Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Kehancuran lV


__ADS_3

"Untung saja aku menjauh! Tapi kenapa teleportasi nya gak sampai rumah saja!" Ucap Riwan yang berjalan di hutan dekat rumah sakit.


"Ya sudah lah yang penting selamat!"


......................


Pertarungan Anastasia dengan wanita itu menjadi memanas, Anastasia tahu tidak bisa memakai trik yang sama.


Dia mengumpulkan rambut dari sekitar dalam jumlah besar, kemudian mengepang nya hingga ujung nya menjadi tajam.


Wanita itu melihat Anastasia melakukan sesuatu dia tidak tinggal diam langsung menyerangnya dengan ratusan sulur tanaman merambat.


Saat ini Anastasia kewalahan menangani ratusan sulur dan bunga bergigi di saat yang sama.


Tanpa sengaja satu sulur lolos dari tangkapan rambut nya, dia menyerang Anastasia dengan cepat.


Namun belum sampai mengenai Anastasia itu sudah terpotong, yang memotong nya Ken dia muncul ke depan Anastasia memutuskan ikut bertarung.


"Untung saja! Kau tak apa Anastasia?"


Anastasia melihat Ken kemudian dia menyentil keningnya lagi.


"Aduh sakit!"


"Papa kata Kak Anastasia, dasar pria bodoh aku tak bilang butuh bantuan!" Ucap Mary yang saat ini berada di bawah pohon, dia duduk karena kakinya patah.


Anastasia memasang wajah yang lebih serius dia mengangkat tangan kanannya, seketika muncul kegelapan di bawah wanita itu, dari sana muncul ratusan tangan berwarna pucat menahan tubuh besar nya.


Wanita itu tidak bisa menggerakkan tubuh nya yang di tahan, dia mengeluarkan lebih banyak sulur dan bunga bergigi menyerang Anastasia.


Kegelapan di bawah wanita itu meluas dari sana, saat itu juga muncul tangan pucat tersebut menahan semua sulur dan bunga bergigi.


Anastasia berhasil membuat empat kepang rambut dengan ujung tajam, dia langsung menyerang wanita itu.


Kepang rambut Anastasia menusuk tubuh nya, kemudian mengikat tubuh nya, dari bawah tangan berwarna pucat mulai menarik nya tenggelam di dalam kegelapan.


Rambut serta tangan pucat Anastasia bekerja sama, memperkuat tarikan dan dorongan ke dalam kegelapan.


Namun itu masih belum cukup Wanita itu masih cukup kuat, dia memberontak melawan Anastasia menghancurkan tangan pucat serta rambut nya.


Ken melihat Anastasia sedikit gemetar ditambah saat ini ken memperkuat penglihatan nya, dia melihat energi gelap Anastasia melemah secara perlahan.


"Apa Anastasia sudah hampir mencapai batasnya?"

__ADS_1


Berpikir sejenak Ken memakai dua sanity pill sekaligus, begitu memakai nya Ken menggunakan ilusi dari six sense to see secara brutal.


Dia paham walaupun menggunakan 100% kewarasan nya itu masih belum cukup menghentikan wanita itu, benar saja Efek kekuatan ilusi menjadi lebih berlipat ganda.


Itu cukup menghentikan pergerakan wanita itu, di kesempatan itu Anastasia langsung mengerahkan sisa kekuatan nya, dia langsung menenggelamkan seluruh tubuh raksasa wanita itu kedalam kegelapan bayangan nya.


Ken melihat nya bingung apa yang akan dilakukan Anastasia nantinya.


"Anastasia apa kau mau memakan nya?"


Anastasia menatap Ken sebentar kemudian dia menghilang, masuk kedalam bayangan di bawah kaki Ken.


"Papa kata kak Anastasia, aku ingin istirahat cukup lama, soal akan memakannya akan ku coba!"


"Itu berarti Anastasia tidak bisa memakan mahluk spiritual begitu saja ya!"


Ken menghampiri Mary yang duduk di bawah pohon dia berniat menggendong Mary hingga pulang, belum sampai Tubuh Mary menjadi cahaya kemudian lenyap.


"Eh? apa yang terjadi? apa Mary tewas?"


Bertanya tanya dalam kepala nya tampa di sadari tubuh Ken juga mengalami hal yang sama dia bercahaya.


~Bruk!


