
Terlihat Riwan tengah melihat langit langit kamarnya, dia telah mengganti baju dengan kemeja putih dan celana panjang hitam.
Tidak berselang sebuah lubang hitam muncul di dekatnya, dari lubang hitam Luna muncul, dia menggunakan teleportasi milik nya, dan berdiri melihat Riwan yang sedang berbaring di atas kasur.
Riwan yang melihat hal tersebut, agak terkejut namun begitu Luna keluar dia merasa lega.
"Ada apa?" Tanya Riwan.
"Tuan ku, proses pembuatan chimera nya mencapai jumlah 920 ekor, dapat di pastikan tidak lama akan mencapai 1000 ekor." Kata Luna menjelaskan.
"Jadi sangat cepat ya, baiklah aku paham. Mungkin besok akan di mulai rencananya, dan Luna kamu boleh pergi, aku ingin istirahat untuk besok!" Kata Riwan, dia memejamkan matanya.
"Baik tuan!" Jawab Luna.
Luna menghilang dari kamar kos Riwan, sedangkan Riwan dia memejamkan matanya, secara perlahan memasuki alam mimpi untuk tidur sebelum besok.
...
Udara sejuk pagi memasuki ruangan kamar kos, di sana terlihat Riwan dia memakai jaket trench panjang hitam, dia juga membawa topeng wajah ditangan nya.
Dia melakukan hal tersebut untuk menyembunyikan identitas nya, sama ketika dia hendak memulai meretas. Walaupun kemampuan meretasnya sangat luar biasa hampir tidak ada yang dapat mengalahkan nya, tetapi dia juga harus selalu hati hati.
Karena bisa saja seseorang meretas web cam atau kamera ponsel ataupun kamera sekitar merekam apa yang dia lakukan, oleh sebab itu dia selalu berhati-hati di setiap perbuatan nya.
"Tuan, apa anda sudah siap? aku akan langsung membuka gerbang teleportasi, menuju tujuan lokasi yang anda tunjukkan dalam ingatanmu." Kata Luna.
"Benar nak! kamu tidak dapat melakukan kesalahan sedikitpun disini!" Kata pemilik buku dalam pikiran nya.
"Tidak apa, semua sudah siap. Luna buka gerbang nya dan gerbang di dalam sawer sekaligus apa kamu bisa?" Kata Riwan.
Mendengar perintah Riwan Luna merentangkan tangan kanan nya. "Tentu itu bisa, akan aku persiapkan!" Jawab Luna.
Tiba-tiba Riwan tersadar. "Ah benar juga, aku hampir melupakan nya! Luna jarak gerbang yang kita masuki letakan di belakang pasukan tikus!"
Aku paham, segera di lakukan!" Jawab Luna.
Sebuah lubang hitam muncul tepat di depan mereka, dan lubang lain muncul di sawer, itu semua memiliki tujuan markas pusat.
__ADS_1
Segera setelah muncul gerbang, Riwan menggunakan teknik benang nyawa mengendalikan 1000 Chimera tikus, dia langsung mengendalikan mereka masuk kedalam gerbang teleportasi yang di buat oleh Luna.
...
Sebuah gedung pencakar langit dengan tinggi 120 lantai, di lantai ke 120 terdapat seorang pria berumur 40 tahun, dia memakai pakaian jas kemeja rapi duduk di bangku melihat jendela luar, selain itu dia duduk dengan sebuah kertas laporan di pegangan nya.
Ini laporan yang mencengangkan, buku dan dokumen yang di serahkan Will sebelum nya dan telah di terjemahan, aku tidak tahu kejadian serupa pernah terjadi 500 tahun lalu." Kata Pria tersebut.
"Kalau itu benar terjadi bagaimana bisa setelah nya menjadi begitu tentram? bagaimana bisa? ini benar-benar membingungkan, apa mereka menggunakan metode penghapus ingatan seperti 15 tahun lalu?" Lanjut pria tersebut berbicara sendiri.
Tok.. Tok.. Tok!
Saat sedang memikirkan masalah sendiri, sebuah pintu kantor nya di ketuk. Dia segera menaruh dokumen tersebut di dalam laci nya, karena merasa ini dokumen penting, dan dia belum bisa meluaskan nya kepada setiap pekerjanya.
"Tuan Amon, boleh aku masuk?" Tanya seseorang yang mengetuk pintu.
"Masuk lah!" Kata Pria tersebut bernama Amon.
Sesosok pria berambut hitam, dia tubuh agak kurus dengan kulit sedikit pucat. Dia memakai kemeja hitam dengan celana panjang hitam, dia juga membawa sebuah pistol perak yang unik di pinggangnya.
"Kamu Raphael? bukannya anak baru dan murid didik Will? ada apa kemari?" Tanya Amon dengan bingung.
"Bukan kah kamu bisa menitipkan nya pada resepsionis di lobby, kenapa begitu repot kemari?" Kembali Amon bertanya.
