Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
20. Anastasia the lonely girl ll


__ADS_3

Tampak seorang gadis begitu menawan berambut hitam indah berusia 15 tahun berjalan sendiri di lorong sebuah mansion yang besar dan cukup gelap dengan lilin di dekat tembok lantai sebagai penerangan, menggeledah lemari dan menggeser setiap porselen di setiap jalan nya seperti mencari sesuatu.


Itu adalah Ken yang menggunakan tubuh avatar berwujud Anastasia, dia mencari apakah ada diary atau sesuatu yang berguna di sekitar.


"Sial selama ku melakukan hal ini hanya menemukan 1 kunci lain, kunci ini bagus berbeda dengan kunci gudang tapi untuk apa?" ucap ken memegang kunci dan membandingkan keduanya.


"Yasudah harus tetap mencari, tetapi kenapa semakin aku berjalan semakin tidak ada akhir, hal ini benar benar menyebalkan!"


"Apa ini labirin loop lagi? yah... semoga saja tidak ada yang mengejar."


~Clingk


"Anastasia... "


Sebuah suara memanggilnya dari belakang disertai dengan suara rantai yang diseret, Ken memucat walaupun seharusnya sudah menduga hal ini akan terulang, tetapi yang bisa diharapkan adalah dia bisa menyelesaikan misi nya dengan mudah dan santai.


"Anastasia... "


Suara yang memanggilnya semakin dekat rantai yang di seret juga mendekat, tampa basa basi lagi Ken melempar porselen di meja dengan keras tepat di wajahnya, kemudian langsung lari dia hanya melihat dengan sekilas wujud monster itu.


"Sial... kampret harus cepat kabur!"


Ken berlari sekuat tenaga dengan wujud fisik yang lemah kecepatan nya tidak begitu cepat, si monster dengan cepat mengejar nya.


[ Ding ~ Menampilkan informasi yang mungkin berguna.]


[Ding~ deskripsi : Hantu kakak tiri ke dua


Ras : Monster hantu


Hobi : Mengikat dan mengunci Anastasia di gudang gelap


kemampuan spiritual : Fisik yang cepat.]


"Terima kasih pemberitahuan nya tetapi itu tidak berguna untuk sekarang!"


Ken hanya bisa berlari di kejar Kakak tiri ke 2, terus berlari walaupun kakak ke 2 punya keunggulan fisik yang cepat dia tidak segera menangkap Ken terlihat hanya berlari mengejar nya seakan bermain main.


...


~Huft.


"Sial... ini mulai melelahkan... si kampret masih mengejar!"


Ken hanya bisa berlari hingga melihat sebuah pintu ruang terlihat sedikit terbuka, melihat itu dia langsung bergegas masuk melihat sekitar menemukan lemari, Ken bergegas masuk ke dalam nya berniat bersembunyi dari kejaran hantu kaka tiri ke 2.


Si kakak tiri ke dua melihat Ken masuk ke dalam sebuah ruangan, dia masuk dengan senyum yang menyobek pipinya, saat masuk dia menemukan ruang kosong hanya 1 lemari di sana, mendekati dengan perlahan hendak memeriksa nya.


Tepat saat memegang pegangan pintu sebuah suara porselen pecah berasal dari luar ruangan mengalihkan nya, mendengar itu Kaka tiri ke 2 segara keluar untuk melihat yang merasa mungkin Ken sudah di luar.

__ADS_1


...


Huff


Huff


"Sial hampir saja jantung ku mau copot karena nya, timing suara pas sepertinya ini keberuntungan ku!"


Ken beranjak keluar dari lemari hendak melanjutkan perjalanan nya dan dia juga tidak bisa menetap di tempat sama dengan lama mungkin itu akan membuat nya tertangkap oleh para kakak.


Tepat ken keluar sebuah surat jatuh dari atas lemari tempat Ken sembunyi, penasaran ken mengambil nya namun kertas itu berubah jadi cahaya masuk ke dalam buku diary yang di bawahnya.


Ken langsung membuka diary tesebut untuk membacanya.


> Diary ke tiga halaman 3


Kakak kedua membawa rantai hendak mengikat dan mengurung ku, yang bisa ku lakukan hanya bersembunyi di dalam lemari ini, tapi itu tidak cukup aku ketahuan dan seret ke ruang gelap, aku ketakutan tolong.


"Sial, diary ke tiga si para kaka mulai gila, tetapi apa tujuan nya? ini ada yang ganjil!"