Tubuh yang di gunakan Ken terjatuh, sementara kesadaran Ken kembali karena sudah menyelesaikan misi nya.


...


"Ugh! kepalaku sakit, setelah mahluk itu pergi bersama bawahannya membuat kepala ku sakit!"


"Walaupun begitu aku berhutang pada mahluk tersebut, yang mungkin menawarkan jiwa ku saja itu seperti nya tidak cukup!"


001 mengetahui bahwa tubuh nya telah digunakan, namun itu tidak memberontak kepada Ken yang menggunakan nya, karena dengan begitu dia bisa membalas dendam dan menghancurkan tempat terkutuk tersebut.


"Angkat tangan dan tiarap!"


Sebuah suara dari belakang nya, 001 berbalik dia melihat pria berambut pirang menodong pistol ke arah nya.


001 mengangkat tangannya dia saat ini dalam keadaan lelah karena tubuh nya sebelum nya dirasuki Ken, itu membuat mental dan fisik nya kelelahan untuk bisa menggunakan kemampuan nya.


"Alex! tunggu dia bukan bagian dari mereka, dia adalah korban malpraktik dokter wanita itu!"


"Baik pak!"

__ADS_1


Alex menuruti kata wild yang saat ini mereka dalam kerja sama tim, dia menurunkan pistolnya.


"Memang dia siapa pak wild?"


"Dari Informasi yang ku mata-matai beberapa bulan lalu, dia memiliki nama asli Raphael namun di panggil 001 oleh mereka!"


Raphael atau 001 terkejut bahwa mereka tahu indentitas nya, dan juga pria itu berhasil me mata matai tempat tersebut.


"Kalau kalian berhasil me mata matai tempat ini seharusnya kalian menyelamatkan ku dan teman ku saat itu, kenapa tidak kalian selamat kan?"


"Nak, aku memang bisa me mata matai pergerakan mereka saat itu, ada kemungkinan saat aku mencoba menyelamatkan kalian mereka tahu hal tersebut dan berbalik menggunakan kau dan temanmu sebagai tameng, lalu mereka buang begitu sudah tak berguna!"


Terdiam memikirkan perkataan Wild, untuk Raphael yang sudah di siksa habis habisan dia sudah mengerti sifat biadap mereka yang tidak segan untuk mencapai tujuan nya.


"Baiklah itu masih bisa sedikit di mengerti, namun apa kalian akan membawa ku?"


"Benar kami akan membawa mu karena korban selamat, serta penjelasan situasi saat ini!"


Raphael melihat sekitar bangun yang hancur, dia terlihat mencari sesuatu, namun tidak menemukan apapun.


Menghela nafasnya dengan ratapan sedih karena tidak bisa menyelamatkan teman serta korban sepertinya, Raphael mendatangi tempat Alex dan Wild berdiri.


"Tapi sebelum itu aku ingin mengurus jenazah korban lainnya, apa itu di perbolehkan?"


Wild melihat Raphael meminta izin seperti itu, dia menepuk pundak Raphael, sambil menghela nafasnya.


"Nak! tak perlu khawatir, aku paham kau ingin mencari jenazah teman mu, serta mereka yang menjadi korban sesudah mu!


"Hal itu akan di urus oleh divisi yang segera datang, kau bisa ikut bersama kami!"


"Baiklah!" Ucap Raphael dengan senyum basi di wajahnya.


Wild melihat kearah Alex yang berdiri di samping nya saat ini dia melihat sekitar, dia merasa kenal dengan aliran energi yang bercampur di reruntuhan rumah sakit.


"Alex, siap kan mobil kita akan segera ke markas pusat!"


"Oke, baik Pak wild!"


Alex pergi menuju mobil di parkir yang berada tak jauh dari sana, begitu sampai dia menyalakan mobil, kemudian menghampiri Wild yang menunggu.


"Pak apa kita tidak akan ke rumah sakit untuk pemeriksaan korban?"


"Tidak! karena Raphael adalah orang hilang yang di nyatakan telah tewas akan sulit mengkonfirmasi Identitas nya, sebaiknya di bawa ke markas pusat! di sana ada banyak perlengkapan medis!"

__ADS_1


"Dimengerti pak!"


Tidak banyak bicara lagi Alex tancap gas pergi ke markas pusat, yaitu tempat divisi utama dari markas cabang nya.


__ADS_2