Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Ayo selesai kan semua ini ll


__ADS_3

"Ayah!"


"Benar benar serangga tampa kekuatan kurang ajar berani melukaiku? baiklah akan ku lenyap kan tampa sisa!" Ucap Devil mirror.


Devil mirror kembali membuka mulutnya dia langsung mengumpulkan kekuatan dalam jumlah besar, berbeda dengan sebelumnya energi yang di pancarkan mungkin dapat menghancurkan gedung bertingkat.


"Sekarang matilah!"


Melihat besar energi yang di keluarkan Frank berpendapat mungkin ini akhirnya, dia melihat Rose dari tempat nya dengan tersenyum kemudian mengucapkan beberapa kata pada bibir nya.


"Lari?" Ucap Rose mengeja perkataan Ayahnya.


"Tidak!"


Rose berlinang air mata langsung berlari menghampiri tempat Frank namun dengan langkah nya tidak mungkin sampai tepat waktu. Namun di titik tersebut kemampuan Rose bermutasi menjadi wujud lain dia dengan cepat berpindah ke depan ayah nya, membuka telapak tangan nya dia menyerap serangan tersebut.


"Rose!"


Dia menyerap semua serangan yang di keluarkan Devil mirror, setelah melakukan hal tersebut secara Reflek tampa sadar Rose mengembalikan semua serangan Devil mirror termasuk yang sudah di akumulasi sebelumnya.


"Apa tidak mungkin!" Ucap Devil Mirror


Serangan yang di kembalikan oleh Rose menjadi lebih kuat dari sebelumnya, membuat daya hancur berlipat dan mustahil Mirror devil bisa menahan apalagi mengembalikan serangan tersebut.


...


Dari ketinggian tampak robekan tanah yang cukup panjang beberapa pohon hancur tampa sisa, itu adalah serangan Devil mirror yang di kembalikan oleh Rose.


Tetapi setelah mengembalikan serangan tersebut Rose tampak tidak sadarkan diri di gendongan Frank dia kelelahan karena berlebihan menggunakan kekuatan barunya.


"Rose, Tuan Frank apa kalian baik baik saja?"


Seorang pria berlari dari kejauhan dia tampak memakai pakaian kotor dan penuh dengan darah, walaupun begitu dia tampak sehat.


"Raphael? kau tidak apa?" Ucap Frank.


"Aku tak apa, tapi lukamu belum pulih sepenuhnya biarkan aku yang membawa Rose."

__ADS_1


"Baiklah."


Frank menyerahkan Anaknya di gendong oleh Raphael karena dia paham keadaan nya, dan percaya kepada Raphael karena dia bukan orang yang jahat.


"Apa kalian baik baik saja kulihat daya serangan yang begitu besar?"


Seorang pria berambut pirang datang dengan beberapa gagak seukuran elang berterbangan di sekitar nya, dia melihat sekitar terdapat lubang yang memanjang rapih tampa sisa.


"Apa yang terjadi kenapa aku ada di sini? bukanya tadi sedang memakan pasta lalu kenapa kau terlihat compang-camping dan kenapa kalian bersama? bisa jelaskan apa yang terjadi?"


Dia tampak bingung entah kenapa bisa berada dalam situasi ini, dia juga ingat sebelum nya sedang makan kemudian tiba-tiba berada di hutan.


Itu karena Ken yang menggunakan tubuh Alex sebelum nya pergi tiba-tiba membuat nya pingsan sebentar dan sadar dia sudah berakhir di tempat asing.


"Verit, tidak bukan Alex kau juga tidak apa apa?" Ucap Raphael.


"Aku tidak apa apa tapi bisa jelaskan yang terjadi?" Balas Alex.


"Baiklah ku ceritakan apa yang terjadi sebelum nya!"


Raphael menjelaskan apa yang terjadi sebelum nya dia menceritakan dari awal hingga akhir, ekspresi Alex tampak sulit mempercayai nya namun itu yang terjadi dia tidak sangka tubuh nya di gunakan oleh mahluk supranatural yang tampa sengaja di kontak.


"Tetapi setelah bangun aku melihat kilatan panjang cahaya yang begitu besar, apa dia berhasil di bunuh?" Ucap Alex setelah mendengar penjelasan.


"Ya benar Rose yang melakukan hal tersebut! walaupun masih berumur 7 tahun dia menakjubkan!"


Mendengar hal itu Alex makin terkejut gadis kecil berusia 7 tahun lebih kuat dari dia bahkan bisa melawan mahluk supranatural dengan level bencana di duga Calamity.


