
————————————————————
*Tingkatan Spirit Beast.
- Tingkatan Master ( awal, menengah, akhir )
- Tingkatan GrandMaster ( awal, menengah, akhir )
- Tingkatan Legenda ( awal, menengah, akhir )
- Tingkatan Diamonic ( awal, menengah, akhir )
- Tingkatan Diamonic Epical ( awal, menengah, akhir )
- Tingkatan Ilahi
- Tingkatan Surgawi
———————————————————
Li Cia yang sudah keluar dengan pakaiannya, yaitu jubah hitam dan Alex yang berada dipundaknya langsung keluar lewati jendela kamarnya.
Ia pun berlari menggunakan ilmu peringan tubuhnya ( QingQong ) bersama Alex dipundaknya menyusuri hutan kematian.
Setelah lama berlari dan sekarang ia dan Alex pun sudah memasuki lapisan akhir hutan kematian.
"Alex, kenapa tak ada satupun spirit beast dihutan ini seperti yang dirumorkan. Apakah rumor itu palsu?." Tanya Li Cia yang memang sadari tadi tak melihat satu hewan spirit beast sekalipun.
"Cia. Apakah kau lupa, kau itu pengusa hutan kematian tentu saja tak akan ada yang berani menghalangi jalan mu. Melihat aura mu saja spirit beast sudah kabur ditambah dengan kalung mu itu." Jelas Alex yang entag kenapa geram dengan wajah sedatar itu Li Cia menanya tanpa ekspresi kebingungan sekalipun.
"Hmm...begitukah? Seterah." Ucap Li Cia dengan acuhnya.
"Haish..." Alex pun mengehela napas karena dah tau sifat tuannya yang dingin seperti balok es ini.
Mereka pun masih mengelilingi lapisan terakhir hutan kematian.
Li Cia pun yang masih bersama Alex dipundaknya, memantau lewat sebuah batang pohon yang tinggi dan melihat adanya danau dilapisan terakhir.
Iapun segera menuju danau tersebut dan anehnya danau itu seperti ada sesuatu dan menyuruh Li Cia masuk kedalmnya.
"Alex, apa kau merasakan ada aura yang sepertinya ingin membawaku kedasar danau ini?" Tanya Li Cia kepada Alex.
"Cia, coba kau masuk terlebih dulu saja agar mengetahui apa yang tersembunyi didalam danau ini." Ucap Alex merasakan yang sama seperti Li Cia.
Li Cia pun mencoba mengikuti saran dari Alex dan berenang kedasar danau yang sangat dalam itu.
Diperjalanannya menuju kedanau paling dalam, ia melihat ada cahaya yang mengarah kepadanya seperti sedsng menuntun dia kesuatu tempat.
Iapun mengikuti cahaya itu dengan Alex yang masih berada dipundak seblah kanannya, ia pun berjalan dengan sihir perlindungan bawah air untuk masuk ke sana.
Sesudahnya ia mengikuti cahaya itu membawanya kesuatu goa yang bingungnya tak masuk air padahal kan ini diair. Kenapa di goa ini tidak ada air?
Tanpa pikir panjang Li Cia masuk bersama Alex kedalam goa dan menonaktifkan sihir perlindungan bawah airnya, dan menyusuri goa tersebut.
Setelah memasuki Goa paling dalam, Li Cia melihat pedang berwarna merah dengan aura membunuh sangat pekat tapi tak sepekat dia.
Setelah sampai dihadapan pedang tersebut, Li Cia menarik pedang itu hingga keluar.
Setelah Li Cia mencabut pedang tersebut, pedang itupun mengeluarkan asap hitam sangat pekat sesaat asap itu hilang pun menampilkan ular sangat besar dan memilki batu crystal dikepalanya.
"Heh, ternyata seorang manusia lemah yang bisa menariknya. Cih si tua bangka itu menyegelku disini beribu - ribu tahun. Tapi tak apa yang penting aku bisa bebas dari segel pedang sialan itu, hahaha...." Gumamnya bicara sendiri.
