Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Semua akan Baik baik saja


__ADS_3

Tampak dia orang pria, salah satunya pria berbaring di atas ranjang pasien, dari yang terlihat dia menderita cedera parah. Tubuh nya di perban lengan kirinya di infus dan juga kakinya di pasang gips patah tulang.


Karena suatu hal sebelum nya dia menderita luka parah, dia tampak memperhatikan sebuah pisau medis yang biasa di gunakan untuk operasi pembedahan.


Sedangkan pria satunya tampak melihat nya sambil berdiri di sebelah ranjang, dia juga tampak khawatir akan suatu hal.


"Jadi Will, bagaimana apa kau mengerti sesuatu tentang mahluk bernama Verit?" Ucap pria yang berdiri.


Dengan ekspresi serius pria itu melihat nya, seperti apa benar apa yang di katakan. "Verit? apa itu benar-benar namanya?"


"Bukan! putriku menamai nya begitu. Kupikir itu namanya dan kau tahu motif mahluk tersebut."


"Maaf Frank aku benar-benar tidak tahu motif aslinya. Apa itu memiliki niat baik atau buruk, itu tidak akan berlaku bagi moral mahluk sejenis nya."


"Jadi apa yang harus di lakukan ke depan nya?" Ucap Frank.


"Aku harap semoga saja semua akan baik baik saja." Jawab Will.


...


"Kau hebat Rose bukanya aku baru mengajari mu sebentar, tetapi kau melakukan nya dengan baik!"


Halaman depan rumah yang tampilan nya seperti cabin, ditambah daerah sekitar yang hutan membuat nya menjadi lebih mirip.


Di sana terlihat dua orang duduk di atas tikar. Mereka tampak bermain kartu, tetapi di sisi lain bukan memainkan nya secara normal. Dengan kata lain mereka menggunakan kartu sebagai trik sulap.


"Itu bukan apa apa kak Raphael, Rose hanya melihat apa yang di lakukan mu dan mencoba nya. Ternyata aku bisa!" Ucap Rose membalas pujian Raphael.


Menghela nafas karena kepintaran Rose yang belajar cepat, Raphael hanya bisa melakukan itu karena tidak bisa berkata selain memujinya.


"Tapi tetap saja, kau sangat hebat bahkan untuk ku harus rajin sebelum nya untuk mempelajari trik tersebut kau tahu?"


"Hehehe, berarti Rose hebat!" Ucap Rose dengan senang.


"Rose, ayo kita pulang ini sudah mau siang. Kau belum makan siang bukan?"


Sebuah suara terdengar tidak jauh dan itu sangat familiar bagi Rose, dia saat ini langsung menengok kearah suara tersebut.


Bukan hanya menengok dia langsung berlari ke arah nya, karena suara tersebut adalah ayah nya sudah menuntaskan urusan dan memanggil untuk pulang dan makan siang.


Ayah nya keluar dari rumah membawa kotak besar seperti koper panjang berwarna putih di tangan nya.

__ADS_1


"Ya ayah, dan Kak Raphael lain waktu kita main!"


Sang ayah berjalan menghampiri Raphael dia menepuk pundak nya berkata. "Terimakasih karena menjaga putriku!"


"Tak apa tuan Frank, dan juga Terima kasih karena berkunjung ke rumah guru walaupun perjalanan nya jauh. " Ucap Raphael membalas perkataan.


"Tak apa aku kesini juga karena ada hal yang harus dilakukan, dan lain waktu aku akan bawakan buah tangan bila nanti berkunjung. Karena si bodoh itu sedang sakit dan aku tidak membawa apapun itu terasa memalukan bagi ku!"


Setelah berbincang sebentar Frank dan Putri kecilnya Rose menuju mobil nya yang terparkir di sana, mereka berniat ke restoran saat perjalanan pulang untuk makan siang.


...


Raphael melihat mobil mereka pergi dan seseorang sedang memainkan ponsel nya, itu tampak seperti hendak memesan secara online.


"Raphael, kau mau makan siang apa? biar ku pesan!"


"Oh! Alex jangan selalu menyelinap begitu, walaupun kau pandai menyamar dan Menyelinap kau sering mempraktikkan nya kepada ku." Ucap Raphael.


"Maaf aku melakukan tampa sadar, lalu apa yang kau pesan?"


"Sudahlah! aku mau pasta tolong pesan kan!"


"Baik!" Jawab Alex.


Kejauhan sebuah mobil melintas di jalan yang sepi kendaraan, disekitar nya banyak di jumpai pepohonan rimbun menambah suasana sejuk.


