Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Devil inside mirror ll


__ADS_3

Seorang gadis kecil yang berusia mungkin 7 tahun berambut perak dengan mata merah Ruby, saat ini memandangi sebuah tubuh suatu mahluk yang mirip dengan nya.


"Apa mereka setiap matinya akan jadi abu, dan kenapa fisik tadi belum berubah setelah ku habisi?"


"Di film setiap mahluk atau monster bila mati akan menunjukkan penyamaran nya, apa mahluk ini tercipta dari bayangan Rose?"


Setelah melakukan hal tersebut Rose melihat kearah cermin besar tempat mahluk tersebut keluar.


"Mungkin cermin ini penghubung antara underworld dan dunia manusia lalu lebih penting kalau di biarkan Devil mirror akan muncul lagi, sebaiknya ku hancurkan!"


Rose berpikir seperti itu karena deskripsi penyelesaian misinya menggunakan kata clone yang berarti itu bukan bentuk asli Devil mirror.


~Prank!


Cermin dihancurkan oleh Rose tak lama sebuah langkah kaki berlari terdengar oleh Rose dia langsung bersikap waspada, karena mahluk spiritual yang membuat realita palsu sudah di kalah kan sebelum nya itu menyebabkan suara pecah tersebut terdengar, tak lama suaranya dekat tepat di depan pintu.


Membuka pintu tersebut tampak seorang pria berambut hitam bermata merah berusia 37 tahun yang memasang wajah khawatir, begitu melihat Rose dia berlari menghampiri nya dan langsung memeluk dengan tangan yang agak gemetar ketakutan seakan kehilangan sesuatu yang begitu penting.


"Rose untung kau baik baik saja aku mendengar suara kaca pecah di bawah dan langsung berlari kemari!"


Melihat dia di peluk dan sebelum nya saat muncul dari pintu pria itu memasang wajah khawatir, Rose mengendur kan pengawasan dia paham itu adalah ayah nya.


"Aku tidak apa apa, papa cermin tadi jatuh dan pecah tampa sengaja!"


...


"Papa?"


Terdiam sejenak Pria itu melepaskan pelukan dan mundur sejauh 3 langkah, dia saat ini merasa waspada dengan Rose didepan nya.


"Siapa kau? kau bukan Rose putriku dimana dia?"


"Eh? ini aku Rose putrimu, papa kamu kenapa?


"Tidak mungkin Putriku Rose selalu memanggilku Ayah bukan papa, siapa kau apa kau adalah mahluk yang sebelumnya menyembuhkan Putriku?"


Menghela nafas panjang Rose melihat Ayah nya yang bersikap waspada.


"Sepertinya aku ketahuan! benar aku adalah yang kau tahu, seseorang yang menyembuhkan Putri mu!"


"Mahluk supranatural bernama Verit?"


Dalam pikiran Rose yang Ken kendalikan, dia mulai berpikir hal barusan memang apa bedanya Papa dengan ayah bukan kah gadis kecil memanggil orang tua laki-laki nya dengan sebutan papa.


Ken berpikir seperti itu karena Mary memanggilnya begitu, jadi dia menggunakan kata papa saat dia merasuki Rose agar tidak ketahuan, namun sebaliknya dia malah ketahuan.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki tujuan buruk pada putrimu kau tahu, aku juga secara tidak sengaja bertemu dengan nya yang saat itu sudah di tipu oleh mahluk supranatural lain!" Ucap Ken berjalan kecil ke sekitar sambil mengayunkan pisau bedah berwarna emas.


...


Setelah berbicara seperti itu Ayah Rose tidak berbicara apapun, dia memutuskan melihat kenapa tidak ada jawaban, namun dia agak bingung melihat Ayah Rose memasang wajah khawatir.


"Kenapa?" Ucap ken dengan heran.


"Pisau nya, tolong jauh kan dan jangan di ayun seperti memegang mainan, itu tajam! kau bisa terluka."


"Oh! maaf!"


Ken segera menurunkan pisau tersebut wajah ayah Rose tampak lega sambil dia menghela nafasnya.


Dia begitu karena insting orang tua yang melihat anaknya memainkan benda tajam atau berbahaya, jadi setelah Ken menurunkan pisau tersebut dia merasa lega karena ke khawatirnya.


"Lalu kalau kau tidak punya tujuan buruk pada putriku apa mau mu, menyembuhkan penyakit putriku dan menolong nya dari Mahluk supranatural lain?"


Mendapatkan pertanyaan itu Ken berpikir keras di kepala nya, dia saat ini bingung harus bicara apa, ingin menggunakan alasan bahwa dia iba pada keadaan Rose walaupun bertemu secara tidak sengaja menggunakan alasan tersebut memang nya Ayah Rose akan percaya.