Ular berkepala crystal melihat kearah Li Cia dan Alex yang sebagai bentuk rubah dibahu kanan Li Cia dengan tatapan meremehkan.
"Heh...anak kecil seperti mu ingin menjadikan dewa ini spirit beast mu, hahhaaha mimpi disiang bolong." Ucap ular berkepala crystal itu dengan nada meremehkan.
"Heh...sombongnya kau, baiklah jika kau berhasil menangkis kedua serangan ku aku akan melepaskanmu. Tapi jika tidak kau harus menjadi hewan kontrakku bagaimana?" Ucap Li Cia yang ingin bernegoisasi dengan sang ular.
"Hahahaha....jadi kau ingin bertaruh anak kecil, baiklah...dewa ini akan menemanimu bermain sebentar." Ucap ular itu songong.
Li Cia pun mengeluarkan katananya yang sangat tajam itu dan menggores bagian kepala ular itu hingga ular itu menjadi tak seimbang.
Ular itupun matanya sangat buram sehingga itu adalah kesempatan untuk Li Cia yang mencoba elemen angin nya yang lebih besar daripada bertarung dengan Alex dan baru saja meningkat tadi karena beberapa faktor² alam. Mungkin.
"Akhhh...aku menyerah!" Ucap sang ular karena kesakitan dengan dua serangan mematikan Li Cia.
"Ahahaha...bagaimana ular jelek, kau si berani mengejek si ratu es ini, apakah kau tak tahu kalau dia itu adalah reinkarnasi dewi kematian!!" Ejek Alex kepada ular berkepala crystal dengan nada bangga kepada Li Cia.
"Hm..." Ucap Li Cia dingin dan berjalan mendekati ular itu untuk menyembuhkannya dengan kekuatan cahaya.
Li Cia pun segera mengeluarkan kekuatan cahaya yang sudah menghilang ribuan tahun.
Ular yang melihat Li Cia mengeluarkan 2 elemen sekaligus tersentak. Bukannya setiap kultivator harusnya hanya mempunyai saru elemen saja, tapi...ini.
Li Cia yang sudah selesai mengobati sang ular itu dengan elemen cahayanya pun pergi berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun sambil mengangkat Alex dan membawa Alex dalam pelukannya yang hangat itu.
Alex yang langsung diangkat pun diam saja karena ia merasakan kehangatan dari tuannya si ratu es itu.
Li Cia pun berjalan tiga langkah menuju keluar dari goa itu , tapi tiba² sang ular menghadangnya.
"Ada apa? Pergi!" Ucap Li Cia yang terlalu kesal dengan sang ular karena diejek mentah² tadi , jujur Li Cia belum pernah diremehkan oleh siapapun hanya si ular yang menyebalkan ini.
"Maafkan hamba yang bodoh ini tuan atas perkataan saya tadi , tolong biarkan hamba mengabdi dengan anda dan jadikanlah hamba ini spirit beast anda tuan." Ucap sang ular tertunduk didepan Li Cia karena merasa bersalah.
"Hm...bagaimana menurutmu Alex? "Tanya Li Cia kepada teman seperjuangannya itu.
"Ambil saja Cia, kasihan dia begitu terlantar tak mempunyai pemilik." Ucap Alex dengan nada setengah mengejek.
Ular yang mendengarkan perkataan kedua orang yang mengabaikannya hanya diam dan meringis dalam hati.
"Baiklah, masuklah kedalam ruang dimensiku sana." Ucap Li Cia acuh.
"Bagaimana caranya? kau saja belum mengontrak ku jadi kau sekarang masih belum menjadi tuanku dan mana bisa aku masuk?" Ucap sang ular bingung.
__ADS_1
"Gampang saja kau tinggal mengucapkan sumpah setia pada langit kepadaku." Ucap Li Cia yang sebenarnya tak mau berbagi rasa sakitnya kepada spirit beastnya jika ia terluka.
