
"Sial ini gawat! Sebelum nya Aku belum membaca informasi yang berhasil ku retas seluruhnya!"
Terlihat seorang pria berambut putih abu berusia tidak jauh dari Ken, saat ini dia terlihat sibuk duduk dan mengetik komputer nya seakan nyawa seseorang bergantung padanya.
"Aku tidak tahu Kalau Prosperum hospital di hilang kan dari map karena ada kejadian supranatural, dan divisi khusus sedang berperang melawan hal yang ada di sana!"
"Ini gawat karena Ken bisa jadi ada di sana!"
Itu adalah Riwan salah satu teman dekat Ken dari kecil, dan dia juga yang memberi informasi kepada Ken tentang asylum hospital yang hilang dari map di internet.
"Akhirnya masuk!"
"Hm? sinyal ponsel nya masih di rumah? apa Ken tidak jadi datang ke tempat itu?"
Menghela nafas Riwan lega teman nya tidak ketempat berbahaya tersebut, karena bila Ken berada di sana dia tidak punya pilihan selain mendatangi tempat tersebut.
"Aku lega ponsel nya masih di rumah, untung saja temanku satu ini punya kebiasaan kemana pun pergi tidak lupa membawa ponsel, kecuali mandi dan tidur walaupun begitu ponsel nya tidak jauh dari dia!"
~Bruk!
Sebuah suara jatuh terdengar dekat dengan Riwan, dia melirik kearah tersebut melihat sebuah buku antik jatuh dari lemari bukunya.
Penasaran Riwan mendekati nya dia berpikir seharusnya buku ini tidak akan jatuh semudah itu.
"Kenapa bisa jatuh? padahal aku menaruh nya dengan rapi! ini aneh! apa itu tempat nya miring?"
Karena keanehan tersebut Riwan membuat nya ingin membaca kembali buku tersebut, membuka halaman demi halaman membacanya.
Dia melihat halaman yang berisi tentang mahluk spiritual berjenis hantu, Mereka adalah mahluk spiritual yang bisa tercipta dari jiwa maupun bukan.
Mereka bisa berwujud fisik maupun tidak, bila mereka memiliki fisik itu berarti mereka punya kebencian yang begitu kuat, bila tidak memiliki fisik mereka tidak punya kebencian atau mereka lemah, atau pun juga jiwa mereka tidak sempurna.
Kau bisa menabur garam dicampur dengan abu dari kayu pohon kelor berusia 5 tahun lebih, itu bisa melemahkan dan menghancurkan mereka.
Kembali Membuka halaman membacanya hati hati, tampak cukup banyak tulisan dan gambar monster tertentu di setiap halaman nya.
"Buku ini kutemukan saat iseng ke toko antik dekat kota C pemilik nya agak aneh, dia menyarankan ku membeli buku ini, dan lebih aneh aku mau membelinya!"
"Ini mencatat kelebihan, kekurangan mahluk spiritual! dan cara mengalahkan nya." Ucap Riwan yang tengah membaca buku tersebut.
"Awalnya aku tidak terlalu percaya, setelah beberapa kejadian yang ku alami sendiri ditambah informasi dari divisi khusus sekarang menjadi percaya ada mahluk spiritual di dunia ini!"
Menaruh buku tersebut di atas kasur Riwan menuju ke sebuah papan di tembok kamar nya.
"Dan yang di ku tempel di sini adalah bagian lain dari buku tersebut, tetapi tidak ada sobekan di buku yang ku pegang ini! seperti nya itu berasal dari buku lain yang serupa!"
Riwan mengambil sebuah kertas sobek yang berada di papan kamar nya.
__ADS_1
"Dimana aku bisa mendapatkan buku serupa lainnya?"
~Sruk!
Buku yang di taruh di meja Riwan secara tiba-tiba terbuka kesebuah halaman akhir yang masih kosong karena hal tertentu.
Menyadari nya Riwan segera melihat ke halaman tersebut.
"Ini! apa huruf angka? terlihat mirip koordinat suatu wilayah, sebaiknya ku lihat terlebih dahulu!"
Membuka kembali komputer nya Riwan mengetik kordinat yang berada pada buku tersebut, saat ini dia masih terhubung dengan satelit yang dia retas sebelum nya.
Terkejut dengan kordinat yang si dapat itu mengarahkan nya pada Asylum Hospital Prosperum, dia tidak paham bagaimana bisa itu berhubungan dengan tempat tersebut.
"Jangan bilang! Apa kau ingin aku ketempat itu?" ucap Riwan mengarahkan pandangan nya pada buku antik tersebut.
Setelah berkata hal tersebut lampu di ruangan Riwan berkedip, namun di setiap kedipan memiliki beberapa makna sebuah kode.
"Kedipan ini... terasa aneh apa sekarang kode morse?"
Segera dia menerjemahkan kode tersebut, dia melihat panduan nya di internet.
...
10 menit kemudian akhirnya Riwan selesai menerjemahkan nya, itu tertulis kata Benar.
Riwan berteriak di dalam kamar nya, dia menolak untuk menurut apa yang di inginkan mahluk tersebut.
