Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
The Tied Corpse


__ADS_3

Dari kamar Ken berpikir apa harus dia menolong Alex, mahluk yang dilihat nya terlihat kuat untuk bisa di lawan Alex, itu karena fungsi skill mata Ken dia bisa tau seberapa kuat mahluk spiritual dari energi yang ada di tubuh nya. "Apa harus ku tolong? tapi kan aku tidak ada hubungan dengan nya, dan lagi pula aku cuma mau latihan!"


"Dan hal penting walaupun aku mau tetapi tidak bisa ku bantu karena tidak bisa menggerakkan tubuh Ravi semau ku!"


[Ding~ The tied corpse deskripsi : Mahluk spiritual yang memiliki wujud seperti mayat terikat dengan kain putih dan rantai


Ras : Mahluk level sedang dunia bawah


Hobi : jiwa gadis perawan


kemampuan spiritual : Bayangan, kontrol rantai]


Ken terkejut dengan notifikasi yang di dapat dari ponsel hitam, itu merespon tentang apa yang di pikiran nya. "Oh ternyata bisa dari sini juga untuk mendapatkan penjelasan tentang mahluk spiritual!"


[ Ding ~ selamat kepada pemain Menemukan event acak]


"Eh?"


[Ding~ Berhasil, cerita sudah dibuat menghasilkan judul The tied Corpse


~Tugas anda melindungi survivor


~Tugas utama mencari ending setiap ending mempengaruhi cerita, tentu saja hal yang anda dapatkan juga


~Total ending yang bisa di cari good ending, bad ending, dan normal ending


~Kesulitan : Nightmare bintang 2]


Terdiam beberapa saat Ken buka mulut memberikan kata kata agak kasar pada keadaan nya. "Padahal aku ingin tidak melakukan apapun hingga jam 0.00 sebelum berhadapan dengan misi harian itu kenapa harus ada masalah? Memang nya aku tokoh utama dalam novel atau pun komik?"


(Ken lupa dia sedang latihan juga termasuk melakukan sesuatu!)


"Dan lagi apa maksud dari kontraktor memang nya aku rentenir? dasar asu! sejak kapan aku memliki kontak dengan nya!" Ucap Ken melanjutkan kata kata kasar nya.


[ Ding ~ Pengingat ramah dari pihak kami, individu bernama Alex Murphy telah terdaftar menjadi yang di ikat dengan kontrak pemain, diharapkan menolong!]


Ken jengkel dengan pemaksaan seenaknya dari pihak aplikasi game of horor ponsel hitam. "Mereka memang memaksa ya, baiklah ku ladeni kali ini!"


Memerintah Ravi dari kejauhan menggunakan ilusi optik, berharap Ravi mengerti apa maksud nya karena Ken menggunakan ilusi berupa beberapa tulisan tepat di depannya.

__ADS_1


"Aku mencoba menulis kata kata serang mahluk spiritual itu, dan lindungi 2 manusia di sana!"


Ugh apa mungkin dia tidak mengerti?" Ucap Ken dengan khawatir.


~Kaak!


Ravi terbang dengan cepat dari tempat nya bertengger, langsung menuju mahluk spiritual yang terlihat mendekati Alex dan korban, dengan kecepatan tinggi Ravi berhasil menembus makhluk spiritual dan itu membuat mahluk spiritual tersebut lenyap bagai debu di tiup angin.


Dari kamar Ken yang berbagi penglihatan dengan Ravi berteriak tampa sengaja dengan sangat senang. "DIA MENGERTI! good job Ravi!"


Dari ruang tamu Mary tampa sengaja mendengar teriakan Ken. "Huh apa yang dia lakukan?"


~Tok.. Tok!


Mary mendengar suara ketukan pintu rumah dia segera bergerak menghampiri hal tersebut. "Akhirnya tukang antar makanan!"


"Permisi!"


Sebuah suara dari pintu keluar dan akhirnya Mary tiba. "Ya sebentar!"


Membuka pintu Mary melihat seorang pria membawa 1 kotak berwarna merah muda Mary tampa sengaja mencium aroma manis yang menembus kotak, itu karena penciuman Mary bagus saat dekat dengan Kue manis.


Dalam hati Mary tampak senang hingga sulit menyembunyikan ekspresi gembira ngeces nya, hal itu membuat tukang antar makanan bertanya tanya dalam pikiran. 'Ada apa dengan anak ini!'


"Ah maaf ada apa pak?" Ucap Mary yang sebenarnya sudah tahu, namun sengaja pura pura tidak tahu kedatangan nya.


Melihat Mary sudah kembali dari menghayal nya tampa basa basi menanyakan perihal. "Ini atas nama Ken?"


Mendengar itu Mary menjawab. "Iya ada keperluan apa?"


"Anda anak perempuannya?"


