
[ Ding ~ Event berantai sudah terpicu pemain terhormat di mohon menyelesaikan nya, dan saat ini misi harian akan di nonaktifkan sementara.]
Ken melihat dari jendela pintu ruang rawat inap teman dan adiknya tertawa bersama sama sambil memegangi ponsel hitam berisi Notifikasi, dia segera keluar juga karena hal tersebut.
[ Ding ~ Mohon tunggu pembuatan tugas!]
"Sial! aku punya firasat Buruk!" Ucap Ken dengan keringat dingin di kepala nya.
[Ding~ Berhasil, cerita sudah dibuat menghasilkan judul Destroy Asylum hospital
~Tugas anda mengacaukan tempat
~Tugas utama mencari ending setiap ending mempengaruhi cerita, tentu saja hal yang anda dapatkan juga
~Total ending yang bisa di cari good ending, bad ending, dan normal ending
~Kesulitan : Tidak diketahui
~Lokasi : Mental hospital Prosperum
~Waktu penyelesaian : tida ada]
"Benar saja! Kesulitan tidak diketahui dan ini sepertinya lanjutan dari Villa waktu itu sepertinya?"
"Tapi aku tidak tahu tempat ini, Coba ku lihat di map." Ucap Ken mengambil ponsel putih di sakunya.
Mencari di aplikasi map Ken tidak bisa menemukan tempat tersebut, berpikir sesaat dia ingat mungkin salah satu teman nya bisa membantu. "Ini tidak ditemukan, sebaiknya kutanya Riwan mungkin tahu!"
Keluar dari aplikasi Map, Ken masuk ke aplikasi pesan. Dia mencari nickname temannya.
[Madasciences : Riwan kau tahu tempat bernama prosperum mental hospital?]
"Sip tinggal kirim!"
...----------------...
Menyeruput kopi hangat terlihat seorang pria berambut putih, duduk di bangku dia melamun memasang wajah memikirkan sesuatu yang rumit. "Aku masih tidak percaya dengan informasi yang berhasil kudapat!"
Dalam pikiran nya dia sulit percaya dengan informasi yang dia dapat susah payah, dan juga tidak pernah ingat kejadian tersebut.
"Kejadian 15 tahun lalu ternyata ada peristiwa begitu besar dan ledakan mahluk mistis? terbukanya gerbang dunia bawah di sertakan bulan merah besar, kebangkitan manusia memiliki kemampuan spiritual! namun beberapa kehilangan kendali menjadi liar setelah semua itu manusia melupakan hal tersebut!"
__ADS_1
"Informasi ini bener benar-benar membingungkan!" Ucap Pria itu berbicara sendiri dengan suara pelan.
"Dan hal penting muncul seorang manusia memiliki kemampuan spiritual tinggi, dia mengorbankan dirinya untuk menyegel gerbang dunia bawah, lalu menghapus kebanyakan memori manusia tentang hari tersebut!"
"Serta yang lebih mencengangkan ledakan kecelakaan yang menewaskan banyak orang di taman hiburan termasuk orang tua ku dan Ken mungkin ada kaitannya dengan itu, karena dari penjelasan hari tanggal dan jamnya sama! tetapi yang kuingat ledakan itu terjadi karena rusaknya arus listrik!"
"Namun hal yang sebenarnya adalah ada manusia yang bangkit lepas kendali lalu meledakkan energinya!"
~Menghela Nafas!
"Apa harus ku beri tahu Ken?"
Pria itu kembali menyeruput kopi hangat, tiba-tiba suara dering notifikasi ponsel berbunyi di atas meja dekat dengan nya.
Mengambil ponsel Pria itu melihat itu dari salah satu temannya yang menggunakan nickname kekanakan. "Hm? Madsciences, Ken ada apa kenapa mengirim pesan, apa itu pemberitahuan kalau Rain baik baik saja! tetapi bukannya sudah ku beri tahu, aku sudah meretas sistem kamera di sana! jadi walaupun tidak datang aku sudah tahu!".
Penasaran Pria itu membuka isi pesan tersebut.
[Madsciences : Riwan kau tahu tempat bernama prosperum mental hospital?]
"Oh! prosperum mental hospital Bukannya itu ada di gunung dekat kota F, memang sudah di hapus dari map sih memang apa yang mau dicari Ken di sana?" Ucap Riwan membaca pesan dari Ken.
"Sudahlah mungkin cuma kegiatan hobinya, yaitu senang berjalan ketempat yang tidak pernah di kunjungi, hobi yang aneh!"
