
Tampak seorang gadis kecil memindahkan seorang pria berusia 37 tahun di tengah pertarungan sengit antara 2 manusia dengan mahluk spiritual berukuran kolosal.
"Ayah sekarang kita aman Kak Alex atau Verit serta kak Raphael sudah datang!"
Itu adalah Roselyn dia tampak memindahkan Ayah nya menjauh dari pertarungan karena takut luka di tubuh nya bertambah dan luka yang sebelumnya tidak akan sembuh, karena dia melihat sekilas saat jarum di suntikan tak lama pendarahan mulai berhenti dan luka sedikit menutup.
Dia berharap melakukan itu akan membuat nya pulih dengan cepat, setelah melakukan hal tersebut Rose melihat pertarungan yang kian sengit.
Karena fisik milik Alex lemah dia memerintah Ravi gagak nya untuk menyerang berserta kloning nya untuk menambah jumlah.
Sedangkan Raphael dia menyerang langsung menggunakan pukulan karena memang status fisik nya sudah kuat dari awal. Dan karena dia sudah pulih dari proyek eksperimen, kemampuan fisik nya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Di sela pertarungan Alex menggunakan kemampuan lain yang bukan milik nya, kali ini menggunakan mata ilusi untuk menghemat kewarasan yang menjadi bayaran. Dia mengatur 1 persen dari kemampuan aslinya, namun seperti sebelumnya itu di kembalikan.
''Ini aneh seingat ku saat Rose menyerang menggunakan akar sekitar itu tidak bercahaya namun kalau Alex menyerang itu bercahaya bagaimana bisa?" Ucap Raphael yang dia dalam posisi tertusuk di sebuah ranting pohon yang runcing.
Dia dalam posisi seperti itu karena seperti sebelumnya begitu selesai memukul mahluk spiritual tersebut dia kembali di lempar dengan keras.
"Apa hanya perasaan ku saja?"
Raphael berkata seperti itu karena dia mengobservasi pertarungan, dia sadar dari tadi Alex menggunakan kemampuan yang bukan milik nya.
Karena efek dari eksperimen gila yang pernah di alami membuat nya lebih sensitif dengan gerakan energi spiritual dalam jarak tertentu.
"Ini hanya dugaanku atau bukan tidak ada salahnya mencoba! hei mahluk spiritual yang waktu itu bisa kamu gunakan kemampuan tangan hitam?" Ucap Raphael.
"Namanya Verit!" ucap Rose dari kejauhan.
"Baiklah, Verit bisa kamu gunakan kemampuan yang mengeluarkan tangan tadi?"
"Memang kenapa?" Ucap Alex.
"Ini hanya dugaan ku seperti dia memiliki ability men counter semua serangan bertipe spiritual!"
Alex tampak terdiam berpikir saat dalam perjalanan sampai di sini dia ingat menggunakan Scan pada mahluk tersebut.
...
Beberapa menit sebelum Alex sampai di pertarungan, dia terbang bersama Ravi sambil melihat deskripsi dan status fisik milik nya saat ini tersebut.
"Ponsel aktifkan mode anti kabel, dan scan deskripsi mahluk itu!"
[Dimengerti]
[Ding~ Miror devil Deskripsi : Di segel dan kekuatan nya berkurang setengah saat di dunia manusia
Ras : Acient Rank Devil underworld
Hobi : menyiksa
__ADS_1
kemampuan spiritual : Creating avatar, Refleksi, transmutasi fisik, Teleport mirror, The rule Authority of Underworld ]
"Sial dia punya banyak kemampuan dan level tinggi? aku tidak punya banyak pill untuk melawan nya, dan apa maksud dari di segel? ini aneh."
"Kalau begitu tunjukkan status Alex!"
[ Ding ~ Menampilkan informasi status
Nama : Alex Murphy
Umur : 23 tahun
status : normal (100%)
kesehatan : 20
Combat power : 20
Mental : 130
Ability : Stealth
Ex Ability : six sense to see
"Jadi begitu fisik milik Alex sangat lemah, pilihan bagus memberikan Ravi padanya."
...
"Kau benar Raphael dia memiliki kemampuan membalikkan serangan spiritual, tapi untuk apa menggunakan serangan ku?"
"Aku jelaskan rencana ku tetapi aku butuh bantuan serangan Rose nantinya. Kalau dugaan ku tepat itu bisa mengalahkan mahluk itu!" Jawab Raphael.
Raphael menjelaskan rencana nya kepada Rose serta Alex, dan Ravi berusaha memberi kan waktu pada mereka untuk diskusi.
Tak lama selesai mereka mulai bersiap Alex menyerang duluan menggunakan Tangan gelap nya, mahluk tersebut melihat itu dia mencoba merefleksikan serangan kembali.
Tepat saat wajahnya bercahaya Raphael mengarahkan Heart pierce, dan itu segera di tembakan ke arah wajah cermin nya yang retak.
~Bam!
