
Lucia yang sedari tadi masih dipandangi oleh Venos pun menamparnya agar kakak laki - lakinya itu sadar dari lamunan nya yang tak jelas.
Plak!!.
"Auh...sakitnya, Lucia kenapa kau menamparku sih." Ucap nya sambil memegang wajahnya yang ditampar oleh Lucia dan memakai wajah ingin menangisnya agar dapat perhatian Lucia.
"Berhenti melihatku. Aku tak suka dipandangi!!!." Ucap Lucia marah.
Venos hanya menunduk, tak berani menatap Lucia yang sedang marah.
Alex dan Firance bergembira melihat laki - laki penggoda yang diketahui adalah kakak nya Lucia.
Mereka berdua pun mencari kesempatan itu untuk memanas - manasi Venos dengan bermanja - manja dengan Lucia dipangkuannya.
'Cia, aku mau itu.' Telepati Alex dan Firance dengan wajah lucunya menunjuk daging rebus yang Lucia makan.
Lucia yang menerima telepati itu hanya menuruti saja dan menyuapi kedua nya dengan tenang serta perhatian.
Sedangkan Venos sendiri cemburu melihatnya perhatian hanya kepada spirit beast nya saja.
"Cia, aku juga mau. Aaaa..." Ucap Venos yang ikut - ikutan berlagak imut.
Alex dan Firance pun menggeram kesal, kenapa orang ini begitu tak tahu malu.
"Bukankah kau mempunyai tangan.?" Balas Lucia kesal, Alex dan Firance tertawa senang didalam hati mereka.
Venos yang ditolak pun cemberut dan kecewa lalu melanjutkan makannya sendiri dengan ngoceh - ngoceh tidak jelas.
Lucia tak menanggapi ocehannya dan hanya fokus dengan makanannya saja.
———
Mereka saat ini sudah selesai makannya dan Venos pun berbicara duluan.
"Cia, maukah kau ikut gege ke Sekte Sekai untuk belajar disana bersama ku" Ajak Venos kepada Lucia.
"Hm...boleh aja." Balas Lucia acuh nan dingin.
Yah...setelah dipikir - pikir tak apa lah. Untuk refreshing sekalian menambah pengetahuan tentang dunia ini.
Mereka pun akhirnya melesat pergi ke akademi tempat Venos belajar disana dari kecil sampai sekarang.
———
Sesampainya mereka di Sekte Sekai, tempat yang Venos bilang tadi.
Mereka pun langsung masuk dengan jalan yang dipimpin oleh Venos karena ia lebih terbiasa disini.
Para murid yang lainnya, yang melihat ketua tim inti membawa seseorang masuk pun bertanya - tanya.
"Menurutmu siapa yang dibawa ketua inti kedalam akademi ini ya.?" Ucap Si Meng, murid perempuan tim inti.
"Hah...aku juga tak tahu siapa yang dibawa oleh kakak seperguruan?.." Balas Xi Cuxi murid perempuan tim inti.
"Aish...kalian para cewek bisanya cuman menggosip saja." Ucap Hu Hurui datang satu teman laki² yang seumuran dengan mereka yang menatap dingin kearah tiga orang yang sedang bergosip ria itu.
Iapun terus jalan tanpa memperdulikan ketiga orang itu lagi.
————
Lucia kini sedang berada di ruangan ketua Sekte Sekai tengah membaca buku dan duduk bersama dengan Venos yang sedari tadi terus memandanginya.
Ingin rasanya Lucia congkel mata itu terlebih dahulu dan membacoknya layaknya ayam cincang jika Venos bukan kakak kandungnya.
Tak lama kemudian ketua Sekte Sekai pun muncul dari balik pintu.
"Salam hormat ketua Sekte Sekai." Ucap Venos dengan tertunduk hormat.
Sedangkan Lucia malah diam memperhatikan ketua Sekte itu lekat - lekat.
"Kenapa kau tidak memberikan hormat kepada ketua Cia.?" Ucap Venos setengah berbisik karena didepannya masih ada ketu Sekte Sekai yang menunggu.
"Aku tidak mau tunduk dengan siapa pun kecuali tuhan dan ibu yang sudah melahirkan ku." Balas Lucia dingin matanya tak pernah mengalihkan pandangan nya untuk menilai pria tua yang disebut sebagai Katua Sekte Sekai itu.
