Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
The Chaos


__ADS_3

Terlihat kamar dengan furnitur sederhana dengan banyak poster maupun kertas yang di tempel pada tembok.


Di sana tampak Riwan yang masih memakai topeng terlentang di lantai, dia melepaskan topeng pada wajahnya sambil terlentang.


"Sial! untung saja aku menggunakan spell teleportasi tapi karena jarak teleportasi terlalu jauh aku kehilangan hampir banyak darah!" Kata Riwan melempar topeng sembarangan.


Sambil terlentang Riwan merogoh sebuah barang dari tas nya, dia mengeluarkan buku ke 3 yang dia curi susah payah.


"Tapi akhirnya aku mendapatkan buku ke 3, namun kemana pak tua sialan itu?" Kata Riwan meremas buku di tangannya.


Tidak lama Riwan menghela nafas panjang, dia sudah lelah karena berlebihan menggunakan spell teleportasi.


Untuk kembali marah untuk hal yang menurutnya tidak perlu, itu sangat menghabiskan tenaganya semakin banyak.


Riwan meletakkan buku ke 3 di samping nya, namun tiba tiba melihat pria tua pemilik buku dengan wujud transparan berdiri di dekatnya.


Pria tua memiliki penampilan seseorang berusia antara 40 tahun, serta memakai pakaian serba putih mirip seperti hantu.


"Hei nak! kamu sudah dapat buku ke 3 itu bagus!" Kata pria tua.


Melihat itu Riwan terkejut bukan main, spontan langsung bangun kemudian melemparkan garam pada pria tersebut.


"Setan! hantu! pergi sana!" Riwan terus melemparkan garam.


Mengalami itu dia mejadi jengkel, segera pria tua tersebut mengambil garam tangan Riwan kemudian melemparkan secara asal.


"Ini aku bocah!" Bentak pria tua.


"Eh! kamu itu kau pak tua?" Balas Riwan dengan terkejut.


"Benar!" Pak tua membentak Riwan.


Setelah menembak Riwan kembali kesal mengambil buku ke 3 dan melemparkan begitu saja, dia dengan kesal memarahi pak tua.


Riwan panjang lebar mengatakan kondisinya yang sangat gawat waktu itu, dan kondisi nya yang hampir mati kekurangan darah saat ini.


Tidak lama mengatakan hal tersebut, Riwan menghela nafas sepanjang panjang nya kemudian menghembuskan nya.


"Baiklah, pak tua sekarang jelaskan kenapa aku bertanya tadi di dalam brankas tidak ada jawaban?" Tanya Riwan.


"Aku berkeliling mencari barang, karena kebetulan aku merasakan keberadaan benda yang sangat langka di sana." Kata Pria tua dengan percaya diri.


"Pantas saja alarm terpicu! dasar pak tua bodoh!seharusnya rencana awal ku sukses besar." Bentak Riwan kembali marah.


"Nak! dengarkan aku dulu, benda yang aku maksud akan berguna untuk membuat artifak yang akan aku berikan nantinya!"


Mendengar itu sudut wajah Riwan terangkat karena senang, dia tidak bisa membayangkan artifak apa yang akan di dapatkan nya.

__ADS_1


"Setidaknya katakan sejak awal kalau kau dapat menemukan barang penting." Kata Riwan dengan sulit menyembunyikan ekspresi nya.


"Nak, wajah dan pikiran mu tidak sinkron!" Balas Pak tua melihat Riwan dengan datar.


"Tapi lupakan saja mari berhenti bicaranya, aku akan memulainya!" Pak tua langsung merentang tangan nya.


Seketika itu terjadi semua buku antik Riwan melayang di depan pak tua, di samping itu pak tua juga seperti merapal sebuah mantra.


Tepat saat itu ke tiga isi setiap lembaran di dalam buku bertebaran dan mengitari sekitar mereka, tidak lama setiap lembaran yang bertebaran terbakar hingga menjadi abu.


Riwan yang melihat semua itu menjadi takjub dia menyaksikan kejadian supranatural yang begitu fantasi.


Namun tidak berhenti sampai disitu semua abu yang terbakar mengumpul pada satu titik, di sana abu memadat dan memanjang.


Dari situ mulai terbentuknya sebuah pena tulis berwarna emas, dan pena tersebut mengambang di depan nya.


"Nak, aku wariskan pena bernama memorable Pen yang mana berisi semua pengetahuan dan pengalaman ku padamu!" Kata Pak tua.


Pena secara otomatis melayang menuju Riwan yang segera mengambil nya, tepat saat itu terjadi tubuh astral pak tua mulai redup.


"Ini pena yang bagus!" Kata Riwan melihat pena di tangan nya.


Setelah itu Riwan melihat kearah pak rua untuk berterima kasih, namun begitu melihat nya dia menjadi terkejut.


