Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 22 : ( Awal Perjalanan )


__ADS_3

....


Lucia kini berteleportasi keluar hutan kematian.


Saat tengah berjalan ia pun melihat segerombolan orang yang berpakaian bandit yang melawan orang berbaju prajurit suatu kekaisaran.


Lucia yang acuh hanya diam menonton pertarungan itu dari ketinggian pohon tanpa ada rasa perduli dimata silvernya.


Alex dan Firance yang tiba² keluar dari dimensi juga ikut menonton pertandingan seru didepannya.


"Cia, apa kau tak ingin membantunya.?" Tanya Alex hati - hati.


"Tidak." Balas Lucia singkat.


Pertarungan itupun terus berlanjut, kekalahan telak dari prajurit kekaisaran pun mulai terlihat.


Didalam kereta ada seorang wanita paruh baya yang waktu itu Lucia tolong dari bandit waktu dipasar dan beberapa orang yang tak dikenal Lucia.


Para bandit yang sudah berhasil membunuh semua para prajurit pun hendak memasuki kereta sambil membawa pedang tingkat menengah dengan sombong dan angkuhnya.


Sebelum membuka tirai dibalik kereta sebuah kaki menendang bandit yang ingin memasuki kereta itu hingga terpental jauh.


Keluarlah seorang pemuda tampan yang tak kalah tampan dari Alex dan Firance, tetali tetap tampanan Alex dan Firance.


( Lucia : "Gimana sih lu thor 😤.")


( Auhor Heboh : " Ya mau gimana, emang gantengan bebe Alex and Firance ku kok.) Kalau kamu mau sana sama dia aja.😒😏."


( Lucia : "Seterah lu dah thor gw ikut aja." 😓😓. )


Abaikan...👆


Pemuda itu bagai kesatria tampan yang baru keluar dari perperangan dengan gagah nya.


Tak lama pemuda itu keluarlah tiga pemuda tampan lainnya yang memiliki tatapan tajam bagaikan burung elang yang mengincar mangsanya.


"Heh...ternyata segerombolan sampah, ingin bermain denganku." Ucap Pemuda dengan ketampanan bak dewa itu yang sepertinya adalah seorang pangeran kekaisaran.


"KURANG AJAR...SERANG MEREKA DAN CULIK WANITA TUA ITU." Teriak seorang berpakaian bandit yang sepertinya ketua dari mereka para bandit.


Akhirnya pertarungan pun dimulai dengan begitu sengit dan datanglah anak panah dari pohon yang lebih rendah dari Lucia menuju ke para pangeran yang sedang bertarung itu.


Jangan salah kemampuan para bandit itu seperti sudah terlatih apalagi mereka dalam jumlah yang sangat banyak, sekaligus dihitung oleh pemanah. Seperti nya ini sudah direncanakan oleh kekaisaran saingan sebelah.


Ketua nya pun mempunyai sihir gelap hasil penyembahan dari iblis abal - abal.


Anak panah yang berdatangan itu akhirnya mengenai lengan pangeran yang sepertinya lebih kecil daripada yang lainnya.


"Akh..." Teriak 'Pangeran' itu menjerit kesakitan yang sepertinya anak panah itu beracun.


"Adik!!." Teriak dua pemuda tampan itu bersamaan dan kehilangan konsentrasinya, alhasil pihak lawan berhasil melukai kedua 'Pangeran' yang sddang bertarung itu.


————


Sedangkan Lucia yang merasa sedikit iba dengan wanita yang waktu itu ia tolong ketakutan sambil menangis tersedu - sedu pun diam² melenyapkan para pemanah terlebih dahulu dengan cara menggunakan panah beracun yang ia ambil dari ruang gelang dimensinya tadi


Para Pangeran yang tadi bertarung pun sudah terjatuh dilantai dengan keadàan buruk dan terluka.


Tring....


Sebuah kunai melesat kearah mereka membatalkan serangan pedang dari para bandit yang ingin membunuh para pangeran - pangeran itu dengan pedang mereka.