Mary berpikir Ken sudah membawanya pulang, memberi makanan yang dia mau, menjaganya dari mahluk spiritual yang mungkin akan membunuh nya, kemudian dia berpikir beberapa kata dari pemilik pertamanya, aku seorang ibu karena merawat mu tetapi tidak ada yang jadi ayah untuk mencari uang untuk kehidupan. 'Bila begitu orang itu bisa jadi ayah ku?'


Dengan bingung Tukang antar makanan melihat Mary bertanya. "Ada apa gadis kecil?"


"Tidak apa dan benar aku anak perempuan nya!" Ucap Mary dengan senyuman indah.


Tukang antar makanan terpana dengan senyuman Mary dia rasa, masih kecil begini begitu cantik bagaimana dengan Ibu nya dan bagaimana saat besar nanti. "Ah benar bagaimana pembayaran nya?"

__ADS_1


Mary masih ingat dengan apa yang di ajarkan Ken tadi segera bila nanti tukang antar makanan bertanya pembayaran nya gunakan kartu kredit ini. Mary segera menyerah kan kartu kredit Ken. "Ini gunakan kartu kredit!"


~Scan!


"Baiklah ini paket nya!"


Menerima paket tersebut Mary dengan senyuman menundukkan kepala. "Terima kasih!"


"Sama sama!" Ucap Tukang antar makanan berbalik pergi, dan Mary menutup pintu rumah segera kembali ke ruang tamu untuk menikmati makanan nya.


"Gadis yang cantik! Tapi kenapa aku merasa tidak nyaman didekat nya ya, serasa ada sesuatu yang menyeramkan!" Ucap Tukang antar makanan merinding menaiki sepeda motor nya, berbalik pergi hendak pulang karena sudah malam dan dia sudah mengantarkan makanan pelanggan terakhir.


"Mungkin karena sudah malam, dan sekarang jam 11.00 malam!"


......................


Dalam Realita hantu yang sudah hancur seorang dengan name tag bernama Alex, Bingung apa yang baru terjadi di depan mata nya. "Apa yang terjadi itu burung gagak? bagaimana bisa sekuat itu, tidak mungkin bila gagak biasa!"


Alex memperhatikan Gagak tersebut lebih dekat, karena si gagak masih berada di depan nya tepat di tempat mahluk spiritual yang hendak menyerang sebelum nya.


"Itu! Mata itu dan sensasi mengerikan, penindasan yang begitu dingin ini tidak salah lagi, apa mungkin kau!" Ucap Alex yang menyadari ada yang salah dengan Gagak tersebut, saat gagak melirik nya.


"Apa mungkin mahluk itu menolong ku, atau karena apa mungkin aku sudah kontrak perjanjian setia dengan nya, dan dia datang ingin menolong sang kontraktor nya, hal itu biasa terjadi bila seorang manusia kontak perjanjian dengan mahluk spiritual tingkat tertinggi!" Begitu banyak hal yang di kepala Alex namun saat ini dia hanya bisa menyimpulkan apa yang dilihat nya.


"Tapi sekarang tidak penting karena sudah terjadi, bila jiwa ku bayaran nya maka aku tidak peduli asal orang tak bersalah menjadi korban!"


Segera mendekati korban Alex menggendong Korban yang merupakan seorang gadis berambut hitam pendek dengan celana panjang baju putih. "Karena mahluk spiritual itu sudah mati! seharusnya realita kembali normal, tapi gadis ini pingsan dan aku tidak tahu dia siapa sebaiknya antar ke rumah sakit dan laporan ke atasan tentang mahluk itu!"


Melihat Alex pergi menggendong seorang gadis si gagak terbang kearah nya, dia bertengger di bahu nya. "Huh? gagak ini ingin ikut dengan ku? apa dia harus ku laporkan juga?"


Berpikir sejenak dia mengingat bahwa anggota divisi supranatural juga ada yang memiliki kontrak dengan mahluk spiritual, jadi Alex memutuskan melaporkan bahwa dia juga tampa sengaja kontrak dengan mahluk spiritual level tinggi dan gagak ini hasil dari kontrak nya. "Sebaiknya kau juga ku laporkan agar tidak terlibat masalah kedepannya!"


......................


Dari kamar Ken masih khawatir dengan kontraktor nya dia merasa bahwa Alex memiliki aura protagonis utama yang selalu terlibat masalah, jadi memutuskan memberi perintah Ravi sebagai pelindung nya. "Sebaiknya ku titipkan Ravi padanya, lalu soal makanan aku akan memanggil Ravi pulang sebentar untuk mengambil beberapa kantung makanan nya kemudian kembali pada Alex! itu ide brilian!"


"Hahahaha!"


"Dengan begini kalau dia terlibat masalah aku bisa menolong nya dari jauh, serta dengan begitu Aplikasi tidak akan memaksa ku melakukan misi seperti ini lagi!"

__ADS_1


__ADS_2