"Pak tua apa yang terjadi? kenapa kamu terlihat mau hilang?" Riwan yang terkejut melihat nya.


"Apa membuat artifak menghabiskan semua energi mu?" Tanya Riwan dengan bingung dan kaget.


"Lantas kenapa kamu melakukan nya? kalau kamu tahu hal ini akan terjadi?" Balik Riwan bertanya.


"Nantinya kamu akan tahu maksud dari ku!" Balas Pak tua pada pertanyaan Riwan.


Tepat saat itu terjadi bentuk astral nya berubah menjadi kepingan pasir putih di tiup angin, dia langsung menghilang begitu saja.


Melihat itu Riwan mengucapkan selamat jalan pada Pak tua, dia berharap agar bisa tenang dengan peninggalan nya.


...


Tengah alun alun kota tampak memiliki suasana ramai banyak orang yang beraktivitas, beberapa dari mereka melakukan joging, bercanda tawa maupun pacaran.


Suasana di sana sangat riang dan hangat cuaca pun mendukung, karena langit di sana cerah berawan tidak memiliki tanda akan mendung maupun hujan sekalipun.


Akan tetapi sebuah retakan muncul di langit, secara kebetulan seorang pria dewasa dengan baju merah dan celana hitam melihat ke langit.


Dia awalnya hanya ingin melihat dan menikmati suasana hangat hari, tapi begitu melihat keanehan di atas langit pria tersebut terkejut.


"Huh? langit retak?" Kata pria berbaju merah.

__ADS_1


"Ada apa? memang kamu lihat apa?" Kata salah satu teman di samping nya.


"Lihat langit-langit!" Balas pria berbaju merah.


Mengikuti perkataan nya dia juga melihat ke arah langit, begitu menengok ke langit dia bingung dan takjub dengan keanehan yang terjadi.


Tidak bisa menahan rasa dan takjub mereka mengambil ponsel hendak me fotonya, bertepatan dengan itu retakan semakin besar hingga seperti menelan seluruh langit.


Dari sana sebuah tentakel panjang langsung mencengkram manusia di bawahnya, mereka yang tertangkap langsung di tarik ke dalam retakan di langit dan hilang.


"Kyaa!" Jerit salah satu wanita.


Wanita tersebut ditarik oleh tentakel dan hilang begitu saja, mulai saat itu semua orang menjadi panik.


Termasuk yang sempat mengambil foto mereka juga panik dan kabur, namun bertepatan dengan itu ratusan retakan lainnya muncul.


Tepatnya dia berada di atas daratan dan dari retakan mulai bermunculan mahluk yang aneh, mereka memiliki wujud humanoid dengan tubuh besar beserta cakar tajam.


Selain mahluk tersebut, mahluk lainnya seperti legenda mitos bermunculan itu adalah Wendigo, zombie dengan cakar, Cerberus, anjing kepala manusia.


Dan dari semua mahluk tersebut mereka langsung saja menyerang manusia, para mahluk mitos tersebut dengan membabi buta tidak peduli genre maupun tua muda melakukan pembantaian.


Beberapa ada yang menjadi makanan, di cabik menjadi 5 bagian dan di remukan begitu saja hanya untuk kesenangan.


Dari kejauhan tempat kekacauan terjadi, tepatnya berada di atas bangunan gedung bertingkat 40 terlihat sesosok humanoid.


Penampilan nya tinggi besar dengan sayap berwarna hitam, dia mengamati kekacauan di bawah sambil tersenyum lebar.


"Hahahaha!" Tawa sosok tersebut.


"Bagus! hancurkan semuanya, buat dunia ini menjadi miliki kita anak buah ku tersayang!" Kata sosok tersebut.


"Oh, jadi itu kamu?"


Sebuah suara terdengar di belakang nya, seketika dia menoleh kearah belakang melihat Ken berdiri di temani Anastasia di samping nya.


Dia saat ini memakai pakaian formal kemeja berwarna putih dan jaket trench panjang berwarna hitam, dengan celana hitam panjang.


"Anastasia, Mary, Qliphia, Miror devil kalian maju dan urus semua di bawah!" Kata Ken.


Setelah Ken mengatakan itu mereka semua ke bawah langsung turun, mereka menyerang mahluk spiritual yang membuat kekacauan.


"Kamu pasti penerusnya The lord of Chaos, aku Lucius senang bertemu dengan mu!" Kata mahluk tersebut mengenalkan dirinya.


"Kamu terlalu banyak bicara!" Balas Ken dengan sarkastis.


Seketika itu sesosok Ken seperti menghilang dan kembali muncul sambil, dia muncul dengan memukul tubuh Lucius.

__ADS_1


Boom!


Di saat itu ledakan energi spiritual berwarna merah gelap di atas gedung tersebut terjadi, di sana Ken menghajar Lucius dengan sebuah tinjuan.


__ADS_2