
Berjalan menuju halte bus Ken melakukan itu sambil memikirkan beberapa persiapan yang menguntungkan baginya. "Apa yang harus kulakukan?"
Sebuah getaran muncul di salah satu saku Ken, itu berasal dari saku kirinya tempat nya biasa menaruh ponsel hitam yang aneh, segera Ken mengambil melihat apa yang menjadi pemberian tahuan
[ Ding ~ Selamat kepada pemain, kontraktor anda bersama Ravi berhasil menyelesaikan misi acak. ]
[Ding~ Menampilkan judul cerita, Lake of despair
~ Deskripsi : Sebuah danau berisi ratapan para jiwa, mengutuk danau tersebut menjadi tempat penuh keputusasaan, namun seseorang dengan gagak berhasil menghancurkan kutukan tersebut membuat jiwa menjadi tenang
~Menilai ending : Normal ending
~Monster terbunuh : 5
~Hadiah penyelesaian :
> Soul orb 10]
"Ini tugas acak yang terpicu sebelum nya sudah di selesai kan, sepertinya memiliki kontraktor sangat menguntungkan, dan lebih penting 10 soul orb cukup tinggi hadiah nya!"
"Hahaha!"
"Tahu begitu sebaiknya aku menambah jumlah kontraktor nanti!" Ucap Ken dengan sangat senang.
[ Ding ~ Ravi mendapatkan kemampuan baru, untuk lebih lanjut silahkan lihat di menu rekan]
"Eh? Notifikasi lainnya, dan itu tentang peningkatan Ravi ini benar-benar bagus!"
"Hehehe!"
Ken sangat senang lupa di mana dia berada karena hal tersebut semua mata pejalan kaki menatap Ken seperti melihat orang gila yang tertawa di jalan memegang ponsel nya. "Sial aku lupa ini di jalan!"
Ken segera lari bergegas menuju halte bus karena masa malu, mengunggu tidak lama akhirnya bus dengan tujuan daerah tempat Ken tinggal menepi.
...
Perjalanan Ken dari halte bus tersebut menuju rumah memakan waktu 2 jam perjalan di waktu itu Ken melihat jendela bus merenung beberapa rencana.
...----------------...
Duduk dan bersandar di sebuah pohon dengan gagak hingga di pangkuan nya, pria itu menatap kejauhan danau di depan nya dengan kosong
__ADS_1
"Kau sangat kuat aku tidak tahu menyelesaikan misi tingkat bencana Holocaust bisa menjadi cukup mudah!"
Pria itu Mengarahkan pandangan nya pada gagak di pangkuan. "Padahal misi ku hanya harus mengintai tempat ini, karena katanya berhubungan dengan goa waktu itu, tetapi aku tidak menyangka kau akan maju seperti itu."
~Menghela Nafas!
"Bagaimana cara ku memberi tahu tim penyerang nantinya, aku yakin mereka pasti terkejut!" Ucap Pria itu mengarahkan kembali tatapan nya ke arah danau kosong.
Tin.. tin.
Tak berselang lama sebuah mobil sejenis jeep datang memarkirkan nya dekat dengan pria itu, membuka pintu mobil tampak seseorang pria memakai baju berwarna hitam dengan jubah trench, pria itu mendekati seseorang yang sedang duduk bersandar di sebuah pohon. "Alex, bagaimana laporan mu, bukankah seharusnya kau misi mu memantau, apa yang kau lakukan di sini?"
Pria yang duduk itu bernama Alex, mengarahkan pandangan nya kepada pria yang baru keluar mobil. "Maaf Pak wild bukan maksud bersantai, tetapi kaki ku patah saat misi sulit berdiri, tetapi misi nya sudah selesai!"
Wild bingung dengan pernyataan Alex dia menundukkan tubuh sekalian memeriksa kaki nya. "Ini benar kau patah, namun kenapa itu bisa selesai?"
"Ceritanya cukup panjang biar ku jelaskan secara singkat, aku memiliki kontrak dengan mahluk spritual yang mungkin level tinggi, itu aku tidak sengaja saat kontrak dengan nya!"
