
"Ayah kau dimana?"
Seorang gadis kecil berlari dan berteriak di dalam rumah yang besar bagai sebuah mansion, itu juga di ikuti 2 pelayan maid mengejar nya dengan khawatir.
"Rose? putri ku?"
Mendengar dari kejauhan pria tersebut langsung berlari ke arah Putri nya, dia takut hal buruk terjadi karena banyak kasus sebelum orang meninggal mereka akan tampak sehat namun itu hanya sementara kemudian akan menemui ajalnya.
"Ayah!"
"Putri ku ada apa? Ayah mohon jangan berlari fisik mu sengat lemah!"
Rose tersenyum melihat ayahnya yang khawatir menjawab. "Jangan khawatir! aku sudah sembuh!"
"Sembuh? bahkan dokter ternama tidak tahu obat dari penyakit ini. Bagaimana kau tahu kalau sudah sembuh!"
"Kalau ayah masih belum percaya, ayah bisa memeriksakan ku pada dokter!"
Berpikir Rose tidak berbohong pada kondisinya Ayahnya menelpon dokter yang merawat nya.
Tak butuh waktu berjam jam seorang dokter datang langsung memeriksa kondisi Rose di atas kasur, saat sebelum nya Rose, ayah nya, dan Dokter pergi ke kamar Rose.
"Ini bagaimana mungkin!"
"Apa maksud mu dok? apa putri ku sekarat? Ucap seorang ayah yang begitu khawatir.
"Maaf tuan Frank maksud ku putri anda sudah benar-benar pulih! hanya saja warna kulit putih agak pucat nya tidak hilang karena terlalu lama tidak terkena sinar matahari!"
"Tapi dari semua ini kondisi Roselyn Lilia sudah dinyatakan pulih!"
Dengan antusias senang Frank atau ayahnya rose memeluk putri semata wayang nya, dia tidak pernah merasa lebih bahagia dari sebelumnya karena Rose adalah titipan terakhir dari istrinya Liliana Ashley.
"Rose bagaimana kau pulih walaupun itu tak penting sekarang, aku senang kau sembuh dari penderitaan mu!"
Mendekati telinga Ayah nya Rose berbicara dengan suara kecil. "Ayah aku bertemu peri cermin dia mengobati ku, kemudian pergi entah kemana soalnya tadi dia di kamar ku! dia tidak memiliki nama jadi ku beri nama Verit!"
Frank sedikit terdiam karena tidak mungkin manusia bisa menyusup masuk ke kediamannya yang di jaga ketat, kecuali mahluk supranatural dia tahu kejadian 15 tahun lalu kekacauan yang terjadi pada hari itu.
Tetapi setelah di pikir kembali melihat Putri nya begitu senang dia tidak boleh terlalu curiga pada niat buruk mahluk supranatural itu, walaupun beberapa mahluk supranatural memiliki hobi nyeleneh saat berkontak dengan manusia.
Walaupun begitu dia juga harus waspada pada hal yang terjadi nantinya.
__ADS_1
"Untung saja dulu aku pernah melihat orang parkour di internet, dan coba coba walaupun tidak berhasil tadinya karena fisik ku, dan sekarang aku bisa melakukan hal tersebut!"
Setelah melompat dari gedung ke gedung atap ke atap Ken hampir sampai di tujuan nya.
Dia turun di gang sempit yang gelap di antara gedung, karena dia ingin menghindari beberapa masalah bila asal lompat turun begitu saja di kerumunan yang kebetulan daerah dekat tujuan nya sedang ramai.
Sampai di bawah Ken tidak lupa melepaskan jubahnya, dia keluar dari gang sempit menuju Cafe Moretti yang ada di sebrang jalan dekat dengan nya saat ini.
Menyebrang kemudian berjalan sebentar Ken sampai di kafe, masuk ke dalam nya nuansa antik serta mewah menghiasi kafe tersebut berbeda dengan kafe tempat nya bekerja yang memiliki interior anak muda, kafe ini memiliki nuansa antik dan mewah.
Melihat sekeliling Ken mendapati 3 teman nya sedang duduk dekat dengan jendela, dia segera menghampiri nya.
"Al, Rain, dan Riwan maaf datang telat!" Ucap Ken
"Ah! akhirnya datang juga kau!" Ucap Allan melihat Ken.
