Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
William matters


__ADS_3

Perjalanan panjang akhirnya berakhir mereka tiba di daerah kediaman teman nya, Kota F dekat dengan hutan lebat.


Memarkir kan mobilnya di di depan rumah yang tampak sederhana yang terbuat dari kayu, itu bagaikan rumah yang tua namun sangat terawat dekat dengan hutan menjadikan nya seperti Cabin tengah hutan.


"Ayah apa kita sampai?" Tanya gadis kecil.


"Ya benar, kita sampai Rose putriku!" Jawab Ayahnya.


Keluar dari mobil mereka tampak di sambut oleh 2 orang pria memakai jaket hitam dan salah satunya memakai pakaian formal.


"Apa kau Franklin?" Tanya pria berbaju formal.


"Benar, aku Franklin tapi kalian siapa kenapa ada di rumah Will?"


"Kami rekan tim dan murid nya beliau, dan maaf sebelumnya nama ku Alex dan yang memakai jaket ini Raphael. Soal pak Will dia sudah menunggu di dalam!"


"Baiklah aku ingin bicara dengan nya secara pribadi, tapi apa di antara kalian bisa menjaga putri ku?"


Frank ingin berbicara berdua dengan Will dia tidak ingin Rose tahu mereka kesini karena nya, dengan kata lain dia cemas Rose merasa dia sudah sangat membebani Ayah nya.


Wajah Alex tampak tidak baik karena beberapa hal dia sulit mengurus anak, Raphael di dekatnya menyadari hal tersebut.


"Baik aku akan jaga!" Ucap Raphael dengan yakin.


Setelah itu Frank menundukkan badan nya setinggi Rose, dia menaruh telapak tangan di kepala Putrinya dengan ekspresi senyum hangat.


Rose, Ayah mau bicara dengan teman, dan jangan nakal oke?"


"Baik!" Ucap Rose.


"Baiklah antar aku menemuinya!"


"Raphael, kau yakin bisa menjaga anak anak?" Ucap Alex dia keliatan khawatir.


"Alex, apa kau tahu sebelum nya saat aku di jadikan kelinci percobaan oleh mereka, mereka juga menculik banyak anak anak dan aku selain menjadi kelinci percobaan aku juga merawat mereka."


"Walaupun sekarang mereka telah tiada, mereka tersenyum saat mendekati akhir hidup tepat di pangkuan ku karena percobaan mereka sangat brutal!" Ucap Raphael melanjutkan perkataan keliatan sedih.


Melihat Raphael sedih karena mengingat masa lalu pahit nya, dia menepuk punggung nya. "Maaf membuat mu mengingat hal sedih!"


"Tidak apa!"


...


Raphael menundukkan tubuh nya di depan Rose yang melihat nya dengan bingung.

__ADS_1


"Namaku Raphael Michaelis, siapa nama mu?"


"Aku Roselyn Lilia!"


"Baik, Rose apa kau mau melihat sulap?"


"Oh! aku pernah membacanya nya di buku, namun tidak bisa mempelajari nya apa kau bisa mengajariku?"


Raphael terkejut gadis yang terlihat berumur 7 tahun mengerti cara membaca.


"Baik aku ajarkan!"


Raphael dan Rose menjadi cepat akrab, sedangkan Alex mengantarkan Frank ke tempat Will


...


Di saat sebelum Rose berkenalan dengan Raphael, Frank tampak berjalan di dalam rumah Will dia di antar oleh Alex membawa nya ke kamar nya.


Begitu sampai dan membuka pintu Frank tampak terkejut melihat nya, dia terbaring di atas kasur dengan tubuh di perban serta di infus.


Tangan kakinya terlihat seperti di beri penyangga karena patah, Frank sekarang paham kenapa memintanya ke rumah nya, itu karena dia sedang cedera parah.


"Will kau tak apa?" Ucap Frank.


"Aku sehat! sangat sehat seperti yang terlihat!"


"Hahaha! kita sudah lama tak bertemu, kalau tidak salah saat Liliy meninggal dan Rose menderita penyakit misterius yang selalu melemahkan fisikanya bukan?"


"Kau benar!" Ucap Frank.


Melihat sekitar dia menemukan bangku, kemudian duduk di dekat ranjang pasien yang terluka parah.


"Will, bagaimana bisa kau seperti ini bukankah kau berpangkat Veteran? yang bahkan bisa melawan tingkat bencana Scourge dengan sengit!"


Frank tahu informasi tersebut memang karena Will yang memberi tahu nya tentang 15 tahun lalu soal hilang ingatan kebangkitan spiritual dan monster yang kadang bermunculan, dan yang penting mereka adalah 2 orang sahabat.


