Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 13 : ( Pulang )


__ADS_3

--------‐--


Setelah kepergian Lucia kaisar iblis pun memimta maaf kepada kaisar vampire karena tidak enak dengan sikap puteri angkatnya.


"Em...maafkan puteriku yang satu itu. Dia memang sikapnya tak bisa dibantah oleh siapapun." Ucap kaisar iblis.


"Ya....tak apa², aku juga mengerti dengan sikapnya itu. Oh ya diistana aku mempunyai seorang puteri yang sifatnya berkebalikan dengan puterimu, mungkin mereka bisa menjadi teman dekat. Bagaimana." Tawar kaisar vampire.


"Huh...mungkin sikap puteriku yang satu itu memang tak bisa dirubah, entah apa yang membuatnya seperti itu..." Ucap kaisar iblis.


"Hei, tak apa² lah sobat. Mungkin seiring berjalannya waktu ia akan mulai mau menceritakannya kepadamu." Ucaap kaisar vampire menyemangati kaisar iblis.


Acara itupun berlangsung dengan kedua orang sedang berbicara entah apa, sedangkan para permaisuri.?


"Liya, aku sangat penasaran sekali dengan wajah puterimu itu.?" Ucap permaisuri kaisar vampire.


"Huh...dia itu gadis yang sangat cantik. Mungkin ia tak mau membuka wajahnya agar tak diketahui oleh musuhnya." Ucap permaisuri kaisar iblid menebak - nebak.


"Em...kurasa identitas anakmu itu tidak biasa sehingga ia memiliki banyak orang yang menginginkan nyawanya." Ucap permaisuri kaisar vampire.


"Ya, maka dari itu aku dan kekaisaran iblis akan membantunya bila ada masalah sebab ia adalah puteri kami sekarang..." Ucap permaisuri kaisar iblis.


Para pangeran vampire dan iblis hanya mendengar percakapan mereka sambil memakan - makanan yang tersajikan.


Selesai makan keluarga kekaisaran vampire pun pergi beristirahat dikamar yang sudah dipersiapkan untuk para tamu penting.


-----------


Tak terasa ini sudah 3 hari dikekaisaran iblis, sekarang ini sudah waktunya Lucia pulang kegubuk dan membawa WeiWei pergi dari sana.


Lucia saat ini bersiap - siap untuk pulang.


Dengan memakai jubah hitam bertudung seperti pertama kali Lucia disini dan cadar yang sama prsis dengan jubah nya yang berwarna hitam.


Ia pun pergi keruang keluarganya biasa mengumpul, disana semuanya lengkap seperti biasanya cuman bedanya ini ada pangeran pertama yang entah kenapa mau berkumpul bersama keluarganya yang lain.


Lucia pun berjalan dengan pakaian serba hitamnya kedalam ruang keluarga.


"Ayahanda, ibunda, gege, dan didiku, aku pamit pergi seperti yang kukatakan kemarin." Ucap Lucia dengan sorot mata dingin tetapi seprti ada kesedihan dimatanya.


Sedih? Tentu saj, Baru saja ia mendapatkan keluarga yang hangat disini tetapi ia harua pergi berkeliling dunia dan juga agar menjadi cepat kuat agar bisa bertemu ayah dan ibu kandungnya.


Para keluarga kaisar iblis pun seperti tak rela dengan kepergian Lucia dan ingin ia lebih lama disana.


"Kakak cantik, tak bisakah kau tinggal dsini lebih lama lagi." Ucap pangeran Ruki dengan wajah yang sudah mengeluarkan air matanya sambil memegang tangan Lucia.


"Tidak." Ucap Lucia tegas.


"Baiklah Lucia, tapi kapan kau akan berkunjung kesini lagi.?" Tanya permaisuri kaisar iblis.


"Hm...aku tak tahu dan tak bisa berjanji." Ucap Lucia.


Sedangkan pangeran Ruki sedang menangis sejadi - jadinya supaya Lucia tak pergi.


"Hiks...kakak cantik tak bisakah kau berjanji dengan ku untuk kembali kesini lagi." Tanya pangeran Ruki dengan mata sembab nya.


Sedangakan pangeran pertama hanya melihat saja tanpa mengucapkan kata - kata, tanpa ekspresi tak seprti pangran lainnya yang sudah sedih.


