Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Asylum hospital prosperum l


__ADS_3

Kritik...


Kritik...


''Mhm!''


"Mhm!"


Mendorong kasur pasien sambil menggunakan baju operasi, Ken melihat sekitar nya dia sudah berkeliling selama lebih dari 20 menit. "Tempat ini.. Besar, bagaimana cara menghancurkan nya? dan juga tempat yang menyeramkan!"


Dengan penerangan redup dari lampu Ken melihat sekitar yang banyak beberapa tengkorak, coretan darah di dinding berkata Help dan beberapa kepompong yang terlihat seperti gumpalan daging menempel.


"Hai, kau yang ditugaskan membawa pasien 001 kenapa malah di sini bukan ke lab!"


Tiba-tiba sebuah suara dari belakang memanggil yang tampak nya dia yang di maksud, menengok ke belakang Ken melihat seseorang pria menggunakan baju hijau operasi lengkap dengan masker. "Ah! maaf sebelumnya aku ke toilet!"


Pria itu mendekat, sementara Ken sedikit berkeringat dingin apa nanti akan ketahuan berbohong. "Kau ini masih ada masalah ginjal kenapa masuk hari ini?"


Berpikir sepertinya tidak ketahuan Ken melanjutkan aktingnya. "Maaf kali ini ada bahan bagus jadinya tidak bisa dilewatkan!"


"Oh! begitu, Yasudah ayo antar pasien 001 ke lab semua telah menunggu!"


"Baiklah, kau duluan!" Ucap Ken memberi jalan.


"tentu!"


Ken dan pria itu berjalan menuju laboratorium yang di maksud, tetapi setelah berjalan 5 langkah pria itu berhenti, Ken bingung ada apa dia bertanya. "Ada apa?"


"Kau... Bukan morgan, dia tidak punya masalah ginjal kau siapa? " Ucap pria itu melirik dengan tajam ke arah Ken.


Membuka maskernya Ken tidak menyangka akan ketahuan secepat ini.


"Benar aku bukan morgan!"


Pria itu terkejut saat Ken melepaskan maskernya. "Oh 001? Ternyata sudah mengembalikan kesadaran nya ya. "


Pria itu mengeluarkan kalung yang di sana terdapat beda mirip peluit berbentuk tengkorak burung, membuka maskernya pria itu meniup peluit tersebut.


Ken merasakan ada yang aneh dengan pria yang meniup peluit tersebut, benar saja tak butuh lama 3 sesosok mahluk hitam humanoid namun bukan muncul seperti asap.


Penampilan nya tinggi besar dengan otot tampa mata dan mulut yang seakan sobek ditambah dengan warna tubuhnya hitam seperti arang.


"Hahaha! lihat inilah hadiah yang kudapat dari direktur, bukankah ini indah!"

__ADS_1


Ken melihat mahluk itu dia merasa dia mungkin bisa menang bila 1 lawan 1, tetapi bila lebih dari itu dia merasa tidak yakin menang. "Sial! situasi nya jadi lebih rumit!"


[Ding~ Chimera humanoid deskripsi : mahluk buatan dari banyak eksperimen


Ras : Tidak diketahui


Hobi : Tidak diketahui


kemampuan spiritual : fisik yang kuat. ]


"Mahluk buatan? oh benar juga aku lupa bertanya, ponsel apa kotak peraga bisa di akses?"


[ Ding ~ Menjawab Pemain, bila di dunia simulasi tidak hanya shop yang bisa di akses namun bila pemain tidak berada di dunia simulasi itu bisa di akses!]


"Bagus!"


Segera masuk kedalam Kotak peraga Ken mengeluarkan Sacrefice Dagger dari sana.


Melihat Ken mengeluarkan Sacrefice Dagger pria itu terlihat bingung dari mana asal pisau berkarat hitam itu muncul, namun dia tidak terlalu memperdulikan nya langsung memerintah salah satu Chimera tersebut menyerang.


"Maju dan bu*** dia untuk ku!" ucap pria tersebut menodong kan tangannya pada Ken.


Namun begitu menginjak kan kakinya beberapa langkah menuju Ken, sebuah pisau terlempar dengan cepat menusuk kepala mahluk tersebut, membuat Chimera tersebut mati.


Pria itu terkejut agak takut dengan Ken secara refleks memerintah sisinya langsung menyerang ken. "Maju bunuh dia!"


...


Tidak peduli seberapa keras pria itu berteriak kepada Chimera nya, itu hanya mematung tampa bergerak.


"Aku tak sangka ternyata ability six sense bisa menangani 2 sekaligus dan juga biayanya cukup murah dari sebelumnya, apa karena peningkatan?"


