Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Kehancuran ll


__ADS_3

Tampak Ken dan Mary berjalan di Koridor yang gelap suram terlihat noda darah di tembok putih, dan banyak tubuh manusia tak bernyawa yang terlihat sudah membusuk hampir tinggal belulang.


"Papa tempat ini kenapa banyak tubuh manusia tak bernyawa disini?" Ucap Mary itu melihat sekitar nya.


"Bukannya sudah ku bilang mereka korban malpraktik! apa kau lupa?" Ucap Ken menanggapi pertanyaan si gadis kecil di sebelah nya.


Mary mendengar Ken dengan kesal dia membuat wajah marah anak-anak, menggembung kan pipinya dan memerah.


"Aku belum selesai bicara papa!"


Terkejut dengan Mary yang membentak dirinya, di sisi lain dia juga penasaran apa yang di mau Mary.


"Maksudnya?"


"Selain tubuh manusia itu ada sebuah benda mirip benang transparan di sana, dan itu seperti mengalir energi begitu tipis hingga tak terlihat!"


Mendapatkan jawaban dari Mary Ken segera memeriksa dengan lebih teliti, saat ini dia meningkatkan biaya penggunaan ability nya itu membuat Ken dapat melihat benang yang di maksud.


Namun belum sempat menyelidiki lebih lanjut tubuh tak bernyawa tersebut bangkit, mereka bangkit satu persatu menyerang Ken dan Mary.


Kedua nya tidak memiliki pilihan lain karena jalan koridor sudah tertutup, mereka hanya bisa bertarung, Ken menyiapkan belati berwarna gelap dan berkarat yang dia simpan di belakang punggung nya, sedangkan Mary menyiapkan pisau tampa batas yang bisa di muncul kan di manapun.


"Sakit... Tolong! "


Ken terkejut tubuh tersebut sepertinya masih hidup, sedangkan Mary tidak merespon apapun tetap melanjutkan pertarungan nya.


Melihat itu Ken menahan tangan Mary dan mundur ke tempat lebih leluasa, dia saat ini bergerak cukup cepat sebelum Mary menebasnya.


"Berhenti! Mary, mereka masih hidup!"


Mary bingung mendengar perkataan Ken, dia sudah mengecek nya tidak ada tanda nafas apapun dari mahluk itu.


Setelah melihat Ken yang terlihat serius akhirnya memutuskan memeriksa nya kembali.


"Papa sepertinya kamu di tipu!"


"Apa maksud mu?"


"Mereka memang berbicara dan terlihat kesakitan, sebenarnya sudah mati Itu disebabkan tali yang menghubungkan mereka juga bisa mengembalikan nyawa mereka, tetapi hanya tampak menjadi boneka yang dapat di kendalikan!"


Mendengar hal tersebut Ken memikirkan apa yang di ucapkan Mary, karena Mary mahluk spiritual boneka yang di kutuk dia lebih sensitif soal kematian dan energi supranatural lainnya.


"Mary apa mungkin mereka merasa kesakitan karena fisik mereka yang hancur serta membusuk?"


"Sepertinya iya!"


Ken kesal melihat hal tersebut, dia berpikir memang benar tempat ini harus di hancur kan, dengan marah Ken menebas tubuh tersebut satu persatu beserta benang penghubung, dia berniat membebaskan penderitaan semua korban.


Karena Belati Ken itu item special, itu bisa memotong benda spiritual dengan mudah.


Mary yang melihat hal itu terkejut karena tidak pernah melihat Ken yang begitu marah, hingga semua nya habis tak bersisa tubuh tak bernyawa tersebut sudah habis terpotong beserta benang penghubung.

__ADS_1


...


"Mus.. Mustahil! mahluk apa apaan kau ini? tidak mungkin kau 001!"


Terlihat seorang pria dia bersembunyi di dalam ruangan, tepatnya di bawah meja dia bergidik ketakutan dengan apa yang dilihat.


"Tidak mungkin 001 punya kemampuan memotong benang nyawa yang di ajar kan oleh direktur!"


~Brak!


Tusukan pisau menancap menembus meja yang digunakan pria itu bersembunyi, pisau berwarna putih dengan beberapa noda darah yang masih tertinggal.


"Ketemu!"


Di saat itu suara terdengar manis lembut namun dingin dan datar, pria itu panik keluar dari persembunyian nya.


"Benar kata papa! ada seseorang bersembunyi menyembunyikan nafasnya!"


Mengeluarkan pisau lain Mendekati pria yang ketakutan tersebut.


"Penampilan rambut pirang lurus mata biru bagai blue diamond baju goth lolita hitam itu, apa mungkin kau curse doll Mary?"


"Oh! kau kenal aku?"


"I- iya aku mengenalmu kau ada di berkas yang di berikan direktur, di katakan kau hanya bermain dengan manusia tidak membunuh nya!"


