Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Mahluk yang sama


__ADS_3

Sesosok mahluk berwujud seperti manusia tampak berdiri di ladang bunga mawar, namun tentu saja bukan hal normal namanya bila anda melihat sekitar yang sangat jauh dari kata normal.


Dengan pemandangan sekitar agak berkabut merah dengan bau busuk menusuk hidung, serta langit merah entah siang atau malam tidak ada seorang pun paham, dan satu bulan menghiasi yang tampak mata mengawasi apa pun di bawah nya.


Mahluk tersebut terlihat menaruh sebuah tubuh yang terpotong di depan nya, dia mengangkat tangan dan mulai membuat ritual khusus.


Darah pada tubuh tersebut terhisap masuk ke dalam wajah cermin nya, tak lama cahaya putih keluar membentuk fisik seorang gadis kecil berambut putih perak bermata merah bagai ruby.


Gadis itu memakai pakaian putih polos terusan mirip dengan dress.


Mengangkat tangan nya gadis itu memunculkan cermin besar, setelah itu masuk menghilang entah kemana.


"Aku tak sangka satu pengorbanan sebanding dengan ratusan lebih, walaupun jiwanya hilang untuk bahan paling penting!"


Menyentuh wajahnya yang retak mahluk tersebut terlihat berpikir. "Tapi mahluk itu berhasil sedikit melukai ku, ini akan lama untuk pulih."


"Rosalyn tunggu aku mendapatkan tubuh mu, dan untuk mahluk kurang ajar tunggu aku menghancurkan mu!"


 


Terbangun sorang pria melihat sekitar dia berada di dalam mobil dengan dua orang pria salah satunya menyetir dan yang lain duduk berantai, saat ini dia agak bingung dengan yang terjadi setelah pingsan.


"Alan, Riwan kita akan kemana dulu?"


Mendengar itu serempak kedua nya berbicara secara bersamaan. "Kau sudah bangun Rain?"


"Ouch! sakit kenapa pipi ku sakit?"


Rain memegang pipinya seakan habis di hantam dengan keras, dia tidak mengerti kenapa yang dia ingat saat pingsan itu tidak jatuh menghantam wajahnya.


"Oh itu kami sengaja meninju wajahmu barusan tetapi kau tidak terbangun!" Ucap Riwan menjelaskan.


"Dasar kalian kejam!"


"Siapa suruh tidur begitu sulit di bangunkan!" Ucap kali ini Alan mengejek.


...


"Oh ya Bisa kah kalian berdua menghentikan mobil si pom bensin terdekat? aku ingin buang air!" Ucap Rain di bangku penumpang.


"Baik tunggu sebentar!" Ucap Alan membalas.


Setelah menempuh beberapa meter di jalan raya mereka sampai di tempat yang di maksud, memarkirkan mobil Rain turun duluan, saat ini dia terlihat terburu-buru.


Bergegas ke dalam toilet sesuatu yang aneh terjadi wajahnya retak, Rain terjatuh kebawah lantai kamar toilet kebetulan itu cukup luas, dia mengeluh kesakitan.


"Sial! saat mata muncul rasanya perih dan panas! dan saat tangan muncul rasanya seperti terpotong potong, sekarang wajah dan kulit ku sakit seperti di robek!"

__ADS_1


Retakan wajahnya seperti Kaca yang pecah kemudian jatuh ke lantai di sana, di situ bersamaan lampu toilet berkedip berulang kali.


Untung di sana tidak ada seseorang karena peristiwa tersebut bisa di sebut paranormal activity.


Tak berselang lama rasa sakit di kulit nya yang bagai terkelupas sedikit demi sedikit berkurang, Rain terlihat menghela nafas karena rasa sakitnya.


Sebelum nya memang dia bisa menahan rasa sakit tersebut di hadapan orang, itu karena sudah biasa merasakan sakit di dalam mimpinya, namun itu cuma bisa sesaat tidak bisa lama menahan oleh karena itu Rain mencari alasan ke toilet.


"Akhirnya rasa sakit ku reda! seperti nya wajah ku pulih dan yang penting kemampuan apa yang ku dapat?"


Rain terlihat memperhatikan pecahan wajah nya di lantai toilet, tak butuh lama pecahan tersebut bergerak, dia mundur beberapa langkah menghindari hal tersebut.


Pecahan terbang di hadapan nya perlahan membentuk wajah yang mirip seperti Rain, setelah terbentuk secara sempurna menjadi seperti topeng wajah.


"Apa yang bisa di lakukan topeng ini?"


Topeng yang mengambang mengeluarkan cahaya abu abu membentuk sebuah tubuh dengan tinggi 10: 10 dengan kata lain sama seperti Rain.


"Tunggu! seperti nya aku paham apa ini kloning fisik?"


