
Sebuah kamar gelap dengan beberapa lilin di sudut dan meja hias kamar. Terlihat seorang pria membaringkan tubuhnya menatap langit kamar.
"Sudah berapa lama ya?" ucap Ken memikirkan berapa lama waktunya di dunia ini.
Ken akhirnya terbangun setelah tertidur di dunia aneh yang didapati nya.
Sebuah ponsel berwarna hitam bergetar, dan mengeluarkan notifikasi. Mengetahui hal itu Ken bergegas mengambil melihat notifikasi yang di dapat.
[ Ding ~ Bila anda ingin keluar anda hanya perlu memotret pintu keluar kamar]
Melihat mendapatkan notifikasi yang baru, dan itu cara keluar dari tempat mengerikan ini Ken bergegas ke arah pintu keluar kamar.
~Ckrek
Sebuah flass kamera memotret pintu kamar membuat nya retak, dan terbuka dengan sendirinya.
Dengan wajah senang apa yang dilihat Ken berkata, "Akhirnya jalan keluar!"
Ken bergegas membuka dan melewati pintu tersebut. Saat membuka dia melihat ruang sama namun terlihat berbeda tidak ada bercak darah lingkaran pemanggilan ataupun lilin di setiap sudut ruangan yang sunyi gelap dan mengerikan.
Berjalan ke arah kasur di sana pintu yang terbuka di belakang menutup dengan keras. Dia kaget berbalik dan memikirkan ada apa dengan semua pintu ini apa otomatis? kurasa itu terlalu kasar bukan.
Setelah sampai di depan kasur Ken langsung menjatuhkan diri di atas kasur. Meraih ponsel milik nya yang di kantung nya dia melihat 5 notifikasi panggilan mis call dan beberapa pesan di chat.
"Hm sepertinya saat aku pergi di dunia berbeda tadi aku di telpon, dan beberapa pesan? "
Melihat nya Ken membuka layar kunci ponsel masuk kedalam aplikasi pesan grup chat. Ternyata itu teman dekat yang sedari tadi menghubunginya.
Terlihat nama nickname yang digunakan agak kekanak-kanakan. Apa itu hobi atau bukan mungkin karena dia teman dekat.
...----------------...
Darklord : Hei Ken apa kau sudah mati? kenapa tidak menjawab.
Saberdemon : Sepertinya dia benar benar-benar sudah mati.
Nameless : Sepertinya dia overdosis vitamin?
Hanggedman : Tidak mungkin dia sangat tidak suka obat jenis apapun!
Nameless : Lalu kenapa tidak membalas.
...----------------...
Melihat pesan chat yang mengejeknya Ken terlihat agak kesal segera membalas.
Madscientist : Apa yang kalian maksud? aku masih hidup
Nameless : Whou panjang umur pendek nafas dia akhirnya muncul!
__ADS_1
Darklord : Kukira kau mati depresi sendirian di rumah!
Madscientist : Aku tidak sebodoh itu untuk mati! ada apa kenapa memanggil ku?
Darklord : Kita berlima ingin mengundang mu di sebuah acara uji nyali apa kau tertarik?
Madscientist : Dimana?
Darklord mengirim anda link map
Darklord : Itu di sana tempatnya, Alan dan luis sudah di lokasi katanya sih. Apa kau mau datang!
Madscientist : Oke aku datang kok, kau tahukan aku suka hal begitu!
Darklord : Baiklah, aku dan Riwan akan menjemput. Sebaiknya kau bersiaplah!
...----------------...
Melihat itu dengan semangat Ken mempersiapkan diri. Dia langsung keluar dari kamar tua menuju kamar nya tidak lupa membawa ponsel hitam mungkin dia menemukan sesuatu yang menarik.
Segera setelah bersiap dia memakai baju putih berjaket hodi hitam resleting terbuka dengan celana panjang hitam bahan. Ken langsung menuju pintu keluar rumah membawa hal yang diperlukan didalam backpack.
Membuka pintu terlihat hari menjelang malam dengan suasana lembab air hujan dan mendung. Tidak jauh dari tempat dia berada pemukiman warga dengan rumah tersusun rapi jalan raya didepan berjarak 10 langkah orang dewasa, tidak lupa mengunci pintu.
Ken berjalan ke pinggir jalan menunggu temannya menjemput.
...
''Hei sudah lama nunggu?'' ucap pria berbaju merah berambut putih terlihat berumur 24 tahun. ya benar itu salah satu temannya dia bernama Riwan ( Nameless )
Tidak lama, ngomong kenapa Mathew yang menyetir?
"Aku agak takut bila Mathew menyetir" ucap Ken merinding.
