
"Apa... Kau... pencipta ku?"
Benda tersebut menanyakan kembali pertanyaan kepada Riwan membuat nya tidak punya pilihan menjawab, dia sengaja tidak menjawab karena mungkin Perkataan mahluk tersebut akan membuat nya terhasut.
'Tidak ada pilihan!' Pikir Riwan.
"Iya... aku yang membuat mu, jadi turun kan aku!" pinta Riwan yang di Ikat sebuah tentakel.
"Baik... Tuanku maaf kekasaran nya!" Jawab Mahluk tersebut.
Mahluk tersebut segera menurunkan nya ke lantai, Riwan dengan serius melihat mahluk tersebut bingung bagaimana yang akan di lakukan nantinya.
"Siapa kamu?" Tanya Riwan.
"Aku... Tidak... punya... Nama... Tidak... punya... Wujud... pasti... tolong... maaf!"
"Tidak apa apa, kalau begitu apa tujuan mu? dan apa wujud asli mu?" Kembali Riwan bertanya.
"Itu... Terserah... Anda."
"Baik kalo itu terserah pada ku, jangan gunakan wujud ini, berbicara dengan mu seperti ini sangat sulit!"
Riwan sengaja berkata hal tersebut karena untuk melihat wujud nya. Dia pernah membaca buku tentang Mahluk Underworld, bila mahluk tersebut lebih menyerupai manusia itu berarti dia mahluk yang begitu kejam.
Tidak berselang mahluk tersebut mengeluarkan energi tubuh kacau nya menyatu membentuk sesosok garis berambut hitam berwajah cantik, dia memakai pakaian maid berwarna hitam Riwan terkejut dia kenal dengan wajahnya.
"Luna? Tunggu bukan! Seharusnya Luna adalah karakter fiksi. Kau siapa?" Bentak Riwan.
"Aku adalah apa yang kau ciptakan... dan kau adalah Tuan ku, apa jawaban itu kurang?" Jawab mahluk tersebut.
"Jadi dengan kata lain kamu adalah Chimera yang ku ciptakan secara asal?" Kata Riwan.
"Benar tuan!" Jelas Mahluk tersebut.
"Lalu bagaimana bisa kamu berwujud Luna?" kembali Riwan bertanya.
Mahluk itu menjelaskan tentang salah satu kemampuan nya, dia dapat berwujud seperti Luna karena proyeksi apa yang di inginkan Riwan.
Karena Riwan pada dasarnya sangat menginginkan karakter Luna menjadi nyata, mahluk tersebut merespon keinginan nya seketika dia menggunakan wujud apa yang di sukai Riwan.
"Kamu punya nama?" Kembali Riwan bertanya.
__ADS_1
"Tidak! aku belum punya nama." Jawab Mahluk tersebut.
Riwan berpikir sejenak tentang mahluk yang sangat mirip Luna, dia harus memanggilnya dengan apa. Tidak mungkin dia hanya akan memanggilnya mahluk itu.
"Baiklah mulai sekarang kamu aku panggil Luna! paham?" Kata Riwan.
"Di pahami!" Jawab mahluk tersebut, dia menerima namanya sebagai Luna.
Melihat Luna berdiri di depannya, Riwan dia tidak menyangka akan terjadi hal yang seperti ini, dia sebelum sudah memperkirakan tidak ada kesalahan sama sekali bila pun ada, dia sudah membuat beberapa perhitungan cadangan.
Awalnya Riwan hanya ingin menciptakan banyak Chimera tikus, kemudian dia akan menggunakan benang pengendali jiwa menggerakkan para tikus untuk membuat beberapa kekacauan agar bisa masuk.
Setelah itu Riwan akan meretas sistem mereka untuk masuk ke dalam brankas, lalu kabur menggunakan teleportasi berpindah ke tempat yang sudah di siapkan. Semua rencana sudah tertulis dalam bukunya dan sudah dia siapkan.
'~Haaaa seperti nya semua kejadian ini mulai tidak normal! tapi tunggu! seperti nya Luna bisa di manfaat kan! untuk Rencana!' Ucap Riwan dalam pikiran.
"Luna apa saja kemampuan mu? bisa kamu tunjukkan?" Kata Riwan melihat Luna.
Mengikuti perkataan Riwan, Luna menunjukkan beberapa kemampuan nya. Dia pertama menciptakan realita palsu di sawer, Riwan terlihat biasa saja karena dia paham membuat realita palsu sudah menjadi hal dasar mahluk spiritual, setelah melakukan hal tersebut dia menggerakkan tangannya.
Seketika tempat mereka berdua berdiri menjadi seperti daging yang menggumpal, dia juga dapat mengendalikan hal tersebut dengan bebas, seperti menggulung nya memunculkan taring tajam ataupun membuat tentakel.