"Guru berpesan aku harus mengantarkan sendiri surat ini, dia juga mengatakan beberapa serangga mulai mengganggu padi yang sedang subur, dan itu merepotkan petani." Kata Raphael.
Menghela nafas. "~Haa! mau bagaimana lagi! memang sekarang ini musim panen, tentu saja ini akan terjadi."
"Sekarang serahkan surat itu, dan terimakasih atas kontribusi mu kali ini. Kamu boleh pergi, dan sampai kan pesan kepada Will, jaga kesehatan mu kau tidak lagi muda!" Lanjut Kata Amon.
"Baik! akan aku sampaikan, aku pamit undur." Kata Raphael berbalik pergi menuju pintu keluar.
"Sekarang serangga mulai aktif kah? apa mungkin kejadian 15 tahun lalu akan terulang? semoga saja tidak, aku hanya berharap begitu." Ucap Amon dengan wajahnya sedih.
Segera setelah nya, dia langsung membuka surat tersebut. Amon terlihat sangat serius membacanya, setelah beberapa saat akhirnya dia selesai membacanya.
Amon mengeluarkan rokok dari sakunya, membakarnya dan menghisap kemudian menghembus kan asapnya. "Haa... Akhir akhir ini mahluk spiritual dan beberapa organisasi menjadi sangat aktif dari tahun kemarin, seperti nya kekacauan tidak akan lama lagi!"
__ADS_1
"Entah, aku tidak tahu lagi bagaimana kehidupan manusia nantinya bila tahu keberadaan mahluk spiritual terungkap." Kata dia merenung memikirkan hal tersebut.
..
Kejauhan, dari Markas pusat sebuah lingkaran hitam muncul, dan tepat saat itu alarm markas berbunyi, seketika semua orang dengan kemampuan spiritual keluar.
Mereka tahu bahwa ini adalah penyerangan musuh, segera mereka mengeluarkan senjata mereka, bersiap dengan apa yang mungkin akan muncul dari lingkaran hitam.
Tidak berselisih lama seekor tikus muncul, dan lama kelamaan tiba-tiba terus bertambah. Mereka keluar langsung menyerang para awaken, atau orang yang memiliki kemampuan spiritual.
Para awaken tidak tinggal diam, mereka juga menyerang, setiap awaken memiliki kemampuan yang beragam. Ada yang menggunakan elementer api, petir, angin dan ada yang menggunakan penguatan fisik mereka menggunakan senjata tangan, mereka semua adalah tipe pertempuran.
Sedangkan ada yang tidak memiliki kemampuan spiritual bertempur, mereka memang termasuk awaken namun kemampuan mereka tidak di khusus kan bertarung.
Dengan kata lain mereka memiliki kemampuan seperti menyamar kan wujud, atau menyembuhkan dan mereka menggunakan pistol sebagai ganti dari kekurangan kemampuan mereka.
Di sana juga terlihat Raphael bertarung bersama, dia sekarang adalah anggota divisi khusus, jadi dia juga harus bertarung mempertahankan Markas.
Sembari bertarung Raphael menggunakan ponsel nya, dia seperti menelpon seseorang. Menelpon saat bertempur sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dia terluka karena lengah, tapi karena Raphael memiliki ability regenerasi yang di luar nalar dan fisik nya yang kuat.
Dia dengan mudah menghabisi musuh sambil menelpon, beberapa yang melihat nya kagum dan beberapa iri karena kehebatan anak baru itu.
Tidak butuh lama, akhirnya orang yang dia panggil muncul dia berada di atas awan, benar itu adalah Alex dia menaiki Gagak nya Ravi, tampa di sadari ken Ravi telah tumbuh lebih besar dari sebelumnya.
Sekarang Ravi dapat di naiki dengan 2 orang sekaligus, namun Alex hanya dia sendiri yang menaikinya.
"Raphael, aku sedang makan dan harus segera bergegas datang, dan aku melihat lautan tikus? kenapa mahluk spiritual akhir akhir ini begitu nekat?" Kata Alex.
"Hoi! Alex! sini turun bantu!" Teriak Raphael dari bawah.
Alex melihat kebawah, setelah itu dia segera turun dan menghampiri Raphael, tetapi begitu turun tikus langsung dengan gilanya melompat ke arah Alex.
Dia langsung memberi perintah Ravi menggandakan diri setelah itu mengirim kloning nya pada semua orang, kemudian mengaktifkan Telekinesis di sekitar dia dan Raphael.
Raphael apa kamu tahu apa yang terjadi?" Tanya Alex.
"Tidak tahu, sehabis menjalani tugas dari guru tiba-tiba banyak tikus menyerang, tetapi yang jelas entah kenapa melihat tikus ini mengingat kan aku tentang tempat terkutuk itu." Jawab Raphael.
__ADS_1
Saat mereka berbincang sebentar, tiba tiba mereka berdua merasakan sesuatu aura yang begitu mengerikan, bukan hanya mereka berdua namum seluruh orang juga sama.
Secara reflek mereka melihat dari mana aura itu berasal, seketika mereka terkejut melihat hal tersebut.