Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Ini belum berakhir ll


__ADS_3

"Roselyn jadi lah wadah ku!"


Mahluk tersebut langsung menyerang Rose tampak dalam keadaan bingung, itu di karena hal sebelum nya yang menggerakkan Akar pohon tampa sadar. Bagaimana bisa dia memiliki kemampuan tersebut dan bagaimana cara melakukannya itu yang terpikir oleh Rose.


Namun dia tidak memiliki banyak waktu mahluk tersebut sangat dekat. Sehingga dalam keadaan reflek dia kembali menyentuh tanah dengan tangan nya, itu sekali lagi memunculkan akar yang sama menyerang mahluk tersebut hingga terpukul mundur memberikan nya jarak.


"Tidak. Aku tidak akan menjadi wadah mu, dan menjauh dari Ayah!" Ucap Rose dengan bentakan.


Setelah melakukan itu Rose kembali menyentuh tanah dia hendak menggunakan kembali kemampuan nya, mahluk tersebut langsung menggunakan kemampuan nya membuat serangan Rose di refleksi kan kembali.


Serangan yang di buat Rose kembali menyerang nya sendiri, dia terjerat oleh akar tanaman sekitar tidak bisa bergerak sedikit pun.


"Hahaha.. Roselyn... gadis bodoh... aku tidak akan terkena serangan yang sama kedua kalinya... Hahaha!" Ucap suara mahluk tersebut yang terdengar terdistorsi.


"Sekarang tidak ada yang bisa menolong mu Roselyn bahkan mahluk lancang yang melindungi mu.. Hahahaha!"


"Tidak! dia pasti datang bila temannya dalam bahaya aku yakin!" Jawab Rose.


"Baiklah hentikan omong kosong ini. Dan untuk mu persiapan dirimu Roselyn karena tidak lama aku akan menjadikan mu wadah ku!"


Mahluk tersebut berjalan mendekati Rose yang terikat dengan akar, karena kemampuan nya di kembalikan oleh mahluk tersebut. Dia sudah menyiapkan persiapan penting untuk pergantian tubuh nya, yaitu fisik aslinya yang ada di underworld sudah berada di dunia manusia.


Karena yang melawan Rose sebelum nya memang bukan fisik aslinya, namun saat tubuh clone nya retak dia datang dari sana.


"Ravi! gunakan kloning mu dan perintah mereka menyerang menggunakan Telekinesis mengangkat benda sekitar lalu."


"HANCURKAN MAHLUK TERSEBUT!"


"Kaak!"


Beberapa pohon sekitar terangkat kemudian terlempar dengan keras ke arah mahluk besar dengan wajah cermin, hal tersebut membuat nya mundur beberapa langkah.


"Siapa yang Lancang mengganggu!" Ucap mahluk tersebut.


"Serang lagi!" Perintah pria tersebut kepada gagak sekitar.


Gagak sekitar menurut dan menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya menyerang mahluk tersebut tampa ampun.


Kemudian pria terbang dengan gagak di sekitar nya langsung menghampiri dan memotong beberapa akar yang mengikat Rose di sana, Rose tampak sedikit bingung kenapa Alex datang.


"Kak Alex? bukan kau Verit!"


Mendengar itu Alex terkejut dia belum mengungkap dirinya tetapi Rose tahu hanya sedikit bingung dan kemudian menebak nya.


"Bagaimana kau tahu aku Verit?" Ucap Alex atau Ken yang merasuki nya.

__ADS_1


"Teman selalu tahu temannya datang! tapi sebelum itu bisa tolong ayah, dia terluka parah sepertinya."


Melihat sekitar dia menemukan Ayah Rose yang tampak terluka sangat parah, tubuhnya tertembus benda tajam dan sekarang dia dalam keadaan pingsan atau mungkin sekarat.


Alex mendatangi nya melihat keadaan nya lebih dekat, mungkin dia bisa melakukan sesuatu pada hal tersebut.


"Sial aku sedang kehabisan poin roh! bagaimana ini?"


...


"Huft... Alex.... bukan... kau... siapa?" Ucap seorang pria tampak kehabisan nafas.


"Ah kebetulan kau pasien 001 kan? apa kau punya p3k atau sejenis nya, anestesi atau yang lainnya?"


"Kak Raphael?" ucap Rose.


Pria tersebut mencoba mengambil nafas dia sedang menstabilkan pernapasan karena lari mengejar Alex yang tiba-tiba sikap nya berubah.


Tak lama dia sudah menstabilkan pernapasan orang itu melihat Alex kemudian Rose di samping nya, dan seorang pria yang tampak tidak sadarkan diri terakhir melihat sekitar nya.


"Apa yang terjadi? kenapa kau tahu Rose dalam bahaya dan mengapa tuan Frank dalam keadaan terluka parah?"


"Bicara nya nanti saja, apa kau punya yang aku maksud tadi?" Ucap Alex.