~Crak!
Berkata seperti itu respon lain muncul, sebuah figur di ruangan nya terjatuh dari lemari secara misterius.
"Tidak! figur limit edition, ini dari acara favorit ku Legenda penulis tak terkalahkan! sangat sulit mendapatkan nya!"
"Hiks.. aku butuh meretas 1 kota untuk mendapatkan nya kau tahu?" Ucap Bertekuk lutut menangis di atas figur tersebut.
"Hiks... Kalau kau marah jangan incar figur ku! Hiks... tapi dari maksud figur jatuh ini, Hiks... apa mungkin kau penulis buku antik ini?"
Respon lain muncul, kali ini buku antik membuka sebuah halaman yang berisi hal yang mirip dengan papan ouija, beberapa kata di sana bersinar berurutan membentuk kata secara berulang.
Lembar keterangan tentang ouija, papan komunikasi roh atau panggil roh maupun mahluk supranatural sekitar untuk datang berkomunikasi, bisa digunakan mencari tahu kelemahan beberapa mahluk supranatural dari saat kita bertanya pada mahluk yang kita panggil.
Namun mereka bisa memilih berbohong dan menyesatkan manusia menjadi mangsa mereka, benda ini tidak bisa di gunakan secara asal.
Setelah melihat keterangan tersebut Riwan Membacanya itu tertulis kata (Yes) yang artinya benar, buku antik tersebut menyuruh Riwan ketempat tersebut.
"B.E.N.A.R"
__ADS_1
"Memangnya apa hub-"
Belum sempat berkata hingga selesai, Riwan teringat saat dia berpikir dimana bisa mendapatkan buku serupa lainnya.
"Jangan bilang kau merespon perkataan ku yang tadi?"
Sebuah kata lain bersinar dari buku antik yang saat ini di pegang oleh nya, kata tersebut membentuk benar.
"Benar?"
Setelah menyimpulkan nya Kata lain bersinar kembali, itu membentuk kata ini penting untuk ku dan dirimu.
"Penting untuk ku? Memang apa hubungannya dengan ku? kenapa harus menurut kepadamu? aku tidak mau pergi!"
"Kau aku tunjuk menjadi pewaris dari buku ku semua hal yang kumiliki akan menjadi dirimu, bila kau menolak sekarang itu tidak apa! namun aku akan tetap menunggu!"
Sebuah Kata terngiang dalam kepala Riwan itu juga bersamaan dengan penglihatan banyak monster spiritual muncul di jalan mencelakai orang biasa termasuk teman nya, hal tersebut membuat nya sakit kepala akibatnya.
"Sial anda begitu keras menunjuk ku sebagai pewaris mu! sampai harus mengancam dengan penglihatan ini! namun bila kau bilang memberi semua warisan mu aku akan setuju, akan ku gunakan untuk melindungi teman dan orang terdekat ku yang dunia saat ini kacau!"
Segera mengemas barang Riwan menuju Asylum hospital Prosperum.
......................
Asylum Mental Hospital, Tampak seorang pira dan gadis kecil berjalan di dalam koridor kotor dengan penerangan minim.
"Papa, sekarang apa yang kita lakukan sekarang?" Ucap gadis itu melihat ke arah sang pria.
"Tentu saja Mary, mari hancur kan tempat ini!"
"Aku sudah cukup informasi tentang tempat ini dari monster hingga sejarah nya, untuk monster dia di beri label level 1-6 semakin tinggi level semakin sulit di lawan!"
"Lalu selanjutnya informasi Tempat ini yang dulunya rumah sakit jiwa biasa, namun begitu direktur berganti semua berubah, semua pasien di jadikan malpraktik, kemudian rumah sakit jiwa ini di tutup!"
"Namun itu belum berakhir, si direktur merekrut dokter gila dan tetap melanjutkan eksperimen nya dengan cara menculik orang yang mengalami kebangkitan kekuatan!"
"Agar semua berjalan sesuai rencana dan agar divisi khusus supranatural tidak bisa berbuat banyak padanya, dia memodifikasi tubuh nya menjadi mahluk supranatural itu sendiri agar bisa membangun realita palsu ini
"Dan berhasil! Realita buatan nya menjadi lebih kuat dan lebih kuat dari sekian banyak eksperimen nya sehingga divisi khusus tidak bisa mencoba menghancurkan dirinya!"
Ken menjelaskan pada Mary yang terlihat agak bosan dengan tempat ini, dia melakukan itu agar Mary merasa bisa cepat pulang bila mereka berhasil menghancurkan tempat ini.
Tetapi setelah berbicara hal tersebut Mary memang terlihat senang, namun Ken menjadi murung karena mode anti kabel sudah mencapai batas.
Untuk antisipasi dia sebelum nya membeli Sanity pill dan penyembuhan dengan poin jiwa tersisa.
"Sangat di sayangkan anti kabel habis! tetapi aku sudah membeli banyak Sanity pill sekarang waktunya meruntuhkan tempat sialan ini!"
__ADS_1