"Apa yang kamu lakukan?" Ucap pria tersebut menjadi ketakutan.


"Awalnya cuma ingin tahan sebentar lalu kabur meniggalkan pisau kesayangan ku, tetapi ternyata bisa menahan mereka dalam waktu bersamaan!" Ucap Ken sambil berjalan mendekati Chimera yang tertusuk belati nya.


"Aku bilang apa yang kulakukan!"


"Yah aku juga masih penasaran apa bisa lebih dari ini?" Ucap Ken yang saat ini mengambil belati nya.


"Apa yang-"


Melirik pria itu Ken menatap nya dengan dingin. "Bisa kah kau diam!"

__ADS_1


Seketika pandangan Pria tersebut berubah total, apa yang di lihat saat ini bukan 001 tetapi mahluk yang tubuhnya tertutup kabut hitam dengan 2 tatapan merah menatap jiwanya.


Hal itu membuat nya terdiam, sekarang pria itu mengerti kenapa ke 2 Chimera nya tiba-tiba mematung kerena mereka melihat sesuatu yang begitu gila dan merasa bila bergerak itu akan membuatnya dicabik-cabik hanya dengan tatapan nya.


"Hm? baiklah sekarang percobaan ke 2 kita tambahkan ilusi dalam penindasan mata ini!"


Ken menggunakan ilusi dari six sense to see karena peningkatan sebelum nya, kekuatan ilusi tersebut menjadi lebih kuat dan langsung menyerang kedalam jiwa.


"Apa? Tidak!" Ucap pria itu dalam alam kesadaran jiwa nya.


Dalam kesadaran Pria itu tubuh mentalnya diselimuti energi gelap, yang secara perlahan namun pasti mencernanya, dan menghancurkan nya hingga habis termasuk ke 3 chimera nya.


~Bruk!


~Jatuh!


"Eh? apa yang terjadi kenapa mereka jatuh? ponsel apa kau bisa memindai nya?" Ucap Ken dengan bingung.


[ Ding ~ Status Tewas ]


"Terlalu singkat! dan apa maksudnya tewas? padahal aku hanya menggunakan 20% kewarasan ku untuk ini, seperti nya ke depan nya harus berhati-hati menggunakan nya setiap habis peningkatan!"


Berbalik dan pergi Ken melanjutkan tujuan nya berkeliling di sepanjang koridor Prosperum hospital


...----------------...


Sebuah ruang penuh lilin dengan api hijau berjejer di sebuah meja, dan tampak seorang pria berambut hitam sepanjang bahu berumur 30 tahun dengan pakaian kemeja dan celana hitam duduk mengawasi lilin tersebut, mata tajam nya mengawasi gerak gerik perubahan lilin di sana.


~Whuss!


Tanpa tertiup angin sebuah lilin berapi hijau padam. "Apa? lilin kehidupan yang berhubungan dengan Torus mati! tidak mungkin bila dia diserang oleh pasien, karena dia memiliki 3 Chimera level 2 dari direktur!"


"Apa ada penyerangan? Seharusnya tidak mungkin karena ini berada dalam realita yang dibuat Direktur! para polisi bodoh tersebut seharusnya tidak memiliki teknologi seperti itu!"


"Tapi tak apa akan ku cek terlebih dahulu, bila itu penyusup atau bukan akan ku laporkan pada direktur mungkin aku dapat beberapa hadiah. "Ucap pria itu dengan senyum jahat.


Pria itu mengeluarkan peluit dari kantong nya kemudian ditiup, secara tiba-tiba muncul seperti asap mahluk humanoid hitam tinggi setara dengan pria dewasa dengan cakar panjang di kedua tangan nya.


Dengan mulut yang terlihat sobek mahluk itu melihat orang yang memanggilnya, menunggu perintah darinya. "Bahkan bila penyusup itu bisa selamat dari level 2 milik Torus, tidak mungkin bisa selamat bila mahluk yang ku kembang dan dinilai level 4 oleh direktur bisa kalah melawan nya."


"Pergi cari penyusup itu! bawa ke sini hidup atau mati!" Ucap pria tersebut memerintah mahluk humanoid nya untuk pergi mencari penyusup yang di maksud.


~Grooa!

__ADS_1


Mengaum dengan mengerikan kemudian pergi, menghilang seperti sebuah api lilin ditiup menjadi asap.


"Hahaha.. hahaha! sekarang tinggal lihat apa selanjutnya." Ucap pria tersebut dengan senyum sinis di wajahnya.


__ADS_2