"Hn...maaf aku tak bisa, tapi kau bisa memegang ini sebagai hadiah dariku." Ucap Lucia lalu memberikan pangeran Ruki sebuah kotak lebar dan pajang panjang, entah apa isi didalamnya.

__ADS_1


"Aku pergi." Ucap Lucia yang sudha merapalkan mantra teleportasi kegubuk.


Tubuh Lucia dipenuhi cahaya dari bawahnya dan pergi menghilang dibawa oleh cahaya itu.


Suasana hening pun terjadi diruangan itu pun terjadi. Pangeran Villiam menenangkan adiknya dan membawnya kekamar beserta kotak hadiah yang Lucia kasih.


Sedangkan para keluarga kekaisaran vampire yang melihat semuanya yang terjadi dari awal sampai akhir didepan pintu masuk ruang keluarga hanya diam didepan pintu melihat semua itu.


-----------


Lucia saat ini sudah berada didepan gubuknya ia pun masuk kedalam gubuk dan mencari keberadaan WeiWei.


Ia pun menuju kamar WeiWei dan terdengar suara tangisan yang menyedihkan dari kamar WeiWei.


Ternyata yang menangis itu adalah WeiWei.


Lucia pun membuka pintu dan masuk kedalam kamar WeiWei.


"WeiWei, apa yang terjadi denganmu?." Tanya Lucia bingung.


"Siapa kau?." Ucap WeiWei dan langusng bersiaga diposisinya.


"Aku? Apakah kau tak mengenal nona mu ini." Ucap Lucia melepas kan tudung yang ia kenakan.


WeiWei yang melihat kecantikan Lucia pun terkagum kagum dengannya.


"A...-pakah ini benar nona?" Tanya WeiWei tak percaya.


"Hm..." Ucap Lucia, WeiWei yang mendengar langsung percaya bahwa itu adalah nonanya karena waktu nonanya terbangun hanya membalasnya dengan deheman saja.


"NONA!!." Teriak WeiWei yang langsung memeluk Lucia.


Tercium wangi bunga Lavender saat WeiWei memeluknya.


"Nona darimana saja, nona tak tahukah aku tak bisa keluar dari gubuk ini untuk mencari nona karena dipasang sihir pelindung didepan gubuk." Jelas WeiWei.


"Hm...tak apa. Apa kau sudah makan dengan persediaan yang kusiapkan didapur sana." Ucap Lucia yang dibalas gelengan oleh WeiWei.


"Pelayan ini tak tahu itu punyanya siapa nona." Ucap WeiWei.


"Guf...sudahlah mari makan kau pasti sangat lapar sekarang." Ucap Lucia sedikit perhatian pada WeiWei yang menangisi kepergiannya selama tiga hari ini.


Iapun menuntun WeiWei keruang makan dan mendudukannya dikursi makan.


"Tunggulah sebentar, aku akan memasak makanan untukmu." Ucap Lucia.


"Eh...bukankah nona tak pernah memasak? Sejak kapan nona belajar memasak makanan." Tanya WeiWei bingung dengan nonanya yang selama ini tak menyentuh peralatan dapur apalagi menginjakan kaki nya didapur.


"Sudahlah...diam dan tunggu saja." Ucap Lucia dengan malas menjelaskannya kepada WeiWei.


WeiWei yang mendengar itu hanya diam tak ingin membuat nonanya marah kepadanya dan menunggu makanan yang dibuat oleh nona nya jadi.


-------


Kini makanan yang Lucia buat sudah tertata rapi dihadapan WeiWei.


"Wah makanan apa ini nona? WeiWei tak pernah meihatnya..." Ucap WeiWei menatap makanan yang kelihatan enak itu dengan lapar.


"Hm, benda ini adalah makanan yang bisa kau makan. Jadi cepatlah makan dan jangan banyak betanya." Ucap Lucia dengan nada acuhnya.

__ADS_1


WeiWei hanya diam dan menurut menanggapi nonanya yang satu ini, entah kenapa sejak ia bangun dari tidur panjangnya sikapnya saat ini berbeda dengan yang dulu.


Dulu sikapnya pemalu, penuh hormat, dan anggun, tetapi sekarang kenapa berbeda.


Sikapnya sekarang malah seprti orang cuek, datar dan dingin serta menyebalkan.


Pikir WeiWei.