"Kenapa tuan tak mau mengontrakku?" Tanya sang ular yang merasa sedikit kecewa tuannya tak yang mau mengontraknya.
"Tak apa, sekrang kau cepat ucapkan sumpah itu saja. Tak usah banyak bertanya." Ucap Li Cia dingin.
Sang ular yang masih bingung pun memilih nanti ia menanyakannya kepada Alex yang lebih mengerti Li Cia.
Sang ular pun mengucapkan sumpah itu yang didengar oleh penguasa alam sehingga mengeluarkan sambaran petir yang sampai kedalam laut dan hujan.
Para warga yang mendengar itupun menjadi resah takut adanya bencana yang akan datelah itu awan pun kembali cerah.
Alex dan si ular pun juga sudah masuk kedalam gelang dimensi milik Li Cia.
Alex diutus oleh Li Cia untuk menemani ular yang diberi kan nama oleh Li Cia adalah Firance karena ia adalah ular jantan.
Setelah itu Li Cia pun meninggalkan goa itu dan kembali berenang menuju permukaan, tetapi ia merasa untuk berenang lebih dalam lagi karena ia merasakan seperti ada sesuatu disana selain si ular.
Karena penasaran Li Cia pun berenang lebih dalam hingga ia menemuka jurang yang airnya berwarna hitam pekat seperti ada pembatas antara air hitam pekat ini dan air danau.
Tanpa pikir panjang ia pun masuk air hitam itu, dan memakai mata dewinya agar bisa melihat disana.
Tapi apa yang sekarang ia lihat, tempat yang dipenuhi bara api dan lava panas seperti neraka.
Dan orang² yang ia lihat disana berbeda seperti bentuk Iblis dan beberapa Siluman.
Li Cia pun berjalan menggunakan aura hitam yang ia punya dengan jubahnya sehingga muka, tangan, sampai ujung kaki tetutup hanya hidung dan bibirnya yang ditutupi oleh cadarnya.
Li Cia berjalan tanpa arah tujuan dan sepertinya ia sedang berada di pasar iblis yang menjual banyak daging kultivator. Hingga a pun berhenti disebuah restoran iblis yang menjual darah segar dan daging dari para kultivator atau spirite beast yang berada didalam lava.
"Hey, kau dengar tidak, para pangeran iblis dan beberapa kesatria iblis yang sangat tampan itu pulang dari perperangan didunia atas dengan membawa kemenangan karena berhasil merebut beberapa daerah disana." Ucap si Iblis A.
"Iya, rumor mengatakan bahwa kemenangannya kali ini, akan mengadakan perjamuan diistana iblis dua hari lagi." Ucap Iblis B.
"Ada juga yang mengatakan bahwa penyakit permaisuri yang sangat dicintai kaisar iblis ini adalah sebuah kutukan dari para leluhur dewa dewi." Ucap Iblis A.
Li Cia yang mendengar itu permaisuri iblisn sakit bisa memanfaatkan ini untuk mendapatkan dukungan dari kerajaan iblis dengan cara mengobatinya.
'Heh...kesempatan bagus, bagaimana menurutmu Alex.?' Ucap Li Cia yang bertelepati dengan Alex.
'Itu adalah kesempatan mu Cia, kau tak boleh menyia - nyikan kesempatan ini untuk mendapat dukungan darinya Cia!' Ucap Alex menyemangati Li Cia.
'Baiklah...akan ku coba...' Ucap Li Cia dan lamgsung memutuskan telepatinya dengan Alex.
Setelah itu Li Cia pun bertanya kepada salah satu warga iblis disana.
"Permisi, apakah kau mengetahui letak kerajaan iblis.?" Tanya Li Cia kepada dua iblis yang sedang bergosip tadi.
"Eh...kau tak tahu?" Tanya warga iblis itu.
"He'em...saya tinggal didunia manusia sudah sangat lama dengan menyamar sebagai manusia dan saya sekarang kembali untuk menjenguk keluarga saya yang bekerja diistana iblis." Jelas Li Cia yang berbohong.
