
Membuka tidak lama Riwan sampai di halaman yang terlihat sengaja di sobek, dari robekan itu sama persis dengan kertas misterius milik nya.
"Ini... apa ini adalah halaman bukunya?"
Menaruh kertas misterius tersebut di atas buku, Tiba-tiba buku tersebut menyatu dengan sendirinya.
"Eh? benar buku ini merespon berarti tugas ku selesai, dan aku akan pergi dari tempat menjijikkan ini!"
Kapur yang sebelumnya di masukan ke kantong oleh Riwan, bergerak keluar itu melayang ke lantai membentuk lingkaran seperti sebelumnya datang ke tempat ini.
Melihat itu Riwan langsung mengambil kembali, dia menghentikan gambar sebelum selesai.
"Tetapi sebelum itu aku hancurkan lab ini dahulu, baru kau bisa kembali menggambarnya!"
Riwan menuju kursi lipat yang tidak jauh dari sana, mengangkatnya dia menggunakan kursi tersebut sebagai pemukul, dan dia memukul tabung kaca eksperimen.
Tidak hanya itu Riwan juga memukul semua yang berada di sana secara asal, hingga tabung yang mudah meledak pun di pukul olehnya.
"Ini! apa barang mudah meledak?" Ucap Riwan menyadari ada simbol ledakan.
"Ini sudah ku pukul mungkin akan segera meledak! sebaiknya aku pergi sekarang!"
Kapur dengan cepat melayang dan menggambar pola lingkaran sebelum yang tidak di selesai kan, tepat itu selesai ledakan terjadi, saat ini Riwan berhasil menghilang membawa buku tersebut.
......................
"Ini aneh aku memanggil Robert dan Ashiya tetapi kenapa tidak ada Jawaban?"
Seorang wanita berambut kuning memakai jas dokter, dia terlihat berdiri di dalam ruangan yang terlihat seperti lab.
"Apa dia lupa? sebaiknya ku susul dia akan ku hukum bila membuat alasan tidak masuk akal!"
Wanita itu berjalan keluar dari ruangan, begitu melangkah keluar persepsi ruang berubah, di depan nya terlihat sebuah pintu bertuliskan ruang pengawas.
Masuk kedalam nya wanita melihat seorang pria terbaring di atas sebuah bangku tampak seperti tidur, mendekati nya dia melihat beberapa lilin padam.
Dengan kesal wanita itu memukul pria yang tertidur itu dengan keras.
~Plak!
Namun itu tidak membuatnya bangun, dia melakukan nya lagi hingga lima kali namun tidak ada yang terjadi, pria itu tidur seperti mayat.
"Apa yang terjadi? ini kenapa Robert tidak bangun, bukanya ku suruh menjaga lilin jiwa dan itu sudah padam!"
"Apa ini perbuatan penyusup? seharusnya tidak mungkin ini realita buatan ku, bila aku kedatangan tamu sudah ku ketahui!"
Dia memegang tangan Robert mengecek nadi darahnya, itu masih berdenyut namun seperti tanda orang tidur.
__ADS_1
Wanita itu berjalan mendekati lantai di bawah meja lilin tidak jauh dari nya, dia menginjak lantai membuka sebuah mekanisme rahasia.
Meja dan ruangan lilin bergeser berganti menjadi ruang dengan penuh cctv di sana, dia melihat seorang pria dan gadis kecil berjalan bersama menghabisi setiap pekerja yang lewat dan chimera.
"Ini! 001 tidak mungkin dia berhasil mendapatkan kembali kesadaran nya, bukan cuma itu seperti dia mengembangkan kemampuan baru, dan apa itu the curse doll?"
~Boom!
Sebuah ledakan keras terdengar oleh nya, dari asal suara tersebut itu dari sebuah ruangan dari tempat yang mudah terbakar.
"Hah ledakan?"
Segera melihat tempat ledakan terjadi lewat ccctv di sana, melihat nya dia merasa terkejut serta marah, karena ruangan tersebut tempat penelitian pribadi nya, bahkan pekerja tidak boleh masuk.
Segera wanita itu berpindah ketempat ledakan itu, karena ini realita buatan nya sangat mungkin dia berpindah dengan mudah dan cepat.
"Apa! sial kurang ajar semua nya meledak di hancurkan beserta chimera level 6 ku yang hampir jadi! dan juga ramuan awet muda ku juga di telah hancur!"
"Tunggu! bukunya dimana, itu tidak mungkin terbakar karena buku tersebut pernah tampa sengaja ku hancurkan namun tidak terjadi apapun!"
Wanita itu mencari ke setiap sudut ruangan yang meledak dan hancur, namum sekeras apapun mencari itu tidak mendapat hasil buku tersebut hilang seakan di curi seseorang.
"Apa mungkin 001 yang melakukan nya?"
