
Setelah beberapa saat browsing Ken Menemukan dongeng yang tidak terlalu panjang dan mungkin Mary suka. "Mary aku akan menceritakan dongeng, tetapi begitu selesai kau harus tidur oke!"
"Oke papa!" Ucap Mary mengangkat selimut nya naik.
"Baiklah mari mulai!"
"Dahulu hidup seorang gadis dan ayahnya karena suatu insiden ibu nya tidak selamat, dia semata wayang dari keluarga nya namanya Anita"
"Anita gadis semata wayang tinggal sendiri di sebuah rumah yang besar, dia memiliki teman saat sekolah namun begitu berakhir di rumah nya dia sendiri"
Ken menceritakan dongeng tersebut mata Mary mulai sayu mendengar nya, menyadari hal itu Ken melanjutkan dongeng nya.
"Hingga suatu hari Anita berbicara pada ayah nya, "papa bagaimana aku bisa mendapatkan adik dengan cepat?"
Mendengar itu sang papa penasaran berkata, "Kenapa tiba tiba ingin seorang adik?"
"Habis aku di rumah yang besar ini tidak ada yang bisa bermain dengan ku!"
"Sang papa dengan sedih menatap anaknya gadis semata wayang dia memikirkan sebuah cara, hingga..."
~Huff.
Hembusan nafas seseorang tidur terdengar oleh Ken, menoleh ke arah Mary di samping nya dia sudah tertidur pulas. "Walaupun dia boneka, tetapi sangat mirip dengan seorang anak kecil ya, mahluk spiritual yang unik!"
"Karena sudah tidur aku juga harus tidur, waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi, besok aku harus kembali berkerja!" Ucap Ken melihat jam sesaat kemudian rebahan memejamkan matanya, dia tertidur dengan cepat di samping Mary.
...----------------...
Rumah sakit jiwa tepat nya di ruang kantor direktur, terlihat seorang wanita berambut kuning, dia berdiri di balkon kantor nya sambil membaca memegang buku yang terlihat tua secara Tiba-tiba..
~Uhuk!
Wanita jatuh ke lantai meringkuk kesakitan di sertakan batuk berdarah, mencoba bangkit menggunakan pembatas balkon wanita terhuyung kesakitan. "Sial! itu tidak mungkin! mahluk panggilan ku di kalahkan, terlebih dia di bu*** dalam keadaan putus asa!"
"Itu tidak mungkin gorgoyle yang ku panggil memiliki rank menengah dan sangat baik dalam hal berburu mangsa kenapa bisa kalah?" Ucap wanita itu mengusap darah di mulut nya.
Merinding wanita menyadari sesuatu dia berpikir bila 3 gorgoyle tingkat Menengah di kalahkan dengan mudah pastinya lawan lebih kuat.
"Tetapi yang menjadi pertanyaan ku kapan aku pernah berurusan dengan mahluk seperti itu?"
"Sudah itu tidak penting! bila kedepannya mahluk itu mulai bergerak membalas aku harus bersiap dari sekarang itu yang penting!"
Berjalan masuk kembali ke kantor sambil membawa buku terlihat tua, wanita itu duduk di meja membuka halaman demi halaman untuk, dia mencari solusi untuk masalah kedepannya.
__ADS_1
...----------------...
Sinar Pagi mulai menembus jendela kamar suram, menerangi seseorang yang tidur di atas kasur dengan nyenyak.
~Lengser runi!
Sebuah alarm berbunyi dengan nada horor.
Pria itu mendengar mengambil ponsel nya yang di charger, melihat waktu masih menunjukkan pukul 7.30 pria itu mematikan alarm ponsel nya kembali mengangkat selimut dan tidur.
Membuka pintu kamar...
"Eh masih tidur?"
Dengan senyum nakal seorang gadis dengan seragam sekolah menengah pertama memiliki rambut sepanjang punggung tampa di ikat, naik dan berdiri ke atas kasur pria itu mengangkat kakinya kemudian...
~Buk.
"Uhuk"
Suara injakan yang cukup keras membuat pria itu terkejut dari tidur nya, dia membuka matanya secara spontan melihat sesosok perempuan menginjak perut nya dengan keras.
"Risa adik ku ini sakit!"
Memegang perut nya yang masih terasa nyeri Rain melihat wajah sombong adik kecilnya. "Bisa kau bangun kan aku dengan lebih manusiawi?"
Mengangkat tangan kecil nya menutupi mulut seakan terkejut dengan kata-kata Rain. "Eh ternyata anda manusia?"
"Dasar kasar!"
"Dasar pak tua pelupa! sekarang aku masuk sekolah, jadi antar aku dahulu bila tidak ingin kendaraan anda selamat!" Ucap Risa dengan ejekan.
Bangun dari tempat tidur berjalan sambil memegang perut Rain menuju pintu keluar kamar. "Baiklah baik aku antar!"
"Hehehe!"