Berpikir merenung sesuatu, Wild mengarahkan pandangan nya pada Alex yang sedang bersandar di pohon. "Lalu apa mahluk itu sudah meminta bayaran nya saat kau menandatangani kontrak?"
"Itu.. "
"Dari Jawaban mu sepertinya belum, untuk ke depan nya hati hati saat menggunakan kekuatan dari mahluk itu karena bisa saja bayaran nya lebih gila dari yang kau tahu! ini nasehat ku!"
"Baik pak!"
Itu membuat nya menjadi veteran yang sangat kuat, ditambah dia bisanya sendiri saat melakukan penyerangan karena kekuatan nya mungkin bisa membahayakan kelompok timnya.
"Baiklah apa kau perlu tim medis?"
"Sangat perlu pak!" Ucap Alex menjawab dengan cepat.
"Tunggu sebentar biar ku telpon sekalian laporan misi selesai, oh dan juga hadiah misi kali ini kau ambil!"
"Apa.. kau yakin pak?"
Dengan senyum Wild melihat Alex yang terlihat tidak enak hati karena merampas misinya. "Tentu santai saja aku bisa memilih misi lain!"
"Tapi.. "
"Aku paham kau tidak enak hati, kalo di lanjutkan nantinya akan menyebalkan bagaimana bila misi ku selanjutnya kau ikut membantu?"
__ADS_1
"Baik pak!" Ucap Alex karena merasa beban pikiran nya sudah berkurang karena perasaan tidak enak hatinya.
"Tapi sebelum itu pulihkan dahulu kaki mu!"
"Ya aku mengerti!"
...----------------...
Setelah perjalanan agak lama Ken sampai di depan rumah nya. "Jarak rumah dari rumah sakit cukup jauh! sungguh menyebalkan keluar rumah untuk ku! coba saja aku bisa meretas seperti Riwan mungkin tidak harus keluar rumah!"
"Tapi untung lah Rain tidak kenapa kenapa, tiba tiba dapat panggilan dari Risa yang menangis seperti kakaknya kecelakaan parah, itu membuat ku khawatir dan langsung tancap gas ke sana!"
Ken berjalan masuk ke rumah nya, begitu membuka pintu dia melihat sesosok gadis berambut pirang panjang bermata biru mengenakan baju Lolita berenda, penampilan nya mirip dengan boneka.
Dia duduk diam meringkuk di depan pintu seakan menunggu sesuatu. "Selamat datang papah!"
"Oh kenapa kau duduk di sini? Mary?"
Gadis itu adalah cursed doll Mary yang menunggu Ken pulang dengan sabar, untuk suatu keadaan dan karena pemahaman nya Mary memanggil Ken sebutan papah, walaupun Ken mau tidak mau menerima nya.
Aku menunggu papa, memang tidak boleh? Ucap Mary dengan mata yang berkaca kaca seakan mau menangis.
"Ugh, bukan seperti itu, hanya saja tidak enak membiarkan mu diam di sini begitu lama dan juga apa tidak bosan?"
Menggeleng kan kepala nya Mary menatap Ken dengan senang. "Tidak bosan kok Mary senang menunggu papa, lagi pula Mary kan boneka jadi diam berjam jam di tempat sama tidak akan mempengaruhi ku!"
~Menghela Nafas!
"Seperti nya aku tidak bisa menang debat dengan mu!"
"Hehehe!"
"Tetapi papamu ini ingin pergi lagi, pulang hanya ingin mengambil beberapa barang dan kemudian pergi!"
"Oh begitu apa Mary boleh ikut?"
Berpikir sejenak Ken merasa membawa Mary memang menguntungkan tetapi itu melukai harga diri Ken berlindung di belakang anak kecil lalu menyuruh nya bertarung, ditambah misi kali ini akan begitu berbahaya.
"Tidak untuk saat ini jangan kau di rumah saja! lain waktu kubawa kau ke toko pakaian atau taman bila menurut tinggal di rumah!"
"Okey Papa!"
__ADS_1
Ken pergi mengambil barang yang dia mau di rumah nya, sedangkan Mary pergi ke ruang tamu kembali menikmati kue nya serta menonton acara favorit ya di sana.