"Baik aku akan panggil ambulan dan markas pusat karena seperti nya realita kembali normal. "


Mengambil ponsel nya dia menelpon ambulan dan dia juga menelpon markas pusat untuk melaporkan hal tersebut.


...


Dari tempat kerusakan yang di sebabkan Kemampuan Refleksi Rose terdapat sebuah permata berwarna merah tertinggal tepat di Devil mirror berdiri.


Tak lama burung gagak liar dari kejauhan terbang menghampiri, burung itu tertarik dengan kilauan merahnya. Mengambil nya burung tersebut terbang membawa permata di paruhnya tampa di sadari oleh orang di sana.

__ADS_1


Tempat itu menjadi agak ramai karena beberapa orang dari Departemen khusus pusat datang, beserta sebuah ambulan mereka tampak menginvestigasi pernyataan Alex, Rose, Raphael dan Frank. Walaupun Alex telah melaporkan hal tersebut namun mereka butuh informasi lebih akurat karena mustahil gadis kecil berusia tahun dapat bertarung dengan mahluk supranatural level bencana Calamity.


Di sisi lain burung gagak terbang di langit membawa permata merah, dia terbang dengan santai menuju sarangnya.


Dari kejauhan beberapa burung gagak lain melihat kilauan permata, mereka terbang menghampiri gagak yang membawa permata. Tampak mereka juga tertarik dengan permata tersebut dan berusaha merebutnya.


Mereka kejar kejaran di langit saling mencakar satu sama lain, beberapa kesempatan permata jatuh namun berhasil di ambil gagak lain dan kembali melakukan hal sama.


Namun beberapa lama kemudian gagak lain yang membawa permata tersebut di cakar oleh sesamanya, dia kehilangan keseimbangan terbang dan jatuh di tabrak oleh mobil yang lewat membuat nya mati tampa sengaja jatuh bersama permata ke dalam sebuah penutup sawer yang terbuka.


Gagak lainnya melihat itu langsung menghampiri Lubang sewer tersebut, tetapi belum sempat ingin masuk sebuah lemparan batu mengenai salah satu dari mereka.


"Hush... pergi sana! dasar Pengganggu!"


Itu adalah seorang pekerja yang memiliki tugas mengecek keadaan sewer tersebut, dia melemparkan batu pada gagak tersebut karena merasa mereka akan menggangu pekerjaannya.


Hal tersebut membuat beberapa gagak yang berkumpul menjauh pergi dari lubang sewer, dan pekerja tersebut menutup selokan karena memang pekerjaan sudah selesai dan dia pergi sebentar untuk melaporkan sesuatu pada atasannya.


......................


Langit merah yang tidak tahu itu malam atau siang dengan sebuah bola bulat di langit menghiasi tampak seperti bulan namun kenyataan nya adalah mata yang mengawasi semua yang di bawahnya.


Bila melihat pemandangan sekitar yang beberapa darah menggenang dengan beberapa tubuh terpotong bukan manusia bertebaran di sekitar, itu adalah underworld yang memang sudah biasa bila menemukan hal tersebut.


"Sial! bukan hanya kehilangan setengah dari semua kekuatan yang tersegel, tapi aku juga terluka cukup parah!"


Tampak sesosok dengan wujud manusia berwajah cermin tampak ter Seok kesakitan, itu adalah Devil mirror sama yang di taklukkan oleh Rose dia rupanya berhasil kabur dari memanfaatkan celah.


"Aku tidak menyangka Rose akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Dan dia seperti nya juga di bantu oleh mahluk waktu itu!"


"Kuh.. Aku harus menemukan tempat bersembunyi untuk merawat luka ku. Setelah itu akan ku bayar semua ini karena berani melawan Ten Rules of underworld!"


Devil mirror berjalan dengan terseok dia juga sesekali melihat sekitar, hingga beberapa saat berjalan dia menemukan sebuah aura kekacauan yang cukup besar menyebar ke langit.


"Itu? aura kekacauan yang berkumpul! bagaimana bisa itu berada di tempat ini namun aku tidak melihat ada keramaian yang hendak merebutnya, ini sangat aneh!"


Merasa penasaran dia mendatangi nya karena berpikir bila menyerap energi tersebut luka nya akan cepat pulih.

__ADS_1


Karena tidak jauh dia sampai di tempat tersebut, namun begitu sampai Devil mirror menjadi terkejut melihat tempat yang di datanginya adalah sebuah rumah dengan beberapa sulur tanaman merambat pada sebuah rumah.


__ADS_2