...


Terdiam cukup lama dengan Ayah Rose yang masih menunggu jawaban apa yang di berikan, Ken berjalan ke arah kasur besar milik Rose dia duduk di sana.


"Untuk mendengar jawaban ku sepertinya kau harus menunggu, karena waktu ku menggunakan tubuh Rose sudah habis, bila ada waktu mungkin kita bertemu kembali!"


Melihat Rose putri semata wayang jatuh hilang kesadaran di kasur, Ayah nya atau Frank berlari menghampiri berharap tidak terjadi hal serius saat mahluk tersebut melepaskan kendalinya pada Rose.


"Rose kau tidak apa putriku?"


Mendengar seseorang memanggil namanya dengan suara yang tampak familiar Rose membuka matanya dia terkejut melihat ayah nya di depan, dia hanya ingat sebelum nya mahluk jahat menyerang kemudian dia seperti kehilangan kesadaran.


"Aku tidak apa apa, tetapi apa yang terjadi nanti kenapa Ayah di sini mana mahluk tadi?"


"Syukur lah kau tidak apa apa, tentang mahluk tadi sudah di tangani oleh mahluk yang kau beri nama Verit!"


"Apa begitu?"


"Ya, itu benar namun ayah masih khawatir dengan mu besok akan ayah bawa kau menemui teman lama semoga dia tidak sibuk!"


 


Rooftop tampak seseorang memakai jubah era Victoria sedang duduk bersandar di sana, dari penampilan dia seorang pria.


"Hampir saja!"

__ADS_1


"Ugh rasanya begitu pusing! dan aku seperti mendengar banyak suara di kepala ku? apa ini efek merasuki atau karena kewarasan ku menurun?"


"Tidak penting sebaiknya pulih kan dahulu!"


Pria itu atau Ken membeli dan memakan sanity pill memulihkan kondisi nya, dengung serta bisikan di kepala Ken mulai reda.


Setelah beberapa saat Ken menghela nafas lega, sambil bersandar pada tembok Rooftop.


"Aku penasaran dengan pill ini yang memulihkan keadaan ku, apa pill penenang bisa berpengaruh menggantikan pill dari ponsel?"


"Tapi setelah semua ini sebaiknya aku pulang, yang lain sepertinya sudah pada kembali!"


~Ding!


Sebuah nada notifikasi ponsel hitamnya berbunyi Ken langsung melihat apa notifikasi tersebut.


 


[ Ding ~ Pemain anda sudah lama tidak memainkan misi pertemanan dengan mahluk supranatural anda ditambah 3 dari mereka sudah memenuhi batas yang di perbolehkan menurut aturan, pihak kami memutuskan misi 3 hari akan menggunakan tema tersebut!


Silakan pemain pilih:


> Misi Mary, ajak berjalan jalan dan belanja


> Misi Anastasia, Berkencan lah dengan nya berdua


> Misi Sacrifice Dagger, kalah kan lebih dari 1000 mahluk dalam dunia simulasi nya]


 


"Eh? kenapa mereka memberi misi sekarang makin nyeleneh begini, terus apa kaitannya jalan jalan dan kencan? kalau soal kalah kan 1000 mahluk supranatural itu mending sih."


...


"Aku ingin memilih Misi Sacrifice Dagger, namun setelah dipikir tubuh ku agak lelah karena selalu dihajar atau menghajar mahluk supranatural!"


Bangun dari tempat duduk nya Ken mengarahkan pandangan kita nya ke gedung di depan nya, itu tampak bersiap melakukan ancang ancang melompat.


"Dan yang lebih penting aku belum pernah berhubungan dengan perempuan apalagi kencan, jadi aku akan memilih Misi Mary nantinya!"


Ken mundur sejauh 4 kaki, setelah di rasa cukup Ken berlari dengan kuat ketika sudah sampai di pembatas Rooftop yang terbuka dia melompati nya.


Dia juga berpikir melakukan parkour hingga sampai rumah, dan karena memakai jubah yang didapat dari ponsel itu memiliki opsi menghilang keberadaan dia tidak khawatir jadi pusat perhatian saat melompat gedung ke gadung lainnya.


Melompat dari gedung ke gedung bila sudah tidak menemukan gedung, atau tidak ada gedung yang memiliki arah ke rumah Ken sesekali menggunakan bisa atau truk yang dia pikir memiliki tujuan bagian barat dari kota C atau daerah tempat dia tinggal.

__ADS_1


(Franklin)



__ADS_2