Benar apa yang di katakan Rain itu membentuk wujud nya, kemampuan yang dia dapat setelah menghajar mahluk berwajah cermin adalah menggandakan diri.


"Wah! kloning sangat bagus! aku ingin melakukan beberapa percobaan nanti, gimana cara menghilangkan nya?"


Rain ingin segera kembali karena teman nya menunggu, kloning tersebut merespon pikiran wujud asli dia kembali menjadi topeng cermin pecah kemudian kembali pada wajah Rain.


Segera setelah itu Rain keluar dari toilet segera kembali ke mobil Alan, matahari saat itu menunjukkan hendak terbenam di parkiran dekat toilet tampak 2 orang teman nya menunggu di luar mobil.


Mereka berdua melihat Rain keluar dari toilet, namun melihat dia keluar dengan pakaian kotor mereka terkejut.


Ketiga nya terlihat berbincang karena hal tersebut, tak lama masuk ke dalam mobil untuk pulang karena hari sudah menjelang malam.


 


Gelap malam menyelimuti langit menjadi hitam bulan dan bintang menghiasi, namun ada sebuah rumah besar seperti mansion di salah satu ruangan masih terang karena lampu belum di matikan.


Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang pria memakai baju kemeja putih dengan celana panjang hitam, dia tampak menelpon seseorang.


"Will bagaimana kabar mu, apa kau besok sedang bebas?" Ucap pria tersebut.


"Frank, teman lama aku bebas besok ada apa?" Tanya pria bernama Will.


"Ini soal putri ku! dia telah sembuh dari penyakit nya!"


"Apa benar? bagus lah tapi kau menelpon ku tengah malam ini hanya untuk itu?"


"Bukan, masalah nya dia pulih karena kontak dengan mahluk supranatural level tinggi, dan mahluk tersebut tidak meminta apapun!"

__ADS_1


...


Bingung dengan perkataan temannya Will terdiam sejenak, tak lama dia menjawab. "Bisa kau jelaskan lebih lanjut?"


Frank menjelaskan semuanya pada Will teman dan Rekan terpercaya nya, selain itu dia agen khusus di lapangan oleh sebab itu Frank hendak meminta bantuan nya.


Setelah menceritakan semua yang Frank dapat dari putrinya, dan apa yang terjadi belakangan hari Will kembali terdiam beberapa saat.


...


"Baiklah besok datang ke rumah ku, kau akan ku bantu untuk sekarang pasanglah segel perisai yang pernah ku beri waktu itu!"


"Itu sudah ku pasang!"


"Oke itu bisa bekerja sementara waktu, ingat besok datang ke rumah ku, sekarang aku persiapkan segalanya untuk mu!"


"Maaf aku merepotkan mu Will!"


"Tidak apa! teman lama aku senang bisa membantu mu, serta besok kita bisa lebih mengobrol dan sekarang sebaiknya istirahat kan saja tubuh mu karena mungkin besok akan ada hal besar terjadi!"


"Ya kau benar!"


Menutup telepon Frank pergi ke sebuah kamar, sampai di sana tampak desain sangat girly dan di sana seseorang gadis tertidur di atas kasur.


Frank berjalan mendekati dia membenarkan posisi selimut yang tidak benar, dengan kata lain kembali mengangkat selimut dan memasang nya ke tubuh Rose.


"Tenang Rose ayah akan melakukan segala nya untuk mu! dan tidak akan menyerah!"


Setelah melakukan hal tersebut Frank keluar kamar putrinya, sekarang dia berjalan kemar nya yang tidak jauh dari sana.


Berjalan di lorong sepi dia terbayang sesosok mirip Rose dengan wujud dewasa, itu adalah Ibu kandung Rose yang tiada serta istri Frank.


Wujud nya berambut putih indah memakai baju putih yang sangat selaras dengan penampilan nya, membuka matanya itu berwarna biru bagai berlian saphira.


Wanita itu memeluk punggung Frank seakan dia paham bahwa suaminya telah bekerja sangat keras untuk putrinya hingga lupa pada kesehatan nya.


"Lili tenang saja, putri kita Rose kecil akan ku jaga dan untuk kondisi fisik ku aku paham hal itu!"


Setelah berbicara sendiri seperti itu Wanita tersebut melepaskan pelukannya, dia tersenyum melihat suaminya kemudian hilang bagai debu di tiup dan dandelion terbawa angin.


Setelah sampai di kamar Frank melepaskan tubuh nya jatuh di atas kasur, dia lebih kelelahan siang ini karena beberapa hal yang harus di urus lebih banyak dari biasanya.


Malam makin surut dan Frank tidak lelap pada tidurnya saat ini dia punya begitu banyak pertanyaan serta beban yang ada di pundak nya.


(Lilian Ashley)


__ADS_1


__ADS_2