Mereka bedua pun makan dengan tenang, tak ada yang berbicar. Diantara keduanya sibuk bergulat dengan fikirannya sendiri.


WeiWei yang bertanya - tanya dibenaknya. Ada apa dengan nonannya ini, sedangkan Lucia sedang berfikir bagaimana untuk menjadi lebih kuat secepat mungkin dan bertemu ayah dan ibunya.


Setelah beberapa saat pun mereka telah menyelesaikan acara makannya WeiWei yang sedari tadi makan dengan lahap dan Lucia yang hanya memakan seporsi piring saja.


Lucia yang sudah selesai memakan makanannya pun berniat mengajak WeiWei pergi kepasar ibukota kekaisaran petir.


"WeiWei, mari pergi berkeliling pasar ibukota." Ucap Lucia singkat.


"Eh nona...kita tak bisa keluar, bukankah kita sedang dalam masa hukuman." Jelas WeiWei.


"Sudahlah, aku tak peduli mau ikut atau ku tinggalkan kau disini sendirian." Ucap Lucia dingin.


"Eh...tidak nona ampuni hamba nona..." Ucap WeiWei memohon sambil bersujud dihadapan Lucia.


"Hm...kau mengikuti ku tapi ada syaratnya." Ucap Lucia tegas.


"Hamba siap nona dengan apapun syarat yang nona minta." Ucap WeiWei.


"Baiklah, pertama bersumpalah setia kepada ku, kedua jangan memanggilku dengan sebutan nona panggil saja aku Cia, ketiga kau harus ingat bahwa derajat kita sama jadi sekarang kita adalah teman." Syarat Lucia.


"Ha...- saya bersumpah setia kepada Cia nonaku yang sekarang menjadi temanku." Ucap WeiWei yang masih takut.


"Hm...sekarang berdirilah, jangan kau bersujud dihadapan orang yang bukan pencipta semesta ini." Ucap Lucia.


"Baik n..- Cia." Ucap WeiWei gagap karena tak biasa memanggil Lucia dengan sebutan nonformal.


"Baiklah sekarang pakailah jubah itu dan cadarnya agar identitas kita tak diketahui banyak orang." Ucap Lucia dan melemparkan jubah yang sama hitam dengannya dan juga cadar hitam yang sama dengan jubahnya yang diambil dari ruang dimensinya.


"Eh...baik Cia." Ucap WeiWei bingung, tanpa bertanya WeiWei hanya menuruti perintah Lucia dan memakai jubah dan cadar yang Lucia berikan kepadanya.


"Cia, aku sudah siap. Mari berangkat...eh, tapi kita tak mempunyai koin untuk belanja dipasar." Ucap WeiWei khawatir pasalnya semenjak kedatangan selir itu uang bulanan Lucia diambil olehnya tanpa menyisakannya sepeser pun untuk Lucia.


"Hm...mari, soal koin kau tenang saja. Aku mempunyainya." Ucap Lucia dengan tenang mengabaikan kepanikan WeiWei.


Weiwei pun ikut tenang mendengar perkataan nona nya. Iapun ingin bertanya bagaimana nonanya mempunyai koin? Sedangkan mereka saja dikurung dihutan belantara ini.


Tapi Weiwei mengurungkan niatnya untum bertanya pada Lucia apa yang terjadi dengannya, karena Weiwei takut dengan aura intimidasi yang kuat keluar dari tubuh nona nya pun hanya diam dan menuruti perintahnya saja.


Lucia dan Weiwei pun bergegas menuju pasar menggunakan ilmu peringan tubuhnya ( QingQong ), karena WeiWei sebelumnya bisa berkultivasi tetapi ia masih tahap Pengumpulan QI tahap pertama.


----------------


Bersambung...


"Hai...Hai guys, bagaimana kabarnya dalam menjalani minggu ini, semoga masih sehat² saja ya... Amin.


Terima kasih juga kepada para pembaca novel ini. ( Ya Walaupun ga ada yang baca )


Tapi ga apa² kok, karena author yang gemar menulis jadi yang namanya pengen yah dibuat aja deh...hehehehe...

__ADS_1


"Jangan Lupa Like, Comment, And Vote novel ini ya para pembacaku..." Author Cecan ( Cewek Cantik )


Geli ya hihihi...


__ADS_2