Mendengar itu Alex merogoh kantung nya menemukan sebuah suntikan dengan cairan berwarna merah di sana, dia tampak bingung cara menggunakan nya.


Menghela nafas melihat teman nya atau bukan bingung cara menggunakan, di langsung merampas dari tangannya dan langsung menyuntikkan cairan tersebut ke tubuh Frank.


"Begini cara menggunakan nya, kau beri tahu begitu kan? tunggu bukan saat ini kau bukan Alex kau siapa apakah kau mahluk spiritual yang membantu ku menghancurkan tempat terkutuk tersebut?"


Mereka berdua tampak sedikit berkeringat karena tindakan sembrono orang itu, dan agak mencemaskan kedepannya akan bagaimana.


"001 Bukan kah itu sangat agak kasar?" Ucap Alex melihat nya.


"Benar kak Raphael itu agak kasar!" Ucap Rose.


"Kenapa? memang begitu caranya kok! lalu jawab aku apa kau mahluk spiritual waktu itu dan aku Raphael bukan 001 kau paham?" Jawab Raphael.


"Baiklah, itu benar aku mahluk waktu itu menggunakan tub-"


"Groa! Dasar Serangga lancang!"


"Sepertinya pembicaraan nanti saja setelah mahluk itu di urus!" Ucap Alex melihat sekawanan kloning gagak di hancurkan 1 persatu.


Mahluk itu dengan marah menggenggam gagak yang terbang di sekitar sambil melempari nya pohon sekitar, setelah di tangkap kemudian dia meremukkan nya dengan di remas.

__ADS_1


Karena mereka semua adalah kloning Ravi tidak merasakan sakit maupun mati, tetapi hal tersebut membuat mahluk itu tambah marah.


"Baiklah ayo kita hajar mahluk itu dulu!" Ucap Raphael bergerak maju.


"Tunggu! sebentar ini untuk mu! isinya ada 5 peluru!" Ucap Alex.


Dia menyerah kan sebuah senapan Revolver berwarna perak yang memuat 6 peluru pada barel dan pisau tajam di bagian bawah laras, dengan beberapa ukiran unik kepada Raphael. Niatnya agar Raphael bertarung nanti dia menggunakan senjata tersebut lebih bijak dari nya.


"Ini Revolver?"


"Tentu namanya Hear pierce, kuharap kau tahu cara menembak!"


"Baiklah kebetulan saat kesini aku lupa membawa pistol ku!" Jawab Raphael.


"Kalau begitu ayo kita hajar mahluk sialan itu!"


Rose menyentuh tanah menggerakkan akar tanaman sekitar untuk kembali menyerang mahluk tersebut, namun seperti sebelumnya mahluk itu kembali merefleksikan serangan Rose dan menyerang penggunanya.


Melihat itu Alex langsung memerintah Ravi menggunakan Telekinesis sebagai tabir pelindung, melindungi Rose dari serangan yang di kembalikan nya.


"Seperti nya dia bisa mengembalikan serangan, ini akan jadi pertarungan panjang!" Ucap Alex melihat hal tersebut.


"Tetapi aku coba kemampuan ku!"


Sekarang giliran Alex menggunakan kemampuan yang bukan milik nya, dia memunculkan 1 tangan berwarna gelap menyerang mahluk tersebut. Namun sama seperti serangan milik Rose itu di kembalikan, dan itu juga memaksa mereka menghindari serangan tersebut.


Namun saat mahluk tersebut merefleksikan serangan Alex, wajahnya tampak bersinar karena suatu hal.


'Sial! apa mungkin serangan tangan gelap ini dari mahluk waktu itu? ini memiliki resonansi dengan energi kacau dari underworld seperti dia perwujudan dari kekacauan underworld sendiri!'


"Ini akan sulit melawan nya!" Ucap mahluk tersebut dengan pelan.


Karena melihat serangan mereka yang menggunakan energi spiritual selalu di kembali kan Raphael maju menyerang menggunakan pisau pada Revolver.


Dia melakukan itu karena tidak membawa peluru lebih dan di dalam senjata itu hanya ada 5 peluru. Dia sadar tidak boleh menggunakan nya secara asal hanya gunakan bila sudah melihat titik lemah nya saja itu yang pernah di ajarkan oleh gurunya yaitu Will saat latihan.


Serangan fisik yang di gunakan Raphael berhasil dan itu tidak di refleksi kan, namun karena jarak nya dekat dia terpukul dengan keras menghantam pohon dibelakang nya.


~Boom!


"Raphael!" Ucap Alex dan Rose serempak melihat nya terpukul dengan keras.


"Ugh, ini tidak apa aku bisa meregenerasi kembali! tapi di samping itu sepertinya serangan fisik lebih berguna!" Jawab Raphael.


Melihat serangan Raphael berhasil dan karena semua serangan selalu di refleksi mereka tidak punya pilihan selain melakukan tak tik gerilya pukul dan mundur menggunakan serangan fisik, namun tidak dengan Rose karena fisik nya yang masih lemah dia tidak ikut pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2