"Owh...kalau bagitu kau tinggal menaiki tangga hitam disana dan disutulah kerajaan iblis berada." Jelas salah satu dari mereka yang menunjuk jalan.
Li Cia pun menaiki tangga iblis dengan cepat sebenarnya bisa saja ia menggunakan jurus teleportasi ke istana iblis tapi ia tak mau bila ada yang menyangkanya seorang penyusup.
Di Kerajaan Iblis...
Sekarang Li Cia pun sudah sampai didepan gerbang istana iblis yang mempunyai aura yang sangat gelap.
Ia pun dihadang oleh empat penjaga gerbang istana iblis.
"Maaf, anda siapa?" Ucap penjaga gerbang istana iblis dengan nada menyelidik.
"Saya adalah orang yang bisa menyembuhkan permaisuri. Bisakah saya menemui kaisar iblis untuk berbicara." Ucap Li Cia yakin dengan nada dingin andalannya.
Keempat penjaga gerbang pun bertukar pandang dan menyuruh Li Cia jalan untuk kesinggahsana kaisar iblis.
Keempat penjaga itu berjalan dengan Li Cia ditengahnya, kaisar yang melihat yang melihat keempat penjaga gebang dan satu orang berjubah dengan cadarnya pun menyernyit bingung.
"Hormat hamba, kaisar iblis." Ucap salah satu penjaga gerbang dan yang lainnya masih menjaga Li Cia agar tidak kabur.
"Hem...ada apa ini?" Tanya kaisar iblis bingung.
"Prajurit ini menjawab, orang ini ingin menemui kaisar dan ia bilang, ia bisa menyembuhkan permaisuri kaisar." Ucap prajurit itu dengan penuh hormat.
"APA!!, baiklah tinggalkan kami berdua." Ucap kaisar iblis yang tekejut dan juga senang akhirnya ada yang bisa menyembuhkan permaisuri tercintanya.
"Baik, yang mulia. Hamba dan prajurit gerbang pamit undur diri." Ucap prajurit itu mewakili yang lainnya, setelag itu berlalu pergi.
Setelah kepergian prajurit penjaga gerbang itu, tinggal kaisar dan Li Cia.
"Apakah kau benar bisa menyembuhkan permaisuri ku?" Tanya kaisar.
"Ya, kalau bisa anda membawa saya untuk memeriksanya terlebih dahulu." Ucap Li Cia dengan nada sangat dingin.
Kaisar yang mendengar suara lembut seorang gadis tapi juga dingin dan tegas tanpa rasa takut seperti orang² lainnya yang berbicara kepada kaisar.
"Bukannya lebih baik kau membuka tudung jubahmu agar ku bisa aku bisa mengenali wajahmu." Ucap kaisar iblis yang sangat penasaran.
"Mau disembuhkan atau tidak." Ucap Li Cia dengan masih nada dingin andalannya.
"Hey, bersikap sopanlah aku ini seorang kaisar." Ucap kaisar iblis dengan geram.
"Baiklah bila kau tak mau, aku tak punya waktu banyak." Ucap Li Cia yang membaca mantra berteleportasi dan baru setengah mantra dibacanya, tapi ia langsung ditahan oleh kaisar.
"Tunggu." Ucap kaisar iblis menahan kepergian Li Cia.
"Ya, mau atau tidak." Ucap Li Cia langsung menghentikan membaca mentranya dan kepenawarannya.
"Baiklah...ikuti aku." Ucap kaisar iblis tak bisa memaksa orang berjubah itu, karena ia tak bisa mengetahui tingkat kultivasinya.
Kaisar iblis pun memimpin jalan kekamar permaisuri.
__ADS_1
Kaisar iblis dan Li Cia yang sudah didepan pintu kamar permaisuri langsung masuk kekamar permaisuri.
