
Pagi cerah dengan burung sekitar yang berkicau tampak Ken berdiri menunggu seseorang di depan rumah nya.
"Papa! Ayo berangkat!" Ucap Mary.
Tampak Mary memakai pakaian boneka biasanya, tetapi kali ini memakai tas selempang beruang hitam.
"Baik lah ayo." Ucap Ken dia menunggu Mary bersiap karena mereka ingin pergi bersama.
Ken menghampiri pintu rumah dia hendak mengunci nya, setelah melakukan itu dia menunggu di dekat trotoar.
Menunggu tak lama sebuah taksi dari kejauhan menghampiri, Ken menunggu taksi lewat karena perjalanan tempat tujuan nya cukup jauh dari rumah.
...
"Pak kemana tujuan anda!" Ucap supir taksi, saat ini Ken duduk di dalam taksi bersebelahan dengan Mary.
"Tolong antar ke Lucia mall!" Ucap Ken.
"Baik pak!" Balas Supir taksi.
Perjalanan cukup memakan waktu Mary duduk sambil melihat jendela, dia sangat senang melihat pemandangan luar walaupun hanya terlihat mobil melintas dan orang berjalan di trotoar.
Ken melihat Mary asik melihat keluar jendela. Dia memanfaatkan waktu tersebut membuka deskripsi misi wajibnya.
'Hm? misinya harus membuat Mary puas kah! seharusnya tidak sulit.'
...
"Pak anda sampai!" Ucap supir taksi.
"Eh? cukup cepat!"
Melihat keluar jendela mobil taksi dia melihat memang dia sudah sampai tujuan. Dia heran perjalanan seharusnya tidak sesingkat ini.
"Pak apa ini tujuan anda?" Ucap supir taksi, dia melihat Penumpang nya merasa heran.
"Oh maaf! ini biaya nya!"
Keluar pintu mobil Ken melihat mobil taksi sudah berjalan pergi, di sana Ken memperhatikan mobil tersebut dengan beberapa pemikiran.
Ken berpikir apa dia kelamaan melihat ponsel hitam hingga tidak menyadari perjalanan menjadi singkat, atau supir taksi memiliki kemampuan teleportasi itu karena dia mengingat dunia ini banyak orang yang bangkit memiliki kemampuan spiritual beragam.
Karena masih agak penasaran Ken memfokuskan matanya melihat apa ada gerakan energi sekitar, setelah melakukan itu dia terkejut karena adanya gelombang energi sekitar mobil taksi yang menjauh.
Ken melihat arahnya dan itu berasal dari Mary yang di dekat nya, Mary melihat Ken dengan senyuman seakan tahu itu perbuatan nya makanya perjalanan menjadi cepat.
"Mary kau menggunakan kekuatan mu untuk mempersingkat perjalanan?"
"Hehehe... benar papa!" Ucap Mary.
Mendengar jawaban Mary Ken Menghela nafas, setelah itu dia memegang tangan Mary menuntun nya ke tempat Mall. Soal Mary menggunakan kekuatan nya Ken tidak mempermasalahkan selama tidak asal menyakiti orang lain.
...
__ADS_1
Masuk ke dalam mall Mary tampak terpesona dengan suasana di sana, karena selama menjadi boneka dia tidak pernah ke tempat ramai, yang di lakukan hanya berburu bermain dengan sang korban tidak beruntung.
"Papa lihat itu bergerak sendiri nya!"
"Iya aku tahu itu ekskavator berjalan."
"Tapi kita sudah sampai, kemana selanjutnya papa? Mary bingung dengan tempat baru ini."
Mendengar Mary berkata hal tersebut Ken melihat pakaian nya, dia hanya memakai 1 baju yang sama yaitu goth lolita boneka dengan tas selempang beruang berwarna hitam. karena hal tersebut dia menarik beberapa perhatian orang lewat melihat penampilan nya yang mirip boneka hidup.
"Sebaiknya kita menuju Toko pakaian dahulu Mary, ayo ikut aku!" ucap Ken me gandeng tangan Kecil Mary.
Ken melihat sekitar, terkadang menanyai orang lewat tentang area baju anak anak. Setelah beberapa saat dia sampai di tujuan.
Seorang gadis memakai baju kemeja putih dengan rok hitam sedang keluar dari toko. "Permisi pak ada yang bisa saya bantu?" Ucap gadis itu yang ternyata seorang penjaga toko.
"Bisa pilih kan beberapa baju harian dan baju tidur untuk anak ku?" Balas Ken.
Mendengar itu dengan senyuman dia menarik tangan Mary. "Ayo kemari biar ku bantu pilih kan!" Dia membawa Mary membantu nya memilihkan pakaian.
"Aku tunggu di sini, nikmati waktu memilih pakaian mu Mary!" Ucap Ken.
"Untung saja penjualan emas batangan waktu 2 hari yang lalu berhasil. Walaupun terjual dengan potongan 1/4 harga, mau bagaimana lagi itu hasil mengambil seenaknya sih."