Senyum cerah muncul di wajah Risa mengikuti kakaknya dari belakang.
Rain berjalan menguap dan memegangi perutnya, melewati cermin di lorong memantulkan sosok kurusnya. Rambut hitam legam berantakan, dan pakaian piyama tidur menjadi penampilan saat ini.
Sadar dia melihat cermin memantulkan sosok nya, Rain menghela nafas berhenti sejenak. "Risa aku mau mandi dulu oke!"
"Oke! mandi sana penampilan mu mirip sesosok pria no life kau tahu!" Ucap Risa menunjuk jarinya kepada Rain.
__ADS_1
Mendengar hal itu hati Rain terasa tertusuk pisau, kata kata yang di keluar kan adiknya lumayan menyakitkan. "Ugh baiklah!"
Berjalan ke teras rumah mengambil handuk, kemudian kembali ke dalam rumah menuju kamar mengambil pakaian bersih dan pergi ke kamar mandi.
...
10 menit berlalu Rain keluar kamar mandi dengan rambut basah memakai pakaian berbeda, kemeja berlengan kotak-kotak merah yang tidak di kancing memperlihatkan kaos putih yang dikenakan, serta memakai celana hitam.
Merasa sudah siap Rain menuju teras rumah, terlihat Risa memakai tas selempang duduk di atas motor matik menyodorkan kunci di tangan nya. "Ayo cepat dasar siput!"
"Baiklah ayo! tapi kau turun dulu, kunci pintu rumah aku mau mengeluarkan motor dari taras!"
Turun dari motor Risa menuju pintu, mengunci nya menggunakan kunci yang terdapat pada pintu rumah, kemudian menuju Rain dia sudah mengeluarkan motor dan sedang memanaskan nya. "Sudah ini kuncinya!"
Risa menyodorkan kunci pintu rumah yang menggantung di kedua jarinya, melihat itu Rain mengambil nya setelah kunci tersebut diambil Risa menaiki motor Rain. "Siap menuju sekolah!"
"Apa ada yang tertinggal?" Ucap Rain belum menarik gas motor nya bertanya kepada Risa.
Mendengar itu Risa langsung mengecek bawaan nya di tas. "Baju silat, penghapus, pulpen, pensil ya sudah lengkap!"
"Baiklah berangkat!"
Jarak antara sekolah Risa lumayan cukup jauh dia bisa menaiki angkutan sekitar, namun Risa sangat suka merepotkan kakaknya untuk mengantarkan sampai sekolah.
...
Tak butuh waktu 40 menit Rain sampai di depan gerbang sekolah Risa, turun dari motor Risa langsung bergegas menuju gerbang masuk sekolah nya. "Kebiasaan, kenapa tidak mengucapkan apapun, ya sudah aku pergi!"
Rain pergi karena sudah mengantar Risa ke sekolah nya, dia harus bergegas karena jam 8.20 waktu dia bekerja sebagai penjaga perpustakaan.
Sampai tujuan Rain melihat perpustakaan masih sepi, namun papan tanda sudah menunjukkan kata buka. "Sudah buka? berarti bos sudah di dalam!"
Masuk kedalam perpustakaan melihat seseorang pria berumur 30 tahun yang terlihat memakai setelan kemeja hitam, Rain mendekati nya menyapa. "Apa aku terlambat bos?"
"Belum aku saja yang terlalu pagi membuka nya, oh apa sudah sarapan? kalau belum sana sarapan dahulu nanti biar aku disini saja!"
"Baik bos!"
Mendengar itu Rain menuju keluar perpustakaan, namun begitu menginjak kan kakinya ke pintu keluar tiba-tiba terjatuh tertidur, kembali membuka mata tempat berubah 100% pemandangan yang tadinya di depan sebuah jalan aspal menjadi hutan. "Apa? terjadi lagi, sial aku bahkan belum bekerja. Yah untung nya bukan di perjalanan saat menggunakan motor!"
"Ini aneh, sungguh aneh gara gara ini aku tidak bisa ke rumahnya Alan, tapi aku sudah menghubungi nya dia sudah tidak kenapa kenapa, baguslah!"
Penyakit tidur tiba-tiba ku di mulai saat masuk smp hingga sekarang, dan juga saat tertidur tiba-tiba aku mengalami lucid dream lalu tempat nya juga sering beragam kali ini hutan sepertinya?" Ucap Rain memutuskan berjalan jalan hingga dia bangun kan seseorang.
__ADS_1
Rain berjalan mengingat masa lalunya, dan berbicara sendiri karena hal itu yang bisa menjadi penghibur keadaan. "Aku sudah melakukan banyak hal untuk menghilangkan hal ini namun hasil nya nihil, dari menemui psikolog, terapi bahkan Alan sampai turun tangan dengan keadaan ku dia menggunakan kemampuan keluarga kalangan atas untuk mencari orang lebih ahli tetapi juga nihil!"