
Ken berjalan pergi meninggal kan Mary di depan pintu dalam rumah menuju kamar nya, Mary melihat nya pergi teringat dengan soal tukang antar pesanan. "Hei soal antar pesan bagaimana!"
Mendengar itu Ken menghentikan langkah nya. "Oh kalo itu tetap panggil aku! apa ada yang di tanyakan lagi?"
"Memangnya apa yang ingin kau lakukan di kamar dan nanti saat tukang antar makanan isinya apa?" Ucap Mary tidak segan menanyakan banyak pertanyaan.
Ken berpikir Mary apa memang punya saat dia seperti orang tua, dan kadang ada juga seperti anak kecil yang ingin tahu. "Aku mau latihan di kamar sebentar, lalu soal antar makanan itu apa yang ku janjikan mousas cake coklat untuk mu."
Mary terlihat begitu senang matanya terlihat cerah. "Kalau soal tukang antar makanan serahkan pada ku pembayaran aku bisa melakukan nya , itu aku sering melihat orang lain melakukan hal tersebut!"
~Menghela Nafas!
"Memang apa yang bisa di lakukan tubuh kecil boneka mu itu, yang ada malah kau menakut-nakuti tukang antar makan nya!"
"Hm Kau khawatir soal itu tenang saja, aku juga tahu tidak bisa menggunakan wujud boneka ini!" Ucap Wajah Mary terlihat sombong.
"? "
Tubuh Mary mengeluarkan cahaya hitam, menggumpal membesar dia membentuk seorang gadis kecil, seketika cahaya yang berkumpul perlahan menghilang memperlihatkan wujud yang tidak jauh berbeda dari saat menjadi boneka. " Hm kekuatan ku juga meningkat rupanya! Oh ya Bagaimana dengan ini?"
[Ding~ Mary deskripsi : boneka yang senang bermain dengan korban, namun tidak pada sesama mahluk supranatural
Ras : Cursed doll (wujud manusia)
Hobi : Bermain, makanan manis
kemampuan spiritual : Panggilan alam lain, pisau tampa batas
Kesehatan : 115 > 230
Combat power : 115 > 230
__ADS_1
Mental : 120 > 240
Kesukaan : 22% ]
Ken terkejut melihat Mary dan deskripsi pada ponsel kekuatan nya saat ini melewati dirinya saat ini. "Tau begitu untuk apa peningkatan nya kalau sudah kuat!"
"Lalu Mary kau bagaimana mana bisa sekuat itu!" Ucap ken menanyakan Mary yang berdiri di depan nya.
"Oh maksudnya ini? Sebelum nya memang kekuatan gak sekuat itu yang kulakukan cuma mengumpulkan energi ketakutan para korban, jadi intinya kekuatan 2x lipat saat wujud boneka ku yang belum di tingkatkan!" Mary menjelaskan pada Ken tentang kekuatan yang dia punya Karena sudah mulai percaya padanya.
~Menghela Nafas!
Ken jatuh terpuruk dengan kaki dan telapak tangan menyentuh tanah. "Sial semua rekan ku kuat dan aku sangat Lemah, sebaiknya harus cepat latihan dan meningkatkan fisik dulu!"
Mary melihat Ken dengan bingung dia bertanya tanya pada pikiran apa yang di lakukan oleh orang ini.
~Bangun.
Memasukan tangan pada kantung nya setelah bangun Ken mengeluarkan kartu kredit memberikan nya pada Mary. "Ini kartu kredit, kalau tukang antar bertanya soal pembayaran nya katakan dengan kartu kredit! dan serahkan benda ini!"
Ken berjalan ke dalam kamar dan Ken menyuruh Mary bila ingin menunggu sebaiknya di ruang tamu. "Mary sebaiknya kau menunggu di ruang tamu di sana!"
Mengikuti apa yang di katakan Ken Mary menunggu di ruang tamu, di meja di sana terlihat beberapa toples kue dan kripik yang biasa Ken makan. "Wah makanan ringan! dengan begini aku tidak akan bosan!"
...
