
Memasuki pagi hari tampak pria berambut pirang, yang saat ini sedang memasang kancing bajunya.
Tak lama selesai melakukan hal itu pria itu memakai jam tangan, sesaat dia melirik jam menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Hendak berjalan keluar sebuah suara bel di rumah berbunyi, mendengar hal tersebut pria itu melihat jendela di kamar nya yang kebetulan mengarah ke depan gerbang.
Di sana terlihat mobil hitam sedang menunggu gerbang di buka, dia segera turun kebawah membawa kunci yang di taruh di atas meja di kamar.
Tak lama sampai dia mendekati gerbang hendak membuka nya, setelah membuka gerbang mobil tersebut masuk.
Pria itu ke arah pintu mobil yang masuk gerbang, membuka pintu nya tampak seorang pria dan wanita di sebelah nya.
"Al bukankah seharusnya kau harus mempekerjakan seorang satpam?"
Pria tersebut terlihat menasihati serta sedikit memarahi nya.
"Maaf ayah, kau tahu bukan aku lebih suka sendiri!" Ucap Allan memegang kepala bagian belakang nya.
"Sudah lupakan, ayo masuk ada yang ayah dan ibumu lakukan dengan mu!"
Kedua orang tua tersebut langsung menuju rumah meninggal kan Allan di belakang dengan perasaan bingung.
Sampai di dalam rumah Allan menuju orang tuanya yang saat ini duduk di ruang tamu membawa koper di depan mereka.
Menelan ludah, dan jantung serasa di pacu dengan cepat, Allan merasa tegang karena sesuatu yang di bawa orang tuanya.
Sang ayah menunggu Allan duduk, sedangkan ibu menatap tajam ke arah nya.
"Al sebelum ayah mulai, kau duduk terlebih dahulu." Ucap ayah dengan nada serius.
Menambah kesan tegang Allan bingung apa yang terjadi, namum dia hanya bisa menurut kepada orang tua nya yang menyuruh untuk duduk.
Duduk di kursi tepatnya di hadapan kedua orang tuanya yang Allan saat ini berkeringat dingin.
Setelah Allan duduk Ayah membuka koper yang di bawahnya, secara perlahan membuka dan mengeluarkan amplop coklat.
Membuka amplop coklat ayah menaruh beberapa foto wanita di depan meja tepat di depan Allan.
"Al! pilih seseorang yang kau suka!"
Senyum basi di wajahnya Allan dia sekarang paham tujuan orang tuanya datang secara tiba-tiba segera menjawab. "Ayah aku belum siap pacaran apalagi menikah!"
~Bang!
Memukul meja dengan keras hingga berbunyi Sang Ayah menaikan nada bicara nya membentak. "Dasar anak bodoh, kau itu berumur 25 tahun apanya yang belum siap? apa kau mau ayah dan ibu mu menjadi renta sebelum menggendong seorang cucu?"
"Tapi-"
"Tidak ada tapi! Kau punya waktu 3 hari menentukan nya! dan juga kau boleh mendiskusikan dengan sahabat mu yang lain!" Ucap Ayah melanjutkan omelannya.
................
Lorong jalan sempit dimana penerangan cahaya matahari menjadi terhalang bayangan gedung dan bangunan, tampak seorang pria berambut hitam pendek memakai kemeja putih lengan pendek.
__ADS_1
Dia memiliki penampilan menarik, saat ini pria itu mengangkat tangan nya muncul sebuah cakar kemudian dia menggunakan hal tersebut pada sebuah botol kaca hingga terpotong secara rapi.
Setelah melakukan itu dia melompat secara zig zag seperti seorang parkour profesional, melompat dari tembok gedung kanan dan kiri secara bergantian.
Hingga sampai dia atap dia melihat kebawah, langsung melompat ke bawah, dan mendarat menggunakan kedua kakinya secara aman.
"Wah! peningkatan yang keren dari pada saat mahluk tersebut, kalo tidak salah wendigo dan peningkatan dari gangsi aku dapat cakar serta kemampuan fisik!"
"Walaupun setelah mimpi wendigo aku sudah tidak bermimpi di teror lagi! hanya langsung tidur dan kemudian bangun. "
"Setelah beberapa hari kemudian aku bermimpi tentang gangsi, menghajarnya dan mendapatkan beberapa kemampuan."
DING..
Sebuah nada dering terdengar dari kantung celana, dia mengambil nya melihat seseorang mengirim nya pesan.
"Hanggedman : Rain bisa kau datang di alamat ini nanti siang? sekitar jam 11.00?"
"Hm? Allan ada apa memangnya?"
Penasaran Rain membalas pesan tersebut, dia bingung dengan pesan yang tiba tiba.
"Darkwater : Memang ada apa?"
