
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung anak laki - laki yang melihat itu pun berdetak dengan sangat kencang saat melihat netra dingin milik Lucia yang kembali terbuka dengan sangat cepat, seolah memang sedari tadi Lucia menyadari keberadaan nya.
"Siapa Kau?" Ucapan Lucia yang dingin keluar dari bibir nya ketika merasakan adanya bahaya yang mendekat, membuat laki - laki itu dengan cepat menormalkan ekspersi terkejut nya.
"Ekhem...haha...hai kak, namaku Liu Yang. Apakah kakak ingin bermain dengan ku?" Ucap nya gagap, berusaha meyakin kan Lucia yang masih saja menatap nya datar.
Lalu tak lama kemuadian ia pun merubah wajah datar itu menjadi tersenyum smirk, yang membuat siapa saja akan panaz dingin atau lebih tepat nya merinding saat melihat itu.l
'Sial, kenapa aku gugup sekali jika berbicara dengan gadis ini. Aih...bahkan gadis ini lebih menyeram kan dari 'Dia'.
"Bermain ya?... heh, baikah. Mari kita mainkan permainan yang aku buat, adik kecil..." Ucap Lucia dengan seringai jahat nya.
Anak laki - laki yang diketahui bernama Liu Yang itu seketika bergidik ngeri mendengar ucapan Lucia, sampai jiwa akan terbang melayang ke atas langit seketika.
'Sialan...' Batin anak laki - laki itu, yang didepan Lucia menampilkan senyum kecil layak nya seorang anak kecil yang meminta pengampunan kepada sang ibu.
———
Di sisi kelompok ras ular putih...
"Bagaimana Lex, apakah kau bisa merasakan keberadaan Cia?" Ucap seorang laki - laki yang tak lain adalah Blacky dengan Firance dan Alex yang sedang menerawang keberadaan Lucia dari ikatan antara tuan dan roh kontrak, juga sambil menunggu Rossiana memulihkan mana sihirnya.
"Ckck...kenapa aku tak bisa merasakan nya. Ruang dimensi Cia, seperti ditutup oleh seorang yang sengaja menculik nya." Ucap Alex kesal.
"Hah...seperti nya kau sama - sama tak bisa diandalkan seperti si Rossi itu. Huft...andai saja aku yang mengikat kontrak dengan Cia waktu itu...pasti raja ini akan melacak nya dengan sangat mudah." Bangga Firance, sambil memasang mimik wajah yang mengatakan 'Sayang sekali'.
Blacky dan Alex yang mendengar itu hanya berdecak kesal dengan tingkat kepercayaan diri orang didepan nya, yang sial nya adalah sahabat nya ini.
Puk...
Lemparan batu kecil mengenai belakang kepala Firance dengan cepat, sampai si Firance yang bodoh itu tak menyadari nya. Bahwa orang yang dijelek - jelekan nya sudah berada di belakang nya.
"Aduh. Siapa yang melempar batu sialan ini?!.." Marah Firance. setelah menggeram kesal, ia pun menengok kearah belakang nya.
Terkejut? Tentu saja...!!!
Ternyata yang melempar batu kearah nya itu adalah teman adu mulutnya Firance, yang tak bukan adalah Rossiana yang masih berjalan dengan wajah tak bersalah mendekati mereka yang sedang duduk dibawah pohon rindang.
"Cih." Firancr hanya mendecih saat mengetahui siapa yang datang ini.
"Kenapa?" Tanya Rossiana yang masib merasa tidak bersalah sedikit pun.
"Tidak. Tidak apa - apa kok ~. Hanya saja...tadi ada seseorang yang entah hantu atau jin melempar batu sial ini kearah ku sampai kepala ku benjol sedikit. Cih, untung nya kepala bagus nan indah ku ini tak pecah atau lecet." Jawab nya sedikit menyindiri, sedikit juga menggerutu. Seperti seorang perempuan saja ya....
"..." Rossiana hanya diam dan tenang.
__ADS_1
Blacky, Alex, Dan Firance saling bertatapan. Biasa nya si Rossiana cerewet ini akan membalas perkataan Firance...akan tetapi...sekarang...sifat nya berubah drastis?..
Yang tadi nya jahil, cerewet nan centil itu berubah menjadi pendiam seperti ini.
Tak biasa nya ia seperti ini...
Ada apa dengan Rossiana?..
( Batin ketiga lelaki itu. )
Kenapa ia menjadi seperti Cia?
Pertanyaan di benak itu, hanya bisa mereka simpan sampai tau bahwa keadaan Rossi jauh lebih baik dulu.
_____
Liu Yang P.O.V
Aku datang ke ruang anak si ' Sialan itu' dengan sihir penyamar yang melekat di tubuhku.
