Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
peningkatan Mary


__ADS_3

Perjalanan Ken pulang dari rumah Alan cukup memakan waktu, itu karena supir taksi melewati jalur biasa bukan jalur pintas.


Ken terlihat memperhatikan ponsel hitam, tak lama berselang sebuah nada dering dari kantung kanan celana nya mengeluarkan nada dering panggilan, itu berasal dari ponsel putih nya.


~Kring!


"Ada panggilan? dari siapa," ucap Ken dengan bingung karena melihat nomor yang tidak dia kenal.


Penasaran Ken mengangkat nya akan tetapi ada hal ganjil suara itu hanya ada suara ******* nafas. "Ha... Ha.. Ha.. "


Ken yang mendengar nya merasa kesal karena hal itu, dia menebak mungkin itu adalah panggilan prank dari anak muda, saat ini prank seperti itu sedang viral. "Sial apa ini aku kena prank!"


Ken dengan marah menutup ponselnya, Mary melihat Ken tampak kesal dia bertanya. "Ada apa kenapa kau terlihat kesal?"


"Oh seperti nya aku kena telpon jahil dari seseorang, dia hanya menggunakan ******* nafas saja, aku tidak tahu dia laki-laki atau perempuan." Ucap Ken berbisik kepada Mary menjelaskan apa yang barusan.


Mary terlihat sedikit khawatir merasa ada yang aneh, dia tampa sengaja melihat sedikit energi supranatural dari ponsel Ken, karena Mary adalah mahluk supranatural dia lebih sensitif dari Ken yang bisa melihat energi supranatural. "Hei menurut ku ada yang aneh dengan ponsel mu tadi kayaknya bukan dari telpon jahil deh!"


Ken bingung dengan perkataan Mary berpikir apa maksud nya. "Memang apa yang aneh? kau melihat sesuatu?"


"Aku kurang yakin i-"


"Pak anda sudah sampai" Ucap supir taksi memberi tahu Ken karena sudah sampai tujuan nya.


Ken keluar dari mobil membawa Mary, kemudian membayar ongkos jalannya. "Pak ini bayarannya!"


Dia sampai di depan rumah segera masuk rumah karena itu tidak di kunci, Ken lupa mengunci pintu karena sebelumnya mendapat teman dalam masalah sulit.


"Fuh sampai juga oh ya tolong lanjutkan yang tadi!" Ucap ken menggendong Mary di lengannya.


Mary melompat dari bahu lengan Ken tepat di depan nya, menjulur kan lengan ke atas Ken seakan meminta sesuatu. "Mana permen nya, bila ingin aku selesaikan yang tadi bayar dulu!"


~Menghela nafas!


"Iya baiklah!" Ucap Ken sambil berjalan menuju ruang keluarga mengambil 1 toples permen yang 3 hari lalu dia beli.


Setelah mengambil nya Ken menuju Mary menyerah kan permen tersebut dan meminta penjelasan yang terputus sebelum nya. "Kalau begitu jelaskan yang tadi!"

__ADS_1


Mary terlihat sangat senang dengan pemberian Ken, dia menjelaskan pembicaraan yang terputus tadinya. "Aku tidak yakin apa itu dari mahluk supranatural, tapi boleh ku lihat? seharusnya jejaknya masih ada!"


Ken memberikan ponselnya untuk Mary lihat, wajah boneka Mary tampak khawatir dia seperti mengenal jejak tersebut, ken menyadari wajah Mary dia menebak mungkin dia kenal. "Ini hanya tebakan ku, apa mungkin itu Ghost calling yang meneror teman ku?"


"Sepertinya benar dan kau di incar karena menyarankan garam, itu memang tidak bisa membuat ku masuk ke lingkungan teman mu dan dia juga! sepertinya aku harus lari sembunyi bila tidak aku mati dia lebih kuat dari ku!" Ucap Mary bersiap hendak meninggalkan Ken sejauh-jauhnya karena takut dengan mahluk itu.


Sebuah notifikasi muncul dari ponsel hitam, ken langsung melihat nya.


[ Ding ~ Tuan rumah sebaiknya mengambil tindakan agar Mary tidak pergi, bila tidak misi akan di hitung gagal.]


Ken merinding ketakutan saat melihat notifikasi tersebut, karena hukum nya terbilang cukup gila. 'Apa kau bercanda? sedot sumsum sial aku harus menemukan cara agar Mary tidak pergi!' Itu yang terpikir oleh Ken.