Tersenyum dengan jawaban pria itu Mary tertawa kecil. "Ki hihi, kau benar!"


"Tapi... Bila papa menyuruh ku menghabisi mu itu akan kulakukan!"


Senyum harapan pria itu langsung lenyap tak bersisa, dia saat ini berada dalam ambang kepahitan menjelang kematian.


"Tapi, bukan nya kau tidak akan melanggar rumor mu, di tambah bukanya kau tidak pernah menghabisi manusia manapun!"


"Hee, kata siapa aku tak pernah mengambil nyawa seseorang, dan kata siapa aku tidak boleh melanggar rumor! itu semua hanya permainan bagiku!"


"Kau juga menjadi mainan ku!" Ucap Mary dengan nada dingin penuh haus darah di setiap kata nya


Mary mendekat lebih cepat, kemudian darah terciprat di tembok belakang pria tersebut itu juga membuat baju dan wajah Mary terciprat oleh darahnya.


Tersenyum kecil Mary meninggal kan tubuh dengan leher teriris, dengan darah di sekitar tempat itu dan baju serta wajah nya.


"Hihi!"


......................


"Sial ampas banget tahu seperti itu aku membawa obat mabuk perjalanan!"


Terlihat di dalam ruangan seorang pria berambut putih Abu-Abu dengan usia tidak jauh dari Ken, pria itu muncul dari lingkaran biru di bawah kakinya.


Hantu penulis kaparat! coba saja aku bisa memukul nya, pasti sudah ku pukul!"

__ADS_1


...


3 menit sebelum nya, Dalam kamar kos seorang pria berambut putih abu abu terlihat membawa tas selempang berisi beberapa barang di dalam nya, pria itu adalah Riwan teman Ken yang ingin pergi mengambil buku antik yang serupa di sebuah tempat.


"Garam khusus, kertas misterius... oke semua sudah lengkap di bawa, waktu nya berangkat ke lokasi!" Ucap Riwan membawa buku antik tersebut di tangan nya.


~Sruk!


Buku antik kembalikan terbuka, dia membuka halaman papan Ouija itu karena ada alfabet yang bisa digunakan untuk komunikasi sementara.


"Hm? ada apa kali ini?"


Buku tersebut membuat beberapa kata di alfabet bersinar, secara berurutan membentuk kata yang sesuai itu tertulis. "Aku tahu cara lebih cepat sampai."


Setelah membaca hal itu Riwan penasaran dengan apa yang dimaksud.


"Cepat sampai? bagaimana caranya?"


Kata yang di dalam buku kembali bersinar, sekarang membentuk kata. "S**iap kan kapur letakan pada lantai**."


Heran dengan hal itu namun saat ini Riwan penasaran, dia kembali ke kamar menuju meja membuka loker Riwan mengeluarkan kapur yang biasa digunakan mengusir serangga-serangga dengan kata lain kapur barus.


"Apa kapur ini cocok?" Ucap Riwan yang saat ini berjongkok menaruh kapur di lantai.


Begitu selesai di taruh kapur langsung berdiri dengan sendirinya, itu bergerak ke bawah kaki Riwan menggambar sebuah lingkaran.


"Eh? apa yang kau lakukan? mengapa mengotori lantai ku!"


Tepat selesai menggambarkan lingkaran kapur melayang di hadapan Riwan, penasaran dia mengambil kapur tersebut, tepat itu terjadi lingkaran yang di gambar bersinar berwarna biru terang, kemudian tak lama Riwan menghilang tampa jejak dengan kapur yang di hadapan nya.


...


"Tetapi seharusnya buku tersebut ada di sekitar sini, itu dimana?"


Berjalan dengan sedikit sempoyongan Riwan menelusuri ruang tersebut, berjalan tak lama dia melihat banyak hal tidak manusiawi dan aneh.


Riwan melihat tabung kaca berisi tubuh yang terlihat keadaan nya bermutasi secara tak lazim.


"Ini! Huk... Apa apaan ini!"


Melihat hal tersebut dia merasa mual, jijik dengan perbuatan dari orang yang melakukan nya.


"Apa ini percobaan malpraktik manusia menjadi monster?"


Tepat saat itu buku dan kertas misterius Riwan bersinar, cahaya dari sinar membentuk sebuah tali menuntun nya ke arah sebuah meja yang tidak jauh dari sana.


Di meja ada sebuah buku yang terlihat usang dan tua, namun tulisan nya masih bisa terbaca seakan itu bukan buku yang lama, tepat Riwan berjalan mendekati nya buku tersebut mengeluarkan cahaya yang sama dengan buku antik yang di bawa saat ini.


"Apa... Ini buku serupa lainnya?"


Riwan membuka halaman dari buku tersebut, walaupun itu buku serupa namun tidak sama isinya dengan milik Riwan, buku tersebut mencatat Mantra pemanggilan, dan pembuatan mahluk chimera.

__ADS_1


__ADS_2