"Hehehe... Hahaha.. Hahahaha! baiklah bila kau berani 001 akan ku hancurkan dan ***** habis tubuh mu tampa sisa!"
Kuncup bunga tersebut menggeliat membesar dengan kecepatan tidak normal, terus membesar hingga menghancurkan ruangan tersebut.
Dan masih terus membesar hingga setengah rumah sakit hancur.
Tak lama kemudian itu berhenti membesar kuncup bunga tersebut perlahan terbuka dengan sendirinya, menampakkan seorang wanita berambut putih dengan tubuh di tutupi sulur tanaman merambat.
Membuka matanya yang berwarna hijau Wanita tersebut melihat seorang pria yang menahan tembok yang menimpa dia dan gadis kecil yang bersamanya.
...
"Sial mahluk apalagi itu? apa chimera juga? lalu kenapa ukuran nya terlalu tidak masuk akal! ini curang!"
"Coba saja mode anti kabel ponsel tidak kehabisan daya! oh ya Mary kau tak apa!"
Ken melihat Mary yang terjatuh, saat ini kakinya terjepit lantai yang tiba-tiba runtuh.
"Tidak terlalu baik! Kaki ku seperti nya patah!"
Mendorong Tembok yang ditahan nya Ken segera menggendong Mary, dia menjauh dari tempat tersebut.
Tidak membiarkan Ken kabur wanita itu mengeluarkan banyak bunga di sekitar kuncup, namun itu bukan bunga normal tampak mulut yang bergigi tajam dari kelopak nya.
__ADS_1
Itu langsung mencegah Ken yang berlari menjauh, membuka mulut nya bunga tersebut langsung menyerang Ken bersama Mary.
"Sial! seperti nya kali ini aku akan tewas!"
Lima inci sebelum bunga tersebut mengigit Ken, secara tiba-tiba itu berhenti tampa bergerak.
Saat ini Ken menutup matanya karena serangan tersebut, namun begitu membuka Mata bunga yang hendak menyerang nya berhenti.
Ken memperhatikan dengan sangat jelas terlihat, itu terlihat bunga tersebut terikat dengan lebih dari jutaan helai rambut.
"Hah? Rambut?"
Tak lama sesosok wanita berambut panjang bergaun merah muncul dari dalam bayangan milik Ken, wanita itu melihat Ken dia menjulur tangan kemudian menyentil dahi Ken dengan jarinya.
"Aduh! sakit!"
"Ada apa sih Anastasia, itu sakit kau tahu?"
"Papa kata kak anastasia kau orang bodoh selalu terlibat masalah, suka ikut campur orang lain, dasar pria bodoh!"
Mendengar suara Mary yang di gendong di tangan nya, Ken tidak menyangka ternyata Mary juga bisa menerjemahkan apa yang di katakan Anastasia tidak dia mengerti.
"Mary kau paham kata Anastasia? walaupun dia terlihat tidak bicara?"
"Aku dan kak Anastasia itu jenis sama, ghost of rumor bedanya aku dalam wujud fisik boneka sedangkan kak Anastasia wujud spiritual jiwa!"
"Tentu saja aku mengerti papa!"
"Jadi begitu! Tunggu bagaimana kau kenal dengan Anastasia bukan kah kalian belum saling bertemu, dan saat pertama kali kau ketakutan?"
Ken menatap Mary dia ingat saat pertemuan pertama kali di rumah Alan, Mary menangis ketakutan melihat Ken dan Anastasia yang bersembunyi di antara bayangan nya.
"Itu saat papa pergi Kak Anastasia keluar dia berkenalan dengan ku dan sempat bermain bersama!"
Dalam pikiran Ken dia tak sangka ternyata rekannya akrab satu sama lain, tetapi apa mereka sudah bertemu Ravi yang saat ini bersama Alex.
Wanita itu menjadi lebih kesal, dia berhenti mengincar Ken berbalik mengincar Anastasia yang melindungi Ken, sementara Ken dia berlari menjauh dari mereka berdua yang sepertinya akan ada pertarungan besar.
Benar saja Kedua nya bertarung dengan cukup sengit, Anastasia menggunakan Manipulasi rambut yang dia muncul kan dari sekitar, sedangkan wanita itu memanggil lebih banyak tanaman bunga bergigi.
Akibat pertarungan tersebut membuat Setengah sisa bagian rumah sakit hancur.
......................
Dari kejauhan, tampak seorang pria berambut putih abu-abu melihat dari bawah pohon pertarungan dua mahluk spiritual level bencana Debacle.
Menghela nafas pria itu melihat pertempuran besar dia beruntung kabur dari sana. "Untung saja aku berhasil kabur!"
__ADS_1
Setelah melihat hal tersebut pria itu berbalik pergi, karena dia takut keberadaan nya di ketahui oleh mereka dan membuat hidupnya terancam.