"Mary bila aku bisa membuat mu menjadi lebih kuat dan memberikan permen setiap hari apa kau akan tetap tinggal?" Ucap Ken dengan tersenyum menahan rasa takutnya.


Melihat senyum dan tawaran Ken Mary merasa ada yang aneh, namum tawaran permen setiap hari sangat menggoda dari pada menjadi kuat itu hal yang terpikir oleh Mary.


Mary terlihat sulit berpikir karena tawaran Ken sangat menggoda, di sisi lain bisa saja dalam bahaya, namun Ken dapat membuat nya jadi kuat sehingga terhindar dari bahaya. "Ugh. baiklah aku terima, aku tetap tinggal namun tepati janji mu nanti!"


Ken merasa tenang dengan pilihan Mary, "Oke akan ku buat kau tenang dan bisa memakan permen setiap hari!"


Membuka menu rekan pada aplikasi Game of horor, Ken menekan karakter Mary seketika notifikasi muncul.


~Tekan Yes.


Sebuah gelombang energi keluar dari ponsel hitam yang di pegang Ken, langsung menuju Mary yang di depan nya, energi itu masuk dan terserap dengan mudah meningkatkan status kemampuan Mary.


"Oh! ini aku merasakan energi masuk, apa itu kau?" Ucap Mary bertanya pada Ken dia bingung karena tiba tiba menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Ya benar!"


"Oke selanjutnya melihat berapa banyak peningkatan yang di dapat!" Ken membuka Menu rekan sekali lagi, dia terkejut dengan peningkatan yang lebih banyak dari nya.


[Ding~ Mary deskripsi : boneka yang senang bermain dengan korban, namun tidak pada sesama mahluk supranatural


Ras : Cursed doll


Hobi : Bermain, makanan manis

__ADS_1


kemampuan spiritual : Panggilan alam lain, pisau tampa batas


Kesehatan : 15 > 115


Combat power : 15 >115


Mental : 20 > 120


Kesukaan : 21% ]


"Kenapa bisa menjadi peningkatan begitu banyak, apa terjadi bug? berikan jawaban yang masuk akal!" Ken kesal dengan hal tersebut merasa itu curang.


Notifikasi merespon kata kata Ken.


[ Ding ~ Tidak ada bug, untuk menjawab kebingungan pemain pihak kami akan menjelaskan lebih mudah, bila tingkat kesukaan karakter mencapai 100 sudah tidak ada peningkatan soul orb lagi!]


~Menghela Nafas!


"Jadi begitu kukira itu bug, ternyata tidak! aku terlalu paranoid dengan hal itu kah." Ken lega itu bukan bug namun dia ditatap dengan aneh dengan Mary, serta mempertanyakan apa keputusan nya tetap tinggal dengan Ken.


Ken melihat merasa tertusuk Mary menatap


nya seperti melihat orang gila baru. "Mary ini bukan seperti yang terlihat!"


"Tidak apa setiap orang punya sisi lain yang berbeda!" Ucap Mary dengan dingin, serta mengalihkan pandangan ke arah lain.


~Menghela Nafas!


"Oh ya Mary nanti kalau ada tukang antar datang beritahu! aku sedang ada di kamar, ada kerjaan yang harus ku lakukan!" Ucap Ken menjelaskan karena ada hal penting yang ingin dia urus.


"Apa kau di kamar ingin melakukan hal rutin pria lajang?" Ucap Mary dengan wajah polos tampa dosa.


Ken terlihat memikirkan kata kata Mary sebentar hingga akhirnya mengerti apa maksudnya. "Hal rutin pria lajang? Tunggu bukan seperti itu, Mary aku tahu kau telah lama hidup namum hal itu kau bisa tahu dari mana?"


Mary mengingat ingat hal dulu sebelum bertemu Ken dan menjelaskan nya : "Kalau tidak salah aku tahu dari saat mencari korban, tampa sengaja orang yang menemukan ku badan nya bulat dan saat malam di rumah nya, aku melihat sedang melakukan sesuatu di depan komputer dikamar nya, saat ku bertanya dia berkata hal rutin pria lajang!"


"Ya walaupun setelah menjawab di langsung pingsan ketakutan, tidak seru!"

__ADS_1


Ken menundukkan badan nya menyentuh pundak Mary yang kecil menatap dengan serius. Mary jangan mempelajari, atau menyebutkan apalagi mencari tahu hal itu di masa depan, itu tidak baik!"


Dengan senyuman cantik di wajah boneka nya Mary menjawab. "Oke baik!"


__ADS_2