Ckck...jujur sedikit kesal dengan 'Dia' yang menyuruh ku untuk mendatangi anak 'Si Sialan' itu, padahal ia bisa sendiri atau langsung membunuh nya saja...tapi kenapa aku yang jadi repot.
Hah...
Aku bergabung dengan dia juga dengan tujuan utama ku, selain itu aku tak peduli dengan yang lain nya.
Sesampai nya diruangan itu, aku menatapnya sebentar dan memilih masuk tanpa menunggu lama.
Kriet...
Kalau ia sedang diculik, seharus nya meminta pertolongan dan berteriak sekencang mungkin untuk kastil gelap ini....tapi ini kenapa tidak?.
Oh...percayalah, semua puteri bangsawan dari suatu kekaisaran manapun pasti akan jijik, takut, dan tak mau mendatangi ruangan itu, yang sebenarnya adalah tempat eksekuesi.
Kulihat seorang bertudung dengan rambut putih panjang yang tergerai indah dan cadar yang melekat di wajah 'Anak' dari orang itu.
Kupikir ia sudah mati karena tak tahan dengan tempat tanpa oksigen ini + tempat ini juga sudah diberi racun yang bisa membuat seseorang mati secara perlahan.
Tapi kenapa aku merasa masih ada aura kehidupan yang pekat dan...asap hitam yang entah muncul dari arah nya...?
Tepat sudah dihadapan nya, entah kenapa dendam dan kebencian yang kusimpan untuk semua orang meledak ketika melihatnya tertidur seperti orang mati.
Ya...aku berharap ia akan tertidur selamanya, atau lebih tepat nya MATI!
Tanpa sadar tangan ku terulur untuk mencekik nya agar tak bisa membuka matanya selamanya lagi.
Akan tetapi sedikit, sedikit lagi saja!!! Aku sudah bisa memusnahkan nya, akan tetapi itu semua gagal kulakukan karena gadis itu membuka mata nya yang berwarna silever dan menatap ku dengan dingin nya.
Tentu saja aku sangat terkejut dengan itu!!
Saat sedang bergulat dengan pikiran ku, tiba - tiba suara serak dan dingin + tidak peduli itu terdengar dipendengaran ku.
__ADS_1
"Siapa kau?" Tanya nya dengan sorotan mata yang menatap ku tejam dan nada dingin nya itu.
Hening...
Itulah yang terjadi diruangan yang biasa menjadi tempat bermain ku dengan 'Dia' ini karena kehadiran gadis itu.
Perlahan otak dan pikiran ku yang masih syok mulai mencerna semua nya dan menjawab nya dengan gagap.
"Ekhem...hai kakak, namaku Liu Yang. Apakah kakak ingin bermain dengan ku?" Tanyaku dengan gugup.
Kulihat, ia masih menatap ku datar dan tak lama kemudian wajah datar itu berubah menjadi tersenyum smirk dibalik cadar nya yang tipis sehingga aku bisa melihatnya.
"Bermain ya?....heh, mari kita bermain dengan permainan yang kubuat. Adik kecil..." Ucap nya yang terdengar menyeram kan.
Glek...
Kutelan ludah ku susah payah dan mengumpati 'Orang' itu di dalam hati.
'Sial, sial, sial. Kenapa dia tak menguji gadis ini terlebih dahulu... ukh, matilah aku...' Batin nya ketakutan sampai menggigil panas dingin.
Keringat dingin menguar disekitar tubuhku, jujur ini sangat menakutkan...!
Aku yang bodoh nya masih mempertahankan senyuman gugup ku di depan nya agar dia luluh, tapi ternyata...TIDAK.
Ia malah semakin mendekati tempat ku berdiri....
_____
Bersambung...
Hai...hai guys...
Gimana kabar kalian? Semoga sehat wal'afiat ya...?! Amin...!!
Oke jadi author bakal bikin cerita ini lebih panjang dari ending yang sebelum nya author sudah pikirkan.
Oh ya...author mau curhat nih kepada Readers tercinta sekalian.
Curhat author heboh : Ok guys...author hari ini kesel bangetz!! Setelah author heboh and kece badai ini mengetahuui bahwa....
.
.
.
NOVEL KETIGA GA LULUS REVEIW!!
JADI....!!! Author mutusin buat ganti lapak aja yah gays, kepalapak yang sebelum nya author kasih tau...
Jangan lupa dibaca ya guys...
__ADS_1
Juga Jangan Lupa Like, Komen, dan Vote untuk menambah inspirasi dan imajinasi author untuk membuat eps selanjut nya lebih baik, bagus, dan menarik.
See You Later...and bye!! ♡♡♡♡