
"Ini biarkan aku jelaskan."
Andreas menjelaskan tentang bagaimana saat adiknya mati kemudian bertemu dengan Sang tampa wujud, berniat mengorbankan banyak orang di tempat teater sahabat nya. Andreas juga saat menjelaskan semua itu tampak wajah penuh penyesalan, dia tahu perbuatan nya salah namun dia tidak ingin kehilangan adiknya satu satunya.
Marta mendengar itu dengan wajah datar, karena kakak nya melakukan perbuatan sangat keji. Sedangkan Andreas setelah menjelaskan itu dia bersiap di benci adiknya, Martha berjalan mendekati kakaknya.
"Kakak! Kau paham kau itu keji kan?" Tanya Martha.
"Maaf. Kau boleh membenci ku, dan maaf kakakmu tidka bisa berhenti menyalahkan dirinya karena kematian mu." Ucap Andreas.
Setelah mendengar alasan Andreas, Martha mengangkat tangannya. Kemudian dia menjewer kakaknya dengan kuat. "Kakak! kau bodoh... Kau orang dewasa bodoh dan kekanak-kanakan yang ku lihat di dunia, kau tahu?"
Aduh... Aduh... Ini sakit... Tolong lepasin Martha... Sakit!"
"Kau paham itu sakit, bagaimana dengan perbuatan mu bunuh diri? lalu mencoba mengorbankan mereka semua? apa itu tidak sakit? apa jeweran ku lebih sakit?" Tanya Martha sambil menarik telinga Andreas tampa ampun.
"Aduh... Sakit... Aku minta maaf!"
Akhirnya setelah agak lama Martha menjewer kakaknya dia Melepaskan, dia tersenyum cerah di wajahnya yang tampak pucat. "Baik lah aku lepaskan! setelah kau berterima kasih pada mahluk hitam itu dan tuan mu, karena kebodohan mu!"
"Baik aku aku mengerti itu. Ucap Andreas.
"Tuan mahluk superior dan Lord Terima kasih karena membangkitkan adik ku!" Kata Andreas membungkuk dihadapan keduanya.
"Tidak perlu berterima kasih pada ku, Aku hanya memenuhi tugas dari Primordial chaos. Kalau bukan karena nya kau sudah ku bunuh, seharusnya berterima kasih kepada nya bukan aku." Jawab Sang tampa wujud.
Andreas melirik ke arah Ken menunggu jawaban nya
"Tidak usah sungkan. Aku hanya tidak mau melihat adegan berdarah di depan ku, kau boleh pergi bersama adik mu di Underworld!" Kata Ken.
Dia menyuruh Andreas dan Martha pergi ke underworld karena tahu mereka bukan manusia lagi. Dengan kata bila mereka tetap tinggal di dunia manusia akan ada beberapa hal buruk terjadi di sekitar nya.
"Baik!" Ucap Andreas dia membawa adiknya berjalan menuju celah yang masih terbuka.
Setelah melihat kedua kakak beradik pergi Ken melihat kedua The Authority of Underworld. Dia melambaikan tangan nya, mereka mengerti apa yang di maksud Ken. Menundukkan tubuh nya mereka juga pergi ke Underworld.
__ADS_1
Ketika Ke empat Mahluk supranatural yang menggunakan kekuatan nya pergi, Realita sekitar mulai menjadi normal. Walaupun normal itu tidak bisa di sebut normal bila banyak orang tidak sadar kan diri bertumpuk dan celah masih terbuka.
Melihat sekitar Ken menghela nafas dia tidak mungkin menyelesaikan ini semua, banyak orang tidak sadar kan diri dan celah masih terbuka.
"Apa... Yang harus ku lakukan? Aku lupa meminta mereka bertanggung jawab. Sial!" Ucap Ken
"Papa!" Teriak Marry dia berlari Ke arah Ken, dia juga tampak senang di wajahnya.
"Papa. Anda Sungguh Keren kau tahu? Tapi Kenapa kau memasang wajah sulit?" Tanya Mary.
"Iya Aku paham, tapi bagaimana dengan mereka yang pingsan dan celah ini?"
"Oh. Apa papa mau Mary hilang kan ingatan mereka atau melenyapkan mereka?" Ucap Mary dia memegang dan mengangkat pisaunya yang tajam.
Tepatnya dia mengangkat pisau di depan wajahnya, Mary Juga saat ini memasang wajah psikopat nya dia sekarang tidak segan menghabisi nyawa seseorang seperti di masa lalu bila Ken mengizinkan.