__ADS_1
"Cia..." Sebelum Venos memarahi Lucia, ia didahului oleh suara ketua Sekte Sekai itu.
"Tidak apa², kau Lucia yang ingin mendaftarkan diri menjadi murid di Sekte kami kan?." Ucap pria tua itu.
"Hm...lebih tepatnya aku kesini bersama gege ku ini hanya menemani sementara saja. Jadi jangan khawatir, aku disini untuk bisa bertemu gege ku walau sebentar tapi aku mampu membayar uang sewa selama aku tinggal disini kalau anda keberatan." Tutur Lucia sambil memandang dingin ketua sekte sekai.
Ketua Sekte Sekai itu pun langsung tertegun mendengar ucapan berani Lucia.
Jujur ia belum pernah ada seseorang yang pernah memarahi nya karena auranya yang sangat agung.
"Hem...tak apa², sekte kami masih mampu menanggung satu murid lagi saja." Ucapnya sembari melempar senyum tulus kepada Lucia.
"Baiklah, terima kasih ketua sekte." Balas Venos dan langsung menarik tangan Lucia keluar ruangan itu.
.....
Diluar ruangan Venos kembali memaki Lucia karena bersikap tak sopan seperti itu kepada penyelamatnya.
"Cia, kamu harus lebih sopan lagi kepada orang yang lebih tua." Tegur Venos sambil menatap lekat kedua bola mata indah milik Lucia.
"Hm..."Balas Lucia, jujur saja ia tak mau melawan atau membantah keinginan keluarga nya.
Sekarang ini hanya kakak pertamanya saja yang baru ditemukan olehnya. Jadi ia harus menuruti semua perkataan dari gege nya itu.
"Huft...yasudah mari kuantar ke asrama yang akan menjadi tempat tinggalmu kelak disini." Ucapnya sembari membuang nafa secara kasar.
"Hm..." Balas Lucia malas.
Akhirnya mereka berduapun pergi ke asrama khusus untuk perempuan.
————
Sesampainya mereka di asrama para perempuan, Venos pun segera pamit kepada Lucia katanya sih ia ada urusan sebentar.
Jadi ia memberikan kunci kamar bernomor itu ketangan Lucia.
Lucia hanya diam dan berjalab masuk ke dalam asrama khusus untuk perempuan.
Saat ia masuk banyak pasang mata yang melihat penampilannya dari atas sampai bawah.
"Hai...perkenalkan nama kami adalah Si Meng Dan temanku ini adlaah Xi Cuxi." Ucap Si Meng tersenyum ramah kearah Lucia.
"Lucia." Balasny dengan dingin, perkenalan nama Lucia yang begitu singkat.
Mereka berdua terkejut melihat sikap yang sangat dingin Lucia, mengingatkan mereka berdua kepada teman laki² yang waktu itu berjalan dan mengabaikan mereka.
"Ehem...baiklah, kau pasti mencari nomor kamarmu, sini biar kuantar." Ucap Xi Cuxi dan dibalas anggukan oleh Lucia.
Sebenarnya Lucia bisa saja menggunakan mata dewi nya untuk mencari nomor asrama, karena malas mengaktivkan nya ia memilih berjalan untuk mengenal tempat ini lebih lanjut.
Tapi sekrang ada yang menawari bala bantuan, jadi ia tak perlu bertanya - tanya seperti orang bodoh kepada murid lainnya.
Akhirnya mereka pun pergi menuju kamar Lucia yang mendapatkan angka nomor 34.
....
Setelah berjalan tak begitu lama, mereka bertiga pun sampai Xi Cuxi mendongakkan wajahnya menatap wanita bercadar yang lebih tingginya juga akan menjadi teman sebelah kamarnya itu.
"Trima kasih." Ucap Lucia singkat dan langsung masuk kedalam kamarnya tanpa melihat kedua perempuan yang mengantarnya tadi.
"Huft...satu murid dingin dan cuek bertambah lagi selain si We Li itu, semarang ada lagi yaitu Lucia. Huf..." Helaan nafas mereka pun terdengar sperti orang yang bersabar untuk melwati berbagai rintangan.
......
Lucia saat ini sedang tidur - tiduran dikamarnya.
Ia tak habis fikir dengan kedua orang tuannya itu. Kenapa tak memberi tahunya kalau ia mempunyai satu kakak dari dulu.
Huf...
Akhirnya ia memutuskan untuk menghabiskan waktunya untuk membaca buku tentang jurus² elemen sampai malam hari.
