😅 )


....


Ia pun berjalan mendekati gege laku - laki nya yang sedang duduk di salah satu bangku panjang, lalu berkata.


"Disini kah tempat latihan nya?." Tanya Lucia dengan suara khas dingin nan cuek nya.


"Ya, kau tunggu master disini bersama ku. Jangan pergi kemana - mana atau kau akan dikejar oleh para penggemar mu disana." Ujar Venos sambil mengambil kesempatan memegang tangan putih nan mulus Lucia.


"Baiklah." Putus Lucia mengalah.


Akhirnya mereka duduk di kursi panjang itu berduaan, Venos yang sedang memeluk tangan Lucia dan menyenderkan kepalanya dibahu Lucia.


Sedangkan Lucia saat ini sedang memejamkan matanya sambil mendengar kan earphone yang ia sempat masukan dalam ruang dimensi gelang waktu sebelum ia mati.


Para murid yang lain tercenggang melihat tingkah kekanakan Venos pada Lucia.


Venos yang biasa nya terlihat Cool , Cuek nan tampan bisa seperti itu kepada gadis yang ia bilang adiknya sendiri.


What.!!!


Kalau adiknya sendiri, kenapa sikap nya seperti seorang yang sedang berpacaran. Pikir para murid.


Murid laki - laki tentu saja tidak senang dengan tindakan yang Venos lakukan.


Sedangkan si pelaku memejamkan matanya karena merasa nyaman menyandarkan kepalanya dibahu Lucia.


Murid - murid perempuan juga tak kalah emosi dengan Lucia yang berani - berani nya mendekati senior tertampan mereka di sekte ini.


Memang beberapa dari mereka itu seorang puteri kerajaan yang rela masuk sekte gara - gara ingin mengenal dan melihat Venos.


Tapi melihat sikap yang ditunjuk kan oleh Venos, harapan mereka untuk dekat pun pupus.


Sia - sia mereka belajar disekte untuk mengejar cinta seseorang yang bahkan tak pernah melirik dirinya.


( Author : "Tenang ya para siswi perempuan, author juga pernah ngerasain hal yang sama. Jadi author fikir cinta itu dirasakan oleh kita bukan karena dicari tetapi cinta akan datang dengan sendiri nya hinggap dihati kita."😔🤗)

__ADS_1


( Venos : "Ah, si author jadi mellow kan. Aku jadi ikutan sedih..."🥺🥺)


( Author : "Ga apa² kok, author kuat jalani hidup tanpa cinta. Lagian tidak ada cinta lebih baik daripada dikhianati, kalau kita memaksakan perasaan seseorang maka hidup kita akan jadi lebih buruk dari yang kita kira..."🙃.)


Abaikan...👆


———


Pelatihan para murid pun akan di mulai...


Venos yang tadi duduk bersama Lucia pun akhirnya pindah sendiri tanpa diantar ke kursi murid inti miliknya bersma yang lainnya.


Tetapi sebelum itu, ketua sekte memperkenalkan Lucia terlebih dahulu sebelum memulai pelajarannya.


"Hadirin para murid sekalian, sekte kita kedatangan murid baru. Perkenalkan murid baru kita bernama Lucia Marcia, pemenang pertama turnamen setiap tahun sekali di kekaisaran langit." Teriak ketua sekte dengan lantang ke arah depan.


Sedangkan Lucia hanya menatap semua orang dengan pandangan dingin nan cuek.


Bisik - bisik para murid yang baru tahu pun terdengar.


"Baiklah mari mulai pelajaran hari ini. Pelajaran kali ini adalah mengusai jurus² elemen ganda...dan bla...bla...bla..." Ucap master yang baru datang.


Lucia mendengar itu dengan bosan dan kantuk karena baru saja ia membaca buku elemen yang berada di ruang dimensi gelangnya, bahkan lebih lengkap dari pada master sok tahu ( Menurutnya ) yang berada didepannya.


Ia pun mulai memejamkan matanya lagi karena bosan dan menyenderkan kepalanya di kursi tempatnya duduk.


Venos yang melihat kelakuan adiknya hanya tersenyum hangat kearah adiknya itu dan melemparkan surat yang berisi...


Lucia yang membaca nya hanya cuek dan melempar balik kertas tak berfaedah dari gege nya itu dan kembali melanjutkan kegiatan tidur sambil duduknya itu.


Master yang memperhatikan kelakuan Lucia pun menggeram marah karena ia daritadi ngoceh sampai mulutnya berbusa pun tak didengarkan oleh satu murid baru kurang ajar ini.


