Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
8. Memulai rencana.


__ADS_3

Di pinggiran kota A tepatnya daerah perbatasan dengan hutan mati. Sebuah villa besar yang berdiri kokoh walaupun tampak usang di sana terlihat seorang pria memegang belati dengan jubah hitam era Victoria. Benar itu adalah Ken dia berdiri di depan gerbang membawa 1 dirigen bensin, dan belati di salah satu nya


Dia berfikir bagai mana cara masuk melewati gerbang. Setelah beberapa saat ingat apa yang menjadi misinya dia memutuskan merusak kunci gerbang dan menerobos masuk.


Saat didalam mata Ken tertuju pada sebuah lilin di dekat gerbang dia menghampiri nya. Karena penasaran memutuskan meniup nya namun itu padam sesaat lalu kembali menyala.


"Wah... Selama ini aku agak penasaran dengan lilin dalam game horor apa itu abadi? setelah meniupnya ternyata masih bisa menyala!"


"Yah walaupun bukan game horor tetapi dunia entah apaan mirip dengan dunia nyata namun berbeda, dan itu cukup memuaskan!"


Setelah Ken puas dengan yang di ingin dia berdiri dan mulai berkeliling halaman. Tepat sebelum langkah ke 3 banyak mahluk dengan kepala bunga bergerigi dan tubuh mirip manusia berwarna kemerahan dari kepala sampai kaki.


...----------------...


Dalam villa tepatnya di sebuah ruang makan dengan 1 meja panjang 6 kursi kosong dan penerangan cahaya remang lilin menghiasi. Terdapat 3 orang 2 diantara nya pria dan satunya wanita ketiganya menggunakan topeng hewan berbeda. Karena gelapnya ruangan hanya topeng mereka yang terlihat.


Seorang pria bertopeng gagak berbicara, ''Sepertinya nya calon ketua ke empat kita telah terbunuh sebelum berkembang lebih jauh!"


Wanita bertopeng kucing menjawab : "Kalau tidak salah namanya Charles."


Pria bertopeng gagak berkata, "Itu tidak apa juga tidak penting mengingat namanya, kita masih punya 5 kandidat lainnya yang lebih berpotensi!"


Seorang pria bertopeng kelinci menyela pembicaraan berkata, "Oh... Seperti nya 2 mahluk kecil di luar yang memantau kita berani menerobos. "


"Tetapi tidak apa aku sudah menyiapkan kejutan saat mereka masuk dan mungkin sangat mustahil untuk kembali hidup!" ucap pria bertopeng kelinci melanjutkan pembicaraan.


Serempak 3 pria itu tertawa.


~Hahahaha.


...----------------...


Di tempat lain berada agak jauh dari villa tua berdiri sebuah tenda berwarna hijau. Didalam nya terdapat kedua pria dan wanita memakai baju penyelidik. Benar itu Leah dan Ishak yang sedang mengamati lewat CCTV yang terpasang di 2 jenis dunia berbeda.


"Sial mahluk itu masuk kedalam dan itu berada di dunia netter ( dunia spiritual ) ini benar-benar kacau!"


"Leah tolong jangan panik kita masih bisa mengirimkan Drone ke dunia itu untuk melihat gerakan nya! ucap Ishak berusaha menenangkan Leah yang panik.


Kemudian melanjutkan beberapa kata : "Dan juga persiapkan senjata mu mungkin kita akan ketauan nantinya."


"Benar..."

__ADS_1


Leah tetap mengamati pergerakan Ken lewat drone khusus sementara Ishak berusaha untuk melindungi nya bila sudah ketahuan.


...


Saat Leah mengamati pergerakan Ken dia melihat ada yang agak aneh. Leah melihat Ken membungkuk dan meniup lilin dekat gerbang villa di dunia Netter.


Leah berkata dengan bingung, "Apa yang dilakukan mahluk itu? "


Ishak menjawab : Entahlah tapi tunggu sepertinya dia terkepung oleh


"Apa kita harus tolong?"


"Tidak itu berbahaya, mahluk belum tentu kawan atau lawan. Sebaiknya kita menunggu disini saja dan melihat gerak geriknya!"


Leah dan Ishak memutuskan tidak membantu Ken yang terkepung dan tetap pada polisi. Mungkin ini tindakan kejam namun bila mereka ikut membantu akan ada korban lainnya sebelum bantuan datang dan juga mereka tidak bisa melanggar perintah.


...----------------...


Di halaman villa terbengkalai ada seorang pria berumur 25 tahun memakai jubah era Victoria. Terlihat dia terkepung oleh mahluk kepala bunga bergerigi dan tubuh mirip manusia berwarna kemerahan dari kepala sampai kaki.


"Eh? ini monster kah?"


