
Mereka pun mengambar segel sihir, dan kemudian pemuda berambut merah itu pun mentitiskan beberapa tetes darahnya yang merupakan keturunan langsung dari Raja dan Ratu rubah untuk melakukan ritual.
"Gyońìç." Ucapnya yang merupakan mantra sihir untuk memanggil leluhurnya yang membuat segel ini.
Angin pun berhembus kencang, sehingga banyaknya pasir yang menutupi mata. Begitupun Firance yang juga merasakan hal yang sama.
Tetapi walaupun begitu, ia tetap bertahan. Dan dilihatnya sepupu yang sudah seperti adik baginya sedang tersenyum lalu berbalik pergi meninggalkan nya yang berusaha meraih tangan sepupunya.
Sedih?
Tentu saja.
Orang mana yang kehilangan atau dikhianati oleh seseorang yang kamu sayangi dan sangat percayai.? Pasti itu sangatlah sakit sampai menusuk ke ulu hati terdalam, meskipun sakit yang kamu rasakan itu tak berdarah. Tetapi di dalam sana bagaikan di hujami ribuan duri - duri yang tajam.
Setelah selesai menyebutkan mantra itu, pemuda itu pun berbalik dan diikuti oleh seluruh anak buahnya.
"Mari pergi, tugas kita sudah selesai. Hahaha...mari rayakan perjamuan untuk kemenangan kita kali ini.!!" Serunya dengan tersnyum monster.
"Hidup ketua...!!" Sorak para pasukan nya.
Harui yang mendengar itu hanya mengikuti pemuda berambut merah, yang sekarang ini adalah sahabatnya.
....
Berbeda dengan Firance yang sekarang sedang di kepung oleh ribuan roh jahat tingkat tinggi.
Crash...
Crash...
Semakin ia tebas, monster itu malah membentuk gumpalan yang kian membesar.
'Sial...makhluk jelek apa ini.?!!" Batin Firance yang masih saja sombong.
Para roh - roh jahat itu terus saja menyerang nya tanpa henti, semakin membuat ia sedikit kualahan karena jumlahnya yang kian membanyak.
Euss....
Kali ini adalah angin yang disertai asap hitam yang pekat.
Setelah asap itu perlahan menghilang, munculah seorang kakek tua dengan dua telinga rubah di kepalanya dan maju mrndekati Firance yang masih sibuk menebas makhluk itu.
"Heh...anak muda...sadarlah. Semakin engkau bersombong hati atas yang kau miliki sekarang, kau juga pasti akan jatuh. Roda kehidupan itu slalu berputar...lebih baik sadari kesalahan mu yang sombong akan tahkta dan kekuasaan yang engkau miliki." Peringat si kakek tua dengan senyum misterius.
"Apa maksud mu.? Jelas kalau kau pasti membela generasi rubah busuk mu itu." Ujar Firance tak terima.
"Huft...sudahlah, suatu hari kau juga akan dipertemukan oleh seseorang dengan takdit indah. " Ucap kakek itu yang bola mata hitam tak berkehidupan itu menerewong jauh kemasa selanjutnya.
"Apa maksudmu.?! Jelaskan rubah busuk." Marah Firance yang masih tak mengerti makna dari kata - kata si kakek tua.
"Baiklah, waktu ku sudah tak banyak. Selamat tinggal... " Finalnya lalu membacakan mantra dan dikurungnya Firance didalam sebuah batu hitam yang besar dengan segel di dalam nya.
"Hem...baiklah sudah waktunya pergi anak - anaku..." Ucapnya lemah dan pergi bersamaan dengan angin berhembus beserta roh jahat yang tad muncul bersamaan.
....
Tahun demi tahun pun berlalu...begitupun dengan Firance yang di dalam batu hitam, yang masih memikirkan cara untuk bebas dari sini.
Entah bagaimana, batu itu sudah berada di dalam gua yang berada di pedalaman hutan kematian.
Lamanya menunggu, akhirnya ada juga aura kuat seorang manusia yang berhasil menyelami danau tanpa batas ini.
Entahlah...
Ia merasa senang seketika saat merasakan adanya hawa keberadaan manusia, yang mungkin di takdirkan olehnya.
Akan tetapi, seperti nya hawa manusia itu malah berbalik pergi. Sehingga hawa keberadaan nya pun semakin tipis.