__ADS_1


"Siapa kau? Keluar kau dasar kecoa.!!" Teriak salah satu bandit itu dengan lantangnya mengatai Lucia sebuah serangga.


Lucia pun kesal akhirnya menebas mereka saru persatu seperti bayangan, dengan katana tajamnya yang slalu ia gunakan untuk pesta berdarah baginya.


Tanpa terasa kepala para bandit itu sudah terpisah dari tubuh mereka masing² tanpa ada yang terlewatkan.


Para pangeran yang melihat itupun bergidik ngeri dengan seseorang yang baru saja datang.


"Terima Ka..-" Ucapan salah satu pangeran pun terhenti karena wanita paruh baya yang ditolong Lucia langsung memeluk Lucia.


Lucia tak bergeming dan tak membalas pelukan hangat itu hanya diam seperti patung.


"Terima kasih, em...namamu nona Lucia kan.?" Tanya wanita paruh baya itu dengan tidak enak karena telah memeluk seseorang sembarang, apalagi ia tahu bahwa gadis muda yang waktu itu sangatlah dingin dan cuek.


"Hm..." Balas Lucia singkat nan dingin dengan katana yang masih ditangannya seperti seorang pendekar.


"Bagaimana sebagai balas budi, kita makan bersama?." Ucap wanita paruh baya itu yang diketahui adalah permaisuri Kekaisaran Petir.


"Tidak, terima kasih." Balas Lucia cuek sambil memasukkan katananya kedalam sarung disamping pinggangnya.


Para pangeran hanya bengong melihatnya, baru kali ini ada seseorang yang berani menolak ibundanya yang terkenal adalah seorang permaisuri dari kekaisaran langit.


"Hei...apakah kau tak tahu siapa kami?." Ucap Pangeran yang tadi dipanggil 'adik' oleh kedua pangeran yang diam saja sedari tadi.


"Jiu'er jaga sopan santunmu kepada penyelamat kita.!!" Marah permaisuri kepada Pangeran bungsu yang bernama Jin Jiu itu.


"Tak tahu dan tak ingin tahu." Ucap Lucia ketus dan cuek kepada Pangeran Jin Jiu.


"Kau...!" Geram Pangeran Jin Jiu.


"Apa?" Tanya Lucia dingin dan mengeluarkan aura intimidasi yang kuat.


Tentu hanya pangeran Jin Jiu yang terkena karena Lucia hanya mengarahkan kepadanya saja.


"Eh... tunggu Lucia." Ucap permaisuri yang tak sempat menahan Lucia yang sudah melesat pergi dari sana.


"Uhuk...uhuk..." Pangeran JinJiu yang baru terbebas dari rasa tercekik itupun batuk² darah karena sesak sekali.


Akhirnya pangeran Jin Jiu ditopang untuk masuk kedalam kereta oleh kakak² nya.


' Heh Lucia...? Gadis yang menarik, akan ku ingat nama itu.' Batin Pangeran kedua, yang diketahui bernama Jin San.


————


Sedangkan saat ini Lucia pergi kepasar yang ada di kekaisaran langit karena gerutu Alex yang seperti Bumil ( Ibu Hamil )


merengek minta dibelikan gulali oleh Lucia begitupun Firance seperti ular betina yang sedang bertelur.


Saat sampai dipasar, banyak sekali para penjual baju, makanan, dan lain² menawarkan dagangan mereka dengan berteriak.


"Cia...cia, aku ingin gulali." Ucap Alex yang sekarang dengan wujud rubah imutnya.


"Baiklah." Balas Lucia yang menuruti saja permintaan Alex tanpa basa - basi.


Saat ini Alex dan Firance sedang menyumpat dibalik jubah yang biasa Lucia kenakan agar tidak ketahuan oleh orang² sekitar.


.....


Lucia yang sudah selesai membeli gulali dan barang² lainnya sesuai dengan permintaan Alex dan Firance.