Ken sampai di depan kamar, dia membuka pintu masuk secara tiba tiba burung gagak terbang menghampiri nya. "Hei Ravi kau menyambut ku di kamar kukira sedang bermain di luar!"
Melihat sekitar Ken melihat pot kecil di mejanya, tunas tumbuh di sana. "Seperti nya Bibit Demorin ada perkembangan!"
"Oh ya kue Mary hampir lupa tapi harus menunggu dahulu ya, seharusnya di ruang tamu masih ada makanan kecil agar Mary tidak bosan, jadi aku pesan dahulu kuenya." Ken mengambil ponsel putih nya memesan kue secara online, dan bayar di tempat.
__ADS_1
Ken melihat waktu masih ada banyak waktu sebelum misi tengah malam nya di mulai, dia memutuskan duduk sedangkan Ravi menuju pangkuan Ken. "Kau suka pangkuan ku rupanya!"
"Jam 19.00 waktu nya masih lama , sebaiknya latihan menggunakan mata ku dahulu! namun aku akan butuh kau Ravi apa kau paham?"
"Kaak"
Menunjukkan tangan nya keluar jendela yang sengaja Ken buka dia menyuruh Ravi terbang ke luar. "Baiklah Ravi terbang lah keluar, aku ingin menggunakan six sense to see memanipulasi penglihatan, melihat melalui mu."
Ravi segera mengerti apa yang Ken ingin dia lakukan, Ravi terbang menuju luar jendela ke langit.
Ken mengaktifkan Ability penglihatan nya yang kini sekarang terhubung dengan Ravi, dia melihat apa yang di lihat Ravi dari kamarnya. "Wah! keren juga serasa terbang!"
Berbagi penglihatan Ravi, Ken melihat apa yang dia lihat. "Hm apa itu? aku ingin ke sana tapi bagaimana?"
Berpikir beberapa saat Ken menemukan ide, dia menggunakan ilusi optik untuk membuat petunjuk yang hanya bisa di lihat oleh Ravi, dalam pandangannya Ravi melihat Ken menunjuk kearah suatu tempat. "Apa dia mengerti maksudnya?"
"Aku sudah menggunakan ilusi optik lewat perantara, dan nilai kewarasan ku mulai turun dengan cukup cepat, ini berbahaya kepala ku mulai terisi dengan kegilaan!" Ucap Ken dengan cepat membeli 3 Saniti pill dia memakan 1 dua lainnya di pegang untuk berjaga-jaga.
[ Ding ~ 23 > 20 Soul orb]
"Ini juga berbahaya dompet ku yang di dalam game mulai terkuras juga, sial aku harus mendapatkan penghasilan tinggi dari misi mudah! namun pihak menyebalkan mereka hampir tidak memberi kemudahan!"
Kewarasan terisi kembali Ken memutuskan menggunakan ability nya, namun tampa dia duga Ravi mengerti isyarat Ken dia berada pada tempat yang di tuju Ken.
Bertengger di atas pohon Ravi melihat seorang wanita yang terikat, dan seorang pria yang mencoba menolong nya. "Dari yang kulihat pria itu familiar!"
Ken melihat melalui penglihatan Ravi di kamar nya, dia tampak seperti pernah melihat pria yang menolong seorang perempuan terikat. Ah! benar dia kan Alex si detektif hantu, apa tugas nya menyelidiki mahluk supranatural? kalo iya kenapa dia selalu sial saat bertugas? bertemu seorang perempuan yang terikat pasti hal buruk akan terjadi!"
"Hahaha!"
"Yah... semuanya hanya prediksi ku sih pasti tidak mungkin, dan juga aku agak kasian kalo iya" Ucap Ken masih yang mengawasi Alex, dia memerintah Ravi melalui isyarat ilusi milik nya.
__ADS_1
Tak berselang lama sesosok mahluk spiritual berwujud manusia putih pucat pria tepatnya muncul dari depan Alex, dengan tubuh terikat oleh kain putih dan rantai yang mengelilingi badannya, berjalan dengan terpincang-pincang ke arah Alex berada.
"Sial! terkutuk prediksi asal ku!" Ucap Ken sambil memegang kepalanya bukan karena pusing, ataupun sakit kepala.