Riwan terkejut melihat kemampuan nya yang dapat merubah molekul suatu benda apapun menjadi organik, dan dapat merubah nya sesuai dengan keinginan nya, bila dia tidak menggunakan realita palsu sejak awal mungkin saja 1 lorong sawer akan menjadi terlihat mengerikan.
"Ini bagus! aku kepikiran membuat rencana ulang yang sesuai! Luna bersiaplah! kita akan menyerang markas besar!" Ucap Riwan.
"Baik tuan ku!" Jawab Luna membungkuk.
Segera setelah memberi perintah, Riwan memberi perintah lain. Dia meminta agar realita yang di buat sama seperti Belly of the beast laboratory sebelum nya. Dan meminta agar semua hasil kerja pembuatan Chimera tikus juga di masukan ke dalam realita.
Luna mengerti dia membangun hal tersebut di dalam realita nya, dan langsung memindahkan semua hal yang berhubungan dengan penelitian ke dalam realita nya.
"Hahaha! ini sempurna! dengan begitu tidak ada orang yang menyadari, karena membuat eksperimen gila!" Kata Riwan, dia memasang wajah Psikopat.
"Tuan! kondisikan wajah anda!" Jawab Luna melihat nya.
"Benar kata Chimera mu, wajah mu terlihat seperti psikopat kamu tahu?" Jawab si pemilik buku
"Ah! maaf, baiklah mari kita lanjutkan pembuatan nya!" Ucap Riwan.
Riwan mengangkat tangan nya, dia kemudian menyayat lengan nya. Setelah melakukan hal tersebut dia terlihat seperti mengucapkan beberapa kata aneh.
__ADS_1
Seketika setelah perkataan telah selesai, darah yang menetes dari luka nya bergerak mengalir ke dalam tabung kaca berisi tikus tersebut.
Para tikus yang sebelumnya tidak bergerak mulai secara perlahan menggerakkan tubuh nya, tidak cukup lama akhirnya tikus mulai bergerak, mereka semua langsung berjalan ke arah Riwan berdiri.
"Oke! karena persiapan nya sebentar lagi selesai aku mau kembali ke rumah dahulu, Luna kamu berjaga di sini awasi tempat ini!" Ucap Riwa.
"Di mengerti!" Jawab Luna.
Setelah memberi perintah Riwan berjalan menuju keluar sawer, dia berjalan melalui jalur yang sama seperti dia masuk.
...
Tak berselang lama akhirnya Riwan keluar sawer, dia saat ini berada di bangunan kosong, namun luar matahari sudah tenggelam dan malam.
Namun juga gara gara agak lama dan menyentuh daging busuk di tempat yang dia bangun. Sekarang tubuh nya mengeluarkan aroma busuk yang menusuk hidung
"Sial! ini sangat bau! kalau aku berjalan dari sini sampai ke kos, pastinya akan menggangu orang yang lewat!"
"Tapi karena ini malam! sehari tidak ada yang lewat bukan?" Kata Riwan.
Setelah memikirkan hal tersebut, Riwan memutuskan berjalan dari bangunan kosong menuju kos.
"Tuan! aku ingin meningkatkan jumlah pasukan tikus apa itu di perbolehkan?" Tanya Luna.
Riwan agak terkejut mendengar suara Luna, dia tidak menyangka Luna ternyata bisa telepati. Sebelum nya saat menunjukkan kemampuan nya dia tidak menunjukkan telepati sama sekali.
"Luna? kamu mengerti cara telepati?" Jawab Riwan dengan bingung.
"Iya! tuan aku memang bisa menggunakan telepati, itu dari pengetahuan yang aku dapat dirimu!" Kata Luna menjelaskan.
"Dapat dari aku? maksudnya Tunggu! apa itu dari buku yang aku baca?" Tanya Riwan.
"Benar! aku mendapatkan nya di dalam ingatanmu tentang buku yang aku baca! ada apa? apa itu tidak di perbolehkan?" Kembali Luna bertanya.
Bukan begitu! hanya saja tolong jangan baca semua ingatan ku, beberapa ada yang memalukan!" Jawab Riwan.
"Di mengerti!" Kata Luna dia juga memutuskan hubungan telepati nya.
Setelah mengobrol sambil berjalan lewat telepati, tidak terasa Riwan sampai di depan kosnya. Segera sampai dia langsung masuk.
Begitu masuk ke dalam kos, segera juga Riwan mengambil handuk dan hendak mandi. Dia melakukan hal tersebut karena bau tubuh nya cukup menyengat.
__ADS_1
Tidak berlangsung lama Riwan selesai mandi, dia segera menuju kamar untuk memakai pakaian bersih.