
Berjalan jalan di tempat laundry Ken melihat beberapa baju yang terlihat bersih, dia ingin mengganti bajunya yang berlumuran darah ketika tubuh nya dipukul berkali-kali.
"Hm? baju mana yang ku pilih, pakaian pasien atau jas doker? sebaiknya gabung kan saja!"
Ken memilih baju dan celana panjang pasien, serta jas dokter yang ukuran nya pas dengan nya.
"Oke ini lebih baik dari sebelumnya!"
Melanjutkan perjalanan berkeliling rumah sakit Ken melakukan itu karena dia ingin mendapat Ending dengan bonus yang lebih baik.
"Ngomong- ngomong ponsel apa menggunakan ability harus memakai poin kewarasan? apa pemilik tubuh ini juga memakai kewarasan nya?"
[ Ding ~ Menjawab pertanyaan pemain, itu hanya berlaku kepada Anda tidak dengan orang lain, karena kemampuan pemain di dapat secara paksa tentunya dengan kewarasan sebagai bahan bakar, berbeda dengan pemilik tubuh yang di pinjam pemain dia menggunakan energi spritual sebagai bahan bakar!]
"Benar juga tampilkan informasi tentang mahluk yang mengejar ku tadi, apa kau bisa?"
[Ding~ Meat puppet deskripsi : Boneka daging berbentuk humanoid yang di kendalikan
Ras : Tidak diketahui
Hobi : Tidak diketahui
kemampuan spiritual : Tidak diketahui]
"Oh ternyata bisa seperti ini juga, fungsi mu beragam ternyata lalu tidak diketahui itu apa?"
Ken diam berpikir tampa menyadari sebuah tentakel mirip dengan sungut ubur-ubur merayap dalam cahaya redup, mendekati ken berdiri di sana.
Perlahan merayap di udara terbuka mengincar leher Ken yang lengah, hingga akhirnya mengikat dan mencekik leher Ken dengan kuat, disusul tentakel lain yang merayap ke tubuh nya berniat mengikat tubuh Ken dari atas hingga bawah.
Di keadaan itu memberontak melepaskan tentakel itu dengan tenaganya, namum sekeras apapun dia tidak bisa melepaskan nya, terpikir sepintas belati miliknya.
Ken mengambil nya dari kotak peraga dan mencoba memotong tentakel tersebut, Ken berhasil memotong nya sebuah cairan hijau keluar tidak terkendali bagai selang air dengan full katup penutup nya terbuka.
Cairan hijau menyebar yang terkena cairan tersebut menjadi harus karena itu ternyata memiliki sifat asam yang kuat.
"Apa? sial aku harus keluar dari tempat laundry ini!" Ucap Ken berbalik pergi dari tempat tersebut.
Ken kembali berlari kali ini bukan di kejar mahal spritual monster manapun, namun dari tentakel yang muncul dari tumpukan pakaian dan mesin cuci mengejar Ken tampa henti.
__ADS_1
"Baru selesai di kejar, kenapa malah lagi! dasar tempat sialan!"
Bila ku potong malah merepotkan jadinya, cairan asam tersebut dapat merusak, walaupun nanti aku bisa pulih kembali!
"Namun aku harus hati hati, dan menghemat penggunaan poin roh dan poin kewarasan untuk melawan boss mirip waktu itu."
Berlari menelusuri lantai laundry Ken akhirnya menemukan sebuah pintu dengan palang merah bertuliskan Exit, tampa berpikir lebih jauh Ken langsung membuka pintu tersebut dia masuk.
Begitu masuk Ken kembali menutup nya dengan rapat.
Berdiri menahan pegangan pintu Ken menghela nafas lega. "Semoga saja tentakel itu tidak mengejar!"
...
Beberapa saat kemudian Ken menunggu respon dari tentakel tersebut, tetapi tidak ada tanda tentakel mendobrak pintu yang di jaga Ken.
Ken memutuskan duduk bersandar pada pintu berpikir sepertinya ruang laundry itu batas kekuasaannya, dia duduk karena sudah lelah terlalu lama berlari karena dikejar mahluk yang lebih kuat darinya.
Melihat dari tempatnya Ken melihat tanggal yang sepertinya terhubung dengan atas, dia ingin istirahat lebih lama namun tahu walaupun misi kali ini tidak ada waktu namun harus tetap bergerak dan tidak boleh lengah, walaupun tadi dirinya sempat lengah.