Seorang pria berusia 25 tahun mendengar berpenampilan baju hitam dengan rambut pirang dia bernama Mathew ( Darklord ) yang mendengar menjawab, "tidak apa aku lebih hebat dari sebelumnya!"
Mendengar itu Ken makin takut dia mengingat kenangan lama saat Mathew menyetir mobil terlihat seperti orang gila. Baru memulai dia sudah menancap gas hingga ke 25 meter per jam.
Mathew melihat Ken gelisah berkata, "sudah kau mau naik atau tidak?"
Ken melihat dan menghela menjawab, "Baiklah aku naik!"
Ken membuka pintu mobil dan masuk duduk dengan tenang melihat kearah Mathew. Dia melihat memastikan perkembangan kemampuan mengemudi nya.
Di dalam pikirnya Ken merasa mungkin aku harus mempercayai nya. Mathew yang merasa di perhatikan dia sedikit merasa tidak nyaman.
Mathew melihat sedikit sambil memperhatikan jalan berkata, ''Hei jangan cemas, begitu kemampuan lebih baik sekarang''
~Menghela
__ADS_1
''Baiklah, ngomong ngomong tentang tujuan kita dimana kau dapat? dan itu dimana? ''
Karna Mathew fokus mengemudikan mobil Riwan menjawab, "Apa kau belum melihat nya? tempat yang kita tuju di pinggiran kota A, memang jauh dari kota C tepatnya di sebuah villa terbengkalai!"
Dan kemudian Mathew menambah beberapa kata, "Kita mendapatkan nya di sebuah forum nyasar, kalau tidak salah namanya Reuni gelap!"
Perjalanan cukup panjang mereka berbincang tentang acara kumpulan nanti, tak terasa menjadi singkat.
''Ah kita sudah sampai,'' ucap Mathew dan Riwan serempak.
Tak berselang Mathew dan mereka bertiga selesai berkata akhirnya mereka sampai di tujuan. Penampakan sebuah villa tua yang kotor dengan dinding yang retak pagar berkarat, benar benar tidak terurus.
Disana terlihat 2 pemuda satu berbaju hitam kaos dengan topi dan satunya berbaju biru gelap berjaket baseball. Dan kedua nya sama sama memakai celana panjang hitam menunggu di depan gerbang.
Seorang pria berbaju kaos hitam dengan topi bernama Rain (Blackwater) mendekat menyapa, ''Hei kalian sudah sampai!"
"Maaf menunggu Rain dan Al!" ucap Ken meminta maaf
Pria berjaket baseball bernama Alan (Hanggedman) ikut mendekat untuk menyapa, "Kenapa kau begitu lama apa yang kau lakukan sih?"
Ken berpikir apa sebaiknya jangan ku beritahu aku mendapat ponsel hitam lama milik ayah ku menyala kembali lalu membawa ku ke dunia entah apa itu. Setelah berpikir beberapa saat ia memilih berbohong.
"Maaf, perutku sakit dan harus ke toilet cukup lama sekarang sudah baikan!"
"Baiklah aku maafkan, tidak ada yang bisa menang melawan panggilan alam," ucap pria berjaket Baseball.
"Baiklah, sebaiknya kita masuk saja untuk investigasi siapkan kamera dan senter," ucap Luis (Seberdemon) memotong pembicaraan.
Mereka berenang mengeluarkan barang nya dari dalam tas Ken membawa senter dan kamera go pro kawan yang lainnya juga membawa hal serupa.
...
Saat mereka ingin membuka gerbang seseorang meneriakkan mereka.
"Berhenti! dasar bodoh apa yang kalian lakukan disini pergi! ini bukan tempat yang kalian datangi!"
Mendengar itu mereka malah panik berlari ke arah mobil masuk dan menancapkan gas pergi secepatnya nya.
Ken dengan bingung akan situasi bertanya, "Hei... Kenapa kita malah kabur?"
~Mereka berlima menghela.
Itu sebabnya kau terlalu lama di rumah tidak tahu dunia luar, Ucap pria berjaket Baseball dia bernama luis ( Hanggedman )
"Emang dia kenapa?" ucap Ken.
"Dia pemilik tanah yang kita injak tadi, itu sebelum nya sih soalnya sudah di jual, namum ada orang yang membelinya kata desas-desus sekarang dia menunggu pembelian nya!" ucap luis melanjutkan penjelasan tadi dalam perjalanan pulang.
Mathew yang sedang mengemudi mengintip belakang berkata, "Tak apa besok kita datang lagi!"
__ADS_1
Melewati jalan yang sama dengan banyak pepohonan mati suasana gerimis kecil dan gelap nya Malam menghiasi kesan seram mereka menuju area perkotaan.