Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Telpon tengah malam


__ADS_3

[ Ding ~ Berhasil menyelesaikan misi, selamat kepada pemain, untuk hadiah silakan tunggu sebentar..]


[Ding~ Menampilkan judul cerita, Mayat yang di ikat


~ Deskripsi : Seorang wanita muda diculik oleh mahluk spiritual lalu seorang detektif secara kebetulan menemukan nya ingin menyelamatkan gadis itu namun dia salah dugaan mahluk spiritual yang dihadapi lebih kuat darinya, tampa di duga detektif itu seorang kontraktor mahluk spiritual level tinggi dan berhasil selamat dengan bantuan Mahluk yang di kontrak nya


Menilai ending : Good end


Monster terbunuh : 1


Hadiah penyelesaian :


> Soul orb 5


> Jimat penggaris ]


"Eh? ternyata menyelesaikan event acak mendapatkan hadiah! tau seperti itu aku akan sering mencari event acak, karena tingkat kesulitan nya tidak tinggi sepertinya."


~Menghela Nafas!


"Tapi bagaimana?"


Saat ini Ken berpikir bagaimana cara mendapatkan misi acak, tanpa sengaja teringat tentang villa terbengkalai. "Benar! mungkin event acak bisa di dapat dengan mencari tempat terbengkalai, namun aku harus hati hati agar tidak menyentuh tempat seperti villa terbengkalai, kesulitan nya benar benar mengerikan!"


"Baiklah coba lihat dulu hasil yang didapat!"


Membuka kotak peraga Ken melihat apa yang didapat dari misi acak. "Oh! dapat soul orb! lumayan, dan ini jimat penglaris untuk apa?"


Penasaran Ken mengeluarkan jimat penglaris dari Kotak peraga, bentuk nya seutas kain berwarna putih namun terlihat kotor dengan tanah. "Ini jimat penglaris? bagaimana cara memakai nya apa di ikat ke leher atau badan?"


Ken memegang jimat tersebut dengan 2 jarinya, karena masih penasaran Ken menggunakan sceen pada benda tersebut.


[ Ding ~ Jimat penglaris


Deskripsi : sepotong kain dari Mahluk spiritual The tied Corpse


cara menggunakan : campur dengan hidangan anda dan sajikan pada tamu.]


"Campur hidangan anda dan sajikan pada tamu? apa apaan itu ku yakin tamu juga sakit perut nanti nya!"


"Ini barang sesat mesti di bakar! atau mungkin bisa di jual pada shop di aplikasi?" Ucap Ken sambil mencari cari apa ada fitur penjualan barang.


[ Ding ~ Pihak kami sudah mengerti pikiran pemain, bila anda tidak ingin benda dari misi anda bisa langsung membakar nya menggunakan korek dari shop, itu tersedia dari sebelumnya.]

__ADS_1


Melihat saran dari notifikasi Ken bergegas mencari hal yang di maksud, dia mencarinya tak lama menemukan benda yang mungkin di maksud notifikasi. "Eh apa ini? harga nya kenapa gak ngotak!"


Ken marah karena harga 1 kotak korek tersebut cukup tinggi. "Harga nya 1 kotak 10 soul orb? pihak mereka memang tahu cara menghabiskan uang ku!"


~Menghela Nafas!


"Tapi aku masih mau membeli nya, dasar sialan beli satu!"


~Klik.


[ Ding ~ Soul orb 12> 2 ]


"Sial lagi lagi soul orb ku habis! sepertinya aku harus mencari event acak untuk di selesaikan!"


Kring.. Kring.


Ponsel berwarna putih milik Ken berbunyi nada panggilan, di sana tertulis nomor yang tidak di kenal, mengambil nya Ken menjawab panggilan tersebut. "Halo?"


Haaa.... haaaa datang... pergi... haaaa.


Ken tahu siapa yang menelponnya, juga dia melihat jam pada saat yang sama itu menunjukkan pukul 11.00 malam.


''Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat di hubungi, coba hubungi sesaat lagi, untuk meninggalkan pesan tekan 2 untuk mengakhiri panggilan tekan 1 anda bisa mengirim pesan suara setelah mendengar nada ini.'' Langsung menutup telpon.


Saat ini Ken mengaktifkan mata tembus pandang untuk melihat sekitar apa benar mahluk itu datang, ataukah Mary yang sedang bermain dengan nya dari ruang tamu itu yang dipikirkan Ken.


