
"Sial ini beneran kacau deh! Aku punya firasat Buruk!"
[ Ding ~ Selamat kepada pemain memicu tugas khusus, kalahkan pengganggu jalan misi. bila anda menolak misi Mary tidak akan selesai!]
Saat tersebut Ken membuka ponsel hitam, dia menghela nafas derita. Dia sudah menyangka akan terjadi seperti ini karena Mary sudah berkata ada serangga dengan wajah kesal.
"Dasar... Sialan! Tidak bisakah aku menyelesaikan dengan nyaman! "
"Papa, boleh aku mengoleksi beberapa bagian tubuh nya?" Tanya Mary.
"Tidak! Mary itu tidak boleh. Kamu sebaiknya di sini saja biar aku yang mengurus." Jawab Ken mencegat Mary turun tangan.
Dia berpikir mungkin Mary akan melakukan sesuatu yang cukup gila untuk pelampiasan amarahnya. karena sekali lagi walaupun dia hidup sekitar 600 tahun lamanya, jiwa anak anaknya cukup mendominasi dirinya.
Ken bangun dan maju dari bangku penonton belakang yang tampak banyak kerusuhan. Dia kemudian menggunakan Kemapuan lain miliknya, begitu di aktifkan sebuah gas berwarna merah gelap menyebar dari tubuh nya.
Para penonton yang rusuh ricuh dan saling injak menuju pintu keluar tiba tiba kehilangan kesadaran jatuh, sehingga pemandangan tersebut terlihat seperti tumpukan orang orang.
~Bruk!
Mendengar suara jatuh ken melihat sekitar. Semua penonton yang ricuh jatuh pingsan tertidur saat terkena gas milik Ken.
'Maaf semuanya. Tapi kalau ku biarkan mungkin akan lebih menjadi kericuhan dan aku tidak bisa lewat!'
'Untung saja sebelum kesini semalam aku menggunakan cairan pembangkit. Aku berhasil mendapatkan kemampuan baru, namun proses mendapatkan nya sangat menyiksa pernapasan.'
"Dan juga aku meningkatkan status fisik 2 kali sekarang status fisik, kesehatan, mental mencapai angka 170. Cukup untuk menggunakan Ghost manifestasi 2 kali dan masih tersisa untuk menggunakan yang lainnya. Dan semua itu juga sudah di perkuat!"
...
Dari sudut pandang pria misterius tersebut beberapa saat sebelum Ken menggunakan kemampuan nya.
"Hahaha... Bagus... Tunjukkan lebih banyak energi pikiran agar aku dapat membuka gerbang untuk My lord!"
Pria tersebut berdiri melihat kericuhan terjadi, dia tampak senang karena memang ini tujuan awalnya dia memanfaatkan pikiran semua manusia, mengumpulkan mereka menjadi satu kemudian menumbalkan nya.
"Kamu... Andreas? kau masih hidup?"
Sebuah suara terdengar familiar pria tersebut menengok ke arah bawah panggung, tampak seorang pria bertopi panjang memakai jas ber ekor berwarna hitam.
"Oh! Brian? aku lupa ini acara mu. Maaf mengganggu, tetapi aku butuh penonton mu. Kau tidak keberatan bukan?" Tanya Andreas.
__ADS_1
"Apa... Maksud nya? Tunggu... jawab kenapa kau masih hidup? aku jelas melihat tubuh mu tergantung tak bernyawa di apartemen mu?"
"Hahahaha... Akan ku jelaskan teman ku!"
Andreas melakukan snap pada kedua jarinya, seketika ruang pentas panggung berubah menjadi sebuah kamar apartemen milik nya.
Berjalan ke arah sebuah meja di sana Andreas duduk menyilang kaki nya. Dia melihat ke arah Brian yang tampak kebingungan dengan situasi sekitar.
"Brian teman ku duduk lah dahulu. Setelah itu akan aku ceritakan apa yang mau kau dengar." Pinta Andreas.
Tak punya pilihan lain Brian duduk di bangku agak berjauhan dari Andreas. "Baik jelaskan apa yang terjadi pada acara ku dan apa yang terjadi padamu?"
"Brian. Kau agak menyakiti perasaan ku, kita telah lama berteman kenapa duduk mu berjauhan? kau mencurigai ku?"
"Aku tak mau dengar itu dari orang yang jelas kulihat tepat di mataku tergantung tak bernyawa!" Tegas Brian.
"Hahaha... Seperti yang kuduga kau memang cermat. Baiklah tampa basa basi aku ceritakan apa yang terjadi."
..........
Beberapa hari sebelum acara di mulai, Tepat malam dingin menghiasi langit. Tampak Andreas menenggak sebotol wine dia terlihat bersedih, dia juga menenggelamkan dirinya di dalam minuman beralkohol yang banyak.