Berdiri Ken melangkah maju melanjutkan apa yang menjadi tujuan nya. "Baiklah sesi istirahat selesai waktu nya lanjutkan perjalanan!"
Menaiki tangga demi tangga Ken merasa mungkin akan mengalami hal sama lagi, jadi di saat ini dia mulai siaga dengan belati kesayangan di tangan nya.
...
Berkeringat dingin dengan tangan sedikit gemetar, Ken membuka pintu masuk kedalam nya.
"Tempat macam apa ini?"
Melihat sekitar terdapat banyak manekin, patung anatomi dari yang hanya kerangka sampai yang memiliki organ buatan berjejer di sana.
Ken menggunakan ability matanya, melihat sekitar menemukan sebuah pintu di sisi lain yang menghubungkan ruang yang berbeda.
Tampa banyak berpikir Ken bergerak maju kesana, secara mengejutkan patung di dekat bergerak dengan sendirinya menyerang Ken.
~Swos!
Menghindari dan memberi balasan Ken memotong kepala manekin tersebut, namun itu di susul dengan manekin lain yang bergerak Menyerang Ken.
__ADS_1
Mundur menjauh dari kumpulan manekin tersebut, dia melihat semua nya sudah bergerak berjalan perlahan ke arah Ken hendak menyerang nya.
~Boom!
Dari sebuah tembok yang runtuh Ken melihat mahluk hitam humanoid dengan cakar tajam melihat kearah Ken dengan tatapan membunuh.
"Satu belum selesai 1 lagi bertambah, bagus ini akhir perjalanan ku! ponsel sampaikan teman ku agar membawa bunga ke kuburan ku nantinya, ingat jangan sesuatu yang aneh bila tidak aku akan mendatangi nya dalam mimpi!" Ucap Ken bersiap bila salah satu dari mereka menyerang.
[ Ding ~ Mendeteksi pemain kesulitan, pihak kami mengaktifkan sistem pemanggilan rekan yang masih terkunci!]
"Apa? ini bagus! capat panggil sekarang!" Ucap Ken dengan senang.
[ Ding ~ Mengaktifkan fitur gacha, untuk percobaan pertama itu gratis dan kedua membayar 5 poin roh untuk 1 kesempatan!]
"Gacha? Aku seharusnya tidak berharap pada mereka! walaupun mahluk hitam itu belum bergerak, namun aku harus berhati-hati menjaga punggung ku."
"Sudah lah kita gacha dulu dan dulu pernah dengar bahwa keberuntungan pemula menakutkan! developer korup putar 1x saja!"
[ Ding ~ Zonk Anda belum berhasil, silakan coba lagi!]
"Kampret! sialan 1x lagi saja habis itu aku tidak akan berharap Banyak!" Ucap Ken dengan kesal.
[ Ding ~ Poin jiwa 9>4]
[ Ding ~ Selamat anda mendapatkan bantuan dari The curse Doll, terimakasih telah bermain!]
"Setelah itu kau pergi begitu saja, Sialan! Kenapa harus Mary yang masih anak anak! akan bagus bila itu Anastasia, atau Ravi!"
...
Rumah Ken, terlihat gadis kecil memainkan game pada sebuah ponsel putih, dia juga terlihat sudah mencetak skor tinggi di arena game tersebut.
"Game battle royal brave milik papa cukup menarik! tetapi aku melihat jumlah dead nya sangat banyak dari jumlah kill, sepertinya papa tidak pandai memainkan nya mungkin?"
Menyombongkan wajahnya seakan merasa yang terhebat. "Tapi tak apa karena Mary sang master permainan ada di sini, akan ku tingkat kan medal dan jumlah kill mu melebihi pemain top!"
Secara tiba-tiba Mary yang sibuk bermain sebuah gambar muncul di bawah nya, itu membuat Mary kaget menjatuhkan ponsel nya menghilang dan lenyap.
Melihat sekitar yang banyak patung anatomi dan seorang pria memakai jas dokter Mary yang terlihat bingung berkata. "Eh? ini dimana?"
__ADS_1
"Ah! Mary maaf memanggil mu tiba tiba bisa tolong sembunyi sebentar! disini berbahaya!"
Mary melihat ke arah pria tersebut dia merasa kenal dengan nya, karena suasana gelap Mary mendekat untuk melihat lebih jelas itu adalah Ken yang sedang berdiri bersiap di dalam kepungan Manekin.