
Lucia dan yang lain nya pun meneruskan perjalanan yang sempat tertunda tadi.
"Hump...hei Lylia! Kau bilang hutan gelap itu berbahaya, tetapi kenapa Lucia bisa keluar dengan sehat wal'afiat." Ucap Rossiana sambil memegang dagunya berpikir.
"Huft...aku tak tahu, jika kau ingin mengetahui lebih lanjut tanya saja sama si hitam." Balas Lylia singkat tanpa menoleh kearah Rossiana yang tengah bingung.
Rossiana yang mendengar ucapan Lylia benar pun langsung menghampiri naga yang sedang tiduran di pundak Lucia seperti anak monyet.๐คฃ๐คฃ๐คฃ
"Hei...hitam, apakah kau tahu ada apa saja disana." Tanya Rossiana yang menatap naga hitam itu lekat - lekat.
Sang naga yang diamati pun merasa tidak senang sekaligus risih karena tidur nyenyak nya diganggu oleh gadis aneh ini.
Karena risih dengan gadis yang tak ia kenal ini, ia pun menjawab pertanyaan Rossiana apa adanya.
"Ckck...tanya lah kepada Cia yang sudah menemukan harta karun itu." Ucap Naga hitam, yang sudah diberi nama kesayangan oleh Cia adalah Blacky. Menurutnya.
(Author : "Hahaha...nama apa itu 'Blacky' ?" ๐
(Blacky : "Diem Lu thor, Gitu gitu Cia udah ngasih nama kesayangan buat gw. Emangnya kayak lo yang begitu - gitu aja. Iri. Bilang boss..."๐๐คญ ๐คช)
(Author : "Apa kau kata ? NAK KENA NIH... " Ucap Author yang meniru suara kak ros dianimasi upil & ipil.
Buk....
(Auhtor : " Tau rase...๐ค๐ค)
(Blacky : " Sakit thor...auhk.." ๐๐ฃ๐ฃ )
๐ Abaikan...
Semua orang yang mendengar itu pun tersentak kaget.
Apa?!!!
"Bagaimana bisa ? Apa isi harta karun itu?" Tanya Rossiana yang jiwa kepo nya meromta - ronta.
"Bukan nya kau harus melawan 'Makhluk itu' terlebih dahulu." Ucap Lylia yang keceplosan.
__ADS_1
Firance pun menyernyit bingung dengan perkataan Lylia.
"Mahkluk apa itu Lylia...?" Ucap Firance memandang Lylia curiga.
"E...-eh...tidak, tidak." Jawab Lylia dengan wajah yang sudab dibasahi keringat dingin karena ditatap tajam oleh Alex yang sedari tadi mengintai.
"Sudahlah tak apa...ayo lanjutkan." Ucap Lucia yang mencoba melerai kerewelan itu dengan nada tenang terkesan dingin nya itu.
Karena tak mau membuat Lucia marah semuanya pun dengan patuh mengikuti Lucia walaupun masih bingung dengan apa yang disebut Lylia tadi.
'Apa maksudnya.' Batin Mereka semua.
Semuanya pun menatap kearah Lylia yang masih dibasahi oleh keringan bercucuran di kening nya.
'Mati aku....' Batin Lylia bergidik takut._โท
(.โขโข_โขโข.)
โโโ
"Ckckck...apakah setelah sekian lamanya kau akan terus memantau putri mu lewat bolam sihir itu." Kesal seorang wanita, yang tak lain adalah dewi bulan ( Ibunya Lucia ).
Yang diocehi yang tak bukan juga adalah suami nya ( Lucifer ), yang sekarang mengalihkan pandangan nya kepada isteri nya dengan mengeluarkan senyum bodoh nya.
"Hehehe...bila sudah waktu nya, aku juga akan menemuinya, sayang...jangan lah marah.~" Ucapnya merayu dewi bulan yang masih dalam mode angry nya.
"Hump ....seterah kau saja. Akan tetapi bila puteri kita yang seprti es itu marah kepada mu, aku tidak akan mau ikut campur." Kesal dewi bulan dengan ketus dan berlalu pergi meninggalkan Lucifer sendirian yang otak nya masih loading.
Saat tersadar dari lamunan nya, ia pun menjadi takut sendiri. Entah hukuman apa yang akan diberikan ketika mereka bertemu, yang pasti itu tidaklah mudah.
Bagaimana ini? Pikir nya. Keringat pun membasahi tubuhnya.
โโโ
Di sisi Lucia saat ini...
Ia sedang berjalan bersama teman - teman nya dengan wajah cuek nan dingin namun waspada tingkat tinggi walaupun tak ditunjukan oleh nya.
__ADS_1
'Hem...sebenarnya seberapa besar hutan yang paling ditakuti ini...?' Batin Lucia bertanya - tanya.
Tak...
Lama ia melamun, sampai ia tersadar bahwa ada yang menyentil kepalanya dibelakang.
"Ckckk...ada apa?" Kesal Lucia kepada orang yang menjitaknya, yang tak lain adalah si hitam.
"Tidak ada ...hum...apa yang kau pikirkan, sepertinya kau kelihatan bingung sekali? Apa ini masalah tentang kedua orang tua mu yang kau ceritakan waktu itu?" Ucap si hitam dengan menatap wajah cantik Lucia yang tertutup cadar lekat - lekat.
"Hah...bukan. Apa kau tau, seberapa luas hutan ini?" Tanya Lucia akhir nya menjawab jujur.
"Em...entahlah. Selama tinggal disini, aku tak pernah keluar dari sisi kegelapan itu. Kecuali waktu aku sedang minum di sungai dan kau mengejarku seperti tawanan." Ucap nya.
"Huft...ternyata bertanya kepadamu tidak berguna juga ya." Gumam Lucia pedas tanpa mengalihkan pandangan nya kepada si hitam.
'Sabar...' Bati Blacky
Sedangkan yang di cetuskan seperti itu hanya diam dan tidak melihat kearah Lucia.
Apa jadinya jika ia terus memandangi Lucia? Yang bisa membuat hatinya berdegup kencang seperti sedang lari maraton!!..
Perjalanan Lucia dan kelompoknya pun terus berlanjut, juga terkadang ada beberapa spirit beast yang datang ingin menyerang. Tetapi sebelum ia mencapai satu meter dari jarak Lucia berada, para binatang itu yang sudah mati duluan akibat kekuatan Lucia yang telalu dahsyat.
โโโโ
Hai...hai...apa kabar?.
Author usahakan hari ini up double ya guys...
semoga suka...๐๐
Terima kasih...
Jangan Lupa Like, Comment Dan Vote juga yah agar menambah inspirasi author yah....
See You....โกโก
__ADS_1