...
Menunggu tak lama Mary keluar dari toko memakai baju atasan putih mengembang di kedua lengannya dengan sebuah pita di kerahnya, dan rok hitam ukuran sedang.
Menghampiri Ken setelah itu Mary berputar menunjukkan penampilan nya. "Papa! bagaimana apa bagus?" Ucap Mary dengan senyum
Dengan senyum Ken Menaruh tangannya di atas kepala Mary. "Itu bagus, tapi bagaimana yang lainnya apa hanya memilih baju ini saja?"
"Tidak... semuanya ada di tas ini akan ku tunjukkan nanti di rumah saja, untuk kejutan!"
"Baiklah, Kau tunggu di sini sebentar aku mau membayar tagihan baju nya!" Ucap Ken berjalan pergi masuk ke toko. Dia menuju kasir di sana untuk pembayaran.
"Baik papa!"
5 menit kemudian Ken keluar toko melihat itu Mary langsung menghampiri. Ken langsung menggandeng tangan Mary berjalan, karena Mall ramai dia takut Mary terpisah tampa sengaja.
"Kita kemana papa?" Ucap Mary bingung.
Ken melirik sekitar melihat, tampak seperti mencari suatu tempat. "Tempat es krim, kalau tidak salah penjaga toko bilang bila anda lewat sini akan menemukan stan es krim. "
"Ah ketemu! tempat es krim di daerah baju anak yang terdekat!" Ucap Ken.
Setelah melihat tempat tersebut, Ken langsung menghampiri nya. Dia hendak membelikan untuk Mary.
...
"Pak tolong 2 es krim! Mary kau mau rasa apa?" Tanya Ken.
"Coklat vanila!" Ucap Mary.
__ADS_1
"Baik tunggu sebentar!" Kata penjual es krim.
Setelah beberapa saat akhirnya es krim dengan 2 tingkat sendok es tiba. Ken menyerahkan nya pada Mary, dan dia juga membeli nya dengan rasa vanila.
Mereka tampak duduk di dekat kedai es krim, tepat nya tempat duduk dekat dengan kedai. Memang penjual es krim sengaja menaruh kursi di sana untuk pembeli menunggu kalau tempat nya Ramai.
"Anda... Pak Ken?" Sebuah suara dari belakang mengejutkan Ken.
Melihat kebelakang tampak seorang pria memakai topi panjang sedikit menutupi wajahnya, dia memakai pakaian setelan jas ber ekor dengan warna hitam gelap.
"Eh! ah iya ada apa? bisa ku bantu?"
"Ini aku pak Ken anda lupa?"
Membuka topinya Tampak seorang pria yang keliatan familiar, Ken tampak berusaha mengingat nya. "Kau Brian Kenedy?"
"Benar! Pak ken apa yang kau lakukan di sini?"
Ken menjelaskan beberapa hal tersebut termasuk Mengenalkan Mary sebagai anaknya, dia melakukan hal tersebut agar tidak di salah pahami penculikan anak.
Brian Menaruh tangan nya di dagu karena memahami perkataan Ken. "Ternyata begitu, ngomong ngomong anak perempuan anda sangat manis! tapi kenapa rasanya agak mirip dengan boneka waktu itu?" ucap dengan senyum heran.
~Kring!
"Ah... Maaf saya harus mengangkat telepon!" Ucap Brian.
Dia mengangkat telpon nya melakukan pembicaraan yang tampak penting. Tak lama dia menutup telepon dia berpamitan pergi karena memiliki beberapa hal penting.
"Maaf Pak Ken, aku harus pergi! oh iya sebentar. pak Ken bila anda ingin menonton pertunjukan di tempat ku, ini ku berikan tiket 2 orang aku harap anda datang!"
Brian memberikan 2 buah tiket pertunjukan kepada Ken, itu karena memang dia adalah manajer serta developer acaranya. Dia tidak bisa terlalu lama berbincang dengan Ken dan harus berada di lokasi panggung yang kebetulan berada di Mall tersebut.
''Itu Apa papa?" Tanya Mary.
"Ini sepertinya tiket menonton pertunjukan, kau tertarik Mary?" jawab Ken
"Pertunjukan apa?"
Ken tampak membolak balik Tiket tersebut menemukan kata pentas drama, itu bertuliskan di mulai jam 10 pagi.
"Sepertinya tiket Drama?"
Mendengar itu Mata Mary lebar melebar bercahaya langsung menarik tangan Ken dia sepertinya tertarik dengan hal tersebut. Ken yang di tarik tangan nya menghentikan langkah Mary yang sepertinya bersemangat.
"Tahan sebentar Mary aku tahu kau tertarik. Memang kau tahu tempat nya?" Tanya Ken.
"Tidak!"
"Lantas kenapa menarik ku, seakan tahu jalannya?"
"Makanya Mary menarik Tangan papa, agar nanti papa menunjukkan jalan. Dan juga bukan kah acaranya sebentar lagi?"
"Baik! ayo pergi."
__ADS_1