Alex yang sedari tadi menggerutu ingin makan gulalinya sekarang juga sambil berjalan pun dituruti oleh Lucia.

__ADS_1


Sekarang ini Lucia yang berenca ingin mencari penginapan sementara pun menyusuri kota kekaisaran langit dengan Alex dan Firance yang masih disupi olehnya.


( Kenapa sih babang Alex manja banget?." Marah Author.)


( "Mungkin karena aku cantik.?" Ucap Lucia dengan PD nya.😌😌 )


( "Etdah...perasaan dalam karakter yang kubuat perilaku mu tidak sma seperti ini.? Apa jangan²...lu maen santet ya.") Ucap Author curiga🤔🤫🤫.


("..." Lucia mode dingin on. )


( Abaikan👆😓...Tidak masuk dalam cerita...🥴 )


Akhirnya Lucia pun berhenti dipusat kota, karena sudah menemukan penginapan mewah disana.


Lucia pun masuk kedalam penginapan itu menuju administrasi untuk menyewa kamar V.I.P


"Permisi adik ad yang ingin saya bantu?." Ucap pelayan administrasi itu yang melihat anak kecil sedang membawa gulali ditangannyap


"Satu kamar V.I.P dan layanan makanannya beserta makanan penutupnya." Ucap Lucia singkat sambil membawa gulali ditangannya menahan kesal karena dianggap seorang bocah dengan pelayan administrasi itu.


Alex dan Firance yang mendengar itu pun cekikikan didalam jubah Lucia.


"Baik, harganya 500 koin emas yang sudah berikut makanan utama dan penutup." Ucap pelayan administrasi itu dengan perfesional.


"Hm..." Lucia pun memberikannya sekantung koin emas yang diambil daei menara seratus lantai digelang dimensinya.


"Ini...kelebihan nona. Coba nona hitung lagi." Ucap Pelayan itu panik sekaligus denang dan bersyukur bisa melihat koin sebanyak itu.


"Tidak dan sisanya untukmu saja." Ucap Lucia cuek.


"Baik. Terimakasih nona ini kunci kamar V.I.P nona yang berada dilantai paling atas." Ucap pelayan itu dengan sopan.


Lucia tak membalas dan langsung mengambil kunci kamar tersebut lalu berlalu menuju lantai atas.


.....


Lucia kini membaringkan tubuhnya dikasurnya, otaknya berputar memikirkan kakek dan adiknya dimasa depan.


Sementara itu Alex dan Firance mengambil kesempatan itu untuk memeluk Lucia yang sedang memejamkan matanya sekarang dengan wujud anak kecil yang imut.


Alex yanng mengambil posisi disebelah kanan Lucia dan Firance diesebelah kirinya Lucia.


Lucia tau akan hal itu tapi ia membiarkannya saja, lagipula ia juga sedikit pusing memikirkan keadaan kakek dan adiknya.


Alex dan Firance pun memperhatikan wajah Lucia yang indah itu dengan seksama dan akhirnya mereka tak mau mengambil pusing hanya memjamkan mata mereka dan merasa kan aroma tubuh Lucia yang masih sama harum bunga Lavender, bunga kesukaannya.


Akhirnya tanpa tersadar mereka pun tertidur lelap dengan posisi mereka tadi.


Sebelum tidur Alex pun membantin...


' Semoga kita bertiga bisa seperti ini selamanya Cia, Rance...' Batin Alex dengan penuh harapan.


Isi hati Alex yang sesungguhnya...


( Huft...andai waktu bisa berhenti disini dengan kenangan kita bertiga bersama selmanya...tanpa beban dan bermain seperti sekarang.


Melupakan semua beban yang kita punya dengan bercanda ria membuat kenangan kita bertiga yang bahagia, meski Cia dingin tetapi aku tahu ia juga merasakan perasaan bahagia yang kami rasakan walaupun ia tak menunjukkannya kepada kami. )


————


Bersambung...

__ADS_1


Lanjut ya...👇👇


Jangan Lupa Like, Commen, dan Vote. Ya...


__ADS_2