"Sepertinya untuk soal tadi jangan deh itu bisa membahayakan nya!" Ucap Riwan bersandar di bangku menikmati waktunya, serta memikirkan informasi tersebut.
...----------------...
Berdiri dekat pintu ruang inap rumah sakit Ken melihat menunggu jawaban dari Riwan dari tadi. "Kenapa begitu lama? apa masalah koneksi, tetapi ini terkirim, apa mungkin sedang di toilet!"
~Kring Anda punya pesan.
"Oh akhirnya!" Ucap Ken membuka isi pesan tersebut.
[Nameless mengirimkan data map]
[Nameless : Ini alamat nya gunung dekat kota F.]
Menatap layar ponsel putih nya Ken bingung itu mudah di temukan oleh Riwan namun di map tidak tersedia, dalam pikiran nya dia merasa mungkin tempat itu di rahasiakan karena suatu hal. "Seperti nya ada yang salah, yah dari awal memang ada yang salah sih dengan misi berantai ini!"
~Menghela Nafas!
__ADS_1
"Seperti nya aku harus melakukan persiapan lebih matang dari sebelumnya, bila tidak mungkin akan sulit ke depan nya."
Ken kembali masuk kedalam kamar inap Rain dia hendak terlihat sedikit berbincang. "Rain aku ada sesuatu yang harus dilakukan jadi pulang dulu!"
Mendengar kata kata Ken, Risa dan Rain merasa sudah merepotkan nya, dan soal sesuatu yang penting mungkin urusan nya tadi terpotong dan belum sepenuhnya diselesaikan itu yang terpikir oleh kedua orang tersebut. "Oke, maaf merepotkan!"
Mengangkat tangan dan melambaikan nya Risa berkata. "Kak Ken hati hati di jalan!"
"Ya!" Ucap Ken berbalik pergi.
...
Tak berselang cukup lama seorang pria berambut pirang masuk kedalam Ruang inap itu adalah Alan yang sebelumnya pergi mengurus beberapa data. "Hei kau sudah boleh pulang!"
Melihat sekitar Alan seperti mencari sesuatu, namun dia tidak menemukan nya. "Apa kau lihat Ken?"
"Dia pulang duluan katanya ada hal penting bagi, juga terima kasih juga karena merepotkan mu!" Ucap Rain duduk di ranjang pasien.
"Tidak masalah, tapi Kan dia bisa barengan pulang nya biar ku antar sekalian dengan mu!"
"Yasudah dia memang begitu seenaknya pergi tampa tanda apapun, mungkin nantinya akan sulit mencari gadis!" Ucap Alan sambil menghela nafas nya.
Rain bangun dari ranjang pasien berdiri melihat ke arah Alan berkata. "Sebelum pulang, aku mau ke toilet dulu!"
"Baiklah aku tunggu di parkiran, dan ayo kita tunggu kakak mu di sana Risa." Ucap Rain mengajak nya keluar kamar inap.
Melihat kakaknya pergi keluar ruangan menuju toilet Risa berkata. "Jangan tidur di toilet!"
Mendengar hal itu Rain menjawab dengan sedikit ledekan. "Oke aku mengerti nona!"
...
Sampai di toilet Rain menatap dirinya di cermin, memperhatikan matanya dia merasa ada yang aneh dengan hal tersebut.
Benar saja mata kiri rain berubah menjadi kuning kehitaman, namun itu tidak berlangsung lama hanya 5 detik kemudian menghilang kembali menjadi semula.
Rain terkejut dengan yang dilihat sebelumnya dia hanya merasa matanya saat bangun terasa perih dan panas, dia tidak segera memberitahu teman dan adiknya karena merasa akan lebih merepotkan mereka.
"Benar saja ada yang aneh dengan mata kiri ku, itu terlihat mirip dengan mahluk tersebut namun kenapa bisa mataku bisa seperti itu?"
"Dan apa ini akan sering, atau memiliki jeda waktu tertentu untuk agar bisa menjadi kuning?"
__ADS_1
Bertanya tanya kebingungan dengan hal yang di alami Rain belum bisa menyimpulkan masalah nya. "Sebaiknya tidak kuberi tahu mereka dahulu! lalu bila ini menjadi kuning tiba-tiba mungkin aku harus menggunakan penutup mata."
Membulatkan tekad tidak memberi tahu orang dekat karena mungkin hal tersebut bisa menjadi membahayakan, Rain mencuci mukanya kemudian pergi dari toilet sambil memikirkan hal aneh tersebut.