__ADS_1
Firance yang tadi nya merasa sedikit senang pun, akhirnya kembali murung dengan tatapan tak berdayanya di dalam goa.
....
Empat Hari Kemudian....
Firance yang murung + kecewa bahwa manusia itu pergi lagi, seketika menjadi gugup karena kembali merasakan hawa keberadaan 'manusia' itu lagi.
Ia yang sebagai hewan tentu semua indra berfungsi untuk merasakan hawa keberadaan manusia setipis apapun.
Merasakan adanya seseorang yang menghancurkan ilusi itu, Firance oun semakin menantikan kehadiran orang tersebut.
Semakin dekat hawa keberadaan manusia yang ia rasakan, semakin ia takut pula.
Pasalnya, setiap manusia yang menemukan nya hanya menginginkan rasnya untuk menjadi spirit beast para manusia.
Tetapi seperti nya tebakan nya salah besar, karena yang datang adalah seorang gadis kecil yang tidak memiliki aura kultivasi sama sekali.
Bagaimana gadis kecil itu bisa masuk kesini sendirian dan menggendong seekor rubah kecil yang imut digondongan nya?...
Dilihatny gadis kecil dengan wajah datarnya mencabut sebilah pedang, yang bisa dikatakan adalah kunci untuk membuka batu yang mengurung Firance.
Dalam hati Firance senang karena bisa bebas dari sebongkah batu itu, tetapi dilain sisi ia juga tidak ingin mempunyai tuan yang seorang anak kecil.
'Akhirnya bebas...huft...Tapi sebaiknya aku mengujinya saja terlebih dahulu.' Batin Firance merasa ragu.
Iapun keluar menjadi asap hitam pekat yang mengelilingi gadis berjubah, yang tak laim dan tak bukan adalah Lucia.
"Heh, ternyata seorang manusia lemah. Cih si tua bangka itu menyegelku disini beriby - ribu tahun hanya untuk menunggu seorang gadis kecil seperti nya." Ucapnya dengan nada meremehkan.
Dilihat nya raut wajah datar nan tenang Lucia saat melihatnya, sedangkan Alex hanya menatap tak suka kearahnya dalam diam.
Gadis bercadar itu masih tak bergeming ditempatnya, ia masih memperhatikan kelakuan Firance yang sudah terbilang tidak sopan itu.
"Untuk apa kau datang kesini manusia lemah, heh gadis kecl seperti mu ingin mengontrak dewa ini seperti pendekar lainnya?! Mimpi." Ucap Firance ketus.
"Hah...sombongnya kau, bagaimana kalau kita bertaruh?! Jika kau berhasil menangkis kedua serangan ku, aku akan pergi dari hadapan mu. Tetapi jika kau kalah, aku ingin kau menjadi hewan kontrak ku. Bagaimana??" Ucap Lucia dengan smirk mengerikan.
Akan tetapi ia berusaha untuk menepis rasa resah + ketakutan dihatinya, dan memilih untuk menerima tantangan itu daripada menanggung malu.
Ia adalah raja yang paling ditakuti dieranya, jadi mana mungkin ia akan kalah dengan gadis kecil ini. Pikir Firance.
"Hahahaha...jadi kau ingin bertaruh dengan ku gadis kecil?!...Baiklah, dewa ini akan menemani mu sebentar." Ucap Firance dengan soknya.
Tanpa diketahui dan disadari oleh Firance, ternyata gadis kecil yang berada agak jauh kedepan nya, kini dengan kecepatan tinggi sudah menggores kepalanya hingga mengalami luka robek yang lumayan besar.
Entah apa yang dipakai gadis kecil itu hingga katana nya bisa mengandung unsur elemen api di bagian ujung pedang.
Syut...
Lucia kembali melancarkan srangan kedunya untuk Firance.
Karena sudah pusing dan kehilangan keseimbangan, Firace pun jatuh ketanah dengan tidak etis nya.
"Akh...." Rintih Firance.
Huh...bagaimana bisa raja agung ini dikalahkan sekejap mata dengan gadis berjubah yang datang secara tiba - tiba.
Saat ingin hendak berdiri...
Katana tajam Lucia sudah berada tepat dikedua mata reptilnya.
"Aku...akh...aku menyerah..." Rintih Firance kesakitan.