————
__ADS_1
Dikekaisaran iblis...
Para warga resah akibat kedatangan Dewa Dan Dewi yang datang menyerang ke dunia neraka, tempat keluarga Lucia berada.
Sudah satu bulan lalu semenjak kepergian Lucia waktu itu.
Para pangeran pun bersiap tempur, begitupun Weiwei yang juga sudah siap melindungi permaisuri dan para wanita lainnya agar tak terluka dari serangan dadakan itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi?." Ucap Kaisar iblis yang sekarang sedang berada diruang rapat bersama para mentri dan para pangeran.
"Hm...mungkin saja jalang itu sudah berhasil menghasut 'nya' sehingga menjadi seperti ini." Ujar pangeran Leomord dengan wajah serius nya.
"...atau mereka menyerang hanya untuk mengalihkan perhatian dari kawanan kita yang berada di dunia atas." Ucap Pangeran Arthur.
Komentar demi komentar dilontarkan oleh orang² yang berada diruang rapat saat ini.
Sedangkan Weiwei saat ini sedang ditemani oleh Pangeran Villiam untuk menyembuhkan lukanya karena melindungi para wanita² kerajaan iblis sendirian.
Dengan telaten ia mengusap luka² gores yang berada disekitar tubuh Weiwei.
"Terima kasih." Ucap Weiwei dengan senyuman tulus nan imutnya menurut Pangeran Villiam.
(Memang ya...cinta itu buta, tak bisa ditunggu dan dicari tetapi ia akan datang dengan sendiri nya dari waktu ke waktu.)
"Ekhem...tak apa², bukankah ini sudah wajar dilakukan oleh kekasih jika salah satu pasangannya terluka." Ucap Pangeran Villiam dengan wajah yang merona memegang tangan mulus Weiwei.
Begitupun Weiwei yang merasakan perasaan hangat ketika melihat Pangeran Villiam mengobatinya dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus.
————
Di Sekte Sekai, Lucia yang sedari tadi merasakan firasat tak mengenakan pun langsung melihat semua kejadian melewati mata dewinya yang bisa melihat ini dan itu.
Ia pun menggeram marah mengetahui bahwa keluarga angkatnya di neraka diserang oleh pasukan dewa dewi.
Lucia tak habis pikir dengan ayahnya yang sekarang menjabat sebagi pemimpin istana putih bisa menyerang keluarga angkatnya yang tak mencari masalah terlebih dahulu.
Huft...
Helaan nafas dibuang secara kasar oleh Lucia karena pusing memikirkan kejadian yang menimpa ia dan para keluarga nya itu.
....
Sudah tiga hari berlalu dengan hari dimana penyerangan tiba² di kerahkan dewa dewi itu.
Tiga hari ini Lucia menjalani harinya dengan baik dan lancar, ia juga sudah mulai bisa berbicara dengan Si Ming dan Xi Cuxi lebih banyak karena mereka setiap harinya datang membawa kue dan menceramahi dirinya itu membuat Lucia sedikit pusing mendengar itu setiap hari.
Ia juga mendapat kabar dari gege dan kedua orang yang menceramahinya setiap hari yang bisa dianggap temannya itu bahwa sebentar lagu akan diadakan pertandingan antar sekte.
Lucia tak ambil pusing dengan itu, karena ia setiap harinya mengurung diri dikamar asrama nya dan berlatih bersama Alex dan Firance.
....
Saat ini Lucia seudah bersiap - siap dengan seragam sekte yang diberikan oleh pihak sekte untuk para muridnya.
Sangat cantik. Seperti seorang pendekar wanita karena ia menaruh katana tajamnya di sebelah pinggangnya dan menambah kesan misterius dengan tetap memakai cadar yang senada dengan seragam nya.
Rambut putih yang berkibar diudara dengan bebas menambah kesan cantik yang agung kepada dirinya.
Setelah selesai bersiap - siap, ia juga tak lupa mengajak Alex Dan Firance untuk ikut dengan nya saat perkenalan murid nantinya. Karena ia malas sekali meladeni murid² lain yang ingin dekat dengannya.
Iapun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ketempat latihan berpedang, sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh kakak nya kemarin.
———
Bersambung...
Hai...hai...
Gimana kabarnya? Baik - baik ya!! Amin!.
Hari ini author double up ya Guuyys..
Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote Ya Guyzzz .....~..~
__ADS_1
See You...♡♡