Tetapi ia tak berani menegur Lucia, karena ia sudah diperingati oleh ketua sekte untuk jangan pernah mengusik gadis itu.


.....


Pembelajaran terus dilanjutkan samapi selesai, akan tetapi Lucia masih saja menutup matanya sambil mendengar kan lagu di earphone yang ia ambil di ruang dimensi gelangnya.


Venos yang melihat kelakuan adiknya itu pun hanya bisa menggeleng - geleng kan kepalanya tak habis fikir.


————


Di dunia atas...


Seorang laki - laki berparas rupawan bak dewa sedang duduk di kaca jendela mengamati sinar matahari yang masuk kedalam kamanya, tetapi tidak dengan hatinya yang dihiasi oleh kehampaan dan benci yang ada.


"Sayang~ ..." Ucap seorang wanita yang berpakaian seperti jalang gila, masuk kedalam kamar lelaki berparas dewa itu tanpa mengetuk pintu dan langsung memeluknya.


Lelaki itu tersenyum menawan kearah wanita yang dicintainya karena sihir yang membutakan matanya.


"Ada apa.?." Ucap pria itu lembut.


Cup ...

__ADS_1


Wanita itu memajukan bibirnya yang penuh dengan pewarna bibir sehingga menempel ke bibir si lelaki itu.


Ya, lelaki itu adalah Dewa Kegelapan dan perempuan berparas sperti jalang itu adalah Dewi Bintang yang sedang bercumbu.


Lelaki itu tak membalas ******* wanita gila itu, ia malahan hanya diam saja menuruti kemauan wanita itu.


Entah kenapa kalau bersama Dewi Bintang ia merasa tak nyaman dan tidak suka.


Mau bagaimana lagi, ia yang katanya adalah permaisuri yang sangat dicintai nya dulu.


Tapi...karena ingatan yang hilang itu ia melupakan semua kejadian² yang pernah dialaminya, termasuk wanita yang sangat ia cintai yaitu Dewi Bulan dan kedua buah hatinya.


"Sayang...aku ingin mempunyai anak darimu..." Ucap Dewi Bintang dengan menggoda.


Dewi Bintang menjatuhkan tubuh Dewa kegelapan ke atas kasur dan langsung menindih nya dengan tubuh seksi nya.


Ia pun meraba - raba tubuh Dewa Kegelapan yang sudah seperti seorang perfesional.


Saat ingin memegang kejantanan nya, tangan nya dipegang oleh Dewa Kegelapan untuk tidak melakukan 'itu' lebih lanjut.


"Aku tidak bisa." Ucap Dewa Kegelapan dengan lesu.


"Kenapa?!! Apakah kau tak mengingat kenangan kita dulu kah?.!!" Ucap nya mendramatisir, padahal ia tak mempunyai kenangan bahagia dalam hidupnya sehingga ia menjadi seperti orang gila, yang merebut kebahagiaan orang lain.


"Ckck...sudahlah." Ucap Dewa Kegelapan berlalu pergi dari kamar itu meninggalkan Dewi Bintang yang sudah seperti wanita malam dengan gaun yang tadi ia buka sendirinya.


Dewi Bintang menggeram marah karena ia tahu, bahwa Dewa Kegelapan belum bisa melupakan perasaannya kepada Dewi Bulan.


....


Dipenjara bawah tanah istana putih yang dingin dan gelap, terdapat seorang wanita cantik jelita seperti malaikat tengah menangis dalam diam karena pengkhianatan suami nya dan adiknya sendiri.


Dipenjara itu terdapat ibu nya Lucia, yaitu Dewi Bulan yang matanya penuh dengan kebencian dan kesakit hatian mendalam pada dirinya.


Ia tak tahu bahwa suaminya ( Dewa Kegelapan ) tengah diracuni dan dikendalikan oleh mantra sihir hitam oleh adiknya ( Dewi Bintang ).


Saat tengah menangis dalam diamnya, seseorang dengan jubah kebesaran dan sayap berwarna hitam pekat datang dengan senyuman hangat yang diarahkan ke Dewi Bulan.


"Dewiku..."Panggil lelaki itu sambil tersenyum lembut kearah Dewi Bulan.


Dewi Bulan tersentak kaget mendengar itu, ia tahu siapa pemilik suara Cool itu.


"Lucifer.!!!" Ucap Dewi Bulan kaget.


———–


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote ya ~...bagi yang penasaran sama kelanjutan cerita ini.


Bye...bye...


See You...

__ADS_1


__ADS_2