Serangan berhasil tepat sasaran cermin pada wajannya retak menjadi lebih parah, mahluk tersebut tampak meraung-raung kesakitan dan lebih penting serangan yang di buat Alex juga berhasil mengenai nya tampa di kembalikan, itu menambah daya rusak serangan menjadi lebih parah.
Karena melihat serangan Alex dan Raphael berhasil Rose menyentuh tanah dia menggerakkan akar sekitar menyerang mahluk tersebut tampa ampun.
Ratusan akar keluar dari tanah melesat menusuk tubuh mahluk tersebut. Namun itu masih belum cukup menghabisinya malah tampak menjadi lebih marah dari sebelumnya.
__ADS_1
Devil mirror melihat ke arah mereka tak lama retakan di wajah cermin memanjang seperti seseorang membuka mulutnya, bukan itu seperti monster raksasa membuka mulutnya. Di sana tampak banyak gigi tajam namun mahluk tersebut tidak menggunakan nya untuk mengigit.
Dari dalam mulut tersebut keluar seberkas cahaya putih yang kemudian di tembak kan ke arah mereka, mahluk tersebut sudah tidak peduli dengan mendapatkan tubuh Rose dia saat ini merasa para serangga mulai angkuh karena berhasil melukainya.
Kak Raphael, Verit awas!" Ucap Rose.
Melihat itu dia langsung berlari ke arah depan mereka berdua, tampak dengan posisi menahan serangan. Alex dan Raphael tidak sempat merespon dengan cepat mereka tampak ketakutan melihat Rose mencoba menahan serangan yang tampak berbahaya.
"Rose jangan mundur lah!" Ucap serempak.
Namun tepat saat itu terjadi Rose membuka telapak tangan nya ke depan, dan tepat serangan menyentuh telapak tangannya itu terserap seakan tidak terjadi apapun. Walaupun begitu urat di dalam tubuh Rose tampak mengeluarkan cahaya putih, tetapi tetap Rose tidak merasakan apa pun dia seperti biasa saja.
Melihat hal tersebut mahluk cermin itu tampak sangat terkejut dengan kemampuan yang di miliki Rose. "Apa? tidak mungkin!"
"Rose kau tak apa?" Ucap Raphael melihat keadaan fisik nya.
"Tidak apa!" Balas Rose.
Devil mirror melihat Rose menyerap serangan nya dia berpendapat apakah kekuatan kloning yang sebelumnya di serap memungkinkan dia memiliki kemampuan tersebut.
"Begitu rupanya kau juga bisa menggunakan kemampuan penyerapan serangan, tapi mari liat berapa lama kau bertahan!" Ucap mahluk tersebut.
Kembali membuka mulutnya Devil mirror melakukan hal sama, dia menembakkan sinar putih ke arah Rose.
Begitu sinar di tembakan Raphael langsung berlari menghadang serangan tersebut menggunakan tubuh nya, dia merasa walaupun Rose mengatakan baik baik saja tidak mungkin begitu melihat daya serangan yang tampak kuat di tahan itu mustahil akan Baik baik saja setelah nya.
Serangan tersebut memang berhasil di tahan tetapi tubuh nya banyak yang terkoyak, dan dia juga terpental cukup jauh menancap di batang pohon yang tajam.
Melihat itu Rose bergerak lari ke arah tempat Raphael berada saat ini. "Kak Raphael!"
Aku tak apa! ini masih bisa ku regenerasi kembali. " Jawab Raphael dari jauh.
Saat ini dia tidak bisa bergerak karena sebagian besar tubuh nya hancur dan dalam proses regenerasi yang memakan waktu lama.
Dari tempat tersebut Devil mirror kembali melancarkan serangan nya, dia menembak kan kembali sinar tersebut ke arah Rose. Alex melihat itu dia langsung bergerak memerintah Ravi untuk membuat pelindung Telekinesis, namun itu di gagalkan Devil mirror membuat kloning lain untuk mencegah Alex melakukan itu.
Dan serangan tersebut itu tembakan ke arah Rose yang tampak tidak dalam pertolongan keduanya, Rose kembali menyerap daya serangan tersebut menggunakan telapak tangannya.
"Ugh! Serangan nya semakin kuat dari yang tadi!" Ucap Rose.
"Kalau aku tidak dapat tubuh mu secara penuh tidak apa hanya potongan atau jiwamu, akan tetap menjadi miliki ku!" Ucap Devil Mirror.
~Door!
Sebuah tembakan melesat langsung ke wajah cermin tersebut, ha itu membuat serangan yang di lancarkan ke pada Rose berhasil di batalkan.
"Ku bilang... Jangan... Menyentuh Putriku!"
Itu adalah Frank lukanya menutup sebagian walaupun begitu dia tampak memaksakan dirinya untuk langsung bangkit, merasakan putrinya dalam bahaya dia langsung bangun dan kembali melindungi nya.
Saat ini dia bukan menggunakan shoot gun melainkan Revolver milik Raphael yang sempat terjatuh.
__ADS_1