Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
9. Ketakutan.


__ADS_3

Hutan dekat villa. Ken berkeliaran mencari 2 Demorin yang sedang di kejar, dia tidak tahu bahwa Demorin sudah meninggalkan dunia Netter. Setelah berlari tampa tujuan akhir nya Ken memutuskan diam dan berfikir.


"Itu... Monster lari nya cepat juga udah kayak kebelet panggilan alam!"


"Apa perlu ku kejar?"


"Tetapi misinya suruh ngebuat rusuh membunuh mereka juga termasuk misi kan?"


~Menghela.


"Ya sudah balik lagi saja ke villa," ucap Ken dengan wajah murung.


Saat Ken berjalan kembali dia lupa datang arah mana. Memutuskan jalan sembarangan terus berjalan hingga menemukan lubang aneh di tanah.


"Ini lubang apa?"


Ken menggunakan scan pada lubang untuk mencari tahu.


[ Ding ~ Lubang penghubung Netter memungkinkan kembali ke dunia realita. Terdapat jejak Demorin ]


Mata ken terbuka dengan senang, dia mengira mungkin Demorin menggunakan lubang ini. Setalah berfikir beberapa saat dia langsung loncat masuk ke dalam.


...----------------...


Tenda hijau terletak agak jauh dari villa alam realita. Tampak 2 orang pria dan wanita memegang senjata si pria menggunakan pedang perak sedangkan wanita pistol peluru perak. Mereka adalah Ishak dan Leah berhadapan 2 Demorin.


Demorin menatap mereka dengan haus darah, mengetahui hal itu Leah langsung menembakkan pistol nya 2 kali.


~Bang


Peluru beruntung mengenai kepala Demorin membuat nya terjatuh namun itu tidak membunuh nya hanya regenerasi melambat.


Melihat teman nya jatuh dan mereka memiliki senjata perak. Demorin yang masih berdiri berhati hati saat mulai menyerang.


~ Bang.


Satu persatu peluru ditembak Demorin terus menghindari nya. Hal itu membuat peluru Leah habis dan memaksa menggunakan pedang Ishak langsung menerjang.


~Buk.


Sebuah pukulan keras menghancurkan beberapa tulang rusuk Ishak membuat terpental sejauh 5 kaki dan tidak sadarkan diri.


Melihat hal itu Leah menghampiri Ishak melihat keadaan nya, sementara Demorin membuka mulut nya ingin memakan mereka dan salah satu dari mereka yang jatuh berhasil bangun.


Leah mengambil pedang dari Ishak yang tidak sadari diri lalu mengaktifkan kemapuan nya mengeraskan tubuh.


Leah langsung menuju ke Demorin berakhir tercakar. Percuma sekeras apapun tubuhnya dia terluka pada dasarnya mereka tipe penyidik untuk mengumpulkan informasi dari target tidak punya kemampuan pertarungan. Leah memiliki pengerasan tubuh itu hanya untuk pertahanan sementara dan Ishak menyamar.


Kedua Demorin mendekati mereka membuka mulutnya lebar lebar Leah yang masih sadar namun tidak bisa bergerak ketakutan saat beberapa jengkal tiba tiba.

__ADS_1


"Ketemu!"


Suara datar dingin membuat Demorin yang tersisa merasa dingin di seluruh tubuh. Mereka merasa bila lari atau tidak itu hanya membuat mereka terbunuh. Benar itu adalah Ken akhirnya sampai setelah tersesat beberapa saat.


~Craat.


Dengan cepat terdengar suara tusukan dengan air pancur darah dari Demorin yang ingin memakan Ishak. Ken berpindah dengan cepat kearah Demorin yang akan memakan Ishak.


Melihat hal itu dengan Insting bertahan hidup nya Demorin langsung kabur.


"Ah... Aku tidak ingin kejar kejaran lagi!"


Ken ber teleport menggunakan opsi khusus berpindah ke depan Demorin yang kabur, mengarahkan belatinya ke leher Demorin dan memotong nya.


Setelah melakukan hal itu Ken tiba tiba oleng. Dia merasa pusing dan pandang nya blur.


"Ugh... Apa yang terjadi kepala kun pusing?"


[ Ding ~ Saat ini kewarasan host mulai di titik gila mohon memakan saniti pill. ]


Melihat itu tampa basa basi Ken mengeluarkan ponselnya mencari di toko, menemukan yang dicari Ken membeli nya.


Muncul 1 buah saniti pill di atas layar ponsel, wajah Ken terlihat tidak baik karena itu tidak sesuai ekspetasi nya.


