
Setelah suasana menjadi tenang kembali Ken dan yang lain tampak menghela nafas mereka, memutuskan mendengar apa ada penjelasan tentang meminta bantuan tentang pemilihan tunangan.
Kali ini Rain yang angkat bicara dahulu melihat kedua teman yaitu Ken dan Riwan masih agak kesal. "Jadi apa maksud mu tentang hal ini? kami kira kau terlibat masalah ******* atau pembunuh bayaran makanya meminta bantuan."
"itu yang kupikirkan entah yang lain sama atau tidak dengan pemikiran Ken dan Riwan?"
"Tidak aku sepemikiran!" Ucap Ken menyambung nya.
"Benar aku juga!" Ucap yang kali ini Riwan yang membenarkan perkataan Rain.
Rain tampak sedikit terkejut mendengar hal itu tenyata mereka sepemikiran. "Ternyata aku benar, lalu apa maksud pertunangan mu tentang penyatuan keluarga papan atas?"
Alan tampak menghela nafas seperti memiliki masalah yang sangat sulit untuk dia bereskan walaupun menggunakan hartanya.
"Bukan maksud aku mau membuat kalian marah atau apa, orang tua ku meminta aku cepat kawin karena mereka ngotot ingin memiliki cucu!"
"kalian tahukan aku punya beberapa phobia dengan wanita karena masa lalu, itu bukan berarti aku ini gay hanya karena seperti itu! dan lebih penting mereka meminta keputusan ku selama 3 hari!"
Setelah mendengar perkataan Alan Riwan mengambil ke 3 foto tersebut dia melihat dan menilai nya. "Ya kau memang benar! namun kalo di lihat ketiga wanita ini sangat cantik! seharusnya kau tidak akan menyesal menikah dengan mereka kan?"
"Kalau begitu maaf kami tidak bisa memberi bantuan, tentang hal ini seharusnya kau putus kan sendiri!"
"Tapi tunggu Riwan, sebelum itu aku mau tanya padamu Al apa bila tidak memilih diantara mereka kau akan di coret daftar keluarga?"
"Kalau hal itu terjadi tidak apa! aku sebelum nya sudah belajar cara hidup hemat serta sederhana dari kalian bukan?"
"Kau benar! ajaib nya kau mudah terbiasa dengan hal tersebut!" Ucap Ken membenarkan nya.
"Jadi apa kalian bisa membantu?" Tanya Alan.
Rain melihat ke arah Ken dia menatap seperti mau sesuatu. "Ken kalau tidak salah ingat saat festival ulang tahun sekolah menengah akhir ke 25 tahun, aku ingat ada acara cosplay, dan waktu itu kau menang memerankan karakter Luna sang pedang perak!"
Melihat Rain dengan perasaan penuh waspada dia mengerti niat asli teman nya, yaitu meminta dia berkostum perempuan berpura-pura menjadi pacar Al di depan orang tuanya.
"Tidak, itu ditolak! saat itu aku memerankan nya karena Paksaan kalian cuma gara gara kalah main game!" Ucap Ken dengan tegas.
__ADS_1
Menghela nafas karena idenya di tolak mentah mentah oleh Ken, Rain yang memberi saran menjawab. "Wah padahal kau saat itu kau membuat teman laki-laki sekelas kita saat itu bingung dengan gender asli mu."
"Itu tidak akan berhasil! walaupun kau melakukan nya atau pun belum! karena orang tuaku lebih handal melihat orang menyamar kalau kalian tahu!" Ucap Alan menyambung percakapan.
...
Terdiam sejenak karena hal tersebut belum memiliki titik terang, Alan mulai berbicara secara asal tampa sadar.
"Coba saja aku bisa memberi para gadis itu ke kalian yang singgel!"
"Tidak aku menolak! aku masih setia pada waifu ku!" Ucap Riwan yang mendengar Alan berbicara, walaupun tahu dia mungkin bicara secara asal.