"Kunci ini mungkin akan berguna!" ucap ken memegang kunci di tangan nya.


Ken keluar ruang tersebut melanjutkan perjalanan di lorong yang terlihat loop, dia hanya bisa melakukan hal itu.


...


Berjalan terus berjalan Ken akhirnya menemukan ruang dengan tangga besar di sana, dari yang terlihat itu sepertinya ruang tengah melihat dengan senang Ken menuju tempat itu.


"Anastasia... "


Karena dia merasa sudah hampir dekat ujung tangga atas dia menengok ke belakang melihat sesosok monster bungkuk dengan tentakel di punggung nya.


"Ah.. itu kaka pertama untung saja dia lebih lambat! sebaiknya cepat pergi!"


Ken berjalan menyusuri lantai kedua hingga menemukan sebuah pintu dengan simbol sama dengan pegangan kunci ke dua yang di temukan.


Dengan cepat Ken langsung mengerti pasti ada hubungan nya dengan kunci ini itu yang terpikir di pikiran nya.


Ken mendekati pintu tersebut memasukkan kuncinya, kemudian memutarnya membuat pintu itu terbuka.


Saat pintu itu terbuka Ken melanjutkan untuk masuk dan memeriksa nya, terlihat sebuah ruang yang bagus dengan hiasan indah menghias nya kasur besar meja lemari yang terlihat seperti dari emas, hal itu membuat ken ingin menggeledah nya berharap menemukan sesuatu yang bagus.


Dia memulai dengan menggeledah lemari, laci bawah kasur atas lemari hingga dia menemukan sebuah catatan dan 1 lembar diary serta 1 kotak misterius.


Untuk catatan diary itu langsung masuk dan melengkapi diary tersebut, untuk catatan dia menemukan sesuatu yang aneh, sebuah tulisan bertuliskan cara merubah orang menjadi hantu.


> Untuk menciptakan nya di butuh kan 1 nyawa gadis yang cantik menawan ada beberapa tahap yang harus di selesai kan untuk itu :


- Langkah 1 Sang gadis harus lah cantik.

__ADS_1


-Langkah 2 Sang gadis harus kehilangan ibu kandung nya kemudian ayahnya


-Langkah 3 Sang gadis harus tersiksa dari umur 15 tahun atau seterusnya.


- langkah terakhir gadis itu harus mati setelah nya kau dapat menciptakan hantu kuat yang bisa kau kontrol.


Melihat itu Dengan marahnya Ken merasa tidak perlu untuk membuang waktu lagi orang sesaat itu harus mati itu yang terpikir oleh Ken yang benar benar marah.


Tatapi sebelum itu Ken tahu membunuh tidak akan menyelamatkan nyawa yang sudah hilang, dengan berusaha sabar Ken membaca diary berharap bisa menenangkan nya, namun dugaan ya masih salah dia malah makin marah.


Saat membaca diary itu bertuliskan


> Diary ke duapuluh halaman 20


mungkin ini akan menjadi akhir ku tetapi aku tidak tahu, aku bercita-cita menjadi penulis puisi yang indah namun tidak ada hal indah di kepala ku dan aku hanya bisa menulis ini


Gelap senyap datang


Membawa cambuk berlumur darah


Jeritan isak tangis terdengar


Sunyi setelah nya


Menyisakan tubuh lemas


Tak berdaya hilang akhirnya


Anastasia gadis cantik tersenyum


Melambai berkata "ketemu "


Ribuan - ratusan jarum dimuntahkan


Menyisakan tubuh tak bernyawa


Ku harap yang membacanya akan senang saat aku datang.


Membaca kata yang ambigu dan puisi yang tidak mengenakan yang dia buat dari siksaan terus menerus, membuat nya marah dengan keluarga tiri nya. Dia ingin menenangkan diri nya agar tidak terburu buru hingga memutuskan untuk keluar dari ruang mencari tempat sembunyi sementara.


Tidak butuh waktu lama saat ken keluar dari ruang tersebut membawa diary dan sebuah kotak yang belum sempat di buka nya.


~Anastasia.


Secara tiba-tiba sebuah bayangan dan suara memanggilnya Ken terkejut belum sempat merespon.


~Boom.


Sebuah pukulan keras di belakang kepala nya membuat dia jatuh dengan lemas.

__ADS_1


Dengan kesadaran yang mulai pudar Ken seperti di seret oleh suatu mahluk entah di bawa kemana, hingga akhirnya dia pingsan tidak sadarkan diri karena pukulan keras sebelum nya.


__ADS_2