Namun bila itu malam akan sangat menyeramkan karena bila melihat sekitar lampu penerangan jalan agak jarang terlihat, dengan kata lain letaknya agak lebih berjauhan. Untung lah saat itu matahari masih bersinar dan itu menunjukkan waktu siang hari.


"Ayah memang apa yang kau obrol kan dengan teman mu? lalu bukannya aku mau bertemu dengan nya?" Ucap seorang gadis dari bangku penumpang di samping nya.


"Bukan apa apa, soal bertemu lain kali saja aku lupa dan dia sedang sakit. Jadi tidak boleh bertemu terlalu banyak pengunjung!"


"Oh jadi begitu!"


"Tapi- eh Ayah awas!"


Tiba tiba seseorang tertutup kegelapan dengan tinggi orang seusia 7 tahun muncul di depan jalan berdiri diam seakan menunggu mereka, Frank langsung menginjak pedal Rem dan dia banting stir membuat mobilnya menabrak pohon.


Mobil tersebut menabrak pohon hingga bagian depan nya rusak, sedangkan Mereka terbentur cukup keras membuat seseorang bisa langsung pingsan lebih buruk nya kematian.


"Ayah... Kau.. tak apa?" Ucap Rose melihat ayah nya pingsan terbentur stir mobil.

__ADS_1


Rupanya Rose belum pingsan dia terlihat terluka di bagian dahinya, karena Rose sudah mengalami kebangkitan spiritual kekuatan fisik serta daya tahan lainnya lebih kuat dari manusia umumnya, tapi bukan berarti dia tidak terluka.


Rose tampak berusaha membantu ayah nya melepaskan sabuk pengaman, dia hendak membawa ayah nya keluar mobil karena bisa saja mobil tersebut meledak. Karena Rose yang lebih pintar dari anak seusia nya dia paham apa yang harus di lakukan saat ini.


Mengeluarkan pisau bedah dia memotong tali sabuk pengaman milik nya, kemudian milik nya itu karena sabuk tersebut tersangkut dan tidak bisa di lepas dengan mudah.


Setelah melakukan hal tersebut dia membuka pintu sopir mendorong ayah nya keluar, karena Rose masih kecil dan pendek dia hanya bisa menyeret Ayah nya menjauh dari mobil tersebut.


"Maaf karena kasar ayah! Tapi Rose tidak punya pilihan!"


Sesosok yang membuat mereka mengalami kecelakaan melihat Rose telah keluar, dia berjalan mendekati mereka sosok yang tadinya tertutup oleh sesuatu yang gelap memudar memperlihatkan wajah dan fisik yang sangat mirip dengan Rose namun ada hal yang membedakan yaitu wajahnya agak retak dan pecah seperti kaca.


"Kau? jangan bilang!"


Sosok tersebut tersenyum melihat Rose dia terlihat senang karena setelah semua ini akhirnya bertemu kembali.


"Roselyn lama tidak ketemu apa kau masih ingat aku?" Ucap dia melihat Rose.


...----------------...


Tampak seseorang rebahan seperti dia tidak memiliki kerjaan, saat ini dia kelihatan bosan ingin melakukan sesuatu tetapi tidak ada.


Dia rebahan dengan posisi menatap langit langit kamar, dan di sekitar nya terdapat tambalan semen yang baru di buat.


"Sial! mengerjakan misi salah, tidak mengerjakan juga salah dan juga cafe hari ini tutup karena paman sedang pergi keluar kota kuncinya sepertinya lupa di titipkan."


"Aku ingin berkunjung ke Kos Riwan namun dia bilang sedang sibuk!"


"Karena tidak ada kerjaan aku kembali menanam tanaman ini di underworld, mungkin dia bisa tumbuh lebih baik dari kamar ku. "


"Tetapi dalam proses nya aku terlalu sering di serang oleh mahluk di sana! ini menyebalkan harus menggunakan six sense terus-menerus karena mereka menyerang begitu itu tidak memicu tugas dadakan!"


Ken harus menggunakan kemapuan nya karena musuh yang dia lawan di underworld terlalu kuat untuknya menggunakan kemapuan fisik.


Jadi saat itu dia menggunakan ilusi tampa batas dengan mengorbankan 30% kewarasan di setiap serangannya, membuat nya menggunakan pill sanity dari poin roh yang tersisa.


 


[ Ding ~ Mendeteksi Kontrak anda bernama Rose dalam bahaya di harapkan pemain menolong nya, apa pemain akan menolong nya?]


 

__ADS_1


"Hmm? baiklah ayo aku akan merasuki Rose kembali!"


Ken melihat notifikasi pesan di ponsel hitam yang tidak jauh dari dia yang sedang rebahan, dia saat ini kembali bersemangat karena akhirnya bisa mendapatkan kerjaan yaitu menabung beberapa poin roh.


__ADS_2