"Hanggedman: Ini penting!"
"Ini sungguh aneh kenapa begitu tiba-tiba, yah lupakan saja nanti ku tanya!"
"Sudah jam segini! sebaiknya aku cepat, bila tidak Risa akan terkejut kakaknya tidak ada di kamar dan berakhir seperti waktu itu."
"Terlalu menempel pada ku!"
Berlari dengan cepat Rain bergegas ke rumah nya, sampai di sana dia langsung melompat pagar menuju jendela kamar yang terlihat masih terbuka.
Masuk sambil melepaskan alas kaki lalu di sembunyikan bawah kasur, dia langsung lompat ke kasur memasang selimut pura-pura tidur.
~Ceklek!
Membuka pintu kamar tampak seorang gadis sekolah menengah pertama di tahun awal memakai seragam, dia mendekati seseorang yang tidur.
"Kakak! ini sudah pagi bisa kau antar aku?"
Membuka selimut Rain melihat Risa yang sudah bersiap berangkat ke sekolah.
"Baiklah tunggu sebentar!" Ucap Rain bangun dari kasur nya.
"Baiklah aku tunggu di luar, jangan terlalu lama!" Ucap keluar kamar kakaknya.
Begitu Risa meninggalkan kamar Rain Menghela nafas lega karena tepat waktu yang nyaris. "Hampir saja!"
"Sebaiknya aku antar Risa terlebih dahulu! lalu pulang makan, karena hari ini libur jadi aku akan memainkan game ku, dan pergi ke tempat Allan!"
----------------
__ADS_1
"Ugh, sakit pusing rasanya benar-benar tidak mengenakan!"
Ken bangun dari lantai yang dingin setelah dia terbaring di sana.
Melihat sekitar Ken merasa itu tempat nya sama sebelum dia jatuh, namun terasa berbeda di sana dia merasa ada aura tidak mengenakan.
"Ini, rumah ku kenapa rasanya berbeda?"
Berdiri Ken berpikir hendak berjalan tempat tersebut, sebelum pergi dia menyempatkan diri memungut ponsel hitam yang ada di atas lantai, tepat di depan nya.
"Tunggu! ini basse ku, tetapi kenapa terasa berbeda di terakhir aku berkunjung?"
Ken mengingat bahwa tempat yang menurut nya terasa aneh adalah rumah nya, namun itu versi lain.
[ Ding ~ Memberi selamat kepada pemain karena telah menggunakan Cairan dan Ability Six sense telah bercabang Mendapatkan Versi Touch.]
"Touch?"
[Six sense to touch, pada dasarnya manusia tidak dapat menyentuh objek ghaib secara langsung tampa alat khusus kecuali di alam limbo ( netter) atau mahluk tersebut membiarkan dirinya tersentuh kini anda tidak harus terpikat oleh hukum tersebut:
> Dapat menyentuh objek non materi (pasif)
> Dapat membuat tangan hantu tergantung status mental host (aktif) batas saat ini 1 untuk 10%
> Transformasi hantu menjadi hantu tidak dapat di sentuh durasi 1 menit (aktif)
> Membuat penghalang yang juga dapat mengendalikan tubuh lawan tanpa kehendak dalam batas host ( semakin tinggi mental semakin lebar batas jarak ) jarak saat ini 4 langkah (aktif)
Deskripsi : Semakin tinggi mental semakin kuat efeknya.
Penting : bayaran setiap digunakan akan memakan kewarasan pemain disarankan meningkatkan mental. ]
"Bukankah ini terlalu over power? aku khawatir dengan bayaran nya." Ucap Ken melihat ponsel nya.
Wajah terlihat penasaran Ingin mencoba kemampuan barunya, Ken berjalan ke pintu keluar rumah.
"Aku juga sekalian ingin melihat apa saja yang berubah dari rumah ini!"
Melihat sekitar dengan kemampuan nya Ken memperhatikan hingga detail kecil, walaupun hampir tidak terlihat tembok ruang dan lantai seperti berakar serabut yang berdenyut secara perlahan.
Melanjutkan jalannya Ken mendapati hal lain, saat melewati ruang tamu di sana terdapat televisi menyala namun tidak menampilkan apapun.
Berpikir sebentar dia memutuskan melihat rumah beberapa ruang sudah normal, atau mungkin bisa di katakan normal? itu terlihat seperti biasa namun ada beberapa bercak darah dan beberapa barang tertutup kain putih.
"Kenapa rumah ku menjadi rumah hantu?"
Berdiri berpikir seperti ada yang salah, yang memang sudah salah di awal.
"Ya sudah aku mau mencoba keluar, mungkin pintu keluar di rumah versi lain ku sudah terbuka!"
__ADS_1