Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Asylum hospital Prosperum lV


__ADS_3

"Eh papa! Kenapa ada di sini, lalu ini tempat apa bukan nya papa sedang tidur? kenapa bisa kemari!" Ucap Mary yang terlihat terkejut.


"Bagaimana bisa kau mengenal ku? padahal saat ini sedang menggunakan tubuh orang lain!"


Oh! Soal itu aura dan mata papa berwarna gelap merah mudah ku kenali! ngomong- ngomong ini.. Tempat apa papa?"


Mary bingung melihat sekitar, tampak ruang gelap seperti lab dengan banyak manekin anatomi tubuh yang bergerak secara bersamaan mendekat.


"Ini... Bisa di bilang berada di dalam rumah sakit jiwa terbengkalai, tepatnya daerah kekuasaan mahluk spiritual lain, dan alasan aku memanggil mu ini juga tidak sengaja!"


"Papa butuh bantuan?" Ucap Mary melihat Ken yang tampak kesulitan di wajahnya.


~Menghela Nafas!


"Sebenarnya butuh... Tapi Karena yang tak sengaja ku memanggil mu jadi tidak!"


Secara tiba-tiba sebuah potongan kepala manekin terlempar ke dekat Kaki Ken yang sibuk memperhatikan gerak musuh nya, dia terkejut dan berbalik ke arah Mary. "Eh? apa yang terjadi! Kenapa ada beberapa potongan manekin?"


Memegang pisau Mary berdiri di atas potongan tubuh manekin, dia melihat kearah Ken yang terkejut. "Tadi... Mahluk ini terlalu mendekat kearah ku dengan niat buruk, jadi ku potong saja!"


Ternyata Mary tampa di sadari Ken sudah mulai bergerak, dia melibas cukup banyak manekin tersebut.


Tampa bisa berkata banyak Ken sepertinya hanya bisa meminta bantuan Mary, Ken menyangka Mary tidak bisa bertarung sama sekali.


~Menghela Nafas!


"Baiklah Mary bisa tolong jaga bagian belakang ku, maksudnya punggung ku? aku mau berhadapan dengan mahluk hitam itu"


"Baiklah papa!"


Mary berbalik ke arah kumpulan manekin tersebut, dia memotong dan menusuk setiap manekin di sana secara brutal, ekspresi dingin dan datar tampak di wajah kecil Mary yang saat ini dia ibarat mesin pembunuh.


Gerakan ulet, lincah, sederhana dari pergerakan tubuh gadis Kecilnya dan Mary juga terlihat berhitung berapa banyak yang di potongnya.


"1.2.3!"


Dari hal itu memiliki kesan teror sederhana dari pembantaian, ditambah bila itu tubuh yang memiliki darah maka akan menambah kesan teror yang di berikan


Ken yang melihat nya semakin terkejut dia juga tidak sangka bahwa Mary yang terlihat menangis ketakutan saat pertama melihat nya, serta gadis kecil yang sangat suka manisan bisa memiliki karakter seperti itu.

__ADS_1


"Apa... ini yang di maksud dari deskripsi boneka terkutuk yang suka menakuti manusia namun tidak pada sesama mahluk spiritual?"


"Hahaha!"


Sebuah tawa terdengar dari mahluk hitam yang berdiri dari tadi tidak melakukan apapun, yang sebelum nya membuat Ken tidak paham apa tujuan nya, tetapi sekarang berbicara dengan nya.


"Kau! bisa bicara?"


"Tentu tidak, ini hanya karena aku terhubung dengan mahluk hebat ini ciptaan ku, sehingga aku bisa menggunakan tubuh nya."


"Aku tak menyangka kau kelinci percobaan 001 dapat membalikkan kesadaran mental mu yang sengaja di rusak! dan kau memiliki sesuatu yang menarik di sana."


[Ding~ Chimera deskripsi : Mahluk spiritual buatan


Ras : Tidak diketahui


Hobi : Tidak diketahui


kemampuan spiritual : Reagen, 2x strange, claw]


"Banyak juga kemampuan nya." Ucap Ken bicara pelan.


Ken berpikir sejenak bagaimana bisa dia tahu kalou Mary adalah mahluk spiritual Curse Doll. "Oi lolicon bagaimana kau tahu Mary itu boneka?"