"Sepertinya aku tidak bisa karena adik perempuan ku Risa, akan mencari segala macam cara untuk menjauhkan wanita manapun dari ku!" Ucap Rain juga melakukan hal yang sama seperti Riwan karena tahu adik nya mungkin akan melakukan hal ekstrim untuk hal tersebut.
Ken melihat teman nya menghela nafas karena beberapa hal. "Dasar kalian, ada ada saja!"
"Yak dari semua ini sekali lagi kami gak bisa membantu untuk hal yang berbau pernikahan mu!" Ucap Ken memberi tahu Alan.
Setelah berkata seperti itu Ken berdiri dia hendak meninggal kan temannya di kafe, dia tampak agak terburu buru.
Kemana kau mau pergi?" Ucap Rain melihat nya jalan kearah pintu keluar.
"Aku ada hal mendadak, maaf tidak bisa lama menemani kalian!"
"Kalau begitu maaf menganggu kalau kau punya hal mendadak, dan meminta mu datang!" Ucap Alan melihat Ken di depan pintu keluar kafe, karena kafe sekarang sudah agak lebih sepi dari sebelumnya Alan meneriakkan nya dari tempat duduk.
"Ngomong ngomong kopi nya belum di minum! sedikit pun!"
"Ada yang mau habis kan?" Ucap Alan menawarkan ke dua temannya.
"Tidak terimakasih!" Ucap secara Serempak Riwan dan Rain.
Menaruh tangan di dagunya Rain berpikir tentang topik yang barusan di bicarakan. "Tapi Ken saat itu beneran cocok dengan kostum Luna, dengan kata lain dia cocok!"
"Yak kau benar!"
__ADS_1
Setelah Ken pergi dari kafe teman nya menggosip kan dia, mereka tahu bila membicarakan hal tersebut di depan nya secara langsung mungkin akan kena hajar mengingat itu hal memalukan dalam hidup Ken yang tidak bisa di lupakan.
...
"Hachi!"
"Ugh seperti ada yang membicarakan hal buruk di belakang ku, tapi siapa? sudah lupakan sebaiknya urus hal ini dahulu!"
Ken berjalan menyebrang ke depan sebuah gang sepi diantara 2 gedung tempat dia turun sebelum nya, sampai dia memakai jubah nya kemudian langsung melompat secara zig zag ke bagian atas gedung.
Setelah sampai di atap dia mengambil ponsel hitam dan menyalahkan nya, melihat notifikasi yang baru dia dapat, itu terjadi saat Alan berbicara asal, Ken tidak bisa langsung pergi dia melakukan beberapa basa basi sebelum pergi agar teman nya tidak terlalu banyak tanya dan mencegahnya pergi.
[ Ding ~ Pemain salah satu jiwa yang menjadi kontak anda bernama Roselyn Lilia terkena masalah yang mengancam nyawa, di mohon untuk pemain menyelamatkan nya. Tugas acak telah di picu oleh Roselyn Lilia, memuat tugas!]
[Ding~ Berhasil, cerita sudah dibuat menghasilkan judul Devil inside mirror
~Tugas anda melindungi survivor
~Tugas utama mencari ending setiap ending mempengaruhi cerita, tentu saja hal yang anda dapatkan juga
~Total ending yang bisa di cari good ending, bad ending, dan normal ending]
[ Ding ~ Apa pemain akan menerima nya, bila iya pemain tinggal menggunakan fungsi merasuki pada karakter kontak!]
"Cepat juga mahluk itu bergerak! tapi ini saat yang tepat aku ingin melihat apa yang bisa di lakukan pisau bedah, serta fungsi baru dari update. "
Ken duduk di area rooftop dengan santai menutup matanya, sebelum hal itu Ken menyalakan ponsel hitam tepat nya masuk ke dalam game dia memilih karakter Roselyn Lilia di bawah gambar karakter ada fungsi merasuki dan Ken mengklik nya seketika dia kehilangan kesadaran.
Karena kesadaran nya berpindah ke tubuh Roselyn.
__ADS_1