"Tidak apa aku dan Riwan juga telat kok!" Ucap pria berambut hitam bernama Rain.
Allan segera memberikan papan menu agar Ken memesan sesuatu, itu karena dirinya tahu sudah merepotkan teman nya untuk datang.
"Baiklah!"
Melihat nya Ken terkejut dengan harga nya yang begitu fantastis, dan merasa memang pantas menjadi Kafe yang sering di kunjungi anak ternama.
"Kopi hitam satu saja."
"Kau yakin?"
"Iya, aku yakin!" Ucap Ken yang menuju tempat duduk yang tersisa di sana.
Melihat sekitar Ken melihat hanya 2 temannya yang berkunjung.
"Hanya segini mana Luis dan Mathew?" Ucap Ken menanyakan keberadaan temannya.
Mendengar Ken mencari dua teman yang tidak ada Rain menjawab. "Mereka tidak bisa datang karena hal penting yang di lakukan!"
Karena yang bisa datang cuma kalian sebelum aku memulai, aku ingin tahu apa yang kalian lakukan sebelum nya hingga telat? aku ingat memberi pesan antara jam 9 pagi, seharusnya kalian sudah bangun kan?"
"Uh yah! ketiduran saat menonton acara TV!" Ucap mereka bertiga secara bersamaan.
__ADS_1
Aku tidak bisa bilang, kalau aku terlalu asik mencoba kemampuan baru ku sebelum nya dan ketiduran karena lelah mental, setelah bangun melihat ponsel sebentar Rain memberi pesan penting jadi mau tak mau aku harus melompat dari gedung ke gedung lainnya selama 1 jam agar lebih cepat sampai itu apa yang di dalam pikiran Rain.
Aku tidak bisa bilang kesasar di underworld bertemu Devil mirror dan ketemu loli lalu ku jadikan kontrak denganku, kemudian tahu ada hal penting dari Rain aku harus melompat dari gedung ke gedung untung jarak nya dekat itu yang ada di pikiran Ken.
Aku tidak bisa bila begadang semalam mencuri buku dari mahluk ukuran Kolosal dan Pulang kelelahan serta ketiduran bangun sebentar karena ada pesan dari Rain yang darurat aku kesini saja harus ber teleportasi itu apa yang di pikiran Riwan saat ini.
Menghela Nafas saat ini mereka melakukan itu tampa sadar secara bersamaan, dan Rain bingung melihat nya serta bertanya tanya tanya dalam pikiran, film apa yang di tonton hingga membosankan dan tertidur.
"Oke kalau itu jawaban kalian jangan terlalu lama lagi, akan ku beri tahu maksud meminta kalian datang!" Ucap Alan yang mulia serius.
Alan memasukkan tangannya ke kantong tampak mengambil sesuatu, tak lama dia mengeluarkan amplop berwarna putih, teman nya terlihat agak tegang karena hal tersebut.
Membuka amplop berwarna putih itu dia mengeluarkan beberapa foto wanita.
"Foto gadis di kanan ku ini bernama Kaliya Cecilia, di tengah Aria karin, dan terakhir bernama Marine Maria."
"Menurut kalian gadis mana yang kupilih menjadi tunangan ku nanti nya?"
...
Terdiam sejenak tak lama Rain angkat bicara dan dia juga berdiri. "Oh jadi soal ini! aku mengerti, gais ayo pergi!"
Kedua mengikuti perkataan Rain berdiri bersama menghadap belakang, Alan terlihat bingung dengan perilaku teman nya.
"Kalian mau kemana? dan Ken kau baru tiba, kopi mu belum di antar bukan?"
Mendengar itu Ken berbalik melihat Alan teman nya yang masih duduk di bangku, dia menatap dengan agak kesal.
"Kau serius menanyakan soal pertunangan mu kepada kami yang masih singgel?"
"kami ini teman mu! bukan orang tua mu, dasar kotoran kuda!" Ucap Ken meninggikan suara nya.
Hal tersebut membuat beberapa mata melihat kearah mereka, suasana tenang menjadi sedikit bising karena hal tersebut.
Ken menyadari dia melihat sekitar membungkuk meminta maaf atas kebisingan nya, tepat setelah itu duduk kembali.
Kedua teman nya yang berdiri juga kembali duduk di tempat nya dengan rasa malu menjadi pusat perhatian orang di sana.
(Allan Ravindra)
__ADS_1