Itu terlihat jelas di sekitar nya banyak kaleng bir botol wine kosong berhamburan di mana mana di apartemen nya, bajunya juga tampak sangat acak acakan.
~Gluk.. Gluk... gluk!
Andreas mengeluarkan sebuah foto seorang gadis berusia 14 tahun, gadis itu memiliki rambut kuning jahe dan di sebelah nya foto Andreas tersenyum.
"Hiks... Bila saja kita tidak pergi ke acara itu. Bila saja aku memiliki kekuatan melindungi mu dari kejadian itu, aku tidak akan membuatmu mati... Hiks!"
Dia tampak menangis tersedu sedu kehilangan seseorang yang begitu berharga.
"Kau... ingin adik mu hidup kembali? atau kau ingin memiliki kekuatan untuk melindungi putri mu?" Sebuah transmisi suara di dalam Pikiran Andreas.
Terkejut Andreas mencari ke sekitar asal usul suara tersebut, namun sekeras dia mencari tidak menemukan apa pun. "Siapa? kau!" Ucap Andreas.
"Manusia... tidak perlu kau mencari, aku menggunakan transmisi pikiran dari dunia underworld. Kau bisa jawab, apa yang kau mau?"
'Underworld? dunia macam apa itu? Tidak tunggu sebaiknya aku tidak boleh percaya. Bisa saja ini cuma tipuan karena aku mabuk!'
"Tunjukkan dulu dirimu, mungkin akan ku pikirkan!"
__ADS_1
"Hoo... Begitu aku paham. Itu bisa di mengerti untuk manusia dangkal seperti mu, hingga lancang dengan perkataan mu."
"Baiklah... Persiapan kan dirimu!"
~Clank!
~Clank!
Semua cermin di sana dan bahan terbuat dari kaca pecah, setiap pecahan berkumpul di satu titik membentuk wujud humanoid. Andreas di melihat kejadian tepat di matanya begitu terkejut hampir tidak mempercayai nya.
Tidak berhenti hanya membentuk humanoid lampu ruangan terus berkedip dan sekitar berubah drastis. Suasana di sana menjadi seperti kuburan, suasana mencekam yang tidak bisa di jelaskan.
Andreas yang mabuk dia sadar walaupun tidak mabuk sekalipun kejadian di depan matanya sangat asli. Bukan khayalan efek dari alkohol yang dia minum, setiap perasaan yang muncul di tempat itu begitu nyata mengerikan.
Karena tidak kuat merasakan aura tersebut, Andreas jatuh tidak sadarkan diri. Di penghujung kesadaran nya hilang dia mendengarkan beberapa suara.
"Manusia... Bila kau ingin kembali bertemu, matilah persembahkan jiwa mu pada ku. Dan aku akan memberikan yang kau mau!"
********************
Andreas mulai menceriakan apa yang terjadi padanya dan tujuannya. Secara perlahan Mata Brian tampak membesar tidak menyangka dengan penjelasan tersebut.
"Kau... Tidak waras! kau pikir bila melakukan itu Martha akan senang? jangan mau tertip-"
"Jadi... Kau ingin menghentikan ku? baiklah kalau begitu. Jadilah persembahan ku untuk mengembalikan Martha!" Ucap Andreas Memotong perkataan.
Belum sempat menyelesaikan perkataan nya, Andreas menatap Brian dengan tetapan ikan matinya dan membentak nya. Persepsi ruang kembali berubah menjadi tempat teater.
Namun begitu melihat sekitar semua korban yang sedang mengalami kerusuhan terbaring tidak sadar kan diri, dia juga melihat ada kabut berwarna samar merah, dan saat ini Andreas bingung dengan apa yang terjadi.
~Bruk!
Mendengar suara jatuh di dekatnya dia melihat Brian juga jatuh tidak sadar kan diri, membuat pertanyaan apa yang terjadi bertambah di kepala nya. Segera dia melihat ke semua arah melihat siapa yang berani melakukan hal tersebut.
"Ini Apa yang terjadi? Siapa yang berani!" Ucap melihat sekitar.
"Apa... Mahluk apa apan itu?"
Setelah melihat sekitar Andreas akhirnya melihat Sebuah mahluk berdiri di bangku penonton. Tubuh nya tertutup kabut dan aura berwarna merah, aura padanya membentuk ratusan tangan yang hendak menarik jiwanya.
Tidak hanya itu mahluk tersebut memiliki mata berwarna merah yang dapat menusuk jiwa seseorang yang ditatap nya.
__ADS_1
Keadaan Andreas saat ini dia terdiam teringat dia pernah merasakan ini sebelum nya, yaitu tepat saat dia kehilangan Marta adiknya Dan itu adalah perasaan Keputusasaan dan ketakutan.