Bentuk pill berbeda dari pill yang di jual oleh dokter ataupun apotik lainya, Bentuknya mirip mata ikan mas bukan hanya mirip namun serupa.


...----------------...


"Sepertinya ke 4 anak buah ku di bunuh!" ucap pria bertopeng gagak.


Hal itu membuat ke 2 orang tersebut kebingungan.


Dengan cepat Wanita bertopeng kucing bicara: :Bagaimana mungkin! mereka adalah penyelidik junior. "


Pria bertopeng gagak langsung berdiri dari tempat nya : "Aku.... Akan mencari tahu!"


Pria bertopeng kelinci angkat bicara berkata, "Sepertinya ada hal di luar rencana sebaiknya kita undur terlebih dahulu karena tidak mungkin mereka tahu apa yang ada di villa ini!"


"Benar... kita mundur! itu bukan berarti pengecut namun menyiapkan rencana tambahan"


Mereka yang tersisa di dalam ruangan makan langsung menghilang dalam kegelapan entah kemana tampa jejak.


Kedua orang didalam ruang makan tesebut pergi menyiapkan rencana lain di kemudian hari merasa sepertinya rencananya hari ini tidak akan mulus kali ini karena muncul pihak tak terduga. Mustahil bantuan cepat datang karena tempat nya saat ini tertutup ilusi itu mungkin yang ada dipikiran mereka.


Mereka memutuskan menghentikan pertemuan dan pergi berpisah, sementara pria bertopeng gagak mencari penyebab nya.


...----------------...


Tenda hijau agak jauh dari villa terlihat 2 orang terbaring di tanah yang satu tercakar dan satunya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Apakah... Ini bisa di makan?"


Ken mem bolak balikan Pill berbentuk mata itu dengan ragu.


"Ugh... Mengejar mereka membuat kewarasan ku menurun!"


"Tetapi aku baru tahu ada survivor lain kukira tidak ada!"


Melihat kondisi fisik nya Ken berspekulasi mereka terluka karena Demorin. Karena tidak ada pilihan Ken ingin menolong mereka namun tidak bisa menahan pusingnya langsung menelan pill tersebut.


Setelah memakan pill tersebut Ken mendekati mereka memberikan obat penyembuhan dari ponsel.


"Hai... Kau wanita yang masih sadar makan ini!" ucap Ken dengan senyuman di depan Leah yang masih sadar.


Insting Leah memberi tahu kalau dia tidak makan mungkin dia tidak akan mati dengan mudah, padahal tidak Ken tidak sekejam itu.


Hal itu terjadi karena Ken bersimbah darah Demorin yang berwarna merah, orang manapun akan takut melihat psikopat bersimbah darah dan tersenyum.


Leah dengan cepat memakan nya tidak peduli apa yang terjadi. Hal itu membuatnya pulih kembali.


"Eh... Apa yang terjadi aku pulih?"


"Bagus kau pulih dan tolong buat pria tidur itu memakan nya juga," ucap Ken dengan senyuman.


Leah bangkit dan menuju Ishak langsung memasukkan benda itu kedalam mulutnya, kondisinya membaik namun masih tidak sadarkan diri.


Ken mendekati mereka membungkuk karena mereka duduk di tanah berkata : "Hei... kau tau jalan menuju villa?"


Dengan bingung Leah menjawab menunjukkan arah berkata, "Dari sini anda tinggal lurus saja! "


Lalu menambah beberapa kata, "Kalau boleh tahu kau di pihak mana?"


"Entah lah"


Ken menjawab begitu karena merasa simpel juga tidak ingin repot dan malas menjelaskan, namun perkataan itu membuat nya semakin di salah pahami dan dari kata simpel.


Ken bangkit kearah mobil terparkir di sana kemudian memotret nya, lalu masuk kedalam menutup pintu dan menghilang sekejap.


Meniggalkan banyak pertanyaan dan hal merepotkan lainya.


Saat ken membuka pintu lagi dia sudah di alam netter namum itu jadi lebih mengerikan dari sebelumnya.


Darah menggenang dimana mana tercium bau amis beberapa akar mirip daging langit yang memerah darah. Membuat kesan mengerikan nya kian bertambah.


Mungkin orang normal akan sangat ketakutan namun Ken melihat seperti taman hiburan dengan wajah senang.


Ken mulai merasa janggal dia berpikir kenapa suasana cepat berubah dengan cepat menuju ke arah villa ingin menyelesaikan apa menjadi tujuan nya.


Berlari dengan cepat sesuai arahan Wanita tersebut.

__ADS_1


__ADS_2