Frank bangkit saat kekacauan 15 tahun lalu karena meng kontrak Mahluk spiritual level tinggi, dan bergabung dengan divisi khusus satu tahun kemudian. Yang di mana Divisi tersebut di bentuk satu tahun kemudian setelah kekacauan oleh pemerintah dan masyarakat yang bangkit memiliki kemampuan kemampuan spiritual, dan menceritakan hal tersebut.


"Yah, kau tahu bukan kemampuan ku akan menjadi semakin melemah bila sudah melewati usia 30 tahun!"


"Tapi itu bukan alasan satu satunya kan?" Ucap Frank karena tahu walaupun temannya melemah namun tidak akan semudah itu untuk terluka begitu parah.


"Bukankah kau sudah melihat mereka berdua?" Ucap balasan dari Will.


"Apa maksud mu Raphael dan Alex? kau berencana pensiun. Dan itu alasan mu melatih mereka?"

__ADS_1


Benar, mereka adalah berlian yang belum di asah. Aku yakin setelah tiada mereka akan menjadi sangat kuat melindungi umat manusia dari mahluk spiritual!"


Menghela nafas Frank terlihat agak sedih karena mendengar perkataan Will, dia sudah mempersiapkan dirinya kalau akan sudah mendekati ajal. Itu memang pekerjaan tersebut mengharuskan bertaruh dengan nyawa sendiri.


"Kalau kau sudah bicara seperti itu, aku tidak dapat berbuat banyak selain mendukung mu!"


Ah! hampir lupa, ayo kembali ke bisnis kau lihat kotak putih itu? bawa itu bersama mu! dan juga benda ini tak sengaja ku temukan 3 tahun lalu saat misi di cabang luar negri! "


Will menunjukkan sebuah kotak yang berada di dekat nya, dan memberikan nya kepada Frank untuk membantu nya melawan mahluk spiritual tersebut.


"Ini isinya apa?" Ucap Frank penasaran.


Membuka kotak tersebut Terlihat sebuah senapan shotgun berwarna perak dengan beberapa ornamen unik yang menghias nya.


"Benda itu kutemukan di reruntuhan mansion dekat laut, aku merasakan sesuatu yang unik pada benda tersebut dan beberapa catatan diary yang penting saat ku teliti itu berusia 500 tahun."


"Kenapa tidak terlihat antik?"


"Oh aku me reparasi nya agar keliatan lebih bagus, dan tenang saja walaupun itu antik namun aku pernah mencoba nya itu masih berfungsi. Lalu yang lebih penting itu dapat melukai mahluk spiritual!"


"Benda seperti ini kenapa tidak kau berikan ke organisasi?" Tanya Frank.


"Aku memberi kan catatan nya dan benda itu aku seludupkan! karena aku merasa itu lebih penting!"


Menghela nafas karena Frank melihat kelakuan sahabatnya yang terlalu sembrono, dia ingat pernah membicarakan soal peraturan bahwa barang yang di temukan memiliki sifat abnormal harus di laporan kan.


Bangkit dari tempat duduk dia menuju pintu keluar, berbalik melihat sahabat nya untuk sesekali sebelum pergi.


"Aku pulang dulu, jaga kesehatan mu!" Ucap Frank berpamitan.


"Kau yang seharusnya menjaga dirimu karena mahluk itu nanti mungkin akan menyerang mu lagi!"


Saat berjalan keluar tiba-tiba dia teringat sesuatu dan Frank segara menghentikan langkah nya, dia kembali ke kamar Will.


"Will, maaf merepotkan mu sekali lagi, aku ingin bertanya soal benda ini."


Frank mengeluarkan sebuah kotak ber isi pisau bedah berwarna perak dengan ornamen unik di sana, Will menerima nya dia segera memeriksa dengan teliti.


"Ini! memiliki aura yang sama dengan gagak milik Alex, apa mungkin dia mahluk yang sama?"


Dia terkejut dengan sebuah kebetulan tersebut dan sedikit merasa ngeri di hati nya, karena dari yang di tahu kebanyakan mahluk spiritual hanya bisa meng kontrak 1 jiwa saja bila lebih dari itu di khawatir kan dia memiliki tingkat bencana Calamity.


"Ada apa? apa kau tahu sesuatu?"


"Ini hanya dugaan ku, biar aku koreksi apa saat Rose kontrak dengan nya mahluk tersebut dia meminta apapun?"

__ADS_1


"Bukan nya pernah ku bilang dia tidak meminta apapun!"


Memegang kepalanya Will tampak pusing karena hal tersebut, dia berusaha menemukan maksud dan kenapa bisa seperti itu.


__ADS_2