
Author P.O.V
Kembali kepada pemeran utama kita...
Saat ini Lucia dan yang lainnya sudah keluar dari dunia portal yang aneh itu.
Yah...kurang selebih mereka ada di sana. Artefak ketiga untuk membuka gerbang dimensi dunia atas pun kini sudah berada di tangan Lucia juga beberapa benda - benda yang mengandung sihir dianggap tidak berguna oleh Lucia.
"Fiuh...akhirnya kita keluar dari portal mengerikan itu!" Ucap Rossiana senang, riang dan gembira.
Penyihir bertopi itu pun mengibaskan rambutnya karena gerah sehingga mengenai wajah Alex.
Alex yang terkena kibasan rambut Rossiana yang berwarna kuning bergelombang itu pun menjadi sangat kesal dengan orang ini.
"Ckck...hei centil, bisakah kau berhenti mengibaskan rambut mu yang suda sebulan tak keramas itu." Decak Alex kesal.
Rossiana pun menatap dengan tajam dan tersirat sorotan tak suka dimatanya.
"Grrr...berhentilah mengejek rambut ku yang indah sebelum aku marah kepada mu rubah jelek!" Ledek balik Rossiana dengan sinis.
"Apa kau bilang?!! Dengar ya...aku tidak jelek. Bahkan wanita diluar sana banyak yang memujiku tampan dan bergaya!" Balas Alex tak terima, dengan pose sok ganteng bagai model abal - abal.
"Hih! Kupastikan para wanita yang memuji mu tampan mempunyai masalah mata yang sudah akut!" Ucap Rossiana.
Lucia yang mendengarnya sangat jengkel dan mencoba untuk menenangkan diri dengan memakai earphone nya.
Akan tetapi tetap saja, suara kedua orang itu terdengar sampai gendang telinga bagai toa.
'Sabarkan dirimu Cia...tenang...tenang...~. Huft!' Batin Lucia walaupun sudah tersorot emosi paling dalam.
Sedangakan Blacky hanya menyimak dan sesekali mencuri pandang ke arah Lucia.
Firance yang sedang makan permen pemberian Lucia ( Tepatnya mengambil sendiri ) pun tak memperdulikan keadaan Alex dan Rossiana yang sedang bertengkar sambil memikirkan wajah manis Lucia bila tersenyum.
'Ah...bukankah kalau si ratu es tersenyuk akan semanis permen karet yang sedang kumakan. Hahaha...indahnya membayangkan bila ia tersenyum manis kepadaku...' Batin Firance halu ketinggian.
__ADS_1
Balcky yang diam tadi pun akhirnya membuka suara untuk bertanya.
"Cia...kemana tujuan kita selanjutnya?" Tanya Blacky serios.
Lucia yang memandang kedepan pun akhirnya berbalik kesamping dan memandang Blacky dengan rumit.
"Em...entahlah. Akupun bingun ingin kemana! Artefak keempat sepertinya tak mudah didapatkan seperti artefak 1,2, dan 3." Jelas Lucia dengan mata menyorot jauh kedepan.
"Huft...bagaimana bila kita menginap diruang dimensi dulu saja?" Usul Blacky, sambil menggaruk ujung hidung mancung nya.
Lucia segera menatap Blacky lagi, dengan tatapan dingin, tajam dan menusuk.
"Hm...kurasa itu bukan hal yang bagus. Bagaimana bila kita mencari penginapan di sekitar sini, lalu...kau tau apa yang ku bicarakan blacky?" Ucap Lucia dengan pandangan interogasi yang kuat.
Glek..!
"B-baik!" Ucap Blacky takut.
Akhirnya mereka pun kembali menelusuri tempat yang mereka tak tau ini juga untuk mencari penginapan di iringi oleh keributan Rossiana dan Alex yang tak ada habisnya.
_____
"Tuan...ia sudah berhasil merebut artefak itu dari kami..." Ucap seseorang lelaki dengan pedang dibelakang nya sedang bertekuk lutut.
Prang!!!
"Ckck...dasar tidak berguna! Bagaimana bisa mengurusnya yang masih sekecil itu!" Ucap seseorang yang duduk di singgahsana yang dihiasi akar hitam juga sumbu menjijikan bergerak hidup, seperti tanaman pemakan apapun.
Disebelahnya terdapat seorang anak laki - laki berusia 15 tahun dengan wajah putih dan kulit pucat seperti mayat yang mulai mengeluarkan smirk jahatnya.
(Author : Sama - sama hot ya....~ Au...๐ ๐๐คญ๐คซ)
__ADS_1
"Tenang ayah.~ Bukankah kedua orang tidak berguna ini diharuskan berada di penjara bawah untuk menyiksanya agar melakukan tugas dengan baik." Ucapnya menatap kedua orang yang sedang bertekuk lutut seperti daging siap santap.
Pria di singgahsana itu kemudian ikut tersenyum.
"Baiklah Fu Lan, kau bisa bermain dengan dua orag tak berguna itu." Ucapnya diiringi senyum iblis yang tiba - tiba muncul di wajah tamvan nya.
Dua orang yang sedang bertekuk lutut itu yang tak lain adalah Liu Yang dan Pi Fei merinding ketakutan.
Sedangkan kedua orang yabg sedang duduk, yang kita ketahui adalah Lu Han Dan Fu Lan itu pun tertawa kesenangan.
"Kikiki....baik ayah." Ucapnya lalu membawa Liu Yang dan Pi Fei menggunakan sihir dengan. mudahnya.
Ia pun berjalan meninggalkan ruangan yang memiliki aura tak sedap itu.
Akan tetapi baru saja Fu Lan di depan pintu, Lu Han sudah mengelurkan suara berat khas lelaki nya lagi.
"Anak ku...jangan lupakan tugasmu setelah bermain dengan kedua tikus itu." Ucapnya tenang sambil menyeruput darah amis yang berada di cangkir cantik sebelahnya.
"Baik ayah..." Ucapnya, lalu melenggang keluar dengan kedua orang yang dibawanya menggambang diudara menggunakan sihir yahitam berbentuk angin topan itu santai.
_____
Bersambung...
Hai ...Hai. I'm Comback!!
Um...dhlah author males ngetik lain kali aja author bawakan cerita author akhir - akhir ini. Lagian hidup author akhir - akhir ini butek sama kayak mukanya.
Oh ya...thank's yang dh mau mampir author g nyangka udh lumayan banyak y...semoga bisa masuk rank tiga...( Halu )
Huhu..akhir - akhir ini author sedih karena like nya makin turun, para readers yang baca mohon like and komennya donk...biar author semangat lagi!!!
Okay?!!!...Jangan Lupa Like, Komen, Dan Votenya ya...
papay...See you all โกโกโก...
__ADS_1