[Ding~ Demorin deskripsi : Mahluk dari bawah


Ras : Low rank demon


Hobi : Darah


kemampuan spiritual : Super human, dimensional, reagen]


"Oh jadi... ini dengan kata lain monster! apa yang 4 lainnya juga," ucap Ken melihat sekitar nya yang terkepung.


Ken mengangkat belati nya bersiap bertarung mencoba kekuatan nya, pikirkan 1 gerakan ringan nya saja merusak gagang pintu dan Ken penasaran sekuat apa sekarang karena dia tidak sempat mencoba lalu tidak bisa mencoba nya sembarangan, cukup rantai gerbang villa, gagang pintu rumah, dan lubang pada kamar orang tuanya.


Para demorin mulai terprovokasi dengan gerakan Ken dan mulai menyerangnya. Demorin dibelakang Ken memulai duluan namun karena fisik Ken sudah menjadi kuat dia mudah merasakan gerakan pada radius tertentu.


~ Mengaum.


Demorin langsung membuka kelopak bunga sebagai mulut nya menampakkan gigi tajam lansung menyerang dari belakang. Namun Ken yang sudah tahu langsung menusuk nya menggunakan belati. Kemudian memotong lehernya nya pada Demorin yang menyerang nya tadi darah menyembur dari sana membuat halaman villa ternoda oleh darah.


Demorin langsung mati terpotong bagian leher. Hal itu membuat 4 lainnya marah dan mulai menyerang nya secara bersamaan salah satu dari yang terdekat menggunakan cakar humanoid nya untuk merobek Ken. Tetapi berhasil di hindari dan langsung menusuk area dadanya hingga menembus tubuhnya.

__ADS_1


3 dari mereka mendekat menggunakan kesempatan dengan cepat Ken langung berlari mendekati salah satu dari ketiga nya dan langsung menusuk kan belati nya pada mulut demorin yang terbuka lebar hingga menembus kepala nya


Dengan senyum karena sudah tau kekuatan nya sekuat apa Ken berkata, "Hahaha tinggal 2 lagi kah?"


2 demorin mulai ketakutan melihat Ken bersimbah darah rasnya memilih melarikan diri dari nya menuju hutan. Ken yang melihat langsung mengejar bagai psikopat mengejar mangsanya.


Hei... Kembalilah aku belum selesai! ucap Ken dengan senyuman di wajahnya.


Kedua demorin yang berlari tampa sadar keluar dari Netter berlari ke arah tenda milik penyelidik. Meninggalkan Ken yang jauh tertinggal masih mengejar mereka.


...----------------...


Tenda berwarna hijau yang terletak di dalam hutan agak jauh dari villa. 2 orang penyelidik di dunia realita melihat pertarungan Ken melawan 5 Demorin humanoid demon rank bawah. Meskipun rank bawah itu sangat menyulitkan 2 penyelidik senior bila berhadapan 1 dari mereka.


...


Setelah beberapa saat Ishak dan Leah berkeringat dingin melihat pertarungan Ken berpikir bagaimana bisa dia menyelesaikan 3 Demorin dengan mudah bahkan 2 penyelidik senior saja kerepotan melawan 1 dari mereka.


"Sial... Apa apaan mahluk itu walaupun peringkat nya belum di tentukan namun kekuatan macam apa itu," ucap Ishak menatap monitor.


Leah menepuk punggung Ishak mengungkapkan apa yang dipikirkan, ''Tunggu... sepertinya ada yang salah kenapa kedua demorin kabur!"


Ishak membalas : "Benar dari arahnya menuju kemari, dan sepertinya dia keluar dari netter!"


Leah mulai gemetar ketakutan mengingat Demorin adalah monster humanoid sangat suka membunuh dan memakan manusia.


Ishak melihat wajah ketakutan Leah dia berusaha menenangkan nya dan membuat keputusan. Mengambil senjata api demon hunter sejenis senjata revolver tetapi memasukkan peluru perak.


"Leah kau bisa menembak?"


"Ya... Aku cukup bagus menembak tetapi, gayaku petarung jarak dekat!"


"Tapi bertarung berhadapan dengan Demorin sangat berbahaya, sebaiknya pakai senjata ku aku memakai pedang mu. "


"Baiklah... Namun berhati-hati lah!"


Leah dan Ishak bertukar senjata bersiap serang darurat datang. Kemungkinan besar mereka tidak selamat namun tidak ada salahnya mencoba bagai manapun sepertinya orang dari villa sudah tau dari awal dan sengaja membiarkan mereka asal tidak menggangu. Atau memang sengaja membiarkan nya untuk di jadi korban.


~ Mengaum.


Dari kejauhan Demorin akhirnya sampai kedua Demorin tersebut melihat Leah dan Ishak sebagai mangsa. Mereka seperti itu karena merasa sudah aman dari pembantai gila itu nyatanya tidak Ken masih mengejar mereka.

__ADS_1


__ADS_2