
"Sial mana yang harus ku tukar?"
Tampak Ken dia saat ini sudah berada di taman yang jaraknya tidak jauh dari rumah, tepatnya saat ini Ken duduk di kursi taman, di tempat itu Ken sering bermain saat masih kanak kanak.
Tetapi karena sudah lebih dewasa dan punya kesibukan dia menjadi lebih jarang berkunjung ditempat itu, walaupun sering berkunjung karena beberapa alasan dia saat kecil jarang ada di sana, itu karena kecelakaan 15 tahun lalu hal tersebut membuat nya menjadi pemurung.
"Eh? sepertinya tampa sadar aku sudah berada di sini? padahal niat ku sebelum cuma ingin berjalan jalan!"
Karena terlalu fokus memikirkan nya, tubuh Ken bergerak secara insting yang dari masih kecil bila mendapatkan masalah bimbang dia akan pergi ke taman.
"Ken apa yang kau lakukan di sini?"
Sebuah suara yang tidak jauh dari sana terdengar familiar, saat itu Ken langsung berbalik melihat nya.
"Oh! Riwan kau sendiri sedang apa?"
Ternyata itu Riwan dia terlihat ngantuk serta lelah seakan berjalan jauh, namun Ken membalas nya dengan membalikkan pertanyaan.
Mendengar Ken membalas membalikkan pertanyaan, Riwan tidak mau kalah dia juga saat terlihat sedang agak kesal karena hal tertentu.
"Kau dulu sedang apa?"
"Aku sedang ada sedikit masalah dengan item mana yang bagus!"
Bingung dengan perkataan Ken dia berpikir memiliki masalah keuangan ternyata hanya soal permainan.
Menatap dengan tajam Ken melihat Riwan, saat ini Ken mengharap jawaban dari pertanyaan yang sebelumnya, karena Ken paham Riwan bukan orang yang senang bangun terlalu pagi untuk jalan jalan.
"Apa kau mengharap jawaban ku?" Ucap Riwan melihat Ken menatap nya.
"Benar!"
Riwan saat ini berpikir jawaban apa yang harus di gunakan, dia tidak bisa mengatakan sebelum nya aku pergi mencuri buku dari mahluk supranatural yang berukuran colosal.
"Aku tadi mencari sinyal, di rumah sinyal nya sedang tidak bagus!"
Setelah mendapatkan yang dia mau Ken duduk di kursi taman, dia merenung tentang item yang harus di tukar.
"Jangan sering merenung begitu!" Ucap Riwan menepuk punggung Ken.
"Lalu... Kau pikir pilih mana yang bagus?"
"Baiklah coba kau ceritakan semua item yang dapat di tukar dengan tiket itu."
Ken menjelaskan semua item senjata dari jenis, bentuk, kelebihan serta harga kepada Riwan yang saat ini mendengarkan penjelasan nya.
"Bagaimana menurut mu?"
"Begitu... kalau menurut ku pilih yang paling mahal, pasti itu sangat bagus! kalau dapat yang gratis jangan tangung!"
__ADS_1
"Ide bagus, Terima kasih bre!"
"Yoi!"
Setelah memberi saran kepada Ken, Riwan berbalik meninggal nya di taman.
"Kau mau kemana?" Ucap Ken melihat Riwan yang pergi.
Mendengar itu Riwan berhenti melangkah, dia membalikkan badan. "Pengen tidur!"
"Ah! kalau begitu, selamat tidur!"
Riwan melanjutkan langkah nya, dia pulang karena lelah semalam harus berjalan kaki dan ber teleportasi dari tempat tersebut beberapa kali.
Itu cukup mengguncang perut nya, serta membuat kakinya terasa mau patah karena perjalanan tersebut yang memang sangat jauh.
...
"Tunggu! kenapa Riwan mencari sinyal terlalu jauh? apa dia membuat alasan itu karena sudah meretas sesuatu dan tidak ingin aku tahu?"
"Hm? biarkan saja, dia tahu cara melindungi diri sendiri kalo ada masalah hampir ketahuan!"
Menyalakan ponsel hitam yang sebelumnya ada di kantung, Ken membuka katalog shop di game tersebut.
Dia langsung mencari item terakhir, kemudian menukar kan nya dengan tiket gratis yang di dapatkan dari komplainnya ke developer game.
[ Ding ~ Apa anda ingin menukar dengan tiket?]
[ Ding ~ Heart Pierrcer ditambah kan ke dalam kotak peraga!]
[ Ding ~ Selamat karena pembelian senjata tipe range, pemain mendapatkan pencapaian Magnum!]