Terlihat wanita yang masih awet muda walaupun sudah hidup ribuan tahun itu terbaring di atas ranjang dengan mata yang tertutup seperti sedang tidur ribuan tahun lamanya.
Li Cia pun mendekati wanita trsebut dan menyuruh Kaisar Iblis menunggu diluar kamar, tadinya kaisar iblis tak mau ia ingin menemani permaisuri tapi dengan ancaman Li Cia ia terpaksa menunggun diluar kamar permaisurinya.
Sedangkan Li Cia saat ini mengeluarkan elemen cahayanya dan menyalurkan sedikit energi kehidupannya kepada permaisuri.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." Permaisuripun tersadar dari tidur panjangnya dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"ISTRIKU / IBUNDA..." Ucap kaisar iblis dan Lima pangeran iblis yang sedari tadi sudah pulang dan ingin menjenguk ibundanya tapi ditahan oleh kaisar iblis.
"Minumlah ini..." Ucap Li Cia dengan menatap permaisuri, matanya yang indah berwarna Silver seperti salju dan suaranya yang merdu nan lembut membuat permaisuri terpana akan kecantikannya.
Permaisuripun dengan ragu² mengambil cairan yang Li Cia kasih tak lama sesak didadanya juga ikut menghilang.
Para pangeran yang bingung dengan orang bertudung hitam itu hanya diam saja begitupun kaisar.
"Siapa kau, bisakah aku melihat wajahmu?" Tanya permaisuri dengan suara lelan nan lembut karena baru sadar dari tidurnya.
"Huft...baiklah." Ucap Li Cia dengan lembut kearah permaisuri karena mungkin wajah permaisuri mengingatkannya kepada ibunya didunia modern
Li Cia yang merasa sedikit iba dengan permaisuri itupun membuka tudung dan juga cadarnya, semua orang begitu terpana dengan kecantikan bak bidadari yang Li Cia miliki, apalagi Lima pangeran itupun yang baru pulang itu hanya bisa melongo melihatnya.
"Perkenalkan, nama saya adalah Lucia biasanya dipanggil Cia. Seorang pengembara." Ucap Li Cia dengan sorot mata dinginnan tajam menatap semua orang diruangan itu.
Kaisar pun berusaha untuk mencairkan susana yang canggung itu...dan memulai percakapan.
"Ehem...baiklah. Terima kasih berkat bantuanmu permaisuri bisa bangun dari tidurnya." Ucap kaisar iblis.
"Hm..." Ucap Li Cia yang masih diam ditempat tak memperdulikan tatapan kagum para pangeran iblis.
"Baiklah, hadiah apa yang nona Cia inginkan?" Ucap kaisar iblis.
"Saya sekarang ini lagi tidak membutuhkannya, jadi saya akan memintanya dilain waktu." Ucap Li Cia yang tenang nan dingin.
"Baiklah...kalau begitu saya pamit dari sini karena ada urusan..." Ucap Li Cia.
"Em...tak bisakah kau tinggal disini lebih lama lagi?" Tanya permaisuri kaisar iblis yabg sebenarnya masih ingin Li Cia disini untuk lebih mengenalnya dan tahu tentang apa yang buat Li Cia yang bersikap dingin dan acuh.
"Hmm...kalau begitu, aku hanya akan tinggal disini selama 3 hari saja. Maaf merepotkan kaisarp
"Hm...baiklah kalau begitu, perkenalkan ini adalah anak² ku." Ucap kaisar iblis dan membuat Li Cia menatap para pangeran itu.
"Ah...namaku adalah Arthur. Anak kedua dari ibu dan ayahku." Ucap pangeran Arthur yang masih menatap Li Cia dan tak pernah mengalihkannya.
"Hm...kenapa langsunng pangeran kedua kerajaan iblis, dimana pangeran pertama iblis.?" Tanya Li Cia bingung.
Sektika terjadi keheningan memenuhi ruangam itu...