"Dasar sampah berani menyebut ku lolicon, orang yang terpilih oleh direktur sebagai pengawas sebagai lolicon! Kau memang mau mati ya!"


"Makanya perkenalkan dirimu dengan benar! jangan hanya diam saja dari tadi!"


~Swis!


Chimera hitam tersebut secara tiba-tiba menghilang, muncul kembali di hadapan Ken, saat itu Ken mengaktifkan Ability matanya.


Tepat sebelum cakar yang dapat merobek baja hampir mengenai nya, Ken menghindari serangan tersebut.


Ken menghindari nya dengan mundur, cakar yang merobek baja berhasil di hindari oleh Ken.


"Kau cukup Hebat rupanya 001 Sepertinya mengembangkan kemampuan baru, apa itu berhubungan dengan mata? ya... apapun itu aku tinggal membongkar tubuh mu lagi!"


Ken berpikir orang ini intuisi tajam hanya dengan hal kecil bisa menembak sesuatu, tetapi bila di pikir lagi apa mahluk hitam yang di gunakan bisa menjadi perantara kesadaran nya untuk kemampuan ilusi.

__ADS_1


"Tidak ada salahnya mencoba!" Ucap Ken mulai menggunakan kemampuan mata ilusi nya.


"Apa yang ka-"


Belum sempat berkata panjang pandangan pria yang mengendalikan mahluk tersebut mendadak berubah total, menjadi gelap penuh dengan mata besar menatap ke arah nya dengan intimidasi abnormal yang berbeda beda, ilusi Ken menembus jiwa pengendali yang bersembunyi di manapun pasti akan terkena dampak.


Pria itu tahu bahwa bila terus menyambungkan koneksi metal kesadaran dengan Chimera nya pasti akan celaka, dengan cepat segera mengorbankan Chimera nya memutuskan koneksi mental tersebut.


Namun walaupun dia sudah memutuskan nya, pria itu masih berada dalam pengaruh ilusi Ken, itu disebabkan dia sudah memiliki kontrak mata dengan Ken saat berbincang tadi, ditambah saat ini Ken menggunakan 45% kewarasan nya agar bisa langsung mencapai tempat pria itu berada.


"Tidak mungkin, kau... Bukan 001 siapa kau sebenarnya?'' Ucap pria itu ketakutan.


Saat ini yang dirasakan pria itu bukan hanya ketakutan semata, tetapi seakan jiwa nya di cabik di lebur dan di cerna secara perlahan oleh kegelapan dari mata yang memandang.


Tidak butuh waktu lama seluruh kesadaran jiwa dan mental nya hancur, dia memang tidak mati namun merasakan siksaan di dalam kesadaran jiwanya.


...


"Fuh! Akhirnya kelar juga!" Ucap Mary yang terlibat agak berkeringat karena terlalu aktif dari tadi.


Mary lari Mendatangi Ken, dia loncat memeluk punggung Ken yang saat ini sedang terlihat sibuk melihat sebuah dokumen yang tampa dengan ditemukan. "Papa! apa kau sudah selesai?"


"Oh Mary! tentu sudah, dan mahluk yang bilang sekarang jadi patung! kau bisa melihat nya dari sini!" Ucap Ken menunjuk Kearah mahluk tersebut.


"Lalu apa bisa kita pulang? Mary masih ingin melanjutkan Battle Brave of Royal! "


"Eh kau bisa memahami cara bermain nya? bukannya sulit untuk mengatur combo sesuai dengan hero yang kita mainkan?"


"Bagaimana cara mu melakukannya?" Ucap Ken yang terkejut dengan ucapan Mary.


"Mary belajar di video internet caranya, lalu Aku tiru cara main nya!"


"Ada apa papa?"


Mary melihat Ken murung itu karena tidak peduli berapa lama dia memainkan permainan tersebut, dia tidak ahli dalam memainkan nya.


"Tidak apa apa! hanya sedikit sedih karena tidak ahli dalam permainan itu!"


"Nanti Mary ajarkan!"

__ADS_1


Mendengar kata kata Mary Ken menjadi lebih murung karena dia di ajarkan oleh orang yang terlhat baru memainkan, namum sudah hampir menjadi profesional.


__ADS_2