[Pencapaian Magnum ~ pemain mendapatkan 5 amunisi gratis! ]
##Heart Pierrcer ~ Deskripsi : Revolver yang pernah digunakan oleh pemburu vampir Abraham Michaelis van Helsing
Opsi khusus : Dapat memuat segala jenis amunisi, dapat mengubah bentuk close combat, memiliki 100% damage anti vampir, 100% peningkatan daya ledak amunisi, 99% damage mahluk supranatural bertipe undead, 99% damage mahluk supranatural bertipe wraith.
Setelah menukar benda tersebut Ken mengeluarkan nya dari kotak peraga, dia hendak mencoba nya.
Sebuah revolver berwarna perak dengan pisau di bawah dan atas selongsong, yang bisa di hilang kan atau pun di munculkan kembali.
Pisau tersebut bisa di gunakan untuk pertarungan jarak dekat, dan Revolver yang bisa di gunakan pertarungan jarak jauh.
Ken mengisinya dengan amunisi gratis yang di dapat kan dari pencapaian, saat mendekat kan amunisi dengan barel peluru, itu langsung terserap masuk dengan sendirinya.
__ADS_1
"Oh! apa ini opsi khusus dari memuat segala amunisi? apa mungkin bila aku ingin memasukkan rudal itu juga bisa?"
"Sepertinya keren!"
Menodong kan senjata tersebut ke arah sebuah botol kaleng yang ada di bawah pohon, Ken saat ini hendak menggunakan nya sebagai percobaan pertama nya.
~Boom!
Ledakan senjata menembak, namun itu melewati botol tersebut berakhir mengenai pohon di belakang hingga berlubang.
"Eh? padahal aku ingin menembak botol! kenapa jadi pohon?"
"Tunggu! Aku baru ingat! aku payah dalam menembak. "
Ken jongkok dia menyesal tentang menukar senjata tersebut, dia ingin mengembalikan namun tiket itu hanya dapat digunakan satu kali saja.
"Seharusnya aku menukar chain of Hades saja, untuk serangan jarak dekat aku bisa menggunakan sacrifice daggers!"
"Lupakan yang terjadi biarkan saja!"
Bangun dari tempat nya Ken Berjalan pulang berusaha menghilang penyesalan nya, dia saat ini berpikir ke arah lain.
"Kalau tidak salah ingat hadiah yang kudapat dari misi lainnya adalah Cairan pengembang dan kontrak jiwa dengan pasien 001 itu hal bagus juga sih!"
"Sebaiknya dari pada Heart Pierrcer tidak berguna kuberi saja pada si polisi atau pasien 001 mungkin mereka bisa menggunakan nya dengan lebih baik."
Berjalan tidak lama sampai di rumah nya Ken pergi ke kamar nya yang masih berlubang, dia belum memanggil tukang bangunan untuk memperbaiki Tembok dan lantai yang rusak.
"Perbaikan nya nanti saja! aku mau menggunakan Cairan pengembang dahulu mungkin mendapatkan Ability baru!"
Menyalakan kembali ponsel, Ken membuka kotak peraga kali ini dia mengeluarkan cairan pengembang.
Sebuah suntikan dengan isi berwarna hijau, di badan suntikan terdapat bar meter persen 10 hingga 100 persen.
Bingung melihat bar persen, karena ken tidak mau salah menggunakan nya, dia takut overdosis Ken mengaktifkan fungsi scan melihat kegunaan lebih jauh dari suntikan.
[ Ding ~ Cairan pengembang Deskripsi : Dapat digunakan untuk meningkatkan ability, bar persen memiliki fungsi penunjuk, semakin banyak yang di gunakan semakin tinggi ability yang di dapat.]
"Jadi maksudnya bila aku menyunting 10 persen kemungkinan nya juga begitu, apa aku harus menyunting seluruh nya?"
...
Berpikir sesaat Ken memutuskan menyuntikan semuanya, dia dengan perasaan takut karena memang Ken dari awal takut suntikan, tetapi saat ini tidak ada pilihan karena mungkin Game akan melemparkan nya kedalam hal berbahaya lainnya.
Menyuntikan ke lengan secara tiba-tiba tubuh Ken merasa terbakar, aliran darah dan jantung di pacu habis habisan.
Ken meringkuk di lantai kesakitan, dia mulai menjerit karena hal tersebut tidak pernah merasakan hal yang begitu menyakitkan.
"Aagrr"
__ADS_1
Ken yang meringkuk kesakitan, akhirnya dia tidak sadarkan diri karena tidak kuat menahan hal tersebut.