"Ahahahah...dasar ular jelek, kau sih...berani sekali mengejek si ratu es ini. Apakah kau tak tahu bahwa yang sedang kau tantang ini adalah reinkarnasi Dewi Kematian yang terakhir." Ketus Alex yang masih menatap tak suka kearah Firance.
Sedangkan Firance masih menatap kearah Lucia tak percaya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin?
Apakah benar yang sedang ia tantang tadi adalah Dewi Kematian berikutnya?.
"Hm..." Lucia masih saja menatap Firance dingin nan acuh.
Firance yang sudah mengeluarkan terlalu banyak darah pun hanya bisa diam dalam sakitnya karena dua serangan Lucia.
Ia pun memejamkan matanya, dan berubah menjadi wujud manusia nya yang tampan dan menawan itu.
Tanpa disadari Lucia sedari tadi sudah mendekatinya untuk mengobatinya saat ia memejamkan matanya.
Karena merasakan ada yang mentrasfer Qi kedalam detiannya yang terluka parah, ia pun membuka kedua matanya dan melihat adanya Lucia yang sedang mengobatinya dengan kekuatan cahaya.
Ia pun tersentak kaget, ada seseorang yang bisa mengeluarkan dua elemen sekaligus kah?
Meskipun ia adalah keturunan dewi langsung, belum tentu ia dapat mengeluakan dua elemen secara bergantian.
Dan...sepertinya, gadis bercadar itu sudah terbiasa mengeluarkan nya secara bergantian.
Selesai mengobatinya, gadis bercadar itu pun langsung pergi menjauhi nya dengan rubahnya yang sudah digendongan nya.
Firance yang masih tau terima kasih pun mengejarnya dan berniat minta maaf atas tindakan nya yang sangat tidak sopan.
Ia dengan terburu menghadang Lucia untuk keluar dari dalam goa dan berdiri dihadapan gadis bercadar itu sambil bersujud.
"Ada apa? Cepat pergi dari hadapan ku, sebelum aku berubah pikiran dan memusnahkan mu dari hadapan ku." Ucap Lucia dingin.
"Maafkan hamba yang bodoh ini yang mulia sampai tidak mengenali aura anda. Dan hamba yang bodoh ini memohon untuk mengikuti mu selama sisa hidup hamba." Mohon Firance dengan mata penuh harap.
Lucia yang melihat itu sebenarnya agak iba sedikit, walaupun begitu ia tahu bahwa spirit beast tidak bisa di paksakan ingin ikut dengan dia atau tidak. Ia juga menyadari bahw ia sudah tidak sopan memasuki kawasan seseorang tanpa izin dan menyerangnya.
Akhirnya ia pun tampak berpikir untuk menerima Firance apa tidak.
Huh...
"Hm...Alex, bagaimana menurut mu?" Tanya Lucia.
"Terima saja lah ia Cia. Tak lihatkah engkau ia sudah seperti hewan terlantar didalam goa ini sendirian." Ucap Alex dengan sedikit nada mengejek.
Jujur saja, Alex masih ingat betap tak sopan nya ular bodoh itu kepada tuan nya dan ia sendiri.
"Baiklah..."Ucap Lucia yang sudah memutuskan.
Firance pun tersenyum senang + tulus nya, yang mampu membuat para wanita tersipu malu.
"Terimakasih tuan." Ucap Firance senang.
"Ckck...panggil saja Cia." Ucap Lucia cuek.
Sejak dihari itu hidup Firance selalu bahagia, karena ia mendapat tuan baru meskipun dingin nan cuek juga ia mendapat teman baru yang memang sedikit menyebalkan.
Dan perjalanan mereka pun berjalan hingga kini hari sampai selamanya, walaupun berliku - liku dan agak sulit untuk dihadapi. Akan tetapi jika mereka bersatu pasti mereka bertiga bisa melewatinya bersama - sama hingga akhir perjalanan Time Travel QueenLy.
Flashback Off....
———
Bersambung...
Huhuhu...sebenarnya author sad sendiri sama kisah dulunya Firance.
Memang sih, sempat bingung dengan alurnya kayak gimana nantinya.
Tapi author pasti bakalan berusaha untuk memundahkab pembaca agar mengerti alur cerita Time Travel QueenLy ini.
Sekian..
__ADS_1
Thanks You And See You...♡♡