"Ah...pangeran pertama sedang ada urusan diluar kerajaan. Anda tak perlu khawatir nona Cia." Ucap kaisar iblis yang berbohong dan Li Cia pun mengetahui kebohongan kaisar iblis itu.
Iapun hanya diam, lalu berpura - pura tak tahu dan hanya ber'o'ria saja.
Dan perkenalan nama pun dilanjutkan kepangeran ketiga.
"Namaku adalah Vellliam. Anak ketiga dari kerajaan iblis." Ucap pangeran ketiga tersenyum seramah - ramahnya kepada Li Cia.
"Hm..." Jawab Li Cia.
"Namaku adalah Edward. Anak keempat dari lima bersaudara." Ucapnya ramah.
"Hm..." Ucap Li Cia dengan wajah dan suara dingin andalannya.
"Hai kakak cantik." Ucap pangeran kelima yang sedari tadi digendongan pangeran ketiga dan turun langsung memeluk Li Cia.
Li Cia yang dipeluk hanya diam saja tak membalas pelukan pangeran kelima, sedangkan pangeran kelima yang merasakan aroma Lavender pun nyaman berada ditubuh Li Cia yang dia peluk pun dan meminta dihendong oleh Li Cia.
Li Cia hanga menurutinya saja dan menggendongnya.
"Siapa namamu?" Tanya Li Cia kepada pangeran kelima.
"Kakak cantik, namaku adalah Ruki yang ganteng..." Ucap Ruki dengan PD nya yang masih digendongan Li Cia.
Para pangeran yang melihat kelakuan anak kecil itu yang mencari kesempatan dalam kesempitan memeluk gadis cantik, hanya bisa memelototi pangeran kearah pangeran kelima.
Pangeran yang sudah tau kakak² nya itu iri degannya hanya memilih membokongi para kakaknya itu, sedangkan para kakaknya hanya mengatai adik bungsunya itu didalam hati mereka.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang." Pamit Li Cia dan langsung dicegah oleh permaisuri kaisar iblis.
"Nak...tak bisakah kau disini selama beberapa hari?" Mohon permaisuri dengan muka sedikit memelasnya kepada Li Cia.
"Maaf, tapi..." Ucap Li Cia yang terpotong oleh perkataan Ruki si pangeran bontot.
"Kakak, bisakah menemani Ruki bermain beberapa hari disini, kumohon." Ucap Ruki dengan mata puppy eyes andalannya.
"Huf...baiklah aku akan menginap disini selama tiga hari saja, maaf merepotkan kaisar iblis." Ucap Li Cia tak bisa menolaknya.
"Eh...tak apa², itu lebih baik karena nanti pangeran Ruki bisa bermain denganmu dan tak menanggu para kakaknya melulu." Ucap kaisar iblis yang sengaja mengejek Ruki diucapan akhirnya.
"Kakak cantik, jangan percaya yah. Ayah itu srudah tua jadi banyak pikiran dan berbicaranya jadi ngelantur." Bisik pangeran Ruki ditelinga Li Cia yang masih bisa didengar oleh keluarganya.
"DASAR KAMU ANAK DURHAKA, KAMU TAK JADI AYAH IZINKAN KELUAR KEDIAMAN SELAMA NONA CIA DISINI." Ucap kaisar berpura - pura marah pada putra bungsunya itu dan sekrang ia mempunyai senjata untuk bocah itu nurut dengannya.
"Eh...ayah aku tak berbicara seperti itu...kok." Ucap Ruki yang masih mengelak.
Ibu dan para kakaknya hanya bisa menahan tawanya karena setiap kali bertemu kedua ayah dan anak ini tak pernah akur, sekalinya bertemu seperti Tom And Jerry.
Perdebatan panjang ayah dan anak itu pun masih terjadi hingga dimenangkan oleh sicilik pangeran bungsu.
Li Cia yang mendengar itu hanya tersebut hanya tersenyum sangat kecil sehingga tak ada menyadari jika ia sedang tersenyum, bahkan dirinya sendiri. OMG.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Commen, dan Vote