"Hilang kan ingatan saja!"
Mendengar permintaan Ken Mary melakukan snap pada jarinya. "Sudah! Sekarang ingatan mereka tentang kejadian sebelum hilang."
"Tidak!" Jawab Mary.
Ken berjalan menuju celah terbuka tersebut, dia terlihat agak penasaran bagaimana cara menutupnya. 'Bagaimana cara menutup nya?' Pikir Ken.
Tepat saat Ken berpikir begitu Celah secara perlahan menutup dengan sendirinya, Ken terlihat terkejut dia mundur beberapa langkah. "Ini menutup dengan sendirinya?"
Hingga beberapa saat Celah tersebut akhirnya menutup dengan sempurna, dan itu terlihat sedia kala.
"Ini bener benar aneh! Tapi yasudah ayo pergi Mary sebelum pihak berwajib datang!"
....
Ken dan Mary menjauh dari tempat kejadian, mereka menjauh menggunakan Realita buatan guna melewati cctv dan keramaian agar lebih aman karena realita buatan hanya bisa di masuki tuan dan target korban atau orang yang di izin kan. 'Akhirnya menjauh juga!'
'Tugas sebelum nya kenapa tidak ada pemberitahuan? dan juga seharusnya misi wajibnya sudah selesai kan? Mary tampak senang. Atau Apa dia pura pura?' Pikir Ken dia saat ini memegang ponsel hitam.
__ADS_1
Sedangkan Mary dia tampak memainkan ponsel Putih nya. Mary tampak sedang menonton acara kartun favorit nya di internet.
Ken berjalan mendekati Mary dia hendak bertanya karena kalau diam saja dja tidak akan mendapatkan Jawaban apapun. "Mary apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?" Tanya Ken.
Berhenti memainkan ponsel nya Mary melirik Ke Arah Ken. "Iya aku ada yang ingin ku kunjungi, apa boleh?"
"Tentu!" Ken menjawab mengangguk.
Mendapat jawaban tersebut Mary berlari Kearah Ken menundukkan badan nya, tepat nya di bayangan Ken dia tampak ingin melakukan sesuatu.
"Kak Anastasia. Bisa tolong keluar sebentar?"
'Kau bicara pada Anastasia memang dia akan datang begitu saja?' Pikir Ken.
Bayangan kegelapan di bawah kaki Ken mulai pekat itu membentuk tubuh seseorang gadis. secara perlahan keluar membentuk tubuh nya, gaun merah darah dengan beberapa riasan bunga mawar merah di sekitar kerah, rambut hitam panjang menjuntai, wajah putih pucat tampak cantik seperti seseorang yang baru meninggal Dan mata merah dengan pupil hitam muncul.
Itu adalah Anastasia dia keluar dari Bayangan Ken karena mendengar Mary membutuhkan bantuan, mereka berdua tampa Ken tahu sangat akur.
"Eh? langsung keluar?" Ucap Ken heran.
Tapi penampilan pakaian mu berbeda, kau lebih cantik Anastasia!" Goda Ken.
Namun mendengar godaan Ken, Anastasia terlihat diam saja, dan menatap Ken dengan dingin seakan perkataan nya tidak berpengaruh.
"Kakak Anastasia sini dekat kan telinga mu. Mary ingin memberi tahu!" Panggil Mary.
Mendengar permintaan Mary, Anastasia menurunkan tubuh nya yang melayang dia mendekatkan telinga nya pada Mary. Dia mendengar permintaan Mary secara pribadi tampa memberi tahu Ken.
Tak lama selesai berbisik, Anastasia langsung mengangkat tangan nya. Muncul ratusan tangan pucat dari bayangan mereka menarik dan menenggelamkan mereka di dalam bayangan.
Hal yang di lakukan tiba-tiba membuat Ken terkejut dia tidak sempat menyiapkan diri dari serangan Anastasia, walaupun dia menyiapkan diri Ken tidak mungkin menang melawan Anastasia.
Namun saat bayangan gelap menenggelamkan Ken dia melihat Mary tampak enjoy tidak berusaha memberontak, jadi Ken berpikir mungkin Anastasia tidak memiliki niat buruk saat menggunakan Tangan pucat dan kegelapan nya.
Dengan begitu Ken juga tidak akan melawan nya dia saat ini membiarkan dirinya masuk ke dalam bayangan Anastasia.
__ADS_1