Melihat Mary masih menikmati kuenya, Ken merasa itu bukan dia dan juga tidak terlihat Mary sedang membengkok kan realita sekitar nya.


"Itu bukan Mary, berarti sepertinya mahluk itu sudah datang!"


Ken bangun dari tempat duduk nya di kasur menuju keluar, namum sebelum itu dia menuju ruang tamu menghampiri Mary yang asik memakan kuenya tampa peduli sekitar.


"Mary aku akan mengurus mahluk itu! kau di sini saja, Oke?"


Mary agak terkejut dengan suara tiba-tiba Ken, karena dia asik memakan kuenya jadi tidak sadar Ken mendatangi nya.


Dengan senyuman manis yang terlihat belepotan coklat, dia melihat Ken berkata : "Iya papa selamat bekerja!"


Tersentak dengan kata-kata Mary yang memanggilnya papa, Ken benar-benar terkejut hampir terjatuh merasa pacaran saja belum pernah apalagi menikah dan punya anak itu terpikir dalam benak Ken yang melirik kearah Mary dengan tatapan heran, bingung, terkejut bercampur.


"Mary sejak kapan aku menjadi papah mu?" Tanya Ken dengan khawatir, dia merasa Mary memiliki pandangan salah tentang maksud dari kata papa.


Bingung dengan jawaban Ken, Mary sedikit memiringkan Kepala dia merasa kata papa untuk Ken itu tidak salah.

__ADS_1


"Loh bukan kah kau memberi ku makan, tempat tinggal dan mengajak ku bermain tadi dan terakhir kau ingin merawat ku! apa itu salah?"


Ken merasa bingung harus mulai dari mana, namun kata kata Mary ada beberapa yang benar dan beberapa yang salah menurut pemahaman nya.


"Mary bagaimana bisa aku bisa menjadi ayah mu?" Ken mulai dari pertanyaan yang tiba-tiba terlintas dari pikiran nya.


Karena Ken masih tidak terlihat mengerti pemahaman nya, Mary menjelaskan beberapa dari masa lalunya pada Ken: "Dari pemilik ku yang pertama, atau bisa di sebut ibu ku dia dipanggil lucy, aku sering bermain bersama nya menjadi anak dan dia menjadi ibu yang mengasuh, tetapi dia pernah berkata tidak ada ayah juga bilang seorang papa adalah laki laki yang menghidupi keluarga nya!"


Mendengar penjelasan Mary malah membuat Ken semakin bingung, harus berkata apa, bagaimana menjelaskan nya dan apa yang harus dilakukan supaya Mary mengerti.


~Menghela Nafas!


"Masalah ini lanjutkan nanti saja! sebaiknya aku urus Misi harian satu ini!"


Melihat Ken berbalik hendak pergi dari ruang tamu, Mary dengan senyuman berkata : "Hati hati papa!"


"Ughh, sepertinya aku harus terbiasa nantinya bila nanti Mary masih kukuh memanggilku Papa." Ken berbalik pergi menuju pintu keluar rumah.


Tok... Tok.. Tok.


Suara ketukan pintu terdengar dan waktu menunjukkan pukul 23.30, Ken berjalan mendekati pintu tersebut. "Seperti nya dia sudah datang!"


...


Tok.. Tok.. Tok.


Tepat di depan pintu Ken mendengar suara ketukan pintu menjadi lebih keras dari sebelumnya, ruangan sekitar Ken berdiri terlihat sama namun di sisi lain juga berbeda.


Saat ini Ken sadar realita sudah membengkok, itu salah satu tanda mahluk spiritual sedang menggunakan kekuatan nya.


"sepertinya ruang sekitar sudah mulai berubah, apa nanti beberapa album foto akan jatuh? seperti di deskripsi misi, tapi sebelum itu sebaiknya aku ambil tindakan dahulu!"


Memegang gagang pintu Ken membuka nya langsung memberikan pukulan keras tepat di wajahnya, tampa melihat seperti wujud mahluk itu Ken langsung menghajar nya dengan keras. "Maaf anda salah alamat!"


~Boom.


~Tangkap.


Mahluk spiritual itu menangkap pukulan tangan Ken yang memukul nya, tangan dingin dengan cakar tajam menggenggam pukulan ken, saat itu Ken merasa berkeringat dingin dia tidak menyangka mahluk ini lebih kuat.


"Ah sial aku salah perhitungan!"


Mahluk itu memegang tangan Ken kemudian di tarik, dan lalu di lempar dengan keras keluar rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2